My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 63


__ADS_3

"Evelyn!" teriak seseorang yang sedang berlari ke arahnya.


Sedangkan Evelyn yang terjatuh dengan kepala nya yang terbentur lantai, menyebabkan keningnya membiru.


Evelyn pun menoleh saat nama nya dipanggil seseorang. Ternyata yang manggil adalah Andra.


"Kamu gak apa-apa?" Keningmu membiru, ayo ikut aku ke ruanganku," ajak Andra sambil meme gang kening Evelyn.


"Aaawww... Sakit Andra. Jangan di tekan gitu," ringis Evelyn.


Andra tanpa pikir panjang, langsung menggendong Evelyn ala bride style, sedangkan Evelyn wajahnya sudah memerah.


Semua suster dan dokter yang disana pada berbisik melihat Dokter dingin yang mereka kenal, bisa bertingkah romantis seperti itu.


"Gak menyangka, Dr. Andra bisa seromantis itu ternyata," bisik suster 1.


"Iya. Aku aja terkejut melihatnya," bisik suster 2.


Sedangkan Hanna yang melihat itu pun berkata, "Gimana? Enak kan digituin. Sakit kan!" ucap Hanna.


"Makanya gak usah sok berkuasa deh disini. Kena karma kan," lanjutnya.


Andra pun mendekat sambil menggendong Evelyn, "Dasar perempuan tidak tahu malu dan tak tahu diri. Udah ditolak, tapi mau menyakiti Istri saya. Udah putus ya urat malu mu suster," kata Andra dingin, lalu dia pun langsung melangkah pergi ke ruangannya.


Sedangkan Hanna yang mendengar itu pun terdiam.

__ADS_1


Dan para suster yang disana pun pada berbisik, "Gak nyangka banget. Suster Hanna begitu murahan banget. Dokter Andra yang udah punya Istri, masih aja dikejar-kejar," ucap suster 2.


"Iya, padahal banyak laki-laki di dunia ini. Tapi masih mau jadi pelakor. Dan ditambah malah menyakiti orang pula." ucap suster 1.


Semua suster disana pada mengangguk setuju. Sedangkan Hanna sudah mengepalkan tangannya sambil menahan malu. Dan memilih untuk pergi.


Di ruangan Andra.


Andra pun menurunkan Evelyn dari gendongannya.


"Kamu bikin malu aja deh Andra. Kenapa harus seperti itu di depan semua orang!" ucap nya kesal.


Andra pura-pura tidak mendengar dan sibuk mengambil kotak obat di ruangannya.


"Andra!!" panggil Evelyn.


"Sayang!!!" teriak Evelyn sambil menarik tangan Andra. Yang menyebabkan mereka berdua terjatuh dengan badan Andra dibawah dan Evelyn diatasnya.


Muka mereka berdua berdekatan, "Jantung gue masih aja berdetak, karna hal ini," batin Evelyn.


Andra pun mendekati wajah memerah Evelyn, "Cantik sekali gadis gilaku ini," batin Andra.


Andra menghentikan gerakannya, "Jadi masih setia kan sama laki-laki dingin sepertiku ini hm," goda Andra.


"Tentu saja. Kamu kan pangeran sekolah sekaligus pangeran dihatiku," ucap Evelyn.

__ADS_1


"cih... dasar playgirl." sindir Andra.


"Iiihhh... gak. Aku setia ya," ucap Evelyn sambil melepaskan posisi mereka.


Andra pun mengompres kening Evelyn yang membiru, "Yakin lo gak selingkuh. Lo kan terkenal, mana mungkin gak ada yang mau." sindir Andra.


"Suamiku cemburu hm... Senang aku," goda Evelyn sambil tersenyum.


"Kita belum menikah ya. Jangan panggil aku suamimu," ucap Andra dengan tatapan tajamnya.


Evelyn terdiam, "Ndra, kamu kapan melamarku resmi?" tanya Evelyn.


"Segera tuan putriku. Sabar ya, aku sibuk ngurus pasien. Kamu kan tahu itu," jawab Andra.


Evelyn hanya mengangguk saja.


"Udah selesai," kata Andra.


"Oke. Aku akan ada meeting setelah ini. Aku pergi dulu ya ndra," jawab Evelyn yang bersiap untuk pergi.


Tapi Andra malah menahan tangan Evelyn, dan menariknya mendekat.


"Hati-hati ya. Jangan suruh supirmu untuk balapan,"nasehat Andra.


Evelyn hanya menganggukan kepala nya, lalu berbalik Dan berjalan untuk Keluar.

__ADS_1


.


__ADS_2