
Mereka berdua pun sampai di kantin rumah sakit, lalu memesan makanan untuk mereka.
Setelah memesan, mereka berdua pun duduk di meja yang ada di kantin itu sambil berbicara. Tapi yang mengoceh cuma Evelyn doang, sedangkan Andra hanya diam saja sambil memakan makan siangnya.
"Ndra, lo tahu gak. Hari ini gue kesal banget sama klien. CEO-CEO tua bangka itu bikin kesal aja ndra. Masa mereka semua menawarkan anak-anak mereka untuk dekat sama gue. Kan ngeselin banget," oceh Evelyn.
Andra yang pikiran nya bukan di tempat pun melamun. Evelyn yang melihat pun membantin, "Pasti mikirin perkataan Kevin tadi. Dasar Kevin sialan, bikin beban pikiran Andra aja,"
"Sayang!" panggil Evelyn pelan.
Tapi Andra masih belum sadar juga.
"ANDRA!!" panggil Evelyn sambil memegang tangan Andra yang ada di meja.
Andra yang merasa disentuh seseorang pun menoleh ke Evelyn.
"Ehh...Apa tadi kamu bilang lyn?" tanya Andra.
Evelyn menggeleng pelan, "ndra, kamu ada masalah apa? Kok melamun dan gak dengarin aku bicara daritadi sih," kata Evelyn heran.
"Maafin aku Elyn. Aku lagi ada masalah sedikit aja, gak usah khawatir ya sayang," jawab Andra datar.
Evelyn hanya terdiam, "Perasaanku jadi gak enak, karna si Kevin sialan itu. Akan kubikin dia menyesal nanti," batin Evelyn.
Sekarang giliran Evelyn yang terdiam sambil makan.
"Mampuslah... Dia sudah seperti ini, bakalan didiemin sama gadis gilaku ini lagi deh," batin Andra.
"Kenapa melamun, ayo dimakan nanti gak enak loh. Dan ditambah lagi, kamu kan mau balik ke kantor. Gak baik loh boss memberikan contoh ke karyawan," nasehat Andra.
Evelyn pun hanya mengangguk, " gak apa-apa kok. Aku udah malas masuk lagi, kan nanti malam mau hadir juga ke pesta menyebalkan itu. Jadi aku di ruanganmu aja ya nanti," kata Evelyn.
"Baiklah. Jam berapa nanti berangkat ke pesta nya itu lyn?" tanya Andra.
"Jam 7. Emang kenapa ndra? Kamu gak mau bersamaku lebih lama ya, makanya kamu pengen aku cepat-cepat pergi," ucap Evelyn yang pura-pura kesal.
__ADS_1
"Astaga Evelyn, selalu aja berpikiran negatif. Ya udah deh terserahmu aja lah mau bilang apa saja," ucap Andra dingin.
"Ya udah... Aku pulang aja, dari rumah aja aku berangkatnya," kata Evelyn, lalu berdiri dari kursinya dan bersiap pergi.
Andra memegang tangan Evelyn, "Jangan pergi. Kita ke ruanganku aja, gak usah pakai acara ngambek-ngambekan. Kita udah sama-sama dewasa, bukan anak SMA lagi." kata Andra sambil memegang tangan Evelyn.
Evelyn yang mendengar perkataan Andra pun melepaskan pegangan Andra dari tangan nya, "Gak usah. Aku pulang aja, biar kamu lebih bebas sama siapa aja. Saya pulang dulu," ucap Evelyn yang sudah berjalan pergi meninggalkan Andra.
Andra meremas rambutnya frustasi, "Aku gak bermaksud membuat dia marah, ini semua karna ajakan si Kevin itu," ucap Andra dingin, lalu berdiri dan berjalan ke ruangannya sambil melamun.
Evelyn sebenarnya tidak benaran pergi, dia hanya bersembunyi di balik dinding dan mengikuti Andra yang berjalan samil melamun.
"Apa yang membuat dia melamun seperti itu?" gumam Evelyn pelan.
Setelah sampai di depan ruangannya, sudah ada suster yang berdiri disana. Andra pun tersadar dan melihat suster itu.
"Ada apa kemari? Apa ada pasien yang harus diperiksa, Hanna?" tanya Andra ke suster yang ternyata itu Hanna.
"Tidak ada. Hanya mau antar makan siang buatmu aja dokter Andra," jawab Hanna.
Hanna yang mendengar jawaban dari Andra pun kesal. "Akan kubuat hubungan kamu dan Evelyn itu hancur. Tunggu aja Andra," gumam Hanna.
Evelyn terkejut mendengar perkataan itu, dia mendengar daritadi dibalik dinding samping ruangan Andra.
"Ternyata kamu mau bermain bersamaku Hanna. Akan kubuat kamu menyesal selamanya. Akan kubuat hidupmu hancur juga, kalau hubungan saya dan Andra hancur," batin Evelyn yang melangkah ke suatu ruangan penting di rumah sakit ini.
Ya, ruangan tersebut adalah ruangan khusus pemilik rumah sakit. Evelyn adalah pemilik rumah sakit ini, tapi tidak ada yang tahu. Karna dia merahasiakan semuanya. Yang semua orang tahu di rumah sakit ini, pemilik rumah sakit ini adalah Adijaya. Adijaya itu adalah sekretaris kepercayaan papa nya Evelyn.
Evelyn mengambil Hp-nya, lalu menelpon sekretaris pribadinya.
Tidak lama kemudian, sekretarisnya itu mengangkat, "Hallo nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya sekretarisnya itu.
"Ya... Kirim pakaian yang ada didalam lemari yang berada di ruangan kerja saya. Kirimnya ke Eveland Hospital sekarang juga. Pilih kaos dan celana aja, mengertikan Elisa," ucap Evelyn dingin.
"Baik nona, saya mengerti," jawab Elisa.
__ADS_1
"Dan satu lagi, suruh resepsionis disana mengantar ke ruangan CEO, cukup letakkan aja di depan ruangan," ucap Evelyn.
Evelyn langsung mematikan Hp-nya dan duduk di kursi kebesaran nya, lalu memutar kursinya ke arah belakang.
"Aku takut hubunganku dan Andra merenggang, karna perempuan sialan itu," gumam Evelyn dingin.
Setelah menunggu baju nya selama 30 menit, menerima pesan dari sekretarisnya. Dia membacanya, lalu berjalan kearah pintu ruangannya. Disana sudah ada paperbag, dia mengambilnya dan menutup pintunya lagi.
Sekarang sudah jam 7 malam, Andra bersiap untuk pergi ke tempat janjian yang diberikan Kevin. Club R&E, Club terkenal. Dia berencana menelpon Evelyn, untuk memastikan kalau kekasihnya itu sudah berangkat ke pesta itu. Tapi telponnya tidak diangkat oleh Evelyn.
Dia sebenarnya sedikit khawatir, "Dia masih marah ternyata soal tadi siang," gumam Andra pelan.
Sedangkan Evelyn masih didalam ruangan itu sambil mengecek semua keuangan dan segala alat-alat yang diperlukan rumah sakit ini. Dia melirik jam didalam ruangannya, "Ternyata sudah jam segini. Mungkin Andra udah mau pergi," ucapnya.
Dia pun bersiap dan 10 menit siap-siap dia mengambil tas nya dan keluar dari ruangan, lalu berjalan kearah ruangan Andra.
Dan beruntungnya dia, karna Andra juga baru aja keluar dari ruangan nya dan berjalan keluar rumah sakit.
Evelyn masih terus mengikuti Andra pelan-pelan supaya tidak ketahuan. Andra pun sampai di parkiran dan langsung mengendarai mobilnya. Evelyn juga mengikuti Andra mengunakan mobil Sport-nya.
"Kemana sebenarnya Andra malam-malam seperti ini?" gumam Evelyn didalam mobilnya.
Mobil Andra pun berhenti di sebuah club malam dan Andra pun keluar dari mobilnya, kemudian masuk kedalam club itu.
Evelyn juga keluar dari mobilnya, " Sejak kapan Andra suka pergi ke tempat seperti ini," gumam Evelyn yang ikut masuk ke dalam club itu.
Evelyn mencari-cari Andra di dalam club itu, setelah beberapa lama mencari Andra. Akhirnya dia menemukan Andra lagi duduk bersama Kevin di kursi depan bartender disana.
Apa yang dilakukan Andra di club itu bersama Kevin?.
Jangan lupa like ya kk, kalau suka.
Dan jangan lupa mampir juga di novel baru saya juga.
Makasih..
__ADS_1