
Awalnya Hagi berniat pulang kerumah besar keluarga Kim, tapi ketika akhirnya tangisan Hagi berkurang dan perasaannya mulai tenang Hagi memilih menghubungi Min Gyu yang tanpa berpikir dua kali langsung datang ketika Hagi memintanya untuk bertemu di salah satu cafe dekat rumah sakit tempat dimana ia bekerja, atau cafe yang memang selalu keduanya gunakan saat ingin bertemu dan berbagi cerita.
Sebenarnya Min Gyu sedang mendapatkan jatah tidur ketika Hagi mengiriminya pesan tapi ketika nada dering khusus yang berbunyi Min Gyu langsung terbangun dan tanpa pikir panjang langsung berlari keluar rumah sakit bahkan tanpa sempat merapihkan diri. Sudah lama sekali Hagi tidak mengirim pesan tepatnya semenjak gadis itu menikah, tentu saja Min Gyu senang karena Hagi tidak melupakannya walaupun hanya sebagai seorang teman. Jujur, Min Gyu sangat merindukan Hagi tapi karena Hagi sudah menikah walaupun tanpa cinta, Min Gyu tidak bisa tidak dengan tak tahu diri menghubungi Hagi sembarangan lagi.
Saat memasuki cafe, Min Gyu sempat tersenyum saat melihat Hagi tapi ketika semakin mendekat kearah kursi tempat Hagi duduk, Min Gyu sadar jika Hagi baru saja menangis dan nampak tidak bersemangat. Senyuman Min Gyu perlahan memudar dan tanpa menunda lagi Min Gyu duduk di depan Hagi yang terseyum setengah hati padanya.
"Ada apa? Apa kau ada masalah?" Untuk sesaat Hagi tidak menjawab, Hagi hanya melihat Min Gyu dengan tatapan sendu yang lama kelamaan membuat Min Gyu canggung.
Hagi berpikir seandainya saja Kyuhyun sang CEO tidak ada, Hagi akan bertindak egois dengan menikahi pria di hadapannya untuk di jadikan seorang suami, walaupun Hagi tidak akan pernah mencintai Min Gyu, setidaknya Hagi yakin Min Gyu tidak akan pernah menyakitinya. Tapi setelah itu Hagi menggelengkan kepalanya pelan lalu memejamkan matanya sambil menunduk sebentar.
Pemikiran macam apa itu? Hagi tidak akan bersikap egois pada seseorang yang sudah begitu baik padanya selama ini terlebih Min Gyu yang mengajarinya bahasa isyarat sehingga dia bisa berkomunikasi dengan orang-orang tertentu termasuk Min Gyu sendiri.
"Aku tidak apa-apa... hanya sedikit lelah belakangan ini." Min Gyu melihat gerakan tangan Hagi yang memeberitahukan bahwa gadis itu baik-baik saja walaupun Min Gyu tahu itu bohong.
"Apa perlu bertemu dengan dokter? Kau bisa bertemu dengan Dokter Ahn Jae Kyung dia teman baikku." Mengikuti alur pembicaraan gadis di hadapannya Min Gyu menyarankan Dokter di rumah sakit tempat ia bekerja, tapi Hagi hanya menggelengkan kepalanya pelan. Melihat itu Min Gyu hanya bisa menghelah nafas pelan, sepertinya Hagi hanya perlu di temani dan mungkin sedikit nasihat?
"Aku tidak tahu apa masalahmu, tapi aku senang kau mencariku dari pada kau menyendiri dan menangis tidak jelas di suatu tempat." Mendengar itu Hagi mendengus pelan sambil tersenyum kecil, sebenarnya Hagi sudah melakukannya tadi.
__ADS_1
"Hagi... apapun masalahmu aku yakin itu semua tidak seberat masalahmu dulu saat kau berusaha bangkit setelah koma panjangmu, aku yakin kau cukup kuat untuk menghadapi setiap kenyataan hidup ketika dulu kau hampir tidak akan pernah mengalami lika liku kehidupan lagi." Hagi menarik nafas panjang, berusaha memikirkan banyak hal dengan memalingkan pandangannya menuju arah jalan raya.
Min Gyu benar, kesempatan yang ia miliki sekarang setelah lika liku kehidupan yang Tuhan gariskan di kehidupannya yang dulu harus bisa Hagi hargai dengan kesabaran juga kekuatan serta perjuangan yang lebih baik lagi, sekarang bukan saatnya lagi bagi Hagi memikirkan hal-hal sepele seperti perasaan tidak menentu yang ia rasakan pada Kyuhyun, dia masih memiliki perjanjian yang ia lakukan bersama Hyunmie dan harus segera di lakukan. Adiknya itu masih menunggu kesempatan renkarnasi bersamaan dengan mutiara biru yang di takdirkan menjadi putrinya.
Tapi masalahnya Hagi tidak sekuat itu jika terus menerus bercinta dengan Kyuhyun yang wajahnya sama persis dengan Pangeran Rubah, Hagi mulai berpikir dan merasa jika Kyuhyun memang suaminya dari dimensi lain dan lihat akibatnya, Hagi tidak bisa tegas pada diri sendiri dan malah sibuk sakit hati karena Kyuhyun mencintai gadis lain yang tidak lain adalah kekasihnya. Sambil menarik nafas panjang Hagi tersenyum kecil pada Min Gyu.
"Terimakasih... kau memang teman yang baik." Melihat gerakan tangan Hagi Min Gyu tersenyum sendu, sedikit kecewa walaupun Min Gyu tahu dia tidak berhak untuk kecewa, tapi melihat Hagi kembali tersenyum manis ke arahnya lebih dari cukup untuk Min Gyu sekarang.
"Kalau begitu kau harus mentraktir aku. Aku tidak sekaya dirimu." Kali ini Hagi mendengus geli lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Orang tua yang kaya juga bagus, setidaknya kau bisa hidup senang dan tenang, aku sekarang sudah seperti zombie bekerja terus menerus." Hagi menaikkan bulu alisnya sebelah, ini pertama kalinya Hagi melihat Min Gyu mengeluh tentang profesinya, selama ini Min Gyu sangat menyukai kehidupannya sebagai seorang Dokter jadi sedikit aneh melihat Min Gyu mengelus seperti ini.
Perlahan Hagi mengulurkan tangannya ke rambut Min Gyu lalu mengelus kepala Min Gyu pelan yang untuk sesaat menegang lalu kembali rilex saat menatap Hagi yang tersenyum kecil kearahnya.
Untuk sesaat keduanya seolah lupa dengan setatus masing-masing, Hagi lupa jika dia adalah wanita yang sudah menikah yang ia pikirkan hanyalah kenyataan jika teman baiknya ada di tahan di mana mulai jenuh dengan profesinya dan butuh sedikit kekuatan walaupun Hagi tahu tidak banyak yang bisa Hagi lakukan untuk Min Gyu.
"Terimakasih Hagi karena masih mau menemuiku." Hagi menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Aku yang seharusnya berterimakasih padamu, kau juga bersemangatlah sedikit iya?" Sebagai jawaban Min Gyu hanya mengangguk kecil lalu memejamkan matanya pelan.
"Hagi biarkan seperti ini dulu... aku hanya perlu sedikit beristirahat sebelum pesanan apapun yang kau pesan datang." Hagi hanya mengangguk kecil walaupun Min Gyu tidak melihatnya, tapi Min Gyu tahu Hagi tidak keberatan sekalipun ia tertidur untuk waktu yang lama.
***
Saat meeting dengan perusahaan cabang milik mertuanya selesai, Kyuhyun melonggarkan dasinya lelah lalu melangkah menuju ruangannya, Kyuhyun tidak menyangka meeting yang biasanya hanya berjalan satu atau dua jam bisa menghabiskan waktu sampai lima jam sampai beberapa jadwal yang Kyuhyun atur hari inipun terpaksa di batalkan atau di tunda hingga besok, Kyuhyun bahkan belum sempat untuk makan siang hari ini.
Saat duduk di meja kebesaran miliknya Kyuhyun langsung menyambar ponsel miliknya terkejut, pantas selama lima jam terakhir Kyuhyun tidak merasakan getaran apapun di saku jasnya ternyata Kyuhyun meninggalkannya di atas meja, sedikit merasakan perasaan tidak enak Kyuhyun langsung mengambil ponselnya lalu mengchek setiap pesan yang masuk, tapi belum lima detik Kyuhyun menbaca pesan pertama Kyuhyun yang merasa lelah sejak tadi berlari keluar kantor begitu saja menuju parkiran mobil tanpa menghiraukan panggilan dari Shindong yang baru saja merapikan berkas di ruang meeting tadi.
"Ada apa lagi sekarang." Gumam Shindong sambil berusaha mengejar Kyuhyun ke parkiran tapi ketika Shindong sampai di parkiran mobil milik Kyuhyun sudah melaju cepat.
Selama di dalam mobil Kyuhyun terus memukul stir mobil sambil menggumpat pelan, seharusnya Kyuhyun menyelesaikan urusannya dengan Jein lebih awal, Kyuhyun tidak menyangka Jein senekat ini. Kyuhyun terlalu menyepelekan Jein dan lupa jika Jein sangat keras kepala.
Ketika Kyuhyun sampai ke kondiumnya, Kyuhyun hanya bisa menggeram kesal ketika Jein menyambutnya sambil tersenyum licik dan istrinya tidak ada di Kondium yang artinya pesan yang Hagi kirim tidak main-main, Kyuhyun mulai cemas dan mulai berharap jika Hagi hanya keluar dari rumah bukan dari hidupnya.
__ADS_1
bersambung