
aldi hendak beranjak dari duduknya tetapi, tanganya di tahan oleh Ana
"mau kemana??"tanya Ana dengan lemas
"kantin"jawab Aldi sambil menatap Ana
"ngapain??"tanya Ana lagi
"makan"
"hah??"
"beli makan"jawab Aldi dengan malas
"buat??"heran Ana
"kamu"
"hah??"
Aldi mengehembuskan nafas dengan kasar
"aku mau ke kantin beliin kamu makan, kamu kan belum sarapan tadi pagi"jelas Aldi
"ohh yaudah sana"usir Ana
Aldi segera keluar dari uks dan berjalan menuju kantin sedangkan, Ana hanya temenung kepalanya masih sakit di tambah perutnya yang sudah lapar
5 menit kemudian Aldi kembali dengan sepiring nasi goreng dan minuman di tangannya. Aldi kemudian duduk disamping Ana, menbantu Ana duduk dikasur dan menyuapi Ana
Ana menerima suapan dari Aldi sambil menatap wajah Aldi. Aldi pun dengan sabar menyuapi Ana karena Ana makanya sangat lambat
20 menit kemudian Ana sudah selesai makan Aldi menbuka tutup botol dan menberi minum pada Ana
Ana masih menatap Aldi, ia sungguh senang Aldi ternyata perhatian kepadanya ia pikir Aldi tetap akan cuek dan dingin padanya. Ana merasa geli² mules saat mendapat perhatian dari Aldi.
"knp??"tanya Aldi karena dari tadi Ana terus menatapnya tanpa berkedip, Ana masih terus menatap Aldi tanpa menjawab pertanyaan dari Aldi
Aldi memengang bahu Ana dan menatap Ana dalam, Ana pun tersadar ia gelagapan karena malu
__ADS_1
"knp??"tanya Aldi lagi
"apanya??"bukanya menjawab Ana malah balik bertanya sebenarnya ia tau maksut Aldi dia hanya pura² tidak tau karena malu
"kamu"ucap Aldi
"aku kenapa??"tanya Ana pura² tidak tau
"kamu kenapa??"
"emang aku kenapa??"
"kamu kenapa natap aku terus??"tanya Aldi
"e..eh ss..siapa yang natap kamu aku ma....mana ad...ada"elak Ana
"ohh yahh"ledek Aldi
"iyahh"balas Ana cepat
"baiklah aku percaya kok"ucap Aldi pura² percaya
"iss aku gk natap kamu kok"bela Ana
"cihh"desis Ana
"kepala kamu masih sakit??"tanya Aldi lembut dengan tangannya yang mengusap rambut Ana
"masih"jawab Ana lemas
"pulang aja yahh"bujuk Aldi
"gk mau"tolak Ana cepat
"kenapa??"tanya Aldi heran
"iss pokoknya gk mau"rengek Ana dengan bibir yang mengerucut
"iya iya tidur lagi yahh"ucap Aldi sambil menbantu Ana untuk kembali tidur
__ADS_1
"tp, temenin yahh"rengek Ana dengan tangan memeluk erat lengan Aldi
"iya"jawab Aldi
"beneran yahh awas kalau Ana bangun bang Aldi udh gk ada di samping Ana"ucap Ana
"iya sayang"ucap Aldi lembut dengan satu tangan mengelus rambut Ana dan satu tangan lagi mengengam tangan Ana
Ana yang mendengar Aldi memanggilnya dengan panggilan 'sayang' pun malu pipinya sudah merah seperti tomat
"Ana,kamu kenapa?? pipi kamu kok merah??"tanya Aldi khawatir dan memengang pipi Ana dengan kedua tanganya mengapit pipi Ana sehingga pipi Ana bertambah merah apalagi wajah Aldi yang sangat dekat dengan wajahnya
"panas kamu demam??"tanya Aldi ia pikir Ana demam
"Ana gpp kok"ucap Ana
"beneran gpp tapi, pipi kamu merah banget loh"ucap Aldi khawatir
"gpp aku......aku.......aku"ucap Ana sambil memikirkan jawaban yang telat supaya Aldi tidak bertanya tanya lagi padanya
"kamu kenapa??"tanya Aldi penasaran
"aku mau tidur"jawab Ana cepat lalu tidur membelakangin Aldi ia kesal kenapa Aldi sangat tidak peka sihh pipinya merah kan karena dia selain cuek,dingin,muka datar, irit bicara ternyata Aldi juga tidak peka sekarang, komplit sudah penderitaan Ana
hahhhh mohon bersabar ini ujian, Aldi memang jauh bahkan sangat sangat sangat jauh dari tipe pacar impian Ana tapi, kenapa Ana bisa suka sama Aldi?? itu lah pertanyaan yang selalu ia tanyakan lada dirinya sendiri
knp??
knp??
knp??
"knp??"
dan
knp??
kalimat itu selalu terhingap di pikiranya apakah Ana harus bertahan bersama Aldi?? atau dia akan meninggalkan Aldi dan mencari seseorang yang merupakan tipe pacar impiannya?? tp dia tidak bisa meninggalkan Aldi dia sudah jatuh cinta sedalam dalamnya pada Aldi, dia sudah jatuh dalam pelukan Aldi, dia sudah jatuh dalam pesona Aldi,doa sudah jatuh dalam perhatian yang Aldi berikan padanya,dan dia sudah jatuh cintah pada Aldi
__ADS_1
jd, Ana hanya punya satu pilihan yaitu bersama dengan Aldi selama-lamanya sampai maut memisahkan mereka berdua
dan semoga saja apa yang diharapkan Ana berhasil dan semoga saja Aldi bisa berubah iyahh semoga saja karena tidak akan ada yang tau kedepanya.