
Renaldi alka valdi nama itu terus tergiang giang di otaknya setelah Ana mencari tau tentang kakak kelasnya. Renaldi alka valdi
panggilannya Aldi kls 11 ipa, orangnya pendiam,cuek,datar,pintar,pindahan dari kota, di sekolah Aldi hanya murit biasa dia bukan ketua osis atau anggota osis dan juga bukan kapten basket jadi dia terkenal karena ketampanannya saja karena di sekolah ini jarang ada yang tampan seperti Aldi. itu saja yang Ana ketahui tentang Aldi.
Ana tiduran di kasur sambil memikirkan Aldi apakah ia sudah benar² menyukainya atau malah sudah mencintainya atau semata mata hanya kagum saja.
huffhh Ana menghembuskan nafas dengan kasar ia pun kembali tidur males memikirkan tentang Aldi karena ia pikir percuma belum tentu kan Aldi memikirkanya kurasa Aldi pun tidak mengenalnya karena Ana tidak pernah mengajak Aldi berbicara atau sekedar berkenalan saja.
Ana pun menutup matanya dan tak lama kemudian Ana pun tertidur
pagi harinya
"Ana bangun" panggil mamanya Ella sambil mengoyangkan tubuh Ana
"eughh iya ma" ucap Ana keluar dari kamar mandi sambil memegang seragam dan menuju kamar mandi di dekat dapur
Ana keluar dari kamar mandi dengan seragam sekolahnya ia berjalan ke meja makan untuk sarapan. di meja makam sudah ada adik perempuanyanya berumur 5 thn dan mamanya. papanya Ana berkerja di kota papanya akan pulang seminggu dua kali.
Ana selesai sarapan ia pamit jepada mamanya dan mencium pipi adiknya lalu berjalan keluar menunggu angkot.
di sekolah
Ana berjalan masuk ke dalam sekolah dan yang pertama ia temui adalah kakak kelasnya yahh bang Aldi, Ana tidak segaja menabraknya Ana pun menuduk dan memintak maaf.
"hmm" Aldi hanya berdehem lalu melanjutkan jalanya dengan perasaan kesal
ngomong apa kek 'iyahh gpp' gitu kan lebih enak di dengar ini malah hmm dong abis itu malah pergi gitu aja sok cold banget jadi cowok, kok bisa gue suka sama orang kayak gitu yaudah ahh bodoamat gue gk peduli.
sesampai di kelas Ana masih megomel pun di tatap oleh penghuni kelas dengan heran
"Zi knp??"
__ADS_1
"Zizi kesal tau gk Vi, kesel banget malah masak Zizi bisa suka sihh sama cowok kayak gitu bukan tipe Zizi banget deh"ucap Ana dengan kesal dan cemberut
"ohh siapa?? bang Aldi yahh jd Zizi beneran suka sama Bang Aldi??"
"kok Vivi bisa tau" terkejut Ana saat Vivi tau bahwa ia suka sama bang Aldi.
"yahh tau lah Vivi gitu loh"
"hmm iya deh Zizi iyain aja"
pelajaran telah dimulai terlihat semua siswa dan siswi tidak konsen ada yang tidur, ada yang melamun, ada yabg curi-curi makan,dan ada juga yang membaca novel seperti Ana.
"Na" panggil" Afkar laki-laki berkacamata dan kulit sawo matang itu
"knp kar??"
"Ana punya buku novel yang terbaru itu blm??"
"blm lah Ana mana ada uang buat beli novel terbaru itu Ana kan biasanya baca novel online aja Afkar"
"mau banget" ucap Ana girang karena memang Ana ingin novel tersebut
"oke gue pinjam tapi elu juga pinjam novel yang biasanya lu bawa"
"oke deal, nih"Ana pun memberikan buku novelnya dan mengambil novel keingginanya.
"Ana tolong kamu panggilkan Renaldi alka valdi kls 11 ipa"
"oke buk"ucap Ana girang sedikit gugup
"cie cie cie"
"cuit cuit cuit"
__ADS_1
Ana menatap mereka heran knp mereka?? apa mereka tau aku suka sama bang Aldi??.
"udh elu pikir kami gk tau An, elu kan suka banget mandangin dia dan kami semakin percaya kalau elu suka sama dia pas Vivi blg"jelas kiki
"Vivi" geram Ana, Ana menatap Vivi tajam lalu keluar dari kelas
"awas elu nanti Vi"ucap Ana dan berjalan menuju kls 11 ipa, kls 11 ipa berada di dekat kelas Ana kls Ana yang paling ujung jadi Ana hanya perlu melewati 3 kls untuk ke kelas Aldi
"tok tok tok" semua orang melihat kearah Ana termaksut Aldi itu membuat Ana mjd gugup
"emm per-misi b-buk pan-panggil Re-renaldi alka valdi di pang-gil bu kerti"ucap Ana gugup
"Aldi silakan"
terlihat orang yang duduk di samping Aldi tersenyum mengoda dan bang Aldi cuma menatap datar
"gas kan Al" kata orang itu dan melihat Ana dan Aldi secara bergantian dengan senyum mengoda yang tidak leoas dari wajahnya.
Ana hanya terheran heran gas kan apanya emangnya dia mau jual gas yahh?? atau mau jual Ana ke tukang gas?? ahh Ana gk mau.
Ana dan Aldi berjalan bersampingan hening tidak ada pembicaran sama sekali.setelah sampai di kelas Ana, Ana pun kembali duduk di tempatnya dan memikirkan kembali kejadiaan tadi tak berapa lama kemudian Aldi keluar dari kelas Ana setelah bebicara pada buk Kerti.
"kenapa Zi??" tanya Vivi setelah Aldi jeluar dari kelas
"emm Vi tadi waktu di kelas bang Aldi, teman bang Aldi yang duduk di sebelah bang Aldi senyum² gitu lihat Ana sama bang Aldi dan habis itu dia blg ' gas kan Al' itu artinya apa yahh?? dia gk mungkin jual Ana ke tukang gas kan?? atau bang Aldi tukang gas??"
"yehh oon kayaknya bang Aldi suka deh sama lu Zi"
"yehh gk mungkin gk usah bikin gue kepedean deh entar jatuh sakit"
"yehh di bilangin beneran juga"
"ahh Zizi gk percaya tuh"
__ADS_1
fyi\= Ana kalau bicara suka manggil nama nya sediri tp kadang juga suka pakai lu gue kalau lagi kesal .kalau Vivi mah bicara sama orang lain pakai lu gue kalau sama Ana dia bakal lembut dan ikut cara bicara Ana yg gk pakai lu gue yahh Vivi ngerasa kayak orang kecil kalau kalau bicara sebut namanya sediri tp kalau sama Ana kayak ngomong sama anak kecil karena Ana terkesan imut jd Vivi nyaman aja