
Kyuhyun masih menggenggam erat tangan Hagi, beberapa kali ia menjatuhkan air matanya di telapak tangan Hagi yang mendingin, Min Ji dan Changmin hanya bisa menatap sedih kearah Kyuhyun, mereka tidak berani mendekat karena Kyuhyun yakin istrinya itu masih hidup.
"Bangunlah... aku mohon..." sekali lagi Kyuhyun bergumam kecil lalu mengecup telapak tangan Hagi dengan kesedihan dan rasa sakit yang tidak bisa Kyuhyun tutupi lagi.
Tapi tiba-tiba Hagi menarik nafas panjang, membuat Kyuhyun dan semua orang di ruangan itu terkejut bukan main, terlebih ketika tangan Hagi yang bergerak perlahan di genggaman Kyuhyun membuat Kyuhyun yakin jika ia tidak sedang berkhayal. Perlahan mata Hagi terbuka linglung sambil menatap Kyuhyun yang kembali menitikan air mata, kali ini datang dari perasaan senang juga lega.
Kyuhyun langsung memeluk Hagi erat, membisikan kata syukur karena Hagi ternyata masih hidup, rasa takutnya berubah menjadi rasa lega menyakitkan hati membuat Kyuhyun tidak bisa mengontrol air matanya.
"Syukurlah kau selamat." Hagi yang perlahan mulai menyadari apa yang terjadi langsung melepas pelukan Kyuhyun lalu tidur memunggungi Kyuhyun dengan tubuh yang bergetar kuat, Hagi masih malu dengan kejadian yang ia alami dengan sang pangeran di ranjangnya, jantung Hagi juga berdetak kuat membuat Hagi gugup di dekat Kyuhyun.
Tapi apa yang Kyuhyun pikirkan justru tidak seperti apa yang Hagi pikirkan, Kyuhyun hanya berpikir jika istrinya itu pasti sangat marah dengan kejadian sebelumnya padahal ia sendiri sudah berjanji pada mentri Kim. Kyuhyun memejamkan mata menyadari Mentri Kim pasti murka dengan apa yang terjadi. Tapi sekali lagi Kyuhyun tidak menyesal telah melakukannya karena bagaimanapun Hagi sekarang adalah miliknya, istrinya.
Kyuhyun berniat mengulurkan tangannya bermaksud bertanya ataupun menenangkan istrinya yang pasti masih shok dengan apa yang baru saja terjadi, tapi istrinya itu semakin menggeserkan tubuhnya menjauhi Kyuhyun membuat Kyuhyun merasa sedikit terluka, sambil berdiri dari ranjang Kyuhyun meminta tabib untuk memeriksa keadaan istrinya kembali.
Sang tabib yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, kembali memeriksa denyut nadi Hagi. Tabib hanya bisa menatap Kyuhyun sambil mengangguk senang ketika menyadari denyut Hagi yang stabil sekarang. Kyuhyun tersenyum sendu kearah Hagi yang masih memunggunginya lalu meminta tabib untuk pergi yang di antar oleh Min Ji keluar ruangan.
"Changmin keluarlah, ada yang ingin aku bicarakan dengan istriku." Changmin memberi hormat lalu keluar dari ruangan juga membubarkan para pelayan yang masih berkumpul di depan paviliun.
Perlahan Kyuhyun kembali duduk di ranjang di samping istrinya, rasa lega yang sejak tadi Kyuhyun rasakan berganti dengan perasaan marah pada istrinya itu. Bagaimana bisa Istrinya ini berpikir semudah itu untuk bunuh diri hanya karena tidur dengan suaminya sendiri.
"Kau kuhukum, kau tidak boleh keluar paviliun tanpa izin dariku." Tidak terima dengan ucapan Pangeran arogan itu Hagi berbalik lalu duduk dengan kecepatan yang membuatnya memegang kepala sakit, Hagi lupa jika dia baru saja tenggelam dalam sumur sudah sewajarnya jika tubuh Hagi lemas. Kyuhyun memegang bahu Hagi lalu menatap cemas kearah istrinya itu.
"Kau tidak bisa bangun seperti itu." Ucapan dengan nada kesal dari Kyuhyun membuat Hagi menatap tajam kearah Kyuhyun.
"Kau tidak berhak menghukumku." Kyuhyun menatap marah pada Hagi, cengkraman di bahu Hagi menguat membuat Hagi merintih menahan sakit.
"Kau tidak tahu apa yang kau lakukan, kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Dan aku berhak menghukummu karena sekarang aku suamimu." Dengan tenaga dari rasa sakit, malu dan kesal Hagi melepas cengkraman tangan Kyuhyun di bahunya.
"Jika kau lupa kita punya perjanjian untuk pernikahan ini, kau tidak bisa begitu saja menyentuhku hanya karena sekarang aku istrimu. Kau bahkan mengingatkanku tentang keuntungan untuk pernikahan ini, jadi se_." Hagi hanya bisa membulatkan matanya ketika lagi-lagi dia tak berdaya ketika Kyuhyun membungkam mulutnya dengan ciuman yang Kyuhyun berikan pada Hagi, tubuhnya masih lemas hanya untuk menolak hingga akhirnya diam saja ketika Kyuhyun kembali membaringkan dirinya di ranjang sambil tetap mencium Hagi.
Ketika Kyuhyun melepas ciumannya lalu menatap mata Hagi yang hampir menangis dan memalingkan wajah darinya, Kyuhyun hanya bisa terseyum miris lalu mengecup leher Hagi yang langsung menegang juga membuat istrinya itu menahan nafas.
"Aku tahu kau tidak menyukaiku, tapi aku tahu kau juga tidak pernah menolak sentuhanku." Sekali lagi Hagi menatap Kyuhyun dengan ekspresi kesal.
"Dasar pangeran sombong, arogan, licik aku mem_" sekali lagi Kyuhyun mencium Hagi gemas, membuat Hagi menggerutu sebal setelah Kyuhyun melepas ciumannya lalu menatap Hagi geli karena apa yang di katakan Kyuhyun benar, dia tidak berdaya ketika suaminya itu menciumnya.
"Jika kau berani keluar Paviliun tanpa izin dariku, aku akan menghukummu, dan aku yakin kau tahu hukuman seperti apa itu." Kyuhyun berbisik pelan di telinga Hagi sebelum beranjak dari ranjang lalu meninggalkan Hagi yang menutup wajahnya memerah karena tahu maksud Kyuhyun.
"Dasar Pangeran mesum." Sekali lagi Hagi hanya bisa menggerutu sebal sambil menatap kamarnya yang kosong, tunggu ini bukan kamarnya ini kamar lain.
Perlahan Hagi bangun dari ranjang lalu menatap sekelilingnya yang hampir semua berwarna putih, Hagi akhirnya menyadari jika kamar ini pasti kamar Kyuhyun yang memang sangat menyukai warna putih berbanding terbalik dengannya yang lebih suka warna biru.
Banyak lukisan unik di dinding tapi ada satu lukisan yang menarik perhatian Hagi. Perlahan Hagi mendekati lukisan tersebut keningnya berkerut karena merasa familiyar dengan lukisan di hadapannya. Hagi menutup mulutnya dengan tangan ketika menyadari apa lukisan yang ada di hadapannya.
"Pyong-pyong?" Hagi bergumam pelan saat menyadari lukisan di hadapannya adalah lukisan rubah putih bermata biru yang mirip dengan hewan peliharaannya.
Saat Hagi berniat mengulurkan tangannya pada lukisan itu, Min Ji tiba-tiba muncul di sampingnya, membuat Hagi terkejut lalu menatap kesal pada Min Ji yang tersenyum kaku.
"Maaf tuan putri, Pangeran bilang mungkin tuan putri ingin beristirahat di kamar tuan putri, saya sudah membersihkan ranjangnya." Hagi mengangguk kecil lalu sekali lagi menatap rindu pada lukisan di sampingnya.
__ADS_1
"Sekarang Pangeran ada dimana?" Min Ji terdiam lalu menatap Hagi sedikit ragu.
"Tadi saat Pangeran keluar Paviliun, mentri Kim sudah ada di luar dan sepertinya beliau marah, Nyonya Kim juga menangis di samping mentri Kim. Mereka tahu kalau tuan putri berbagi ranjang dengan Pangeran. Jadi sepertinya mereka sedang berbicara serius di paviliun mentri Kim." Hagi mendengus kecil, sudah seharusnya mentri Kim marah pada Kyuhyun, bagaimanapun Pangeran sombong itu sudah melanggar perjanjian dan tidak memikirkan akibatnya.
Bicara soal akibat Hagi mulai khawatir dengan apa yang akan terjadi di masa depan, jadi sebaiknya Hagi mencari cara agar ia bisa masuk kembali kedalam sumur itu, walaupun menakutkan tapi ternyata sumur itu bisa membuatnya kembali kejasadnya, Hagi yakin tadi itu bukan mimpi, hanya saja Hagi bingung kenapa ia bisa kembali kemari lagi.
***
Kyuhyun menatap Mentri Kim datar membuat mertuanya itu semakin marah lalu menggebrak meja di hadapannya, tidak peduli lagi dengan status Kyuhyun yang adalah pangeran kerajaan Hanyeol.
"Jawab Pangeran, kenapa pangeran melakukan hal ini? Bukankah sejak awal saya sudah bilang untuk tidak menyentuh Hyunmie sebelum dia berumur 20 tahun, bahkan pangeran berjanji pada saya untuk menunggu." Kyuhyun menarik nafas pelan lalu menatap tajam pada mentri Kim.
"Dan memberi kesempatan pada pangeran ketiga untuk mengambil Hyunmie saat aku terbunuh begitu? Aku baru tahu jika Hyunmie adalah gadis yang kakak ketiga cari selama ini dan kau menyembunyikan hal ini darinya." Mentri Kim nampak terkejut, selama ini ia berusaha sebaik mungkin agar Pangeran ketiga tidak mengetahui hal ini dan lagi saat itu Hyunmie masih kecil, mentri Kim tidak menyangka Pangeran ketiga masih mengenali putrinya yang sudah berubah banyak itu.
"Bukankah pangeran sudah tahu alasannya kenapa Hyunmie di sembunyikan selama ini, Pangeran harus ingat jika saja Hyunmie tidak membaik seperti sekarang saya tidak akan pernah menyetujui pernikahan kalian berdua, tadinya saya percaya pada pangeran ke lima tapi ternyata pangeran malah mengkhianati saya." Kyuhyun masih menatap tajam mentri Kim lalu meminum teh di hadapanya tenang.
"Kau yakin hanya itu alasannya? Atau jangan-jangan kau sengaja menunggu Hyunmie berumur 20 tahun untuk kau berikan pada Pangeran ke tiga yang sebentar lagi akan terpilih menjadi putra mahkota." Mentri Kim semakin marah dengan tuduhan menghina dari Kyuhyun.
"Anda sudah benar-benar keterlaluan Pangeran, saya tidak haus kekuasaan saya hanya ingin putri saya satu-satunya hidup tenang setelah penderitaan yang harus ia alami, tapi sekarang karena anda yang gegabah dan tidak sabaran Hyunmie akan lebih sengsara lagi setelah berumur 20 tahun. Keluarga Kim bukan hanya harus kehilangan Hyunmie yang akan di ambil oleh dewa tertinggi tapi kami juga harus menerima amarah dari kerajaan Rubah. Sekarang apa tanggung jawab pangeran pada putri kami? Setelah keuntungan yang pangeran dapatkan dari pernikahan ini seharusnya pangeran juga memberikan keuntungan pada kami bukan malah membuat kami menderita." Kyuhyun mengepalkan tangannya erat-erat dia tahu akan ada resiko dari tindakan gegabahnya ini, tapi Kyuhyun tidak menyangka jika sekarang musuhnya malah semakin bertambah menjadi tiga kubu.
"Saya tidak akan minta maaf untuk apa yang saya lakukan, tapi sebagai suami Hyunmie saya jelas tidak akan tinggal diam ketika keselamatan istri saya terancam, apapun caranya saya akan bertanggung jawab atas hidup Hyunmie sepenuhnya." Mentri Kim memejamkan matanya pusing, Kyuhyun hanyalah mahluk biasa dari kerajaan Hanyeol sementara mahluk yang akan menjadi musuhnya adalah mahluk abadi yang sangat kuat. Kyuhyun pikir mudah melawan mereka.
"Apa taruhannya jika kau gagal menjaga putriku?" Kali ini mentri Kim bertanya pada Kyuhyun dengan tidak bersemangat.
"Silahkan bunuh saya jika saya gagal menjaga Hyunmie, lagi pula saya tidak bisa hidup tanpa istri saya." Mentri Kim menatap Kyuhyun heran, kemantapan kata Kyuhyun dan sorot mata Kyuhyun jelas tidak ada keraguan, apa mungkin menantunya ini sudah jatuh hati pada putrinya?
"Baik, aku pegang kata-kata pangeran, tapi untuk sekarang saya mohon untuk tidak seranjang lagi dengan Hyunmie sebelum dia berumur 20 tahun, aku tidak tahu mengapa raja rubah belum mengetahui kejadian ini, seharusnya sudah ada utusan yang datang tapi kita anggap saja ini sebuah keberuntungan jadi jangan terlalu berharap mendapat keberuntungan lain, sebelum pangeran siap menghadapi kerjaan Rubah." Kyuhyun menghelah nafas lalu mengangguk pelan.
"Apa semua baik-baik saja Pangeran?" Pertanyaan Changmin membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menatap Changmin sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku butuh bantuanmu Changmin, carikan aku guru yang bisa membuatku ahli ilmu bela diri dalam waktu 6 bulan." Changmin mengerutkan keningnya bingung karena Changmin tahu Kyuhyun sudah ahli di bidang ilmu bela diri, bahkan Kyuhyun pandai menggunakan pedang jadi Changmin sedikit bingung.
"Bukankah pangeran sudah sangat mahir dalam ilmu bela diri?" Pertanyaan Changmin membuat Kyuhyun memejamkan matanya frustasi.
"Bukan, bukan ilmu bela diri seperti itu yang ku maksud, maksudku ilmu bela diri yang bisa aku gunakan untuk menghadapi kerajaan Rubah." Changmin langsung paham maksud Kyuhyun lalu mengangguk kecil.
"Akan saya usahakan Pangeran." Saat Changmin berniat pergi, Kyuhyun kembali memanggil Changmin.
"Satu lagi, jangan lupa beritahukan semua para pelayan agar menutup semua sumur agar kejadian hari ini tidak terulang kau mengerti?" Changmin sekali lagi mengangguk lalu memberi hormat dan pergi dari hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun harus siap jika tidak ingin kehilangan istrinya, bagaimanapun lawan Kyuhyun bukanlah mahluk biasa yang kalah dengan beradu pedang tanpa olah tenaga dalam.
Sejak saat itu Kyuhyun berlatih sangat keras, setelah sebelumnya Changmin memperkenalkannya pada seorang guru ilmu tenaga dalam yang cukup di segani di kerajaan Hanyeol. Beberapa kali Kyuhyun hampir mati di serang entah melalui panah dari jarah jauh, racun bahkan dikepung saat pulang di malam hari oleh segerombolan orang bercadar hitam, tapi untungnya Kyuhyun selalu berhasil menang melawan mereka atau racun itu selalu terdeteksi sebelum masuk ke dalam mulutnya. Sepertinya Siwon benar-benar menginginkan kematiannya.
Kyuhyun juga menepati janjinya untuk tidak menyentuh Hagi lagi karena Kyuhyun juga terlalu sibuk berlatih juga membantu sedikit pekerjaan ayahnya di pemerintahan layaknya para pangeran yang masih hidup hingga sekarang.
Beberapa kali Siwon juga berkunjung kekediamannya tapi Kyuhyun selalu berhasil membuat Siwon tidak bisa bertemu dengan Hagi, membuat Siwon melipatkan serangannya pada Kyuhyun yang untungnya selalu di temani Changmin.
Hagi sendiri sudah berulang kali mencoba untuk kembali lagi ke sumur di halaman belakang kediaman keluarga Kim tapi, aksinya selalu ketahuan entah itu oleh Min Ji ataupun pelayan yang lain yang akhirnya membuat Hagi lelah sendiri.
__ADS_1
"Sial jika begini terus aku tidak akan bisa pulang." Gerutuan Hagi terdengar jelas oleh Min Ji yang terlihat heran melihat majikannya yang kesal sejak pagi.
"Apa ada yang membuat tuan Putri tidak senang?" Pertanyaan Min ji membuat Hagi menatap Min ji malas, karena sekalipun di jelaskan Min Ji jelas tidak akan mengerti.
"Tidak ada, sudahlah oh iya, kemana Pangeran sombong itu sudah hampir sebulan sepertinya aku tidak melihatnya?" Min Ji tersenyum kecil dia tahu sebenarnya majikannya ini merindukan suaminya hanya saja terlalu malu untuk mengakuinya.
"Pangeran sedang berlatih tuan putri, kejadian sebulan yang lalu membuat mentri Kim murka dan sebagai pertanggung jawaban dari pangeran, Pangeran memutuskan mengasah ilmu tenaga dalamnya untuk melindungi tuan putri." Hagi terdiam dia tidak menyangka suaminya itu ternyata bertanggung jawab atas sikap gegabahnya saat itu.
"Baguslah, itu memang tugas seorang suamikan." Min ji tersenyum kaku terlihat ingin mengatakan sesuatu pada Hagi. Melihat hal itu Hagi menatap Min ji tajam.
"Katakan saja." Walaupun sedikit ragu akhirnya Min ji menarik Hagi agar ikut dengannya yang hanya menatap pelayan itu heran.
Setelah berjalan cukup jauh, Min ji dan Hagi berhenti di samping timur halaman keluarga Kim yang di jadikan arena berlatih oleh para penjaga di kediaman keluarga Kim, Min Ji langsung menunjuk kearah samping kanan lapangan yang langsung menjadi perhatian Hagi.
"Pangeran bukan hanya berlatih sangat keras Putri, tapi Pangeran memaksakan diri sekalipun tangannya penuh luka." Hagi menatap Kyuhyun yang kini sedang memegangi pergelangan tangannya, terlihat sekali Kyuhyun berusaha menahan sakit pergelangan tangannya tapi tidak lama kemudian Kyuhyun kembali berlatih bermain pedang dengan beberapa penjaga di kediaman keluarga Kim.
Hagi mengigit bibirnya sedih, ketika dia sibuk mencari jalan untuk kabur dari situasinya ini, Kyuhyun justru malah berusaha berlatih untuk menghadapi semuanya sendirian. Saat Hagi melihat darah di tangan Kyuhyun, Hagi tidak bisa menahan air matanya lalu berlari pergi meninggalkan arena berlatih.
Hagi jadi ingat dulu pernah ada yang menolongnya hingga berdarah dan seharian Hagi menangis, bahkan hal itu di perparah ketika akhirnya penolongnya mati. Sejak saat itu Hagi benci jika ada orang yang berusaha melindunginya hingga berdarah karena rasanya sangat menyakitkan.
Hagi terduduk di sebuah pondok di dekat paviliunnya, sedang Min Ji hanya bisa menarik nafas pendek-pendek karena mengejar majikannya lalu menghelah nafas saat melihat Hagi berusaha menghapus air matanya. Min Ji akhrinya sadar jika majikannya ini sebenarnya memang peduli pada suaminya hanya mungkin semua serba mendadak membuat Hagi tidak terbiasa pada awalnya.
"Min ji... siapkan kain kering bersih serta obat luka juga jangan lupa air hangat, kalau ada sutra panjang untuk mengikat luka." Min Ji yang baru saja berniat menghibur Hagi langsung mengangguk kecil ketika melihat inisiatif Hagi untuk mendatangi Kyuhyun lebih dulu.
Setidaknya Hagi harus berbuat sesuatu sebagai tanda terimakasih Hagi pada Kyuhyun yang mau berusaha untuk melindunginya, walaupun sebenarnya Hagi masih marah juga malu untuk berbicara dengan Kyuhyun tapi Hagi lebih tidak tenang lagi jika kembali mengingat tangan Kyuhyun yang terluka.
Saat Hagi kembali kearena berlatih bersama Min Ji ternyata Kyuhyun sudah tidak ada di sana yang ada hanya Changmin yang sedang melatih para prajurit. Tapi setelah bertanya pada Changmin di mana Kyuhyun berada, Hagi akhirnya tahu jika kini Kyuhyun sedang memeriksa beberapa laporan yang di berikan padanya untuk di periksa.
Itu berarti Kyuhyun sedang ada di ruangannya dan dengan cepat Hagi bergegas menuju paviliun milik Hagi dan Kyuhyun dan benar saja saat di sana Kyuhyun sudah sibuk dengan laporannya tanpa sempat membersihkan diri atau berganti pakaian.
Perlahan Hagi mendekat setelah sebelumnya pelayan pribadi Kyuhyun mengizinkannya masuk dan suaminya itu mengacuhkannya sama sekali bahkan ketika Hagi duduk di hadapannya. Kesal karena tidak di tatap sama sekali Hagi menarik tangan Kyuhyun yang sedang menulis dan ketika Kyuhyun berniat protes Hagi menatap suaminya itu dengan tajam dan ampuh membuat Kyuhyun diam.
Hagi meminta Min Ji meletakan nampan yang ia bawa di samping Hagi lalu perlahan Hagi mengobati tangan Kyuhyun yang terluka, Kyuhyun sesekali meringis ketika air hangat menyentuh lukanya tapi itu semua tidak bisa menutupi rasa senangnya melihat Hagi yang begitu peduli padanya setelah hampir sebulan tidak melihat Hagi sama sekali selain jika istrinya itu tertidur.
Kyuhyun hampir menarik tangannya ketika obat di bubuhkan di tangannya tapi sekali lagi Hagi menatap Kyuhyun tajam membuat Kyuhyun hanya bisa mengigit mulut dalamnya menahan perih.
"Min ji bukankah aku menyuruhmu untuk membawakan aku seuntas sutra?" Min Ji menggaruk tengkuknya bingung.
"Maaf tuan putri saya bingung harus mencari kemana." Hagi menghelah nafas lalu mengangkat sedikit chimanya dan merobek pakaian dalam chimanya membuat Kyuhyun dan Min Ji hanya bisa menatap Hagi terkejut.
Dengan santainya Hagi mengikat luka Kyuhyun dengan sobekan Chima dalam milik Hagi membuat Min Ji menahan senyum geli ketika melihat Kyuhyun gugup bukan main. Setelah selesai Hagi bangkit dari duduknya tapi dengan cepat Kyuhyun menahan tangan Hagi, membuat Hagi mau tidak mau menatap Kyuhyun yang kini menatapnya sendu.
"Termiakasih..." Hagi menghelah nafas lalu melepas genggaman Kyuhyun dari tangannya.
"Kalau kau berterimakasih, jangan terluka lagi, aku tidak menyukainya." Setelah mengatakan hal itu Hagi pergi dari ruangan Kyuhyun di susul Min Ji sambil mengambil nampan kembali.
Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa, dia sangat senang sekarang, ini berarti Hagi sudah tidak marah padanya bahkan mungkin istrinya itu mulai peduli padanya. Perlahan Kyuhyun mengelus sobekan Chima dalam istrinya membuat senyuman Kyuhyun semakin lebar.
"Sepertinya aku harus membeli Chima baru untuk istriku." Kyuhyun bergumam kecil lalu kembali melanjutkan menulis laporannya.
__ADS_1
bersambung