My Eternal Love

My Eternal Love
Our Wedding/Pernikahan Kita


__ADS_3

Hagi sesaat menatap Kyuhyun cukup lama, iya tidak melanjutkan ucapannya lalu tersenyum miris dan menggelengkan kepalanya pelan, dia harus sadar jika Kyuhyun di hadapannya bukanlah suaminya, mereka hanya mirip itu saja. Kenapa Hagi masih terus berharap banyak tentang hal mustahil itu.



"Tapi kau tidak perlu tahu, karena bagaimana pengalamanku itu menjadi inspirasiku dalam menulis, biar hanya aku dan Tuhan yang tahu." Mendengar hal itu Kyuhyun kecewa lalu tersenyum merasa bodoh, apa yang Kyuhyun pikirkan tadi? Berharap jika sebenarnya Kyuhyun sudah lama mengenal Hagi? Jelas tidak mungkin karena orang tuanya selama ini juga tidak pernah bilang jika ia dekat dengan putri keluarga Kim yang memang baru mengenal keluarga Cho baru-baru ini.



"Begitukah? Jadi bisa di bilang kau benar-benar mengarang cerita itu?" Hagi terdiam sekalipun Hagi bilang itu bukan karangan dan nyata, Hagi yakin Kyuhyun tidak akan percaya jadi sebagai jawabannya Hagi mengangguk. Kali ini Kyuhyun semakin memundurkan badannya tadinya entah kenapa Kyuhyun pikir Hagi terhubung dengannya tapi setelah gadis itu mengatakan jika My Eternal Love hanya karangannya bukan sesuatu yang Hagi alami langsung membuat Kyuhyun merasa asing kembali dengan gadis di depannya.



"Baiklah... bagaimana jika kita kembali, orang tua kita pasti mengharapkan berita baik dari kita berdua." Setelah mengatakan hal itu Kyuhyun berbalik meninggalkan Hagi yang mengerutkan keningnya heran, kenapa namja ini gampang sekali berubah suasana hatinya yang entah kenapa membuat Hagi gelisah.



Kyuhyun tidak benar-benar masuk duluan, pria itu menunggu di pintu masuk dan anehnya menatap Hagi dengan datar seolah apa yang baru saja di lalui keduanya tidak ada membuat Hagi mendengus kesal.



"Dasar manusia aneh." Kyuhyun jelas mendengar umpatan Hagi lalu berhenti dan menatap Hagi yang mengangkat bulu alisnya bertanya.



"Apa?"



"Aku bisa mendengar umpatanmu." Hagi hanya mencibir pelan tidak peduli.



"Bukan salahku, dan kau memang aneh setelah apa yang kita lakukan tadi kau tiba-tiba sedingin es." Kali ini Kyuhyun yang menatap Hagi heran.



"Memang apa yang kau inginkan? Maaf tapi aku bukan pria romantis atau mungkin aku lupa cara bersikap romantis apa lagi dengan wanita yang tidak aku cintai." Sesaat Hagi terdiam entah kenapa ucapan Kyuhyun mengganggu perasaannya.



Sedangkan Kyuhyun walaupun masih bersikap dingin dia malah menggumpat dalam hati karena mengatakan sesuatu yang berkebalikan dengan perasaannya yang justru mulai tertarik dengan Hagi, walaupun Kyuhyun kesal karena Hagi ternyata bukanlah gadis di dalam mimpinya, jika iya Kyuhyun pasti sudah gila dan jika tidak Kyuhyun kesal. Cih Kyuhyun jadi semakin kesal pada pikirannya yang tidak realistis.



Hagi menghelah nafas pelan dia memang bodoh, dia lupa pernikahan ini memang pernikahan yang hanya memberikan keuntungan untuk Hagi dan pria di hadapannya, sekali lagi Hagi menatap Kyuhyun, baiklah dia akan mengambil keuntungan sebanyak mungkin dari pernikahan ini.



"Kau benar, aku sempat lupa jika kau sudah memiliki seseorang yang kau cintai. Baiklah kita selesaikan malam ini dengan cepat, besok lusa kita bertemu kembali dengan pengacara masing-masing untuk membuat perjanjian pra nikah." Hagi masuk lebih dulu meninggalkan Kyuhyun yang mencengkram rambutnya kesal, sial Kyuhyun bingung sekarang walaupun Hagi yang akan menjadi istrinya dan Hagi yang ia temui di dalam mimpi bukanlah orang yang sama Kyuhyun masih menginginkan gadis itu menjadi istrinya tapi apa ucapannya tadi? Bukan gadis yang ia cintai? Bohong!! Kyuhyun jelas tertarik dengan Hagi dari awal bertemu dengan gadis itu.


__ADS_1


Kyuhyun memukul mulutnya kesal dia baru saja membuat Hagi semakin menjauh karena perasaannya yang masih campur aduk pada Hagi. Tapi setelah itu Kyuhyun menarik nafas panjang lalu menyusul Hagi masuk kw dalam rumah, untuk sekarang yang terpenting adalah Kyuhyun harus menikah dulu dengan Hagi sisanya Kyuhyun akan rencanakan kembali.



***



Kim Min Gyu adalah orang pertama yang paling kecewa mendengar jika Hagi akan menikah, gadis itu menatap Min Gyu merasa bersalah karena melihat Min Gyu yang terlihat marah karena Min Gyu tidak di beritahukan terlebih dahulu saat Hagi akan di perkenalkan pada calon suami gadis itu.



"Jangan marah." Sekali lagi Hagi menggenggam tangan Min Gyu lalu memberikan pria itu isyarat, kali ini Min Gyu menggenggam tangan Hagi erat-erat lalu menatap Hagi tajam.



"Kau, aku yakin kau pasti menyadarinya bukan? Jika sebenarnya aku menyukaimu sejak lama? Atau apa karena profesiku hanyalah seorang dokter kau tidak merasa aku tidak seimbang denganmu dan tidak pantas menikah denganmu?" Hagi berkedip beberapa kali sambil membuka mulutnya terkejut, dia tidak pernah berpikir jika Min Gyu menyukainya. Selama ini Min Gyu adalah sahabat yang baik juga paling banyak berjasa setelah Hagi bangun dari koma, Hagi tidak berpikir sejauh itu karena kebetulan Min Gyu juga seorang dokter yang merawatnya. Dengan cepat Hagi menarik tangannya lalu melambaikan tangannya di hadapan Min Gyu sambil menggelengkan kepalanya.



"Bukan begitu, aku tidak tahu sungguh. Kau teman yang baik, aku tidak memikirkan sampai kesana."



Min Gyu mengelah nafas lemas, seharusnya Min Gyu mengatakan perasaannya pada Hagi, sekarang semua sudah terlambat dan Min Gyu tidak bisa menyalahkan Hagi yang tidak peka karena bagaimanapun Hagi adalah pasiennya.



"lagi pula sebenarnya aku tidak berencana menikah jika bukan karena permintaan eomma. Kau tahukan aku bisu, siapa yang mau padaku kecuali orang itu ingin keuntungan dariku." Min Gyu mengerutkan keningnnya lalu berdecak tidak percaya.




"Bukan begitu, eomma hanya ingin mencarikan suami untukku dan kebetulan keluarga Cho tidak keberatan memiliki menantu yang bisu." Min Gyu mendengus kecil dia juga tidak keberatan menikah dengan Hagi.



"Jadi maksudmu keluarga calon suamimulah yang mendapat keuntungan? Kenapa tidak menikah denganku saja? Kita sudah saling mengenal, aku juga mencintaimu dan aku tidak akan menggambil keuntungan apapun selain menjadikanmu istriku." Hagi mengigit bibirnya pelan, apa yang di katakan Min Gyu cukup menggoda, Hagi mungkin bisa tinggal dengan Min Gyu karena Hagi merasa nyaman dengan keberadaan Min Gyu di sampingnya.



Tapi Hagi tidak mau melukai Min Gyu dengan menyimpan pria itu di sampingnya sedangkan Hagi tidak bisa membalas perasaan Min Gyu seumur hidupnya karena hati Hagi hanya untuk Kyuhyun sang Pangeran Rubah. Perlahan Hagi menggenggam tangan Min Gyu lalu menatap pria itu dalam-dalam. Setelah itu memberikan isyarat pada Min Gyu perlahan.



"Aku tidak bisa, kau berhak di cintai oleh gadis yang sempurna dan tidak cacat sepertiku. Aku ingin kau berbahagia dan terus menjadi sahabatku. Aku... tidak bisa melupakan dia... seumur hidupku aku akan selalu mencintainya, itu kenapa aku menerima perjodohan ini karena aku tahu aku tidak akan tertarik pada calon suamiku itu." Min Gyu menatap sendu kearah Hagi, dulu saat Hagi masih di rumah sakit, Min Gyu sering mendengar Hagi mengigau memanggil nama seseorang. Saat itu Hagi masih belum bisu tepatnya ketika Hagi sempat sadar tapi kembali jatuh koma beberapa hari kemudian. Saat keduanya mulai dekat dan Min Gyu membantu Hagi belajar bahasa isyarat, Min Gyu akhirnya tahu jika pria yang Hagi panggil di dalam tidurnya adalah pria yang Hagi cintai.



"Jadi aku benar-benar tidak punya kesempatan?" Hagi tersenyum miria lalu menggelengkan kepalanya kecil.

__ADS_1



"Maaf..."



****



Setelah perjanjian di buat sebulan kemudian Hagi dan Kyuhyun menikah di salah satu ballroom terbesar di Seoul, acara berjalan sangat meriah semua pebisnis juga keluarga dari kedua belah pihak hadir di acara pernikahan itu. banyak yang bertanya-tanya kenapa selama resepsi berjalan Hagi selalu diam dan hanya tersenyum kecil tapi Kyuhyun selalu berkata jika istrinya itu sedikit pemalu.



Tapi selebihnya semua berjalan lancar hingga salah satu sahabat Kyuhyun yang sudah lama tidak berjumpa dengan Kyuhyun datang mendekati Kyuhyun yang kebingungan karena merasa tidak kenal dengan pria di hadapannya yang terlihat bahagia atas pernikahan Kyuhyun.



"Aku tidak menyangka kau bisa mendapatkan gadis itu, bagaimana caranya? Bukankah dulu kau bahkan tidak sanggup mendekati gadis itu karena terlalu gugup?" Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung.



"Apa maksudmu? Siapa kau?" Pria itu terlihat tersinggung dengan ucapan Kyuhyun lalu menepuk bahu Kyuhyun sedikit enggan.



"Kau bercanda? Kau membuatku tersinggung kau bahkan tidak mengundangku, hanya karena tiga tahun berlalu kita tidak bertemu kau melupakanku bukan?" Kali ini Kyuhyun membulatkan matanya, sepertinya orang ini tidak tahu jika Kyuhyun hilang ingatan.



"Begitukah? Maaf sebenarnya tiga tahun lalu aku hilang ingatan jadi pasti kau salah satu orang yang aku lupakan." Mendengar hal itu pria di hadapan Kyuhyun mendengus pelan.



"Pantas saja, semenjak aku ke Roma kau tidak menghubungiku lagi ku kira kau sudah tidak mau berteman denganku. Kalau begitu bagaimana jika kita berkenalan dari awal. Namaku Kim Min Suk." Kyuhyun menerima uluran tangan Min suk yang tersenyum ramah pada Kyuhyun.



"Jadi bisakah kau jelaskan tentang aku yang mengenal istriku sejak lama padahal ada yang harus kau tahu aku baru saja bertemu denganya hampir dua bulan lalu." Min Suk terkejut tidak percaya, yang ia tahu dulu Kyuhyun sangat menyukai istrinya itu tapi karena Kyuhyun yang dulu terlalu kaku dan dingin jadi sulit untuk Kyuhyun mendekati gadis seceria Hagi.



"Serius? Kau memang mengenalnya, dulu saat kita menggunakan jasa wisata perjalanan karyawan kita ke Jeju gadis itu kebetulan yang mengurus presentasi perjalanan agennya di kantor kita, waktu itu kau jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis itu dan terus menatapnya hingga membuat gadis itu jadi takut padamu bukannya menyukaimu. Wah berarti kalian memang berjodoh jika akhirnya bertemu kembali padahal dulu dia sempat menghilangkan saat kau meminta manager tempat gadis itu bekerja agar membuat gadis itu bisa bekerja di lapangan. Kau pasti sekarang bahagia padahalkan dulu kau bahkan tidak berani mendekatinya." Kyuhyun mengerutkan keningnya dalam-dalam lalu menatap Hagi yang di kelilingi beberapa teman dekat Hagi sepertinya.



Jadi firasat Kyuhyun benar jika dulu Kyuhyun pernah bertemu dengan Hagi, tapi karena Kyuhyun hilang ingatan Kyuhyun melupakan gadis itu dan alam bawah sadarnya mengingatkan Kyuhyun melalui mimpi-mimpinya. Perlahan Kyuhyun tersenyum, sekarang semua mulai terasa masuk akal Hagi adalah gadis yang ia sukai dan bahkan setelah hilang ingatan alam bawah sadarnya tidak mengizinkan Kyuhyun melupakan Hagi.



Tapi perlahan Kyuhyun mulai merasakan kekhawatiran ada hal lain yang mengganggu Kyuhyun sekarang. Apa mungkin pria brengsek yang menyakiti Hagi sebenarnya adalah dia? Memikirkan hal itu Kyuhyun jadi tidak tenang. Apa alasan Kyuhyun bisa mendengarkan suara Hagi bentuk dari balasan karena Kyuhyun pernah menyakiti Hagi dan sekarang saatnya Kyuhyun membayarnya dengan lebih memperhatikan perasaan gadis itu? Walaupun Kyuhyun kesal memikirkan hal itu tapi jikalau benar Kyuhyun bersedia melakukannya hanya agar Hagi tidak selalu menangis setiap melihatnya.

__ADS_1



bersambung


__ADS_2