My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 69


__ADS_3

Setelah mencium pipi arka, Evelyn pun langsung berjalan keluar cafe dengan diikuti oleh sekretarisnya.


Andra yang melihat sifat Evelyn, gadis itu menjadi dingin seperti dirinya dulu.


"Papa?" panggil Arka.


Andra tidak mendengar panggilan dari Arka.


"Papa?!!" panggil Arka sedikit berteriak.


"Eehh? Ada apa nak?" tanya Andra bingung.


"Papa kenapa bengong? Apa papa kenal cama tante cantik tadi ya pa?" tanya Arka pelan.


"Tante cantik yang tadi teman sekolah papa dulu." jawab Andra dengan datar.


"Ooo gitu pa. Papa nikah aja sama tante cantik. Mau kan pa?" tanya Arka dengan muka berbinar.


Andra, Kevin dan Kayra yang mendengar pun sambil menatap.


"Arka suka ya sama tante cantik?" tanya Kevin.


Arka pun mengaggukan kepalanya senang.


"Tapi Arka kan baru kenal sama tante cantik. Mana tahu tante cantiknya jahat. Gimana?" tanya Kayra.


"Gak! Tante cantik itu baik. Bibi Kayla gak usah bilang gitu!" teriak Arka tidak terima.


Andra yang melihat Arka yang kesal pun terdiam.


"Kan mana tahu yang dibilang Bibi Kayra bener. Kita kan gak tahu, Ar." ucap Kevin.


"Bibi sama om kenapa seperti tidak Cuka cama tante cantik! Salah tante cantik apa emangnya Bibi Om!" kata Arka sambil berdiri dari duduknya.


"Arka, duduk lagi. Gak sopan seperti itu ke om dan Bibi." nasehat Andra.


"Pokoknya Alka mau tante cantik jadi mama nya Arka. Gak mau cama orang lain!" teriak Arka sambil berlari keluar cafe.


"Arkaa!!!" ucap Andra yang juga berdiri dan mengejar anak nya.


Arka tetap berlari tanpa tahu harus kemana. "Papa gak cayang lagi cama alka." gumamnya sambil terus berlari.


Saat itu Evelyn yang baru keluar dari kamar mandi pun melihat Arka yang berlari. Dia langsung menarik Arka ke pelukannya.


"Arka, kamu kenapa sayang? Kenapa menangis?" tanya Evelyn sambil mengelus kepala Arka.


"Hiks...Hiks... Hiks... papa jahat," jawab nya sambil nangis.


"Papa jahat? Emang Arka diapain papa?" tanya Evelyn bingung.


"Hiks... Hiks... pokoknya papa jahat tante hiks..hiks..," ucap Arka sambil terus menangis.

__ADS_1


Andra yang mengejar Arka pun menemukan putranya sedang bersama Evelyn. Dia pun menghampiri mereka berdua.


"Arka... Ayo sini sama papa," kata Andra yang sudah berada di depan kedua orang tersebut.


Evelyn langsung menatap Andra, sambil terus menenangkan Arka.


"Mr.Dharmendra, kenapa anak anda bisa menangis dan berlari seperti tadi?" tanya Evelyn dingin.


"Itu bukan urusanmu Evelyn. Berikan Arka padaku," jawab Andra dengan muka datarnya.


Evelyn melihat Arka yang makin mengeratkan pelukannya. "Anak anda tidak mau lepas. Coba bujuk sendiri anak anda," ucap Evelyn.


"Kenapa kamu seperti ini Elyn. Kenapa kamu bisa berubah. Aku sangat merindukanmu My crazy girl," batin Andra.


Evelyn yang melihat Andra terus menatapnya sambil melamun, dia pun memanggilnya lagi.


"Mr. Dharmendra, kenapa anda bengong? Ambil anak anda, karna saya ada urusan yang sangat penting," kata Evelyn yang nada suaranya semakin dingin.


Andra pun tersentak, "Arka... My little boy, ayo sini ikut sama papa. Papa akan pikirkan keinginan Arka yang tadi. Papa janji," bujuk Andra yang berjalan mendekat kearah Evelyn.


Andra pun berusaha melepaskan pelukan Arka pada Evelyn.


"Hiks... hiks... Gak mau! Arka mau sama tante cantik aja. Papa jahat, hiks... hiks...," jawab Arka.


"Ayo Arka. Tante cantiknya masih ada urusan, nanti kita akan bertemu lagi sama tante cantik." bujuk Andra lagi.


Evelyn yang melihat Andra pun hanya bisa diam.


"Ternyata bener... Arka ini adalah anakmu dengan Sandra. Sakit banget ndra. Aku gak nyangka, kamu tega selingkuh dan menikah dengan wanita lain," ucap Evelyn dalam hati.


"Mommy," teriak seorang anak perempuan yang berlari kearah Evelyn.


Evelyn pun langsung menolehkan kepalanya.


Andra yang mendengar nya pun ikut menoleh.


Anak perempuan tersebut pun sudah berada di bawah kaki Evelyn.


"Mommy... dia ciapa? Kenapa mommy menggendongnya. Lilly juga mau digendong cama mommy," ucap Lilly dengan suara lucunya.


Evelyn pun menurunkan Arka, dan berjongkok didepan Lilly.


"Sendirian aja kesini hm... Mana Bibi Susi? Jangan bilang kamu kerjain lagi." ucap Evelyn sambil mencubit pelan hidung anak nya.


"Hehehe... Mommy tahu aja, habisnya Bibi Cuci sepelti kula-kula. Lambat," jawab Lilly sambil cengegesan.


Arka yang melihat itu pun menatap anak perempuan di depan nya.


"Kamu ciapa? Kenapa dekat-dekat cama tante cantik? Itu tante cantiknya alka," ucap Arka sambil memeluk kembali leher Evelyn.


"Lepasin tanganmu dali lehel mommy. Ini tuh mommy nya Lilly. cana," jawab Lilly sambil menarik tangan Arka dari leher Evelyn.

__ADS_1


Dan akhirnya terlepas. Arka memasang muka kesalnya, sedangkan Lilly tersenyum kemenangan.


Evelyn dan andra yang melihat itu pun terdiam.


Kemudian Evelyn pun bersuara, "Arka, ini anak tante. Nama nya Nayaka Lilly Lee," kata Evelyn sambil memperkenalkan Lilly ke Arka.


"Lilly, ini Arka. Anak temannya mommy waktu sekolah dulu," ucap Evelyn dengan melakukan hal yang sama juga.


"Ayo saling bersalaman," lanjut Evelyn sambil menarik salah satu tangan Arka dan Lilly.


Lilly tidak mau, dia pun bersembunyi di belakang punggung mommy nya. Evelyn yang melihat nya pun bingung.


"Lilly gak kenal dia mom. Lilly gak mau kenalan cama olang acing," jawab Lilly.


"Lilly, dia bukan orang asing. Dia anak temannya mommy. Ayo salaman dan berteman lah," ucap Evelyn sambil memaksa Lilly untuk bersalaman.


Kedua anak itu pun saling membuang muka, Evelyn yang melihat nya pun terkekeh pelan.


Sedangkan Andra yang melihat muka Lilly yang mirip seperti dirinya waktu kecil, tapi versi perempuan.


Evelyn melihat ekspresi Andra yang menatap Lilly.


"Ndra, Lilly itu putri kita. Anak kandungmu ndra. Tapi aku gak mau merusak rumah tanggamu dengan Sandra. Aku akan menjaga putri kita ndra," batin Evelyn sedih.


Andra mendekat kearah Lilly.


"Hallo...anak cantik. Namamu Lilly ya. Salam kenal ya," kata Andra lembut ke Lilly.


Lilly yang melihat Andra pun tersenyum, "Iya om... Nama om ciapa?" tanya Lilly ke Andra.


"Nama om Kivandra," jawab Andra yang ikut tersenyum.


Lilly terkejut dan langsung melihat mommy nya.


"Om, nama om cama dengan nama daddy nya Lilly," ucap Lilly pelan.


Andra yang mendengar perkataan anak kecil di depannya pun terkejut.


"Kenapa jantung dan hatiku senang mendengar jawaban gadis kecil ini. Aku seperti punya ikatan dengan anak ini," batin Andra.


"Lilly, gak usah asal ngomong gitu. Kan udah mommy bilang, kalau daddy nya Lilly itu udah meninggal," ucap Evelyn.


Lilly yang mendengar perkataan mommy nya pun hanya menunduk sedih.


"Maafin anak saya Mr. Dharmendra, dia seperti ini karna dari kecil daddy nya Lilly sudah tidak ada lagi. Jadi dia seperti itu," kata Evelyn sambil mengendong Lilly.


"Kalau begitu, kami berdua pergi dulu ya Mr. Dharmendra. Sampai jumpa lagi," kata Evelyn ke Andra, lalu pergi dari Andra dan Arka.


Maaf lama update ya teman-teman.


Saya ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan.

__ADS_1


Sekali lagi Saya minta maaf


Gomennasai... Gomawo... Sorry 🙏🙏


__ADS_2