
"yakin mau gulali itu?" tanya andra.
Evelyn mengangguk senang.
"sana beli sendiri" kata andra dingin sambil memberikan uang ke evelyn.
Evelyn menerima uang itu, lalu pergi ke stan gulali itu. "dasar menyebalkan!. Gimana gue bisa membeli gulali itu, sedangkan gue gak bisa ngomong" batin evelyn kesal.
Andra lupa kalau evelyn bisu sekarang, dia hanya memperhatikan evelyn yang mengantri di stan gulali itu.
Sedangkan evelyn yang masih mengantri, tapi di hati nya dia sudah panik.
Tiba-tiba ada seorang laki-laki berpakaian preman mendatangin nya.
"lihat cewek cantik ini. Seperti nya dia orang kaya. Ya kan" ucap salah satu preman itu.
" Iya ya. Cantik-cantik tapi sendirian aja. Ajak aja dia untuk main-main bersama kita" ucap preman kedua.
Sedangkan preman yang lain nya menarik tangan evelyn. Tapi evelyn memberontak terus. Semua orang yang disana hanya diam, dan para pedagang juga tidak ada yang membantu nya karna mereka takut pada preman-preman itu.
Preman itu masih menarik-narik evelyn. Tenaga evelyn yang masih lemas, karena baru pulang dari rumah sakit pun tidak bisa melawan ketiga preman itu.
"andra... tolong andra!!. Gue takut... Please, help me andra!!" teriak evelyn tapi nyata nya suara nya itu tidak bisa keluar juga.
Sedangkan andra yang memang melihat evelyn waktu mengantri di stan gulali itu, tapi hanya melihat sesaat. Dia langsung pergi membeli minuman di stan minuman untuk mereka berdua nanti nya. Saat kembali melihat ke stan gulali tadi, andra tidak menemukan evelyn lagi.
"kemana gadis gila itu?" tanya andra pelan sambil melihat-lihat ke sekeliling nya.
" Ya Tuhan, gue lupa kalau dia bisu sekarang. Astaga, kenapa gue bisa lupa" panik andra sambil mulai berlari mencari-cari evelyn.
"EVELYN!!... EVELYN!!.. DIMANA LO?!!" teriak andra kuat sambil terus berlari mencari-cari ke sekeliling taman bermain.
"dimana lo elyn?. Maafin gue, gue lupa kalau lo bisu sekarang. Gue bakalan cari lo sampai ketemu" gumam andra.
Lalu evelyn yang dibawa para preman itu pun masih berusaha memberontak. Ketiga preman itu membawa evelyn ke samping wahana rumah hantu yang gelap dan tak terlihat orang-orang.
"Hahahaha... bakalan ada yang memuaskan kita" ucap salah satu preman itu sambil ketawa.
"Hahaha... iya. Malah cantik lagi. Layanin abang-abang ini ya gadis cantik" ucap preman yang lain sambil mencolek-colek dagu evelyn.
__ADS_1
Ketiga preman itu menjatuhkan badan evelyn ke tanah dan mulai mendekatin evelyn bersamaan. Sedangkan evelyn berusaha berjalan mundur sambil mencari-cari benda untuk bisa melawan para preman itu. Tapi sayang tidak ada benda keras disana. Tanpa pikir panjang lagi, dia melepas kedua sepatu nya dan melemparkan kedua sepatu itu ke arah dua preman itu ditambah dia menemukan batu di tanah itu dan melempar nya juga ke satu preman lagi.
" Aarrrghhhh... gadis gila" teriak kesakitan ketiga preman itu.
Tanpa berpikir panjang lagi, evelyn langsung berdiri dan berlari lumayan kencang untuk menghindar preman-preman itu.
"andra... andra... Gue takut ndra...Lo dimana ndra... hiks... hiks... " batin evelyn sambil meneteskan air mata nya dengan masih berlari.
Ketiga preman itu masih mengejar evelyn sambil memegang kepala mereka yang kena lempar tadi.
Sedangkan Andra yang masih mencari evelyn kesana kemari pun, melihat seseorang yang sedang berlari sambil dikejar preman.
"Bukankah itu evelyn?. Sialan!!" ucap andra sambil berlari mengikuti evelyn.
Evelyn yang tidak sanggup berlari lagi pun akhir nya terjatuh. Dan preman-preman tadi ketawa lagi melihat evelyn yang terjatuh.
"gadis cantik, lo gak bisa lari kemana-mana lagi. hahahaha" ucap preman itu sambil ketawa.
"ayo kita nikmatin tubuh gadis cantik ini hahahaha" ucap preman yang lain sambil membuka kancing baju nya.
"Andra... Gue takut... hiks... hiks.. gue gak mau.. " batin evelyn.
" Hahahaha lihat gadis cantik itu nangis. Tenang sayang, kita akan bersenang-senang. Jadi gak usah bersedih. hahahaha" ucap preman ketiga.
* Blam!! blam!!*
Andra memukul preman itu dengan membabi buta sampai preman itu pingsan. Setelah satu preman pingsan, dia lalu menatap tajam kedua preman yang lain nya dan menatap evelyn memberi kode supaya dia lari untuk sembunyi.
Evelyn yang mengerti pun langsung berdiri dan mencari tempat sembunyi di belakang tong sampah yang ada disitu.
"berani-berani nya anak ingusan ini menganggu kesenangan kita dan membuat dia pingsan" ucap preman kedua dengan kesal.
"udah gak usah banyak omong. Sini kalian berdua. Berani nya sama perempuan!!!" ucap Andra geram.
Dan perkelahian pun terjadi. Memang andra kalah jumlah, tapi dia hanya mengalami pendarahan di sudut bibir nya saja. Sedangkan preman-preman yang tadi itu sudah pada pingsan semua.
Setelah perkelahian itu selesai, andra langsung memanggil evelyn untuk keluar.
Evelyn yang dipanggil pun keluar dari tempat persembunyian nya dan langsung memeluk andra sambil menangis.
__ADS_1
"Andra... hiks.. hiks... aku takut... hiks... Gak mau sendirian lagi... hiks... " batin evelyn sambil menangis.
Andra yang melihat evelyn menangis pun mengelus rambut nya sambil memeluk evelyn.
"udah jangan nangis dan takut lagi. Kan your prince lo ada disini" ucap nya lembut.
Andra melepaskan pelukan mereka lalu menghapus air mata evelyn.
"mana evelyn yang cerewet, aneh dan perempuan gilaku yang dulu. Ini malah jadi gadis cengeng. Gak seru ah pacaran sama gadis cengeng" canda andra.
Evelyn mendengar perkataan andra pun memukul pundaknya sambil berusaha tersenyum dan mengetik lagi
Orang lagi takut dan sedih, malah di ejek in. Dasar gak peka an. hufft...menyebalkan.
Andra yang membaca nya pun tersenyum tipis, "lo memang gadis gila dan aneh sekaligus cengeng. Tapi biarpun begitu. Gadis gila ini udah buat hati ketua osis dingin menjadi meleleh" ucap nya lembut sambil mendekatkan wajah mereka.
Evelyn yang malu pun mendorong pelan wajah andra menjauh.
"Kita nikah yuk. hahaha" canda andra.
Evelyn pun langsung memukul kepala andra dengan tersenyum malu.
"cih.... malah dipukul... canda tahu itu gadis gak waras!" ucap andra kesal.
Evelyn pun kembali ketawa pelan dan langsung mencium andra dengan tiba-tiba.
Cup...Cup...
Andra yang di cium tiba-tiba itu masih aja melototkan mata nya karena terkejut. Tapi dia tetap membalas ciuman evelyn itu. Sedangkan evelyn yang tahu ciuman nya di balas pun hanya bisa menutup mata nya.
Mereka melakukan itu sampai 10 menit, lalu melepaskan nya karena nafas mereka yang terengah-engah.
Andra mendekatkan dahi nya dan dahi evelyn.
"Selamat ya... Lo udah bisa dapatkan gue. Apa lo masih mau melepas pangeran es mu ini hm" goda andra.
Evelyn hanya bisa cengar-cengir.
"Malah cengar-cengir si gadis gila ini" ucap nya kesal.
__ADS_1
Evelyn pun menjauh sedikit. Lalu mengetik di HP lagi.
Gue senang. Makasih ndra. Gue gak akan melupakan semua ini. Sarangheyo Chagiya.