
Andra pun mengambil ancang-ancang untuk melempar gelang itu, dan akhirnya berhasil ke lingkaran yang bertuliskan boneka.
Evelyn yang melihat nya pun bertempuk tangan senang, karna Andra berhasil mendapatkan hadiah yang dia inginkan.
"Gimana?. Jago kan milik lo ini" goda Andra.
Evelyn yang mendengar kata 'milik lo' pun seketika wajah nya memerah malu, tapi dia menganggukan kepala nya.
"Selamat mas, anda memenangkan hadiah utama hari ini" ucap penjaga stan itu sambil memberikan hadiah boneka teddy bear yang gede itu.
"Hn... "
Andra pun mengambil boneka itu dan menghadapkan nya ke arah evelyn.
"Mau gak nih boneka?" goda Andra sambil memain-mainkan boneka itu di depan evelyn.
Evelyn mengangguk semangat dan segera melentangkan tangan nya untuk meminta boneka nya itu.
"Ooppss... tidak semudah itu gadis gila. Mana hadiah buat gue dulu, baru gue kasih nih boneka" ucap Andra yang menyembunyikan boneka itu di belakang badan nya.
"Dasar laki-laki menyebalkan. Pengen dikerjain deh seperti nya dia" batin evelyn.
Evelyn pun menghentakkan kaki nya kesal dan langsung membalikkan badan nya.
Andra yang melihat tingkah evelyn itu pun menahan tawa nya. "Gimana?. Mau gak?" tanya Andra lagi.
"Kalau mau kiss me here" ujar Andra sambil menunjuk bibir nya.
"Sejak kapan Andra berubah jadi agresif seperti itu sih" batin Evelyn.
Boneka nya dulu, baru gue kiss. Mau gak?
Andra yang melihat ketikan itu pun menyergitkan dahi nya, lalu menganggukan kepala nya. "Baiklah" jawab nya singkat.
Andra pun memberikan boneka itu ke evelyn dan langsung menarik evelyn dan meletakkan tangan nya di pinggang evelyn. Sedangkan boneka yang di pegang evelyn tadi pun terjatuh.
Andra pun menyeringai, "lo pikir, gue bodoh apa. Lo lupa kalau gue itu terpintar di sekolah hm" ucap Andra sambil mengelus pipi evelyn.
"Lo pasti membatin, kenapa gue jadi agresif seperti ini. Ya kan?" ucap Andra.
"Loh kok dia tahu isi otak gue" batin Evelyn.
"Lo yang buat gue seperti ini. Gue gak mau kehilangan lo elyn. Tapi gue gak mungkin melarang lo, karna gue cuma pacar lo. Sedangkan yang mengajak lo itu orang tua lo, jadi gue gak bisa apa-apa" ujar Andra dingin.
"Maafin aku ndra. Gue janji akan balik lagi setelah menyelesaikan semua nya" batin nya.
Evelyn yang mendengar perkataan Andra pun mengelus pipi Andra. Lalu dia mencium sekilas pipi nya itu.
"Gak cukup itu lyn. Gue mau nya disini" ucap nya sambil mengelus bibir Evelyn.
"Boleh gak?. Gue juga gak akan maksa" ucap nya lagi.
__ADS_1
Sedangkan semua orang yang lewat melihat pasangan itu, begitu juga penjaga stan game yang tadi.
"Mas, mbak, mendingan cari tempat lain untuk bermesraan gih. Saya mau cari pengujung yang mau main game saya ini lagi" ujar penjaga stan itu.
Andra yang mendengarkan perkataan penjaga stan itu pun langsung melepaskan pelukan nya dan segera meminta maaf.
"Maaf ya pak" ucap nya.
Andra pun menarik tangan Evelyn yang sebelah, sedangkan tangan nya sebelah lagi memeluk boneka besar itu.
Sedangkan Evelyn menahan tawa nya, tapi tetap mengikuti tarikan tangan Andra.
Merasa cukup jauh dari keramaian, Andra pun membawa Evelyn untuk duduk di kursi yang ada disitu.
Dia pun meletakkan boneka itu di tengah-tengah mereka.
"Lo sih bikin malu aja" ucap Andra dingin.
Evelyn pun kesal lalu mengetik di HP nya lagi.
Kok gue?. Kan lo yang terlalu agresif kali. Kenapa jadi gue yang salah.
"Hahahaha... gitu aja kesal. Iya gue yang salah. Tadi hanya canda doang. Mana hadiah buatku" ujar Andra yang mendekatkan wajah mereka berdua.
Evelyn pun mendorong pelan wajah Andra. Lalu membuka kalung di leher nya dan memberikan nya ke Andra. Dan mengetik lagi.
Itu kalung jadi milik lo. Gue akan ambil lagi setelah gue kembali ke Indonesia. Jadi jaga baik-baik ya ndra.
"Hah...Jadi lo masih mau pergi?. Ya sudah lah. Mari kita buat janji berdua" ujar Andra.
"Ini cincin pemberian mama gue, gue perintahkan lo untuk menjaga nya baik-baik. Jangan sampai hilang, kalau hilang awas aja" ucap Andra dingin sambil berjongkok di depan Evelyn.
"Menikah lah denganku suatu saat nanti Evelyn. Jangan tinggalin aku" ujar nya sambil memakaikan cincin itu ke jari tengah Evelyn.
Jantung Evelyn berdetak kencang, begitu juga dengan jantung Andra.
"Berjanji lah elyn. Kalau lo udah selesaikan semua nya kembalilah ke pelukan gue. Dan begitu pun sebaliknya" ucap Andra lembut.
Evelyn pun mengangguk malu-malu.
Aku akan menjaga nya. Ingat janji kita ini ya ndra. Setelah kita berhasil di masa depan nanti, kita akan bertemu lagi.
Andra pun mengangguk kepala juga sambil tersenyum dan langsung menarik Evelyn dan mencium nya.
*Cup!... Cup... "
Evelyn melototkan mata nya terkejut karna tindakan Andra yang tiba-tiba. Tapi akhirnya dia pun membalas ciuman yang di berikan Andra ke dia.
Mereka melakukan itu sampai nafas mereka mulai berkurang banyak. Evelyn pun segera mendorong pelan dada Andra untuk menjauh dan sekarang dia pun terengah-engah. Begitu pun Andra yang sambil mengusap bekas ciuman ny tadi di bibir Evelyn.
"Lo mau ucapan sesuatu dari gue hm" ucap Andra.
__ADS_1
Evelyn yang masih terengah-engah pun menatap Andra kembali dengan muka bingung nya.
Andra mendekatkan bibir nya ke arah telinga Evelyn.
"I love you my crazy girl" bisik nya ke telinga Evelyn.
Evelyn pun tiba-tiba mengarahkan kepala nya untuk menatap Andra. Tapi bibir mereka pun kembali menyatu, biar pun hanya sekilas.
Andra pun memeluk Evelyn sambil mengelus rambut nya.
"Lo berhasil melelehkan hati gue yang beku. Dan lo berhasil juga membuat gue seperti orang yang bucin sama lo" ucap nya kesal.
"Cepat kembali hm. Jangan lama-lama" lanjutnya lagi.
Evelyn pun menganggukan kepala nya di pelukan Andra.
Andra melihat ke arah jam tangan nya yang menunjukan sudah mau jam 7 malam. Dia harus mengantarkan Evelyn balik lagi.
"Ayo gue antar pulang. Nanti bus gak ada lagi" kata Andra.
Evelyn mengangguk dan berdiri lalu mengambil boneka yang ada di samping Andra.
Andra pun ikut berdiri dan memegang tangan evelyn yang satu nya lagi. Dan berjalan keluar dari taman bermain itu, lalu berjalan ke arah halte bus.
Mereka sampai di halte bus dan kebetulan ada bus yang sedang berhenti dan mereka pun langsung menaikkin nya.
Evelyn dan Andra duduk bersebelahan dengan evelyn memeluk boneka nya yang besar itu.
Butuh waktu 30 menit untuk sampai ke halte dekat rumah Evelyn. Kemudian mereka pun turun dari bus. Dan berjalan menuju rumah Evelyn.
Dan 10 menit berjalan, mereka berdua sudah sampai di depan rumah Evelyn.
"Hm... udah sampai. Masuk sana" ujar Andra datar.
Evelyn pun mengangguk pelan dan mulai membalikan badan nya.
"Waitt!!. Ada yang ketinggalan" kata Andra yang membuat langkah Evelyn pun berhenti dan berbalik.
"Sini mendekat lo ke gue" ucap Andra sambil memanggil Evelyn mengunakan tangan nya.
Evelyn pun melangkah mendekatin Andra. Lalu...
CUP!!.
Ciuman Andra mendarat di kening Evelyn.
"Good night my crazy girl. Mimpi indah hm" goda Andra.
Evelyn hanya mencubit pelan perut Andra dan langsung berlari ke arah rumah nya dengan muka merah nya.
Andra hanya ketawa pelan lalu berbalik juga dan berjalan ke arah halte bus tadi untuk balik ke rumah nya.
__ADS_1
Mereka gak tahu ada dua orang yang daritadi mengawasi mereka berdua.
Siapakah kedua orang itu?.