My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
4 Ana di tembak Revan??


__ADS_3

sudah jam istirahat tetapi, Ana masih berada di kelas ia tidak makan karena sudah sarapan tadi pagi jd dia memustuskan untuk membuang waktu dengan belajar.


Ana sangat serius belajar hingga ia tidak menyadari seseorang yang berjalan kearahnya. orang itu berdiri di depan meja Ana mengetuk meja Ana membuat Ana medongak melihat kearah orang tersebut.


"kak Ana" panggil seorang adik kelas Ana wajahnya biasa aja bagi Ana karena menurutnya pacarnya itu lebih tampan tetapi, adik kelas tersebut memiliki senyum yang manis dari pacarnya itu yahh iya lah orang pacarnya gk pernah senyumr


Revan



"ada Apa Revan??" kenapa Ana bisa kenal?? karena adik kelas itu memang terkenal, dia adalah kapten basket dan juga beberapa kali Revan pernah mengajak Ana bicara


"aku suka sama kakak" hah?? Ana terbengong bagaimana ini, Revan tidak tau kah kalau ia sudah memiliki pacar bukanya hampir semua orang di sekolah ini sudah tau karena gosipnya beredar cepat.


"kak?! kok bengong jd gimana??" ucap Revan dengan senyum manis Ana yang melihat itu pun terhenyak uhh manis banget senyumannya seandainya bang Aldi bisa senyum semanis itu sedetik kemudian Ana megeleng-gelengkan kepala di harus fokus sekarang. apa yang harus ia jawab seseorang tolong bantu Ana, Ana akan sangat berterima kasih.


"A....Ana .......su..su..sudah ......p..punya pa..car "ucap Ana dengan gagap sambil melihat kearah bawah ia tidak berani menatap wajah Revan


"siapa pacar kakak?? kakak bohongkan?? jwb kak kalau kakak gk mau jd pacar Revan gk perlu sampai bohong kak, bener kan yang Revan bilang kalau kakak gk punya pacar??. kak!! jawab kak!!" bentak Revan tidak terima sambil mengoyangkan tubuh Ana dan seketika semua pandangan melihat ke arah mereka berdua bahkan sudah banyak melihat mereka dari luar kelas. Ana hanya menundukan kepalanya karena malu di lihat banyak orang.


"Ana gk bohong Revan!!" ucap Ana dengan tegas ttp, Revan tetap tidak percaya

__ADS_1


"siapa pacar elu kak?? buktikan mana dia?? sehebat apa dia?? kalau dia lebih baik dari gue, gue ngalah kak dan setau gue di sekolah ini gk ada yang lebih baik dari gue, gue tampan, kaya,baik,perhatian apa yang kurang dari gue kak?!" ucap Revan menyobongkan dirinya.


yang tadinya pada ribut seketika diam Ana menyiritkan dahinya heran ' kok pada diam??' ucap Ana dlm hati .


Ana pun memutuskan untuk mengakat kepalanya melihat apa yang terjadi Ana sekitika terkejut dan menegang melihat pacarnya tepat di belakang Revan


"gue pacar nya knp??" tanya seseorang dengan suara yang tegas dan dingin serta menatap Revan tajam kemudian matanya beralih pada tangan Revan yang memengang bahu Ana ia seketika menahan amarah yang memucak wajahnya sudah merah padam.


"gk usah mimpi deh lo sok-sokan jadi pacarnya Ana emang elu siapa?!" ucap Revan memadang Aldi meremehkan. blm tau ia Aldi siapa kudet sih.


"gue Aldi alka valdi anak dari pemilik sekolah" ucap Aldi santai sambil menatap tangan Revan yabg berada di bahu Ana.


Revan yang mendengar itu terkejut bukan hanya Revan tetapi juga Ana dan orang² yang berada di sekitar mereka. tidak ada yang mengetahui bahwa Aldi adalah anak pemiliki sekolah karena Aldi terlalu pendiam,cuek,dan dingin sehingga tidak ada yang berani berdekatan dengan nya kecuali sahabat dekatnya Devan teman sebangkunya.


Revan pun melepaskan tangannya dari bahu Ana dan pergi


setelah Revan pergi Aldi langsung menarik tangan Ana sedangkan Ana hanya bisa pasrah di bawa oleh Aldi.


Aldi mebawa Ana ke belakang sekolah di sana ada gudang yang terlihat seram bagi Ana karena Ana penakut


"emm bang Al...Aldi... n..nga..ngapain ba..bawa Ana ke..kesini??" ucap Ana tergagap karena ketakutan

__ADS_1


Ana memeluk tangan Aldi erat sedangkan Aldi hanya diam saja dia masih marah dan kesal kepada Revan bisa-bisanya ia memaksa Ana dan merehmekan dirinya.


tak lama kemudian Aldi tersentak tak kalah Ana memeluk tanganya semakin erat, Aldi langsung melepaskan pelukan Ana dari tanganya dan memengang bahu Ana erat.


"Ana lihat aku" ucap Aldi tegas membuat Ana mendongak menatap wajah Aldi


"ingat ini baik² jangan dekat-dejat sama Revan lagi oke" ucap Aldi tegas tidak mau di bantah


sedangkan, Ana hanya mampu mengaguk kepala sebagai jawaban mulutnya sangat sulit untuk di buka ia terlalu takut pada Aldi


serta Ana juga takut pada ruangan ini.


"dan bukan hanya Revan yang perlu kamu jauhi tetapi, semua lelaki kecuali aku hanya aku yang boleh dekat dengan mu paham??!" sambung Aldi dan Ana hanya mampu mengagukan kepalanya lagi.


karena tidak puas dengan jawaban dari Ana


Aldi pun kesal


"jawab!!" bentak Aldi


"i...i.iya" ucap Ana dengan tubuh yang gemetaran karena takut, Aldi yang melihat itu pun menyadari kesalahannya ia lantas memeluk tubuh Ana serta megelus rambut Ana

__ADS_1


"maaf" ucap Aldi penuh penyesalan


Aldi pun melepas pelukan ketika melihat Ana yang sudah tenang. ia pun mencium pucuk kepala Ana, mengacak rambut Ana sehingga rambut Ana menjadi berantakan Aldi pun merapikan kembali rambut Ana. setelah rambut Ana sudah rapi Aldi pun mengegam tangan Ana erat dan membawa Ana keluar dari gudang tersebut.


__ADS_2