
" ya udah terserah lo aja" ucap evelyn dingin
Akhirnya kedua orang itu berjalan beriringan ke perpustakaan
" oiii, lo udah punya pacar belum?" tanya gibran.
" udah" jawab evelyn.
" siapa nama nya? " tanya gibran lagi.
" rahasia. bukan urusan lo" Jawab evelyn dingin.
" umur berapa dia? "
" dua tahun"
" cewek atau cowok? " tanya gibran terus.
Evelyn menghentikan jalan nya dan menatap gibran, " lo gila ya?. kalau mau ikut, tuh mulut di rem. gak bisa diam apa, jangan tanya terus macam wartawan ke artis yang lagi kena skandal" protes evelyn
Sedangkan gibran yang mendengarnya hanya ketawa saja.
Mereka sudah sampai di perpus. Lalu evelyn membuka pintu perpus itu dan masuk ke dalam meninggalkan gibran yang sedang mengganti sepatu nya dengan sendal.
Evelyn ke perpustakaan buka untuk cari buku, tapi dia sedang mencari Andra disana.
Tapi dia gak ada, dia hanya melihat segerombolan anak berkacamata yang sedang mojok sambil berbisik- bisik.
Semua anak berkacamata itu melihat ke arah evelyn bingung, sedangkan evelyn hanya tersenyum dan menyuruh mereka lanjut.
Matanya beralih masih mencari Andra di sudut-sudut perpustakaan. tapi tetap aja gak ketemu, jadi evelyn berniat mencari andra di lemari-lemari besar yang ada di perpus ini.
" mungkin Andra lagi ada di barisan buku penting kali ya" ucap evelyn pelan.
Lalu dia mencari Andra ke barisan buku penting, dan ternyata Andra ada disana sambil membaca.
"Andra" panggil evelyn pelan dari balik lemari itu.
karna dia melihat gibran lagi ke arah sini, evelyn langsung beralih ke lemari sebelah nya untuk sembunyi.
Namun....
* BRUUKK.... **
"Aduhhh sakit" ringgis evelyn pelan karna kepala nya kena hantam buku yang entah darimana asal nya.
" Lo lagi ngapain pula disini" ucap Andra pelan.
" Andra, akhirnya gue ketemu lo" ucap evelyn sambil mengelus kepala nya yang sakit. Tapi tangan nya menarik tangan Andra.
tangan Andra dia tarik ke belakang untuk sembunyi ke belakang badan Andra, soal nya gibran tiba tiba lewat.
beruntungnya manusia aneh itu gak sadar.
__ADS_1
Andra susah payah menoleh ke belakang untuk melihat evelyn, " Lo ngapain sih disini? " tanya Andra ke evelyn.
" huh... huh... " evelyn menghela nafas nya dan berdiri di depan Andra.
" entah lah si gibran terus ikutin gue dari tadi, gue rasa dia itu gak waras" ucap evelyn.
Andra menatap evelyn, " sekarang lo tahu kan gimana rasa nya di kejar-kejar terus. sekarang lo pergi aja jauh-jauh dari gue sana" kata andra
Evelyn yang mendengar kata-kata Andra pun hanya ketawa pelan dan menggeleng, " lo kan gak gue ganggu ndra" jawab evelyn.
" Gibran sepertinya suka sama lo tuh" kata Andra datar.
Evelyn sekarang bingung, " hah... apa? " tanya evelyn.
Ya elah gibran suka sama dia?. gak mungkin. cih...
" bodo amat dah, gue hanya suka nya sama lo doang" ucap evelyn sambil natap andra yang juga lagi menatap evelyn juga.
"Dasar perempuan gila atau perempuan bucin sih nih orang" batin Andra.
" Lo yakin gak mau sama gibran? . Dia idaman semua perempuan loh" tanya Andra ke evelyn. evelyn hanya mengangguk mengiyakan.
" iya.. gue hanya suka nya sama lo aja ndra" kata evelyn yakin.
Andra menatap evelyn dengan tatapan gak percaya nya, " Tapi gibran itu lebih sempurna dari gue, lo harusnya beruntung bisa di sukai sama cowok luar biasa seperti nya" jelas Andra.
" sayangnya gue gak suka sama dia " jawab evelyn yang tetap dengan perkataan nya.
DEG... DEG... DEG
Suasana di antara mereka jadi canggung. karna sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Ndra, lo gak mau pergi ke kantin?. ke kantin yuk, gue laper banget ini. Katanya lo hanya cari buku doang kan, ya udah ayo cepatan pinjem buku nya biar kita ke kantin" ucap evelyn sambil megang dan tarik tangan andra tiba-tiba.
" hm... hanya di pegang aja tangan gue ini, entah napa gue merasa senang. ada apa dengan gue sih" batin andra lagi sambil lihat tangan nya yang ditarik evelyn.
" eehh gila, gak usah tarik-tarik dan pegang tangan gue napa" ucap andra ke evelyn sambil berusaha melepaskan tangan nya.
** Kantin **
Mereka udah sampai di kantin, evelyn menarik andra untuk ngantri. Sedangkan andra hanya diam aja.
" lo mau pesan apa ndra?. biar gue yang traktir" tanya evelyn ke andra.
" gak usah. gue gak lapar. lo aja sana" jawab andra dingin.
Setelah mereka memesan makanan, mereka membawa pesanan mereka ke meja.
" ayo di makan andra" kata evelyn.
" lo aja yang makan duluan, kan lo yang laper tadi" ucap andra datar sambil mengambil buku yang di pinjam nya tadi untuk di baca.
" nih ndra, lo pasti lapar. makan dikit aja, nanti perut lo sakit loh" kata evelyn sambil mau suapin makanan ke andra.
__ADS_1
" gak " jawab andra dingin dan menatap evelyn tajam.
" dikit aja ya, ayo lah" bujuk evelyn lagi.
"nih manusia maksa banget sih" batin andra kesel.
" ya udah terserah lo aja ah" ucap andra pasrah.
" nah gitu dong. buka mulut lo. ahhh" ucap evelyn sambil suapin andra.
" gak usah gitu. gue bisa makan sendiri. awas tangan lo" ucap andra dingin dan ketus.
Andra mengambil sendok itu baru lalu memakan makanan itu.
" sudah... senang lo" ucap andra ketus dan lanjut membaca buku nya.
Evelyn yang melihat nya pun hanya tersenyum senang.
" iya gue senang. makasih ya ndra" ucap evelyn tersenyum dan langsung mencium pipi andra tiba-tiba.
**BRaAkkk... **
Andra terkejut dan melototin mata nya sambil mengebrak meja kantin itu karna perbuatan evelyn yang tiba-tiba.
" lo udah gila ya. jangan macam-macam lo gila" teriak andra pelan dan pergi dari kantin karna dia udah muak.
" ANDRA... TUNGGUIN!!! " teriak evelyn lalu mengejar andra dan menarik tangan nya.
Andra pun menghentakkan tangan evelyn pelan. " apa lagi mau lo. Jauh lo dari gue sekarang" ucap Andra dingin dan menatap tajam evelyn.
" maafin gue ndra, tadi gue gak sengaja. beneran deh. maafin gue ya" kata evelyn dengan muka sedih nya.
Andra yang melihat ekspresi evelyn pun diam, " eehh napa dia yang sedih. padahal gue tadi seperti itu entah apa yang gue pikirkan. "batin Andra.
" ya udah terserah lo aja lah" ucap Andra dingin.
"jadi lo maafin gue kan ndra? " tanya evelyn.
" ya " kata Andra dan langsung pergi ke kelas nya ninggalin evelyn.
** Di kelas Andra **
Dia baru aja sampai ke kelas nya dan langsung duduk di kursi nya sambil senyum tipis.
Kevin yang melihat pun merinding, " ndra, lo kesurupan ya. napa lo tiba-tiba senyum gitu. ngeri tahu" ucap kevin yang pura-pura takut.
Andra yang mendengar perkataan kevin pun menatap nya tajam, " apa masalah lo. gue gak ada senyum. mata lo lagi bermasalah kali" ucap Andra pelan.
Kevin hanya menahan tawa nya, " ya itu terserah lo dah"
" sialan lo vin... dia tadi bilang gue senyum. sejak kapan gue senyum" batin andra bingung.
** Bersambung **
__ADS_1
Jangan lupa like ya teman-teman