My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 54.


__ADS_3

Sementara di dalam ruangan Andra.


Kevin yang datang mengunjungi teman nya yaitu Andra. Andra yang kebetulan mau keluar untuk mengajak Evelyn makan siang bersama, tapi karena kedatangan kevin, semua nya jadi batal.


"Mau apa lo kesini?. Emang gak ada pasien lo?" tanya Andra.


"Santai bro. Gue lagi kosong sih. Gimana kalau kita ke club nanti malam?" tanya Kevin.


Andra menyengirkan kening nya mendengar pertanyaan teman nya.


"Sejak kapan gue pergi ke tempat seperti itu. Gue gak ada waktu untuk kesana," jawab Andra dingin.


"Ooo... come on Andra. Gak usah terlalu baik jadi cowok deh. Sekali-kali pergilah ke club. Untuk menenangkan pikiran dari semua rutinitas yang membosankan ini," jelas Kevin.


"Ogah... Lo aja yang penting sendiri sana. Gue ada acara nanti sama Evelyn," ucap Andra.


"Astaga ndra! Sejak kapan lo jadi bucin seperti ini. Lo pacar nya, bukan budak nya Evelyn," kata Kevin memanas-manasin Andra.


"Itu bukan urusan lo! Kalau mau pergi, pergi aja lo sana," ucap Andra dingin dan datar.


"Pokoknya lo harus ikut. Gue akan tarik lo kesana nanti atau lo datang sendiri," ancam Kevin.


"Gak usah ngancam lo. Gue ada urusan, lebih baik lo keluar dari ruangan ini now!" ucap Andra mulai kesal.


"Ndra, please... Lo ikut pergi ya. Gue mau kasih kejutan buat Hanna. Tapi Hanna hanya mau ikut kalau lo juga ikut. Please lah ndra, gue cinta sama Hanna. Bantu gue ya," mohon Kevin.


"Gak! Itu urusan lo, bukan urusan gue," tolak Andra.


"Ayo lah ndra. Mau ya. Cuma 30 menit aja deh lo disana, selebihnya lo bisa pulang deh atau pergi sama Evelyn. Please..." mohon Kevin lagi.


Andra pun menghela nafas nya.


"Baiklah.. Tapi cuma 20 menit aja gue disana," ucap Andra.


"Nah gitu dong. Lo memang teman terbaik gue. Gue tunggu jam 7 ya. Gue keluar dulu," kata Kevin senang.


Andra hanya menganggukan kepala nya, lalu lanjut mengerjakan pekerjaan nya.


"Maaf ndra, gue harus melakukan itu demi membuktikan ke Hanna kalau gue cinta sama dia. Bagaimana pun cara nya," ucap Kevin dalam hati sambil keluar dari ruangan Andra.


Evelyn yang masih mendengar di depan pintu pun segera pergi dari sana. Karna dia melihat knop pintu ruangan itu bergoyang, tanda pintu nya mau dibuka.


"Tumben Kevin ngajak Andra ke club. Bukannya dia setipe dengan Andra ya dulu waktu di sekolah. Apa ada maksud lain ya?" batin Evelyn.


Setelah melihat Kevin keluar, Evelyn pun berjalan kearah pintu Andra, lalu mengetuk pintu nya.


Tok...Tok...Tokk.


Mendengar ketukan itu, Andra menoleh ke arah pintu lalu menjawab, "Masuk," jawab Andra dari dalam.


Evelyn yang mendengar jawaban itu pun masuk kedalam sambil tersenyum.

__ADS_1


"My prince Andra," ucap Evelyn sambil berjalan ke arah meja Andra.


Andra yang mendengar suara yang dia dengar pun mengangkat kepala nya dan melihat Evelyn yang sedang berjalan ke arah nya.


"Kenapa ada disini? Emang gak ada meeting?" tanya Andra datar.


"Gak. Kenapa ekspresi mu seperti itu ndra? Ada masalah ya?" tanya Evelyn yang sudah berada di depan kursi Andra.


Andra hanya menggelengkan kepala nya pelan.


"Udah makan siang belum sayang?" tanya Evelyn sambil memeluk leher Andra.


"Belum. Sejak kapan kamu jadi genit gini hm," ucap Andra.


"Barusan. hehehe," jawab Evelyn cengar-cengir.


"Aku delivery makanan aja ya untuk kita?" tanya Evelyn.


Andra pun hanya mengangguk pasrah.


"Pak dokter, sepertinya sedang banyak masalah ya. Cerita samaku aja kalau ada masalah," kata Evelyn sambil duduk di pangkuan Andra. Sedangakan Andra ikut memegang pinggang Evelyn, supaya Evelyn gak jatuh.


Evelyn tersentak karna pinggang nya di pegang Andra.


"Pacarku ternyata bisa mesum juga," goda Evelyn.


"Mesum sama pacar sendiri gak salahkan?" tanya Andra sambil menaik turunkan alisnya.


"Aw.. Sakit idiot!!" ucap Andra kesal.


Evelyn pun hanya bisa ketawa melihat ekspresi muka Andra.


"Malah ketawa. Senang ya bikin aku kesakitan gini," ucap Andra sambil ikut mengelitikkin pinggang Evelyn.


Evelyn pun ketawa keras karna pinggang nya digelitikkin Andra. " Hahahaha... hahaha... udah Andra... Geli sayang... hahaha.. hahaha," ucap Evelyn sambil ketawa kegelian.


Andra masih tidak berhenti dan masih mengelitikkin Evelyn.


"Ampun bilang. Bilang ampun," ucap Andra sambil tersenyum.


"Hahahaha.... iya. hahaha... ampun sayang..," kata Evelyn yang masih ketawa.


Andra pun berhenti mengelitikkin Evelyn dan menarik badan evelyn.


"Boleh cium kan?" tanya Andra.


"Gak," jawab Evelyn sambil tersenyum jahil.


"Huh...Jadi gak mau? Ya udah, gue gak maksa," ucap Andra dingin.


Evelyn mengelus pipi Andra, "Gitu saja ngambek. Lagian aneh banget dah, kenapa harus izin untuk mencium calon sendiri," ucap Evelyn menggoda.

__ADS_1


"Emang salah nanya. Nanti sembarangan cium, kamu marah dan hajar wajah tampan aku pula," balas Andra dingin.


"Kamu boleh kok menciumku, gak usah nanya lagi," ucap Evelyn yang mendekatkan wajahnya ke Andra perlahan.


Andra yang melihat Evelyn mendekatkan wajah nya pun mulai jahil.


Andra menarik bibir Evelyn pelan.


Evelyn membuka mata nya dan menahan sakit karna bibir nya di tarik Andra, "Awww... Sakit ndra. Le-levacin Andra," ucap Evelyn pelan.


"Makanya jangan jahil tadi. Enak kan," kata Andra.


Andra pun melepaskan bibir Evelyn.


"Sakit banget Andra. Dasar nyebelin," ucap Evelyn cemberut sambil mengelus bibir nya.


"Ndra, nanti jadikan kamu nemanin aku pergi ke acara yang kubilang semalam itu," ucap Evelyn pelan.


"Maaf ya lyn, hari ini aku ada shift malam. Jadi gak bisa nemanin kamu," jawab Andra.


"Jadi bener yang kudengar tadi. Kamu udah mulai berbohong ndra. Tapi aku akan ikutin permainan lo kevin. Awas aja kalau Andra kenapa-kenapa, akan gue pastiin semua yang lo rencana akan hancur," ucap Evelyn dalam hati nya.


"Ya udah gak apa-apa deh. Kan ini demi pasien juga. Tapi jangan capek-capek ya sayang," ucap Evelyn tersenyum.


"Iya... Kamu juga harus hati-hati. Jangan mau disentuh siapa pun di pesta itu. Aku gak suka," kata Andra sambil memasang muka khawatir nya.


"Cemburu ya? Tenang aja, mereka gak akan berani dekatin seorang keluarga dari Lee," balas Evelyn pede.


"Ya udah deh. Jadi makan gak? Aku lapar banget nih," tanya Evelyn sambil memegang perutnya.


"Hm... Udah lapar ya nyonya Dharmendra ini. Kita makan di kantin rumah sakit aja. Ayo," ucap Andra sambil melepas jas dokter nya dan menarik tangan Evelyn keluar dari ruangan nya.


Mereka berdua pun berjalan ke arah kantin rumah sakit tersebut dengan Andra yang memegang tangan Evelyn.


"Ndra, kamu gak akan pernah berbohong sama ku kan? Berjanji lah," ucap Evelyn ke Andra.


Andra yang mendengar perkataan Evelyn pun berhenti.


"Aku gak akan pernah berbohong sama mu lyn. Aku janji," balas Andra.


"Maafin aku lyn. Aku berbohong hari ini sama mu," batin Andra.


"Kamu berbohong ndra. Aku udah tahu semuanya," batin Evelyn juga.


Mereka berdua pun lanjut berjalan dengan pikiran masing-masing.


Apa yang akan terjadi dengan Andra nanti nya?.


Apakah hubungan mereka akan tetap atau mengalami kerenggangan karna suatu kejadian.


Jangan lupa like ya kk2.

__ADS_1


Dan makasih udah terus mendukung saya.


__ADS_2