My Eternal Love

My Eternal Love
Anger Of The Higher Goddes


__ADS_3

Hai aku lanjut maaf banget karena aku baru nulis kembali, kemarin cerita ini sudah kutamatkan di komputer lewat MW tapi salahku yang nggak ku simpan di USB dan Laptopku rusak.



Alhasil tulisanku raib semua, dan untuk bisa menulis kembali sangat sulit. Jadi aku memutuskan melanjutkan ceritaku dengan kembali menyicilnya.



Harap di maklumi.



Masih ada typo



Happy reading.



****



Kerajaan Langit selalu menjadi tempat yang tenang selama 3 tahun terakhir, Sang Dewa tertinggi lebih sering menghabiskan waktunya di pengasingan atau begitulah yang di sebarkan oleh para dayang istana Sang Dewa tertinggi. Namun nyatanya Donghae sibuk memperhatikan cermin langit yang memiliki pandangan tanpa batas, bukan hanya dunia para dewa tapi bahkan keseluruhan alam semesta beserta keberagaman dimensinya.



Tapi yang menarik perhatianya sekarang adalah dunia manusia yang di huni oleh manusia yang sudah membuat perjanjian dengannya. Sedikit kesal karena perkembangan kelahiran gadia yang ia cintai terlalu lama.



"Dasar bodoh... sampai kapan kau bertindak ***** seperti itu, jika kau tidak mau akan aku berikan gadismu pada pemuda lain." Donghae menggerutu panjang lebar dengan kekesalan yang mampu memanggil petir di siang hari, saat pemandangan di kaca semesta tidak membuatnya senang.



Keributan di luar istananya semakin membuat Donghae kesal, menutup pemandangan kaca semesta Donghae melangkah keluar paviliunnya hanya untuk melihat Jaerim terlempar dari arah gerbang istananya. Saat tahu siapa yang menghajar tangan kanannya Donghae hanya mendengus kesal.


__ADS_1


"Apa sudah waktunya? Ternyata kau cukup lama mengingatnya." Donghae menatap acuh tak acuh mahluk berjenis kelamin pria yang terlihat marah di hadapannya.



"Sepertinya kau tahu betul alasan aku datang kemari." Kyuhyun menggertakan rahangnya kuat-kuat berusaha menahan amarah ketika menyadari jika ternyata hanya dialah yang tidak tahu apa-apa selama ini, bahkan rival abadinya justru seolah mengetahui semuanya. Donghae mendengus kesal dia bukannya tidak mau memberitahu rivalnya ini hanya saja Sang Pencipta sudah menggirim utusan ke istana Donghae dan mengatakan untuk tetap diam dan menunggu waktu yang tepat setidaknya hingga Kyuhyun memiliki sedikit bocoran di ingatannya.



"Jangan salahkan aku, kau bisa bertanya pada Sang Pencipta kenapa aku harus menunggu lama untuk memberitahumu beberapa informasi dan menunda kelahiran kekasihku kembali." Donghae melipat tangannya kesal sambil menatap Kyuhyun dengan pandangan jengkel sedangkan Kyuhyun mengerutkan keningnya antara kesal, marah juga bingung. Apa hubungannya dengan kelahiran kembali kekasih Donghae dengan ingatannya yang hilang?



"Sudahlah kau masuk dulu, aku akan menjawab apapun pertanyaanmu, Jaerim siapkan teh untuk kami berdua." Tanpa berbalik kembali Donghae masuk kedalam istananya di susul oleh Kyuhyun yang walaupun sedikit ragu masuk secara perlahan.



Keduanya duduk saling berhadapan tidak ada yang memulai pembicaraan hingga akhirnya Jaerim membawa teh untuk keduanya minum. Donghae meminum tehnya perlahan sedangkan Kyuhyun masih memandangnya tajam, dia butuh penjelasan lain dari Donghae karena ingatan lain tentang Hagi ada sangkut pautnya dengan Sang Dewa tertinggi di hadapannya.



"Baiklah kau bebas bertanya, tapi aku belum tentu bisa menjawab semuanya karena utusan Sang Pencipta membatasi informasi yang akan aku berikan padamu, ini menyangkut perjanjian kekasihmu dengan sang pencipta." Donghae meletakan cangkir tehnya di meja lalu menatap Kyuhyun dingin.




"Kau harus menjelaskan di bagian mana aku ingin membunuh Hagi? Aku hanya menjelaskan pertanyaan yang benar-benar detail saja." Kyuhyun menggeram kesal, ingatannya hanyalah pecahan-pecahan menyakitkan yang tidak sempurna. Yang Kyuhyun ingat Jaerim berusaha membunuh Hagi sebelumnya agar kekasih Donghae tetap hidup.



"Aku melihat Jaerim berusaha menarik jiwa Hagi sebelumnya, Jaerim berkata jika Hagi hanya parasit saat itu." Donghae kembali meminum tehnya lalu menatap Kyuhyun kesal, sangat ingin menumpahkan semuanya jika saja dia tidak di batasi oleh sang utusan.



"Saat itu aku tidak tahu jika hukuman kekasihku akan bersinggungan dengan perjanjian yang di buat oleh Hagi, terakhir aku mendapat informasi dari ayahmu jika kekasihku hanya mendapat keringanan hukuman tanpa informasi yang menyatakan jika keringanan hukuman itu datang dari Hagi, jadi wajar saja jika aku marah pada jiwa manapun yang menghambat dan juga menghancurkan takdir terakhir dari hukuman yang kekasihku terima. Keinginan untuk cepat bersamanya terlalu mendesak hingga aku tidak akan terlalu memikirkan jiwa lain yang berusaha mengacaukan hukuman terakhir kekasihku, aku berusaha mengirim jiwa itu kembali tapi Jaerim bilang jiwa itu seolah tidak mau pergi jadi jaerim berniat menghancurkan jiwanya."  Kyuhyun mengerutkan keningnya pening, informasi yang ia dapat tidak lengkap sama sekali, potongan-potongan baru membuat pikiran Kyuhyun semakin rumit.



"Perjanjian? Hukuman? Aku tidak mengerti apa maksudmu?" Kyuhyun menatap bingung kearah Donghae yang hanya bisa menggeram marah, sial Donghae benar-benar marah jika ingat kalau mahluk di hadapannya sama sekali tidak ingat kejahatan juga kesialan yang ia bawa bagi orang yang ia cintai dan Donghae menjadi salah satu yang terkena imbasnya.

__ADS_1



"Perjanjian apa aku juga tidak tahu detailnya,  Hagi terlalu berani dengan membuat banyak sekali perjanjian dengan Sang Pencipta, soal hukuman aku yakin kau akan mengingatnya nanti saat kenaikan posisimu sebagai Raja Rubah. Aku tahu betul jika ingatanmu yang bocor sekarang adalah salah satu pertanda jika kau akan menerima tahta kerajaan Rubah dalam waktu dekat dan aku cukup senang karena yang akan kau ingat hanyalah kenangan buruk saja kau tidak pantas mengingat kenangan manis apapun setelah perbuatan bodoh yang kau lakukan di masa lalu." Donghae tersenyum licik membuat Kyuhyun kembali menggertakan rahang sambil menatap tajam kearah Donghae, kedua tanganya mengepal kuat berusaha menahan amarah yang memanas di hatinya. Tapi walaupun begitu Kyuhyun berusaha menahan amarahnya dia masih butuh informasi dari Donghae.



"Sebenarnya kesalahan apa yang aku perbuat hingga memuat kekasihmu ikut di hukum?" Kali ini Donghae mulai kehilangan ketenangannya kembali, pertanyaan Kyuhyun membangkitkan petir, guntur juga badai di dunia manusia. Tanpa aba-aba Donghae menyerang Kyuhyun yang sukses membuat Kyuhyun tersudut jika saja Jaerim tidak mencegah Donghae melukai leher Kyuhyun, Sang Dewa Tertinggi pasti akan di hukum oleh Sang Pencipta.



"Yang Mulia bersabarlah, ingat jika Rubah ini di bunuh nona Hyunmie tidak akan bisa menjadi istrimu." Donghae menarik nafas panjang lalu melepaskan cekikan di leher Kyuhyun kesal.



"Kau harus bersyukur karena di cintai oleh Rubah biru itu, jika tidak dengan kesalahan yang kau perbuat pada kekasihku aku tidak akan mengizinkan jiwamu tetap utuh. Kau bukan hanya memperkosa kekasihku tapi juga membuat dia bunuh diri kau pikir kenapa gadia baik-baik seperti Hyunmie harus di hukum?" Donghae berteriak sambil menatap Kyuhyun penuh kebencian sedangkan Kyuhyun hanya bisa menatap kosong kearah lantai seolah jiwanya menghilang dari raganya. Tidak mungkin, dia tidak mungkin sebejad itu dengan memperkosa seorang gadis yang sudah menjadi milik orang lain.



Melihat Kyuhyun yang terlihat Shock Donghae hanya mendengus kesal, dia bisa saja memberitahukan alasan kenapa Kyuhyun memperkosa kekasihnya tapi Donghae ingin memberikan sedikit pelajaran pada Kyuhyun agar sedikit menderita.



"Sepertinya aku sudah tidak ingin menjawab apapun pertanyaanmu, jadi silahakan Pangeran Rubah pergi dari istanaku." Donghae memunggungi Kyuhyun sambil menahan emosinya, sedang Kyuhyun tampak berdiri linglung sambil meninggalkan istana Dewa tertinggi Donghae.



Informasi yang Kyuhyun dapatkan sama sekali tidak membantu, kesedihan, rasa sakit juga rasa bersalah di hati Kyuhyun malah semakin bertambah, Dia memang mendapatkan beberapa informasi tentang Hagi tapi lagi-lagi semua hanyalah rasa sakit tidak ada kebahagiaan sama sekali.



Berjalan tidak tentu arah Kyuhyun tidak menyadari jika dia sudah bukan lagi di tanah para dewa, tanpa Kyuhyun sadari dia sudah masuk ke dimensi perbatasan dimana dulu Kyuhyun pernah menjadi Pengeran kelima, salah-satu tempat yang juga Kyuhyun lupakan.



bersambung



__ADS_1




__ADS_2