
** 5 Tahun kemudian **
>> Rumah Andra >>
Sudah 5 tahun berlalu sejak Evelyn pergi ke luar negeri untuk mengikuti orang tua nya sekaligus melanjutkan kuliah nya.
Ya begitu pula dengan Andra, Andra juga baru kembali ke indonesia 1 tahun yang lalu. Andra mendapat beasiswa kedokteran nya di harvard University. Sekarang dia sudah bekerja di salah satu rumah sakit terkenal di Indonesia, Eveland hospital. Rumah sakit itu adalah rumah sakit yang terbaik dan mempunyai reputasi yang sangat bagus. Dia juga pernah mendengar kalau pemilik rumah sakit ini sangat terkenal juga di berbagai bidang bisnis di seluruh dunia.
Bagaimana dengan hubungan Andra dan Evelyn yang sengaja mereka putus karena masalah itu. Ya bener, mereka masih tetap saling memberi kabar terus satu sama lain.
Sekarang Andra sedang bersiap-siap untuk menjemput Evelyn di bandara, karena gadis gila nya itu hari ini rencana nya balik ke Indonesia. Kata Evelyn sih, dia terlalu rindu sama Andra. Melihat pesan yang di kirim Evelyn itu pun, Andra tersenyum seharian itu sampai semua dokter dan perawat di rumah sakit itu terheran-heran. Tidak biasa nya dokter Andra yang terkenal dingin ke semua orang kecuali sama keluarga nya dan pasien-pasien nya, tiba-tiba tersenyum. Itu mengundang tanda tanya besar bagi semua penghuni rumah sakit.
Andra pun segera memakai pakaian nya dan sebagai nya, lalu turun ke lantai bawah rumah nya. Rumah nya pun sudah dia renovasi menjadi lebih besar.
Setelah turun ke bawah, dia melihat mama nya dan vincent adik nya sedang sarapan. Dia lalu mendudukan dirinya di salah satu kursi makan itu untuk memulai sarapan nya.
Dia hanya diam saja saat sarapan, tiba-tiba itu pula mama nya bertanya.
"Andra, tumben jam segini baru berangkat ke rumah sakit. Biasa nya pagi-pagi sekali udah berangkat. Dan mana Snelli (jas dokter) mu?. Tumben gak dipakai?" tanya mama nya bertubi-tubi.
Andra mengalihkan pandangan nya ke arah mama nya sambil tersenyum.
"Andra hari ini tidak ada jadwal ma. Andra hanya mau pergi menjemput seseorang aja, setelah itu mau ke rumah sakit ambil beberapa berkas pasien aja lalu balik ke rumah. Nanti Andra akan bawa seseorang itu kesini" jawab Andra.
"Seseorang?. Siapa?" tanya mama nya lagi.
" Iya siapa mas. Ooo mas udah punya pengganti kak Evelyn ya. Apa lebih cantik dari kak evelyn?" tanya vincent sambil tersenyum jahil.
"Anak kecil gak usah ikut campur. Belajar dulu yang bener, lulus baru pacaran. Ini malah mikirin cewek mulu" omel Andra ke Vincent.
Mama nya yang mendengar perdebatan kedua anak nya itu pun melerai mereka berdua.
"Sudah-sudah. Kenapa malah berdebat gini. Seseorang itu siapa ndra?. Kamu udah move on dari nak evelyn? " tanya mama nya terlihat sedih.
__ADS_1
Mama Andra sudah menganggap evelyn itu sebagai putri nya sendiri. Biarpun cuma sekali bertemu, itu pun saat acara ulang tahun nya waktu itu, tapi entah mengapa diri nya langsung sayang ke Evelyn. Makanya dia langsung merestuin hubungan anak nya dengan gadis itu. Tapi setelah mendengar anak nya akan menjemput seseorang, dia merasa sedih. Karena anak laki-laki nya itu sudah melupakan orang yang dia anggap putri nya sendiri itu.
Melihat wajah mama nya yang berubah jadi sedih pun segera memeluk nya dari belakang.
"Mama kenapa sedih gini muka nya?" tanya Andra ke mama nya.
"Mama gak sedih sayang. Mama senang kalau kamu bisa move on aja dari nak evelyn" jawab mama nya pelan.
"Hihihi... mama menganggap Andra dan Evelyn udah sama-sama move on hm. Mama gak suka ya Andra melupakan Evelyn?" tanya Andra jahil.
Mama nya pun melepaskan pelukan Andra itu, lalu melihat ke arah anak nya.
"Bukan nya tidak suka. Tapi beberapa tahun ini, mama selalu melihat kamu semakin dingin ke orang-orang. Apa kamu mencoba menjaga perasaan mu itu ndra?" tanya mama nya lagi.
Andra pun menganggukan kepala nya.
"Mama tenang aja. Andra tidak semudah itu mengalihkan perasaan Andra ini ke orang lain. Perasaan ini hanya untuk gadis gila nya Andra itu. Sudah puas dengan jawaban Andra ma" jawab Andra.
"Iya mama puas. Sekarang kamu mau menjemput siapa?. Apa mama kenal dengan orang itu?. Apa jangan-jangan kamu akan menjemput kevin sahabat mu itu ya ndra?" tanya mama nya.
"Iihhh... mas kalau tersenyum mengerikan tahu. Gak usah tersenyum, bikin takut" ucap vincent.
Andra langsung menatap adik nya itu dengan tatapan tajam, sampai vincent pun terdiam.
"Malah diberi tatapan itu. Gak pernah berubah memang manusia es kutub" ejek vincent.
"Gimana pula kak evelyn tahan sama lo mas. Gak makan hati dia berhubungan sama lo" lanjut vincent.
"Diam!!. Itu bukan urusan lo. Urusin aja urusan lo dulu. Sana pergi kuliah, jangan pernah bolos lo. Awas aja kalau bolos, uang kuliah lo gak akan mas bayarin" ucap nya dingin.
"Lah jangan gitu dong mas. Kalau gak di bayarin, vincent gak bisa kuliah lagi dong. Iya iya vincent berangkat sekarang" ucap vincent sambil berdiri dan menyalam tangan mama nya .
"Dasar manusia kutub selatan" ejek vincent saat berada di depan Andra.
__ADS_1
"Apa kata mu!!" ucap Andra sedikit keras.
Mama nya pun langsung melerai mereka lagi.
"Udah ndra. Kamu gak usah seperti itu. Udah sekarang kamu lanjut makan aja, mama mau beres-beres rumah" ucap mama nya.
"Gak usah ma. Nanti Andra akan cari pembantu untuk kerja disini. Mama gak usah capek-capek untuk bersihkan rumah ini. Mama duduk aja biar Andra yang cuci piring nanti" ucap nya.
Setelah selesai membersihkan semua piring yang dipakai untuk sarapan tadi, Andra langsung mengambil kunci mobil nya dan berjalan ke luar rumah menuju mobil nya.
Dia pun mengendarai mobil itu ke bandara.
Selama 30 menit menempuh perjalanan ke bandara, dia pun sudah sampai di bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA).
Sekarang sudah jam 11 siang. Dia pun berjalan masuk ke dalam bandara itu menuju tempat biasa orang menunggu penumpang untuk turun.
Andra pun tersenyum jahil mengangkat papan yang sengaja dia bawa untuk dilihat orang yang dia tunggu.
Aku menunggu perempuan gila milikku.
Itu tulisan yang ada di papan yang dia bawa itu.
Semua perempuan yang awal melihat Andra dengan tatapan kagum, berubah menjadi tatapan aneh melihat tulisan itu.
"Dihh... dasar perempuan. Percuma kalian melihat gue dengan tatapan seperti itu, gue gak akan peduli juga. Jijik-jijik lah kalian sana" batin Andra.
Sedangkan beberapa orang yang juga sedang menunggu penumpang lain disana pun pada menahan tawa mereka.
Sedangkan Andra hanya diam dengan tatapan datar nya sambil sesekali mencari-cari keberadaan gadis itu.
Dia menunggu selama 10 menit, tapi perempuan itu tidak datang juga. Dia pun kesal dan berbalik badan lalu mengambil HP nya untuk menelpon.
Tapi tiba-tiba ada yang memeluk nya dari belakang dan cium pipi nya.
__ADS_1
Siapa yang mencium Andra secara tiba-tiba itu? .