
Matahari mulai muncul menyinari lembah yang menjadi Kerajaan Rubah, tapi di taman kerajaan seseorang masih berdiri sejak semalam menatap kosong kedepan tanpa berniat untuk istirahat. Semua orang khawatir tapi tidak membuat Kyuhyun beranjak dari sana, tepatnya sejak semalam dia dan Hagi bertengkar.
Kyuhyun akhirnya memejamkan mata lalu menggosok wajahnya frustasi, dia tidak tahu harus bagaimana agar Hagi tidak pernah berfikir untuk pulang ke dunianya. Sekalipun Hagi tahu dia hamil Hagi tetap berniat untuk pulang bahkan sebelum Kyuhyun menceritakan semuanya, Kyuhyun takut jika Hagi tahu semuanya Hagi bukan hanya ingin pulang tapi bisa saja membencinya.
"Apa kau tidak mencintaiku lagi Hagi_ya..."
Kyuhyun bergumam dalam hati lalu kembali menatap kosong taman yang kini perlahan tersinari mentari pagi, Kyuhyun tidak menyadari sejak tadi ada seseorang yang menatapnya dari kejauhan dengan ekspresi sendu lalu perlahan mendekat kearah Kyuhyun.
"Kau harus istirahat, butuh tenaga besar untuk bisa menaklukan istrimu itu." Ucapan tersebut membuat Kyuhyun berbalik lalu menatap Raja Rubah sambil tersenyum miris.
"Dia menghukumku terlalu berat, dia tahu aku mencintainya." Raja Rubah menggelengkan kepalanya tidak setuju lalu menepuk bahu Kyuhyun pelan.
"Tidak, dia hanya ingin kau lebih berusaha setelah dengan rela hati begitu mudahnya mencintaimu dulu. Nak, kau harus ingat jika dialah yang mempermudah hukumanmu, dia juga yang membuatmu lepas dari tungku api abadi sehingga jiwamu tidak hancur, dia juga memberikan kesempatan hidup abadinya padamu melalui mutiara biru yang kini ada di tubuhmu. Jadi jangan pernah sekalipun menyalahkannya kau tahu itu." Kyuhyun memejamkan matanya lalu terduduk di kursi taman sambil memegang kepalanya.
Kyuhyun tidak akan lupa hal itu, penjelasan ayahnya kemarin membuat Kyuhyun merasa paling bodoh sedunia, tapi sesuai apa kata ayahnya dia harus bisa menebusnya apapun yang terjadi. Salah satunya adalah sekarang, kenyataan jika bisa saja Hagi pergi kapan saja ia mau membuat Kyuhyun takut karena Kyuhyun tidak mungkin bersama Hagi lagi, lalu bagaimana dengan anak mereka yang kini sedang Hagi kandung? Bagaimana jika apa yang di katakan Donghae benar jika Hyunmie bisa saja membalas dendam padanya dengan membunuh anak di dalam kandungannya untuk menghancurkan hati Kyuhyun. Membayangkannya saja sudah membuat Kyuhyun ketakutan.
"Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak tahu agar Hagi bisa terus bersamaku disini, dia terus memaksa untuk pulang, aku bahkan tidak tahu apakah Hagi tahu cara dia pulang jika iya aku harus bagaimana? Aku hanya bisa mengurungnya seperti sekarang ayah." Raja Rubah menghelah nafas lalu duduk di samping Kyuhyun.
"Mengurungnya hanya akan membuatnya semakin tidak menyukaimu, berusahalah lakukan apa yang dulu kau lakukan padanya mungkin dia bisa mencintaimu lebih tulus dari sebelumnya dan berpikir ulang untuk pulang ke dunianya." Kyuhyun menatap Raja Rubah sendu lalu memgangguk pelan.
"Terimakasih ayah..." sekali lagi Raja Rubah menepuk bahu Kyuhyun lalu tersenyum kecil.
"Sekarang cobalah untuk beristirahat lalu mulailah merayunya, kau punya cukup banyak waktu untuk mempertahankan istrimu itu."Kyuhyun nampak berpikir lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku akan langsung kekamar istriku dulu." Raja Rubah tertawa kecil lalu mengangguk pelan.
"Baiklah kalau kau ingin memulainya sekarang." Kyuhyun tersenyum kecil, sebelum pergi Kyuhyun memberi hormat pada Raja Rubah lalu bergegas menuju kamar Hagi.
__ADS_1
Ketika Kyuhyun masuk ke kamar Hagi, istrinya itu masih terlelap tidur. Perlahan Kyuhyun mendekat lalu duduk di samping Hagi, untuk beberapa saat Kyuhyun menatap Hagi yang masih terlelap tidur tapi kemudian ikut berbaring di samping Hagi sambil masih terus menatap Hagi yang kebetulan juga tidur menyamping kearah Kyuhyun.
Selain rambut tidak ada yang berubah sama sekali dengan Hagi, gadis ini masih secantik dulu, kadang Kyuhyun merindukan mata coklat tua milik Hagi tapi Kyuhyun juga bisa begitu terpesona dengan mata lavender keemasan milik Hagi, bahkan ketika istrinya itu tidur Kyuhyun tidak kuasa untuk memeluk Hagi dan itulah yang Kyuhyun lakukan.
Perlahan Kyuhyun menyelipkan lengannya di bawah tengkuk Hagi lalu menarik Hagi pelan dalam dekapannya. Kyuhyun mendengar erangan kecil milik Hagi yang juga merapat kearahnya, hal itu membuat Kyuhyun tersenyum kecil kejadian seperti ini sama seperti ketika malam pertama setelah pernikahan mereka di kerajaan Hanyeol dulu, Hagi yang memeluknya dengan erat membuat Kyuhyun terjaga semalaman. Sekarang mungkin karena Kyuhyun tidak banyak beristirahat belakangan ini akhirnya setelah mendapat kenyamanan dari memeluk istrinya, Kyuhyun tertidur sambil tersenyum kecil.
****
Hagi berjalan di padang Lily dengan ekspresi terluka, perlahan dia menangis sambil meremas dadanya yang terasa sakit tapi Hagi masih terus berjalan hingga ia menemukan sebuah goa kecil di antara luasnya padang ilalang. Hagi ragu untuk masuk tapi sambil berusaha menghentikan tangisannya Hagi perlahan masuk.
Tapi baru saja Hagi masuk beberapa langkah kedalam goa suara desah bergairah dan isak tangis muncul dari arah goa membuat Hagi membeku seketika, dengan tubuh bergetar Hagi tetap masuk kedalam goa dan dengan mata kepalanya sendiri Hagi melihat pria yang ia cintai kini sedang bercinta dengan adik kandungnya sendiri.
Suara mereka bagai sayatan-sayatan menyakitkan di hati Hagi yang hanya bisa menutup mulut dengan linangan air mata, Hagi bersandar di dinding goa sambil masih menatap dua orang yang ia cintai mengkhianatinya dengan perasaan tercabik-cabik, hingga akhirnya adiknya itu menatap kearah Hagi sambil menggelengkan kepala menyangkal semuanya.
"Kenapa kalian jahat sekali..."
Suara memanggil dengan goncangan kuat di bahunya menyadarkan Hagi dari mimpi menyakitkan yang membuatnya menangis, Hagi masih terisak saat menatap Kyuhyun yang memeluknya erat dan menatapnya dengan kekhawatiran yang membuat Hagi semakin terisak sedih. Sialan mimpi tadi benar-benar meledakan emosi yang Hagi tahan. Tanpa banyak bicara Hagi hanya menangis sepuasnya dalam pelukan Kyuhyun yang kehabisan kata-kata dan hanya memeluk Hagi semakin erat walaupun sesekali Hagi memukuli punggungnya kuat-kuat.
"Maafkan aku... jangan marah lagi... jangan menangis..." gumaman Kyuhyun hanya membuat tangisan Hagi semakin keras walaupun merasa heran dengan dirinya sendiri Hagi menyadari ia merasa lega bisa menangis sekuat ini karena ketika dalam mimpi Hagi merasakan rasa sakit luar biasa karena tidak bisa mengeluarkan suaranya saat menangis. Hanya mimpi tapi kenapa Hagi merasakan jika Hagi memang benar-benar pernah mengalaminya dan rasanya sakit luar biasa.
Kyuhyun yang menyadari jika Hagi justru semakin keras menangis semakin panik, Kyuhyun bingung harus bagaimana dia tidak memiliki pengalaman menenangkan seseorang yang menangis di dalam mimpi. Tidak tahu harus bagaimana lagi Kyuhyun akhirnya merangkum wajah Hagi dengan kedua tangannya lalu menarik wajah Hagi dan mencium Hagi dengan frustasi, dan ternyata lumayan efektif ciuman Kyuhyun berhasil membuat Hagi menghentikan isak tangis Hagi secara perlahan.
Sayangnya Kyuhyun terlalu terbawa suasana hatinya yang masih kacau hingga ciuman menghibur itu berubah menjadi gairah yang menyulut kerinduan Kyuhyun untuk menyentuh Hagi, ketika sadar jika Kyuhyun mulai berlebihan Hagi mendorong Kyuhyun kesal tapi hanya berhasil membuat Kyuhyun menjauh beberapa senti dari wajah Hagi.
"Apa yang kau lakukan? Kau mencuri kesempatan dariku, aku masih marah padamu." Hagi mengutuk diri sendiri ketika suara yang ia keluarkan terlalu lemah dari pada yang ia sadari, tapi Kyuhyun justru mencengkram kedua tangan Hagi di atas kepalanya membuat Hagi semakin panik.
__ADS_1
"Aku tidak suka kau menangis... aku melakukan hal ini agar kau tidak marah lagi padaku." Sebelum sempat menjawab Kyuhyun sudah kembali mencium Hagi membuat Hagi memutar bola matanya kesal tapi Hagi langsung menutup matanya ketika Kyuhyun memasukan lidahnya kemulut Hagi, sial tubuhnya kini mengigil juga sesak nafas.
Hagi marah pada diri sendiri karena selalu terpengaruh dengan sentuhan Kyuhyun dan Hagi semakin tidak berdaya ketika tangan Kyuhyun mulai menjelajahi tubuhnya, Hagi bisa bernafas ketika Kyuhyun mulai mengigit bahunya pelan.
"Kyu... hentikan... kita masih harus berbicara." Hagi berusaha berbicara tepat di telinga Kyuhyun membuat Kyuhyun menghentikan aksinya lalu menatap Hagi dengan mata biru Kyuhyun yang membuat Hagi terdiam, terpesona, lagi-lagi Hagi terpesona dengan mata biru Kyuhyun.
"Aku sudah bilang... aku akan menceritakan semuanya setelah bayi kita lahir. Sekarang beri aku kesempatan untuk membuatmu berubah pikiran tentang kepulanganmu ke duniamu itu. Lagi pula apa kau tahu cara untuk pulang?" Hagi menggeleng cepat, bagaimanapun Hagi tidak bisa selamanya tinggal disini, ibunya masih menunggu di rumah sakit secinta apapun Hagi pada Kyuhyun apa lagi namja ini penuh rahasia.
"Kau tidak akan bisa menahanku dengan apapun bahkan dengan bercinta sekalipun dan aku tidak akan memberitahumu sekalipun aku tahu cara untuk pulang." Kyuhyun menatap sendu kearah Hagi perlahan Kyuhyun meletakkan keningnya di kening Hagi.
"Aku bukan hanya akan bercinta denganmu untuk menahanmu disini tapi jika perlu akan ku berikan semua yang kumiliki padamu termasuk tubuhku bahkan jika perlu jiwaku. Apapun Hagi asal bisa bersamamu. Kau juga tidak perlu memberitahuku bagaimana kau bisa pulang karena akan ku pastikan kau tidak akan pernah mau pulang karena aku mungkin bisa gila jika kau benar-benar pulang" Hagi mengigit bibirnya kesal karena semakin luluh dengan ucapan Kyuhyun.
"Kalau begitu beritahu aku semuanya aku tidak bi___" Hagi belum selesai ketika nafasnya kembali tercekat ketika Kyuhyun kembali menjelajahi tubuh bagian bawahnya dengan jari-jari dinginnya, sambil mengerang frustasi Hagi menatap Kyuhyun kesal.
"Kyu... kau jahat..." kali ini senyum mengejek terlihat di wajah Kyuhyun, sebelum kembali mencium Hagi Kyuhyun berbisik pelan.
"Tapi kau menyukainya..." dan hari itu keduanya kembali tidak berdaya dengan gairah dan kerinduan masing-masing, Hagi kalah dan Kyuhyun menang telak terlebih saat matahari mulai tenggelam Hagi kembali memeluk Kyuhyun erat sambil berbisik pelan.
"Kau menyebalkan... kau terus membuatku terkapar di ranjang." Kyuhyun meringis kecil lalu memeluk Hagi erat dia tahu dia salah tapi Kyuhyun juga bingung harus bagaimana untuk menahan gadis ini selain dengan mengajak Hagi bercinta sampai lelah, hanya saja Kyuhyun mulai khawatir dengan bayi mereka.
"Jangan tidur dulu... kau belum makan..." Hagi menatap Kyuhyun tajam membuat Kyuhyun kembali meringis kecil.
"Kau tahu kenapa aku tidak makan seharian ini." Kyuhyun menghelah nafas lalu menarik Hagi agar duduk.
"Maaf... aku akan menyiapkan makanan untukmu." Sebagai jawaban Hagi hanya mengangguk pelan, walaupun dia ingin kembali bertanya Hagi memilih diam jika akhirnya harus terkapar di ranjang lagi seperti sekarang karena sepertinya Hagi mencium rencana Kyuhyun yang akan melakukan hal itu kembali jika Hagi kembali bertanya. Sudahlah, untuk sekarang mungkin Hagi sebaiknya memang harus bersabar, walaupun merasa bersalah pada ibunya juga Hyunmie.
__ADS_1
bersambung