
Andra dan Kevin yang musih berada di depan bartender itu pun memesan minuman untuk mereka.
"Martini 2 ya," ucap Kevin.
"Baiklah tuan," jawab bartender tersebut.
"Mau ngapain lo ajak gue kesini vin? Kalau gak penting, mendingan gue pergi jumpain Evelyn ke pestanya," ucap Andra.
"Tenanglah lo ndra, tunggu teman gue dulu," kata Kevin.
"Gue ke toilet bentar," pamit Andra.
Kevin hanya mengangguk saja. Disaat Andra sedang ke toilet, datanglah perempuan dengan pakaian minim yang sangat dikenal Evelyn.
Ya, perempuan itu adalah suster Hanna.
Tidak jauh dari sana, Evelyn mengepalkan tangannya, " Ternyata perempuan sialan itu dalang dibalik semuanya ini," gumam Evelyn pelan.
"Gue akan buat rencana lo gagal, perempuan murahan," gumam Evelyn lagi.
Evelyn masih memperhatikan mereka berdua yang masih berbicara.
Sementara di tempat Kevin dan Hanna.
"Ini tuan, pesanan anda." kata bartender.
"Hm...ya. Makasih," jawab Kevin.
"Jadi apa rencanamu, supaya kamu percaya kalau aku sayang dan tulus suka samamu Hanna," ucap Kevin menatap Hanna mendalam.
"Masukkan obat perangsang ini ke minuman dia, lalu bawa dia ke kamar VIP yang berada di Club ini," kata Hanna.
"Tapi Han. Aku gak bisa menghianati Evelyn dan Andra. Mereka berdua temanku sewaktu SMA dulu," ucap Kevin pelan.
"Kalau kamu gak mau, berarti kamu gak sayang sama aku," ucap Hanna.
"Baiklah. Akan saya lakukan demi kamu," jawab Kevin pasrah.
Kevin pun memasukkan obat perangsang itu kedalam minuman Andra.
"Maafin gue Andra. Gue gak bermaksud seperti ini," batin Kevin.
Evelyn yang melihat Andra sudah kembali pun panik seketika, "sialan!" gumam Evelyn.
Evelyn pun menelpon bodyguardnya untuk masuk kedalam club, dan menemuinya di sofa yang berdekatan dengan Kursi Andra. Evelyn menggunakan penyamaran, supaya tidak ada yang tahu.
Andra yang sudah kembali pun, langsung duduk di samping Kevin.
"Ini minuman lo," ucap Kevin.
"Hn...," balas Andra.
Andra pun langsung meminum minuman itu sampai kandas.Sedangkan Kevin menyeringai melihat hal itu.
__ADS_1
"Tinggal bawa lo ke kamar VIP aja. Maafin gue ya Andra. Ini demi Hanna, biar dia mengakui gue," batin Kevin.
Andra yang melihat Kevin yang melamun pun menepuk bahu Kevin.
"Lo napa diam. Lo gak minum juga," ucap Andra.
"hahaha... Iya ini gue minum," kata Kevin sambil meminum minuman nya.
"Tolong 1 gelas lagi," ucap Andra ke bartender.
Bartender tersebut pun hanya mengangguk pelan. Dan setelah itu, bartender itu menyajikan minuman nya di depan andra.
Andra langsung meminum nya.
1 Jam berlalu, andra sudah banyak minum. Sekarang dia sudah mabuk berat. Melihat hal tersebut, Kevin langsung membompong Andra menuju kamar yang dimaksud Hanna Dan memasukkannya kedalam.
Evelyn terus mengikuti mereka berdua dari belakang bersama bodyguard nya.
"Kamu, halangin semua orang yang akan masuk kedalam. Jangan sampai ada yang masuk. Paham!" ucap Evelyn dingin dan tegas ke bodyguardnya.
Bodyguardnya pun mengangguk paham.
Kevin sudah memasukkan Andra kedalam kamar itu dan langsung keluar untuk menelpon Hanna.
Dan saat itulah Evelyn masuk, sedangkan bodyguardnya memindahkan nomor kamar tersebut ke nomor kamar yang berada di tempat lain.
Evelyn melihat Andra yang sudah mabuk di ranjang dan mendekatinya.
Evelyn pun duduk di samping Andra sambil mengelus rambutnya.
Andra yang merasa rambutnya dielus seseorang membuka mata nya, "hik...hik... Aku sangat menyayangimu Evelyn. Hik... Hik... tapi... hik... kita punya status yang hik...hik...berbeda," ucap Andra yang mabuk.
Evelyn mendengar perkataan Andra pun menjawab, "Aku juga sangat menyayangimu Andra. Aku gak peduli dengan status kita, aku rela melawan orang tuaku demi dirimu," ucap Evelyn sambil menatap Andra.
Andra yang merasa badannya panas, langsung membuka baju nya karena merasa kepanasan.
Evelyn yang melihat Andra seperti itu pun muka nya memerah, karna malu melihat badan Andra yang sedikit berbentuk.
"Ndra, kenapa lo buka baju sih," ucap Evelyn sambil mengambil baju Andra lagi dan berusaha memakaikan lagi pakaian Andra.
Tapi Andra malah menahan tangan Evelyn dan menarik Evelyn, Andra memeluk Evelyn dan mengubah posisi mereka. Andra menindih Evelyn.
"Apa yang mau kamu lakukan Andra. Menyingkir dari gue sekarang," ucap Evelyn sambil berusaha mendorong badan Andra.
Tapi tenaga Evelyn tidak sanggup menyingkirkan badan Andra.
Andra mencium bibir evelyn, dia terus mencium Evelyn. Evelyn pun hanya bisa pasrah.
Andra pun melepaskan ciumannya, lalu bergantian mencium leher Evelyn. Dan berusaha untuk membuka paksa baju Evelyn.
"Ndra, please... jangan seperti ini. Kita gak bisa melakukan ini, kita harus menikah baru melakukannya," ucap Evelyn sambil berusaha memberontak.
Tapi Andra tetap melakukan nya, Dan terjadilah hal yang tidak diinginkan mereka.
__ADS_1
** Pagi hari nya **
Evelyn membuka mata nya perlahan, dia melihat sekeliling dan mata nya menoleh ke Andra yang ternyata Andra sudah tidak berpakaian lagi alias terlanjang.
Lalu Evelyn melihat ke arah diri nya, ekspresinya menjadi sedih.
"Masa melakukan itu dengan cara seperti semalam. Aku udah tidak perawan lagi, hiks... hiks..., " ucap Evelyn sambil sedikit terisak.
Evelyn memeluk lututnya sambil menangis.
Andra yang mendengar ada suara orang yang menangis pun membuka mata nya, dan melihat sekeliling.
Dia pun terkejut melihat dirinya yang sudah tidak memakai apapun selain selimut yang dipakainya. Lalu dia menoleh ke samping, dan melihat Evelyn di samping nya yang sedang menangis.
"El--elyn, apa yang terjadi? Kenapa kita bisa seperti ini?" tanya Andra pelan.
Evelyn tidak menjawab, dia masih menangis dengan memeluk lututnya.
Andra pun langsung memeluk Evelyn, "Maafin aku lyn, aku salah. Aku akan bertanggung jawab, kita akan percepat pernikahan kita berdua. Jadi kumohon jangan menangis lagi," ucap Andra yang mengangkat muka Evelyn untuk menatapnya.
"Sekarang jawab aku lyn, apa yang terjadi sama kita semalam?" tanya Andra.
"Hiks... hiks... semalam ada perempuan yang membawamu ke kamar ini. Hiks... Hiks... aku berusaha untuk melindungimu ndra. Jadi aku masuk kedalam dan mengunci pintu kamar ini supaya perempuan itu gak bisa masuk," jelas Evelyn sambil menangis.
Andra hanya mendengar dan menatap Evelyn.
"Lalu aku udah melihatmu mabuk dan kepanasan. Aku berusaha mendorongmu, tapi tenaga ku tidak bisa melawanmu. Hiks... hiks... jadi seperti ini lah kita sekarang," lanjut Evelyn.
Andra pun langsung memeluk Evelyn dan menenangkannya.
"Aku bersyukur karna melakukannya hanya denganmu lyn. Aku akan datang ke rumahmu untuk melamarmu secara resmi. Aku janji samamu sayang," ucap Andra yang masih memeluk Evelyn.
Andra pun melepaskan pelukannya dan menatap Evelyn.
"Jangan menangis lagi lyn," ucap Andra.
"Kita akan menikah dan aku akan menjagamu dan anak-anak kita nanti. Aku janji," ucap Andra sambil tersenyum ke Evelyn.
Evelyn yang mendengarnya pun hanya menganggukan kepalanya.
"Ayo kuantar kamu ke kamar mandi, pasti kamu pengen mandikan?" tanya Andra.
"Ti... tidak usah Andra. Aku bisa sendiri ke kamar mandi," ucap Evelyn yang berusaha berdiri. Tapi karena merasa sakit dibagian bawahnya, dia pun jatuh ke lantai.
Andra yang melihat hal tersebut pun langsung berdiri dan memakai celana nya lagi, dan langsung menggendong Evelyn ke kamar mandi.
"Kyaa... Gak usah ndra. Aku bisa sendiri jalan ke kamar mandi," ucap Evelyn dengan muka memerah.
"Gak usah bawel. Pasti sakit kan, biar aku yang antar. Aku gak suka dibantah," ucap Andra dingin.
Andra menggendong Evelyn dan mendudukan Evelyn diatas kloset.
"Kamu bisa mandi sendiri kan? Kalau ada apa-apa panggil aja aku. Ngerti kan!" ucap Andra tegas.
__ADS_1
Evelyn hanya mengangguk paham.
Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan mereka berdua?