My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 50. ** Orang ketiga **


__ADS_3

"Cih... dasar cemburuan. Apa saja yang di ceritakan Kayra ke lo?" tanya Andra dingin.


"Semua nya. Dari si Hanna itu mengejar-ngejar mu sampai tuh perempuan pun meminta jadwal shift yang sama dengan mu" jawab evelyn tak kalah dingin.


Andra pun menoleh sebentar, lalu menatap ke arah jalanan lagi. "Gak usah pedulikan dia. Kalau aku niat, udah kutinggalkan kau dan beralih ke dia. Jadi gak usah cemburuan gitu" ucap Andra datar.


"Mana tahu kan lo udah lupa sama gue, karna kita udah putus dan balik tapi masih LDR an" balas Evelyn.


"Logika saja, kebanyakkan cowok gak betah LDR an dan selingkuh sama cewek lain. Tanpa terkecuali" sindir Evelyn.


"Kamu seperti sedang menyindirku. Apa aku terlihat seperti itu?. Apa kau melihat semua cowok itu sama saja?" tanya Andra kesal.


"Ya. Karna cowok gak akan mau sendirian dalam waktu yang lama" jawab Evelyn sambil mengalihkan pandangan nya ke jendela.


"Terserah. Mau lo percaya atau gak. Yang penting, selama 5 tahun ini aku cuma fokus sama dua hal. Yaitu pekerjaan dan hubungan kita. Tidak ada selain itu" ucap Andra dingin dan memilih diam.


Mereka berdua pun terdiam, sampai mereka tidak sadar sudah sampai di depan rumah sakit. Andra pun langsung mengendarai mobil nya menuju parkiran basement khusus untuk para dokter dan pekerja di rumah sakit itu.


Setelah memarkirkan mobil nya, Andra pun melepas sabuk pengaman nya dan sabuk pengaman Evelyn.


Wajah mereka berdekatan dan mereka saling menatap beberapa saat, sampai Andra yang duluan membuang muka dan memilih keluar mobil.


"Mau ikut keluar atau mau di dalam mobil" ucap Andra dingin sambil membuka pintu mobil tempat duduk evelyn.


Evelyn pun diam saja dan keluar lalu jalan duluan.


"Dasar calon istri tukang ngambek" gumam Andra pelan sambil menggelengkan kepala nya.


Evelyn yang jalan di depan sambil melihat-lihat rumah sakit yang ternyata dia beli dulu dari Ceo yang lain, karena dia mau Andra yang mengelola aset yang dia beli secara pribadi ini.


Dia belum memberitahukan semua itu ke Andra, dia juga sudah membuat nama kepemilikan rumah sakit ini atas nama Andra. Kalau Andra sampai tahu, manusia tsundere itu tidak akan mau menerima nya.


Andra yang melihat evelyn yang bengong sambil berjalan itu pun mengambil tangan evelyn lalu mengenggam nya.


"Jangan terlalu lama ngambek nya, aku gak kuat loh buat bujuk nya nanti. Aku dokter bukan guru" ucap Andra sambil melihat ke depan dan berjalan ke ruangan kerja nya.


"Dasar nyebelin. Udah sana sama suster Hanna itu. Dia gak tukang ngambek kan, dia juga selalu ada di sisi mu terus selama beberapa tahun ini" ujar Evelyn ketus.

__ADS_1


Andra pun berhenti dan memandang evelyn.


"Sudah kukatakan jawaban nya. Kalau aku mau sama suster Hanna itu, aku udah ninggalin kamu. Jadi jangan banyak berpikir yang tidak-tidak. Kau calon istri ku, kenapa masih bicara begitu sih" balas Andra ketus juga.


Evelyn pun masuk ke dalam ruangan Andra dengan muka yang dibuat cemberut.


Andra pun mengusap wajah nya dengan kasar. Menghadapi seorang evelyn seperti ini sama aja dia berhadapan dengan anak kecil.


"Gimana nanti kedepan nya, udah menikah dan punya anak. Bukan hanya anak yang ngambek nantinya, ibu nya juga bakalan ikut ngambek juga" gumam Andra pelan.


Tiba-tiba ada yang memanggil nya dari belakang.


"Dokter Andra!!" ucap seseorang itu sambil setengah berlari ke Andra.


Orang itu pun langsung memeluk Andra. Andra yang dipelakukan seperti itu pun langsung melepaskan pelukan itu dan berkata sedingin mungkin.


"Apa-apaan ini suster?. Gak usah pakai acara peluk-peluk segala. Katakan apa yang mau anda bicarakan" ucap nya dingin.


Suster yang bernama Hanna itu pun hanya tersenyum maklum. "Kenapa makin dingin sih dok?. Dokter makin tampan ya hari ini" ucap Hanna.


"Gak usah basa-basi. Katakan apa yang mau anda bicarakan. Saya ke sini hanya sebentar, lalu mau pergi dengan calon istri saya" ucap nya semakin dingin.


"Terserah. Kalau gak ada yang mau dikatakan, saya permisi mau masuk ke dalam ruangan saya" ucap Andra datar dan tangan nya sudah memegang knop pintu ruangan nya.


Hanna yang melihat itu pun langsung menarik tangan Andra dan mencium bibir nya. Dan kejadian itu dilihat oleh Evelyn saat pintu ruangan itu dibuka oleh nya.


Evelyn yang melihat itu pun meneteskan air mata nya.


"Jadi bener yang dikatakan Kayra. Kau punya hubungan dengan suster di rumah sakit ini" ucap Evelyn sambil menangis.


Andra mendorong tubuh suster Hanna itu sampai terjatuh.


"Lyn, itu tidak seperti yang kau pikirkan. Sayang percaya padaku ya" ucap Andra panik karna melihat air mata evelyn.


"Jangan menangis. Tidak seperti yang kau lihat. Kumohon jangan salah paham" lanjut Andra sambil menghapus air mata evelyn.


Evelyn menghempaskan tangan Andra, dan berbicara dingin.

__ADS_1


"Terserah kamu saja. Mau kamu punya hubungan atau tidak sama dia. Aku gak peduli!. Lebih baik kita break aja" ucap Evelyn dingin lalu berjalan.


Andra langsung menangkap pengelangan tangan evelyn. "Jangan seperti ini, kita bicarakan di ruangan ya" ucap Andra memohon.


"Lepaskan saya dokter Andra. Saya tidak ada waktu untuk mendengarkan penyangkalan anda. Saya masih punya urusan penting" ucap Evelyn yang melepaskan tangan Andra lalu berjalan secepat mungkin menjauhi kedua orang itu.


Hanna yang melihat ekspresi kesal sekaligus sedih di Andra pun terdiam.


"Tidak pernah kulihat ekspresi Andra seperti itu selama bekerja di sini" batin Hanna.


"Udah puas. Senang anda melihat hubungan yang selama ini saya pertahankan jadi seperti ini!. Apa mau anda sebenarnya!!" ucap Andra marah.


"Apa salah nya aku mencium orang yang sudah kusukai selama 2 tahun ini?. Kamu kan tahu kalau aku mencintaimu Andra" ucap Hanna pelan.


"Saya gak menyukai Anda. Kita hanya sebatas teman kerja. Di hati saya hanya ada satu orang dari dulu sampai sekarang. Anda tidak mengerti juga" ujar Andra dingin.


"Ta-tapi.. " ucapan Hanna pun terpotong.


"Gak ada tapi-tapian. Lebih baik mulai sekarang menjauh dari saya. Saya tidak pernah menggangap anda lebih dari teman kerja saja" kata Andra lalu berjalan mengejar evelyn keluar.


Hanna yang mendengar itu pun merasa sakit di hati nya, "Hiks... hiks... kenapa seperti ini" ucap nya sambil menangis.


Ada seorang yang memegang pundak nya dan membalikkan badan Hanna.


"Menangis lagi. Udah saya katakan, dokter Andra itu sudah punya perempuan yang dia cintai selama 6 tahun" ucap laki-laki itu.


"Gak usah ikut campur deh dokter kevin" jawab ketus Hanna.


Ya, kevin teman sebangku Andra juga bekerja di rumah sakit yang sama dengan Andra. Kevin juga dokter syaraf di sana. Kevin juga sudah lama suka sama Hanna. Tapi Hanna hanya melihat Andra aja.


"Hanna, aku udah lama berteman sama mereka berdua. Evelyn dan Andra udah lama punya hubungan. Evelyn juga sama seperti mu, tapi cuma dia yang bisa menaklukan hati Andra. Jadi kamu jangan ganggu hubungan mereka" ucap kevin ke Hanna.


"Itu bukan urusan mu dokter kevin" jawab Hanna lalu pergi.


"Aku akan buat hubungan kalian berdua hancur. Dan hanya aku yang bisa memiliki Andra. Kalau bukan aku, tidak ada yang bisa memiliki nya" gumam Hanna sambil memasang ekspresi jahat nya.


Bagaimana hubungan Andra dan evelyn selanjutnya?.

__ADS_1


Apa hubungan mereka berdua akan sampai ke pelaminan?.


__ADS_2