My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 51. **Berbaikkan **


__ADS_3

Andra masih mengejar Evelyn yang ternyata sudah memberhentikan sebuah taksi di depan rumah sakit itu. Andra segera berlari dan mengetuk-ngetuk pintu kaca jendela taksi itu, "Lyn... Lyn... Dengarin gue dulu sayang. Itu hanya salah paham aja. Lyn, please buka pintu nya" ucap Andra yang masih mengetuk jendela taksi itu.


Evelyn yang melihat Andra mengetuk terus jendela taksi itu pun menyuruh supir taksi nya untuk segera jalan, "Jalan pak!" ucap Evelyn dingin.


Taksi pun berjalan, sedangkan Andra masih tetap mengejar taksi itu sambil teriak, sampai dia jatuh ke jalanan itu.


Dia pun tidak memperdulikan lututnya yang berdarah, dia langsung berlari ke arah parkiran basement untuk mengambil mobil nya dan mengejar taksi yang membawa Evelyn.


Sedangkan di dalam mobil, Evelyn sudah meneteskan air mata nya. "hiks... hikss... ternyata benar kata kak Julius. Tidak ada satu pun cowok yang mau LDR an dan sendirian. Hiks.. hikss.." ucap Evelyn sambil terus meneteskan air mata nya.


Supir taksi yang melihat itu dari spion kaca depan nya pun merasa kasihan.


"Non, nona kenapa nangis. Jangan bersedih non" ucap supir taksi itu.


Evelyn yang mendengar perkataan supir taksi itu pun segera menoleh dan tersenyum sedih.


"Saya tidak menangis kok pak. Mata saya kemasukkan debu aja, makanya berair" sanggah Evelyn.


"Hm.. tolong antar saya ke Jl. Pratiwi no. 23A ya pak" lanjutnya.


"Baik non" jawab supir taksi itu.


Sedangkan Andra masih mengendarai mobil nya sambil mencari-cari keberadaan taksi yang di naikkin Evelyn tadi.


"Kemana taksi itu?. Aahh... Sial!" umpat nya keras sambil memukul stir mobil nya.


"Mungkinkah dia sudah pulang ke rumah nya yang dulu?. Lebih baik ku periksa dulu kesana" gumam Andra.


Andra pun akhir nya memutar stir mobil nya dan mengendarai mobil nya itu ke arah rumah Evelyn dulu.


Setelah beberapa menit, Andra pun sampai dan kebetulan di depan gerbang rumah itu Evelyn juga baru saja turun. Andra dengan cepat keluar dari mobil dan mengunci mobil nya itu.


Sedangkan Evelyn tidak sadar kalau Andra sudah berada di belakang nya. Dia terkejut karena tiba-tiba ada yang memeluk nya dari belakang.


"Evelyn, gadis gila ku tersayang. Jangan pergi seperti itu lagi, itu cuma salah paham saja. Aku gak punya hubungan apapun sama Hanna. Dia cuma rekan kerja ku saja di rumah sakit itu. Percaya lah Evelyn" ucap nya pelan sambil memeluk Evelyn dari belakang.

__ADS_1


Evelyn hanya bisa diam saja.


"Lyn, aku udah menunggumu selama 5 tahun lebih. Aku juga udah bisa menghidupin dan mencukupi kebutuhan kita dan anak-anak kita nanti. Kumohon, jangan tinggalin aku lagi" ucap Andra dengan meneteskan air mata nya sedikit.


Evelyn terkejut karena dia merasakan ada yang basah mengenai pundak nya.


Evelyn pun berbalik dan melihat Andra yang sudah meneteskan air mata nya.


"Kamu menangis My prince Andra. Jangan menangis, maaf sudah membuat mu seperti ini" ucap Evelyn lembut sambil menatap Andra dan menghapus air mata laki-laki itu.


Andra pun hanya menganggukan kepalanya pelan.


"Udah jangan nangis lagi. Sekarang kamu makin cengeng ya. Kamu berubah banget tahu gak pak dokterku" ucap Evelyn pelan sambil memeluk leher Andra.


Andra pun mendekatkan wajah mereka berdua. "Kau hanya milikku Lyn, dan aku milikmu juga. Itu adalah janji yang kubuat sebelum kamu pergi dulu. Aku menerima mu apa ada nya, dan kamu juga sebaliknya. Mana mungkin aku melanggar janji yang kubuat sendiri" ucap Andra.


Evelyn pun hanya mengangguk pelan, " iya. Aku juga tahu gimana sikap tsundere mu itu dan sikap dingin mu itu pada orang lain" ujar Evelyn.


"Tapi kenapa kamu langsung pergi tadi sebelum aku sempat menjelaskan nya" kata Andra.


"Maaf, aku masih seperti yang dulu ya ndra. Gak ada dewasa-dewasa nya, tapi aku seperti anak kecil hanya di depan mu. Kalau di depan orang lain, aku di cap sebagai perempuan yang dingin dan cuek. Aku akan berubah sedikit dewasa di depan mu" ucap Evelyn.


"Gak usah dewasa di depanku. Sejujurnya aku lebih suka dengan sikapmu yang waktu di sekolah dulu. Jadi jangan berubah. Oke" lanjut nya sambil tersenyum.


Evelyn yang melihat senyuman Andra itu pun hanya mengangguk malu.


"Boleh aku menciummu?" tanya Andra pelan.


"Hihihi... kenapa malah minta izin segala?. Kamu kan udah tahu jawaban nya" ucap Evelyn sambil terkekeh pelan dan meletakkan lengan nya ke leher Andra.


Andra pun mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Evelyn. Namun tiba-tiba ada tetangga Evelyn yang memanggil.


"Eeehh... Nak Evelyn sudah kembali ternyata. Lama tidak bertemu ya, makin cantik saja loh ini" ucap tetangga nya itu.


Mendengar perkataan itu, Andra dan Evelyn langsung menjauhkan diri mereka masing-masing.

__ADS_1


Lalu Evelyn langsung melihat tetangga itu dan menjawab, " Ahh iya bu. Ibu makin cantik juga. Ibu sendirian aja?. Kemana anak ibu waktu itu?" tanya Evelyn.


"Oo... Anak saya udah pergi kerja ke Paris. Udah lama gak pulang juga nak" jawab ibu tetangga itu.


"Kalau gitu ibu permisi dulu ya. Mau belanja kebutuhan nih. Sampai jumpa lagi ya nak, kalau ada perlu apa-apa kasih tahu ibu saja.. Bye Evelyn" ucap ibu itu lalu pergi dari situ.


Evelyn pun hanya menganggukan kepala nya sambil tersenyum.


Andra yang melihat pun menoleh dengan ekspresi bingung nya, "Siapa itu?" tanya Andra.


Evelyn pun ikut menoleh, "itu loh teman mama juga" jawab Evelyn singkat.


Andra pun mengangguk.


"Mau masuk dulu gak?. Pak dokter pasti haus kan," kata Evelyn.


"Udah bisa mengejek ya. Tadi menangis, sekarang malah mengejek," sindir Andra.


Evelyn yang mendengar sindiran Andra pun hanya ketawa pelan. Evelyn pun menarik tangan Andra, lalu masuk ke dalam rumah nya.


Setelah sampai di dalam, Evelyn pun langsung berjalan ke arah kamar nya untuk berganti pakaian. Sedangkan Andra duduk di sofa ruang tamu.


Andra yang bosan menunggu, seperti biasa berkeliling ruangan tamu itu sambil melihat foto-foto yang ada di ruangan itu.


"Kecilnya imut, sekarang menyebalkan," gumam Andra sambil melihat foto Evelyn yang digantung di ruangan itu.


Evelyn pun turun ke bawah dan melihat Andra yang sedang me lihat-lihat foto nya dan keluarganya di ruang tamu mereka.


"Sedang lihat apa hm.. pak dokter?" tanya Evelyn.


Andra langsung menoleh ke arah Evelyn, "Gak lihat apa-apa. Sudah siap ganti baju nya?" tanya Andra.


Evelyn pun mengangguk pelan.


"Kalau gitu, ayo ikut aku," ucap Andra sambil menarik tangan evelyn untuk keluar dari rumah itu.

__ADS_1


"Kita mau kemana sih ndra?" tanya Evelyn ke Andra.


"Rahasia," bisik Andra.


__ADS_2