
♡♡♡
Karena kadang luka lebih kuat dari kebahagiaan ketika kau mencintai seseorang
*
***
Sebagai Pangeran kerajaan Rubah juga satu-satunya pewaris kekuasaan menggantikan sang ayah, Kyuhyun sudah pasti menjalani masa-masa sulit entah itu menjadi target pembunuh bayaran mulai dari di racun, di tusuk atau di serang secara langsung semenjak Kyuhyun masih kecil atau menjadi target rasa iri dan cemburu banyak orang karena menjadi pangeran yang memiliki kecerdasaan dibandingkan pangeran kerajaan lain.
Hanya saja dari banyaknya kejadian sulit yang Kyuhyun alami, dia tidak pernah bermasalah dengan hubungan percintaan, sekalipun banyak putri kerajaan lain atau bahkan bangsanya sendiri yang mengejar juga menyatakan ketertarikannya pada Kyuhyun, Pangeran kerajaan rubah ini sama sekali tidak tertarik. Bukan karena ia takut terluka atau merasa trauma, hanya saja belum ada wanita yang begitu istimewa yang membuatnya jatuh hati.
Sekerang ketika Kyuhyun bangun dari pingsannya untuk pertama kali dalam hidup, Kyuhyun menangis untuk setiap memori yang sepertinya sempat hilang dalam ingatan, membuat Kyuhyun merasa menderita karena rasa sakit itu menyerang bukan hanya di ingatan dan hatinya tapi rasa sakit itu seolah menyerang setiap otot dan persendian di dalam tubuhnya.
"Kenapa? Kenapa harus ingatan rasa sakit yang aku ingat pertama kali tentang dia?" Sang Ratu yang dari awal tidak pernah meninggalkan putranya hanya bisa memeluk Kyuhyun sambil ikut menangis, dalam hati sang ratu meminta maaf pada putra kesayangannya, walaupun beliau tidak akan pernah menyesali keputusannya bahkan jika waktu bisa di putar ia akan memilih hal yang sama kembali untuk menyelamatkan Kyuhyun.
"Aku ingin bertemu dengannya... aku ingin melihatnya lagi ibu." Sang Ratu menatap Kyuhyun sedih, apa ingatan putranya sudah pulih kembali?
"Apa kau sudah mengingatnya? Kau seharusnya tidak mengingatnya karena jika iya semua akan sia-sia." Kyuhyun meremas dadanya sakit sambil menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tidak mengingat semuanya, yang dia ingat hanyalah ingatan rasa sakit dan kesedihan tentang gadis bernama Hagi, tapi anehnya sekalipun tidak ada satupun ingatan baik tentang gadis itu, Kyuhyun ingin melihat gadis itu di hadapannya, jika bisa dalam keadaan baik-baik saja dimana dia bisa memeluk gadis itu. Merasa aneh dengan ucapan ibunya Kyuhyun menatap penuh tanya pada sang ratu.
"Apa maksud ibu sia-sia? Ibu aku mohon kali ini kalian semua harus memberitahuku? Ibu tahukan salah satu syarat naik tahta adalah mengingat kembali setiap luka di masalalunya selama sebulan lebih di gua teratai agar di masa depan nanti setelah menjadi raja aku siap menjalani tugas yang lebih berat lagi di kemudian hari." Sang Ratu menatap Raja Rubah yang berdiri di belakangnya lalu menghelah nafas pelan tapi kemudian mengangguk kecil.
Walaupun masih berat, ratu rubah akhirnya bersedia memberitahukan Kyuhyun karena bagaimanapun Ratu Rubah sudah berjanji pada Hagi jika ia akan selalu memenuhi keinginan Kyuhyun di masa depan apapun itu.
"Baiklah ibu hanya akan menceritakan garis besarnya saja, karena seperti yang sudah kau tahu sebagian ingatan itu juga akan kau lihat saat pengangkatanmu menjadi Raja Rubah dalam waktu dekat ini. Intinya kau mencintai mahluk baik hati yang sangat di istimewakan sang pencipta, dia adalah salah satu putri tetua kerajaan rubah kita, hanya saja ada kesalahpahaman yang membuatmu harus berpisah dengannya, saat kembali bertemu lagi semua sudah banyak berubah hingga tidak mudah untukmu agar membuat mahluk cantik itu terus bersamamu karena jika kau terus bertahan dengannya kau akan mati nak. Itu kenapa aku dan gadis itu membuat perjanjian dengan mengorbankan ingatanmu sebagai balasannya agar kau bisa hidup lebih lama lagi." Kyuhyun memijat kepala pusing, sekarang ingatan yang Kyuhyun lihat di dalam mimpi terasa masuk akal, jadi gadis itu meninggalkan Kyuhyun juga Yeongji putra mereka juga merelakan ingatan tentangnya di hati Kyuhyun semua itu di lakukan hanya agar Kyuhyun tidak mati.
Mengingat kembali ingatan terakhirnya yang menyakitkan Kyuhyun tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya, air mata mulai keluar lagi membuat ratu rubah kembali mengigit bibir cemas.
"Izinkan aku sendirian dulu, bisakah kalian keluar." Kyuhyun memalingkan wajah dari kedua orang tuanya agar tidak terlihat lemah karena menangis, walaupun tetap saja dia butuh waktu sendiri sekarang, seolah mengerti Raja Rubah membantu ratu untuk berdiri dari duduknya dan meninggalkan Kyuhyun sendirian.
__ADS_1
Kyuhyun kembali berusaha berbaring menutupi seluruh tubuhnya yang seolah panas dingin menahan tangis, tapi seolah tidak ada artinya Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya sambil menggertakan kedua rahangnya kuat-kuat lalu menangis dalam sunyi.
"Sekarang kau hanya meninggalkan ingatan yang menyakitkan untukku... tapi kenapa aku tetap ingin melihatmu sekarang di hadapanku, bahkan jika itu hanya untuk menangis bersama aku tidak keberatan... jadi aku harus bagaimana Hagi... kau bahkan bukan seseorang yang berarti di ingatanku karena kau yang menghapusnya sendiri... jadi kenapa kau harus memberi celah agar aku mengingatmu lagi..." sekarang rasa sakit, rindu seolah bercampur dengan amarah dan kebencian karena luka dan rasa di tinggalkan membuat Kyuhyun semakin meremas rambutnya kuat-kuat menahan kesedihan di hatinya hingga akhirnya karena kelelahan Kyuhyun kembali tertidur.
Saat membuka mata Kyuhyun melihat gadis itu ketakutan, berusaha tegar menatap kesekelilingnya yang gelap gulita, Kyuhyun tidak terlalu ingat apa yang terjadi hanya saja ketika membuka mata dia sudah bergelantungan di atas pohon yang lingkungannya di penuhi pohon bambu.
"Aku disini, dimana kalian, mana suamiku." Gadis itu berteriak berusaha mencari seseorang si tempat itu.
"Jika kalian tidak keluar aku akan pulang sekarang juga." Ketika tidak ada lagi jawaban, gadis itu berniat pergi hanya saja darah yang menetas di pipinya membuat gadis itu menatap horor kearah Kyuhyun lalu menjerit takut hingga terduduk di tanah.
Tapi seolah sadar siapa yang bergelantungan di hadapannya gadis itu semakin terkejut lalu kembali berdiri dan mulai menangis.
"Ya Tuhan siapa yang melakukan hal ini padamu... kau sudah berjanji tidak akan berdarah lagi." Gadis itu berusaha melepas ikatan di tangan Kyuhyun yang wajahnya nampak babak belur tapi ikatan itu terlalu kuat dan terlalu tinggi untuk gadis itu membuatnya semakin menangis sedih.
"Maafkan aku..." entah kenapa Kyuhyun meminta maaf pada gadis itu, seolah menyadari rasa sakit gadis itu sekalipun sebenarnya dialah yang banyak terluka sekarang. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil terisak kecil.
"Aku mohon jangan sakiti dia, jangan sakiti suamiku." Isak gadis itu sambil berlutut dan menangkupkan kedua tangan di dada, sesekali gadis itu menatap ke atas kepalanya lalu semakin terisak ketika melihat Kyuhyun menggeram kesakitan.
Hingga tiba-tiba seseorang muncul dari kegelapan membuat gadis itu memicingkan matanya tapi ketika orang itu semakin jelas gadis itu menatap orang itu tidak percaya. Seorang pria kini menatap gadis itu dengan penuh kebencian seolah ada dendam di antara keduanya.
"Tadinya aku tidak percaya jika Pangeran ketiga bermaksud membunuh Kyuhyun karena aku, tapi setelah semua ini aku lebih tidak percaya lagi karena Pangeran begitu kejam pada adik sendiri." Ucapan gadis itu hanya di balas senyum mengejek dari pria asing itu yang perlahan mendekat kearahnya.
Keduanya terlibat percakapan yang Kyuhyun kurang jelas untuk bisa mendengarnya, hingga beberapa menit kemudia pria lain datang dalam kegelapan dan mengambil alih percakapan dengan gadis itu, seolah tidak menyukai jawaban gadis itu, pria yang baru datang itu mulai mencekik gadis itu membuat Kyuhyun merasakan amarah luar biasa.
"Sialan... lepaskan dia." Geram Kyuhyun sambil berusaha melepaskan ikatan di tangannya. Tapi pria itu hanya mencekik gadia itu semakin kuat.
__ADS_1
"Kau seharusnya langsung memberitahuku jika kau tahu, tapi sekalipun kau tidak memberitahuku aku masih bisa menarik jiwamu secara paksa lagi pula aku tidak peduli kau kembali keasalmu atau tidak." Saat itulah pria itu membuat segel lain di tangannya yang tidak mencekik gadis itu lalu mulai menarik jiwa gadis itu secara paksa. Gadis itu bisa merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit bagai di tusuk ribuan jarum.
Kyuhyun semakin gencar menggoyangkan badannya agar bisa melepas tali di tangannya, tapi semua terasa sia-sia dan ketika Kyuhyun menatap gadis itu yang semakin kesakitan karena jiwanya hampir keluar, Kyuhyun menutup mata frustasi.
"Tidak ada cara lain."
Kyuhyun membaca mantra lalu seolah baru mengisi tenaganya Kyuhyun melepas ikatan di tangannya dengan mudah lalu menyerang pria itu tanpa ampun, pria itu langsung terlempar jauh dengan luka parah di dadanya, sementara gadis itu terjatuh dalam pelukan Kyuhyun dengan kondisi hampir tidak sadarkan diri.
"Kyuhyun_ssi... maafkan aku..." gumam gadis itu pelan yang di balas gelengan cepat dari Kyuhyun.
"Tidak akulah yang seharusnya minta maaf, seharusnya aku bergerak lebih cepat." Gadis itu tersenyum kecil lalu menatap Kyuhyun heran.
"Sepertinya bukan hanya aku saja yang menyembunyikan sesuatu." Kyuhyun tersenyum sambil meneteskan air mata, Kyuhyun juga menggenggam tangan gadia itu erat lalu mencium tangannya lembut.
"Begitulah, akan kuceritakan nanti. Sekarang ayo kita pulang." Gadis itu mencengkram baju Kyuhyun pelan.
"Eomma pasti akan memarahiku." Kyuhyun sekali lagi memeluk gadis itu semakin erat.
"Tidak, kita tidak akan pulang kesana. Kita harus pulang ke kerajaanku, disini sudah tidak aman. Jaerim sudah mengetahui semuanya dia akan melaporkan hal ini pada dewa tertinggi." Gadis itu menatap Heran kerah Kyuhyun ingin bertanya tapi sudah tidak memiliki tenaga.
"Nanti akan ku jelaskan, sekarang tidurlah aku akan membawamu kekerjaanku." Tidak sanggup menahan lagi kesadarannya gadis itu hanya bergumam kecil lalu pingsan dalam pelukan Kyuhyun yang langsung memangku gadis itu dalam pelukannya.
"Kau... kau seharusnya sudah mati." Ucapan pelan dari Jaerim membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menatap Jaerim murka.
"Kalau kau berpikir aku bisa mati semudah itu kau salah. Untuk kejadian hari ini akan kupastikan kau menerima balasannya. Katakan pada dewamu itu aku siap berperang jika dia masih mengusik istriku." Setelah mengucapkan hal itu Kyuhyun pergi meninggalkan Jaerim yang untuk berdiri saja tidak sanggup.
Lagi Kyuhyun terbangun dari mimpi panjang, tangannya langsung terulur kedada lalu tanpa daya air mata kembali menetes di pipinya, rasa sakit menatap gadis di dalam mimpinya yang tidak lain adalah Hagi sambil meregang nyawa masih begitu terasa menyakitkan hingga sekarang.
"Sialan..." Kyuhyun mengumpat kasar, sepertinya kisah cintanya tidaklah mudah bahkan jika itu harus berurusan dengan Jaerim kaki tangan sang dewa tertinggi. Tapi dengan mimpinya kali ini Kyuhyun bisa bertanya pada orang lain tentang apa yang dulu pernah terjadi.
__ADS_1
bersambung