
setelah kejadian kemaren Aldi selalu mengawasi Ana dan mengikuti Ana kemana saja karena Aldi tidak mau kejadian itu terjadi lagi.
Ana yang di perlakukan seperti itu pun heran tetapi dia juga senang walaupun Aldi tidak berbicara sedikit pun padanya,seperti saat ini mereka berdua sedang berada di kantin.
Ana sedang memakan baksonya sedangkan, Aldi hanya menatap Ana yang sedang makan.semua orang yang berada di kantin ricuh melihat Ana dan Aldi bersama apa lagi setelah kejadian kemaren yang Aldi ungkap kan bahwa dia adalah anak dari pemilik sekolah.
Aldi yang di tatap pun hanya cuek dan memasang wajah datarnya dia hanya menatap Ana yang sedang memakan bakso sedangkan,Ana ia terlihat gelisa dan risih Ana hanya mampu menuduk dan makan dengan cepat supaya ia dapat segera keluar dari lingkungan yang menyeramkan ini.
Aldi yang mengetahui bahwa kekasihnya sedang risih karena di tatap ia pun menatap tajam orang² yang sedang menatap mereka.
karena takut di tatap tajam oleh Aldi mereka pun kembali ke kesibukan masing² , Ana yang melihat bahwa tidak ada lagi yang menatap mereka pun menghelangkan nafas lega.
"Ana sudah selesai" ucap Ana setelah selesai menghabiskan dua mangkok bakso
Aldi tidak menjawab ia berdiri dan mengengam tangan Ana membawa Ana keluar dari kantin.
setelah sampai di depan kelas Ana, Aldi menatap Ana tidak rela ia tidak rela berpisa dengan Ana serta ia juga takut kejadiaan keramaren terjadi lagi dia tidak suka Ana dekat dengan cowok lain selain dia, Ana miliknya hanya miliknya titik.
Ana yang mengetahui itu pun terkekeh " bang Aldi tenang aja Ana gk bakal dekat sama cowok lain kok" ucap Ana dengan senyum manis lebih manis dari biasanya.
"hm" dehem Aldi walaupun Ana blg begitu Aldi masih tetap takut bukan nya ia tidak percaya kepada Ana ia percaya tetapi, entalah ia juga tidak tau ia blm pernah merasa kan perasaan seperti ini sebelumnya sebelum ia bertemu dengan Ana.
"bang Aldi percaya deh sama Ana, Ana itu cuma cinta nya sama bang Aldi dan Ana cuma sayang sama bang Aldi" ucap Ana menyakinkan Aldi. Ana heran hanya berpisah sebentar saja untuk belajar di kelas aja kayak berpisah keluar negeri.
Aldi yang mendengar itu pun tersenyum mengusap pipi Ana kemudian mencium pipi sebelah kanan milik Ana.
Ana yang di cium oleh Aldi pun terkejut tubuhnya menegang wajahnya suka sangat merah ia sangat malu.
Aldi tersenyum pada Ana mengacak rambut Ana dan berlalu pergi sedangkan, Ana ia masih terdiam sambil memeggang pipinya yang masih merona.
"cie cie cie pipinya kenapa merah² gitu habis di *****" goda Vivi menusuk-nusuk pipi Ana dengan jarinya.
"ihh apaan sih Vi " kesal Ana berjalan masuk
"hmm ternyata bang Aldi so sweet juga yahh Zi" ucap Vivi ia masih tidak percaya bahwa abang kelasnya yang terkenal cuek pendiam yang sekarang sudah menjadi kekasih sahabatnya ini bisa sangat romantis, itu di liar ekspektasinya ia pikir Aldi akan kaku.
"hemh tapi, bang Aldi masih tetap dingin sama Ana" ucap Ana
__ADS_1
"udh sifat dari lahir kali mau gimana lagi iya kan Ra" ucap Vivi meminta persetujuan Rara, knp Vivi selalu tanya pada Rara?? karena Rara paling pintar kalau soal cowok jd kalau masalah cowok teman²nya selalu tanya pada Rara.
"hemh sebenarnya bang Aldi itu baik, perhatian tp dia gk mau nunjukin nya secara terang-terangan" ucap Rara
saat ini Ana sedang berjalan kaki pulang menuju rumahnya sebenarnya Aldi sudah menyuruhnya untuk menunggu dia sebentar tp ia mls menuggu jd ia pun memilih berjalan kaki saja karena hari sudah sore dan angkot jarang lewat.
bang Aldi 💓
- tunggu gue sbtr aj
Eliana zizi
- gk perlu aja Ana pulang sendiri aja
Renaldi pov
gue denger hp gue bunyi gue sekarang lagi di ruang gue karena gue buat masalah tadi, jd waktu pulang gue tertunda td gue udh nge chat Ana buat nunggu gue, karena gue gk mau dia nanti pulang sama orang lain apa lagi cowok ohh gk bisa. gue pun buka hp gue sambil denger omelan guru padahal gue gk denger sih masuk telinga kanan keluar telinga kiri wkwkwk
Eliana 💕
- gk perlu Ana pulang sendiri aja
read
gue cuma read aja pesan dari Ana gue kesel kenapa dia gk nurut aja sih dan lagi kapan gue bisa pulang.
gue udh sangat khawatir gue takut nanti Ana pulang sama cowok lain ber ujung dari antar pulang nanti jadi dekat udh dekat nyaman dan nanti Ana ninggalin gue gk gk gk bisa Ana cuma milik gue gk ada yang bisa memilikinya selain gue dan Ana selamanya hanya jd milik gue Renaldi alka valdi
gue pun langsung keluar dari ruang guru gue udh gk peduli sama guru yang udh teriak² nama i'm so sorry my teacher my eyes budek. masalah guru itu urusan nanti sekarang yang perlu gue urus adalah Ana
Eliana zizi vandela
__ADS_1
Renaldi alka valdi
Vivi putri winkan
Devan pictra kerta
Revan kinkan warta
Kanaya zeze vandela
__ADS_1