My Eternal Love

My Eternal Love
Dont Cry


__ADS_3

Dewa tertinggi mengepalkan kedua tangannya kuat ketika Jaerim datang dengan informasi baru yang ia dapatkan, walaupun masih belum jelas ia menyadari sesuatu jika ada kemungkinan ada jiwa lain yang menggunakan tubuh kekasihnya.



Dari informasi yang Jaerim dapatkan, dewa tertinggi akhirnya tahu kenapa selama ini dia tidak bisa menemukan keberadaan kekasihnya dan membayangkan semua itu membuatnya semakin marah.



"Beraninya mereka memasung Hyunmie." Dewa tertinggi menggebrak meja di hadapannya keras hingga terbelah menjadi dua, Jaemin mundur selangkah tanpa banyak bicara dia tahu pasti akan jadi seperti ini.



"Mereka bukan hanya berlindung di bawah kekuasaan Raja Rubah untuk menghinaku tapi berani membuat kekasihku di pasung selama sepuluh tahun." Dewa tertinggi semakin murka membuat langit berubah menjadi gelap kali ini Jaerim mulai cemas lalu kembali mendekat kearah Dewa tertinggi.



"Dua puluh tahun adalah batas segel itu di kunci Dewa, nona Hyunmie akan mengingat kembali kehidupan masa lalunya setelah berumur 20 tahun tapi sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menembus penghalang Raja Rubah untuk membawa nona Hyunmie dari kediaman Kim." Dewa tertinggi menggelengkan kepalanya lalu menarik nafas tajam.



"Tidak masalah kita bukan hanya itu, jika yang kau katakan benar jika Hyunmie sudah menikah ada kemungkinan Hyunmie hamil dan bayinya akan menjadi segel permanent untuk ingatan Hyunmie bukan hanya ingatannya tapi juga kekuatan yang di miliki Hyunmie akan terserap oleh bayinya. Kita harus bergerak cepat untuk mengambil Hyunmie sebelum kemungkinan itu terjadi." Jaerim berdeham kecil lalu menatap sang Dewa ragu membuat Dewa tertinggi memicingkan matanya.



"Ada apa?" Jaerim sekali lagi berdeham kecil masih ragu harus mengatakannya atau tidak.



"Jika di lihat terakhir kali nona Hyunmie sudah jatuh hati pada suaminya sekarang Dewa, jadi ada kemungkinan penyempurnaan pernikahan sudah terjadi." Kali ini sebuah vas bunga setinggi satu meter yang menjadi sasaran amarah sang dewa. Jaerim hanya meringis kecil ketika salah satu pecahan vas mengenai kakinya.



"Ini jelas bukan Hyunmie, dia tidak mungkin mengkhianatiku pasti ada jiwa lain di tubuh Hyunmie dan tugasmu sekarang cari tahu darimana dan bagaimana jiwa itu masuk ke tubuh Hyunmie aku tidak akan membiarkan semua ini berlarut-larut aku yakin ini juga alasan kenapa aku tidak bisa merasakan jiwa Hyunmie sekalipun gadis itu tidak di dalam mantra pelindung Raja Rubah." Jaerim hanya membungkuk menghormat lalu pergi dari hadapan Sang dewa, dia harus kembali memutar otak untuk keinginan Sang Dewa, sial sungguh tidak menyenangkan menjadi bawahan dewa pemarah yang satu ini, walaupun sebenarnya sang Dewa hanya marah jika itu sudah menyangkut Hyunmie dan ini sudah berlangsung selama lebih dari ratusan tahun. Sang dewa selalu memastikan jika Hyunmie hidup senang setiap terlahir kembali walaupun tanpa pasangan hingga tua.



Jaerim sempat senang karena akhirnya hukuman Hyunmie akan berakhir di kehidupannya yang sekarang tapi tiba-tiba saja gadis itu menghilang dari pantauannya 10 tahun lalu dan memberi banyak tekanan untuk Jaerim karena sang Dewa jadi lebih pemarah dari pada sebelumnya.



"Ada untungnya aku memanfaatkan ambisi Pangeran ketiga, aku tidak terlalu pusing memikirkan banyak hal. Cukup berbohong sedikit dan dia langsung percaya padaku." Jaerim terseyum licik lalu bersiap kembali kekerajaan Hanyeol, bermodalkan sedikit informasi dan sedikit kebohongan dia bisa mendapatkan berkali-kali lipat hanya karena menggandalkan ambisi seseorang.



***



Changmin menghelah nafas ketika melihat kekeras kepalaan Kyuhyun ketika memaksa untuk kembali berlatih pedang padahal Kyuhyun baru saja sembuh dan itu masih harus banyak istirahat, walaupun sebenarnya Changmin sudah di izinkan untuk mengambil istirahat lebih, Changmin tentu saja tidak bisa dan tidak mau melakukannya ketika Kyuhyun sendiri justru malah kembali berlatih entah untuk apa.

__ADS_1



Changmin sedikit senang ketika tiba-tiba Hagi sudah ada di sampingnya sambil berkacak pinggang, selama ini Changmin tidak terlalu memperhatikan tapi wanita yang menjadi istri sahabatnya ini ternyata sangat imut dan aktif jangan lupa sama-sama keras kepala seperti Kyuhyun.



"Sebenarnya kenapa dengan dia, aku sudah memintanya untuk diam di kamarnya kenapa dia kembali berlatih." Hagi menggerutu panjang lebar lalu melangkah ke arah arena tanpa Changmin berniat menghentikannya karena jujur saja Changmin juga ingin Kyuhyun kembali beristirahat dan tidak memaksakan diri seperti sekarang.



Hagi melangkah dengan cepat lalu berdiri tepat di sasaran yang Kyuhyun gunakan untuk berlatih pedang kayu dan Kyuhyun hampir saja mengayunkan pedangnya jika tidak dengan cepat mundur dan berbalik karena terkejut.



"Apa yang kau lakukan, aku hampir mengenaimu tadi." Geram Kyuhyun kesal, Hagi hanya merajuk kesal lalu melipat tangan di dada.



"Aku menyuruhmu untuk istirahat bukannya berkeringat di sini, kembali kekamar sekarang juga aku tidak mau lukamu yang baru kering kembali terbuka." Kyuhyun menarik nafas panjang lalu tersenyum kecil dia tiba-tiba saja memeluk Hagi dengan erat, membuat Hagi terkejut bukan main mereka ada di arena berlatih sekarang yang benar saja.



"Yak, lepaskan aku, kau bau keringat." Teriakan Hagi serta rontaannya justru semakin membuat Kyuhyun memeluk Hagi semakin erat, bisikan Kyuhyun selanjutnya membuat Hagi membeku di tempat.



"Tapi kau jelas menyukainya apa lagi jika aku berkeringat di ranjang." Hagi mendengus tidak percaya tapi Ketika sadar menjadi bahan tontonan para pengawal yang tersenyum penuh arti kearahnya Hagi mendorong tubuh Kyuhyun kesal.




Tapi sepertinya kekalahan sebelumnya membuat Kyuhyun semakin bertekad untuk memperkuat diri terlebih lawan Kyuhyun bukan hanya Siwon tapi juga masih ada dari kerajaan langit juga Rubah. Changmin menghelah nafas frustasi ketika Kyuhyun meringis pelan sambil memegang bahunya lalu kembali melanjutkan latihannya, dasar pangeran keras kepala jika saja Changmin tidak menyayanginya Changmin sudah meninggalkan Kyuhyun sejak dulu, tapi jika saja dulu saat mereka remaja Kyuhyun tidak menolongnya mungkin dia sudah mati. Tidak tahan melihat Kyuhyun yang memaksakan diri kali ini Changmin yang mendekat lalu mengambil pedang kayu milik Kyuhyun.



"Ada apa lagi, kali ini apa kau juga ingin aku memelukmu apa?" Changmin meringis membayangkannya membuat Kyuhyun yang sebal jadi tersenyum geli.



"Bahumu berdarah lagi." Ucapan itu berhasil membuat Kyuhyun menatap sekeliling setelah memastikan tidak ada Hagi, Kyuhyun langsung menchek bahunya yang memang sedikit mengeluarkan darah.



"Aku harap kau tidak membesar-besarkan masalah." Changmin menghelah nafas, Kyuhyun benar-benar menyebalkan.



"Pangeran harus istirahat, tolong pikirkan jika pangeran kembali sakit siapa yang akan menjaga tuan putri." Kyuhyun bermaksud membalas perkataan Changmin ketika kepalanya kembali sakit membuat Kyuhyun oleng dan dengan cepat Changmin menopang Kyuhyun.

__ADS_1



"Tidak ada tawar menawar lagi, Pangeran harus kembali sekarang ke kamar pangeran." Kyuhyun mendengus sebal tapi tidak melawan ketika Changmin memapahnya menuju kamarnya, Kyuhyun berharap Hagi tidak melihat ini, Kyuhyun tidak mau Hagi menangis lagi.



Tapi harapan tinggal harapan sepertinya Min Ji pelayan pribadi istrinya itu melihatnya lalu melaporkan keadaan Kyuhyun pada Hagi dan tepat ketika Kyuhyun membuka bajunya untuk mengobati luka yang kembali terbuka, Hagi masuk ke kamarnya membuat Kyuhyun menarik Changmin agar berdiri di hadapannya ketika Hagi menatap tajam kearahnya lalu Kyuhyun bergegas menggunakan pakaiannya lagi.



"Apa yang kukatakan tadi, aku tidak suka kau berdarah." Teriakan Hagi sontak membuat semua orang di sana terkejut, Kyuhyun menghelah nafas ketika Changmin pergi begitu saja dari hadapannya bersama Min Ji keluar dari kamarnya. Hagi menatap tajam kearah Kyuhyun tapi jelas terlihat jika Hagi hampir menangis. Kyuhyun meringis kecil lalu perlahan mendekat dan memeluk Hagi yang akhirnya terisak kecil.



"Maaf, aku pasti membuatmu khawatir lagi, aku berjanji kali ini akan istirahat hingga benar-benar sehat." Hagi mencubit perut Kyuhyun kesal membuat Kyuhyun mengaduh kecil lalu Hagi menengadah menatap Kyuhyun sambil masih terisak sedih.



"Kau tidak tahu rasanya di tinggal tidur selama tiga hari tanpa kepastian, rasanya tidak menyenangkan sama sekali." Kyuhyun sekali lagi meringis kecil lalu memeluk Hagi semakin erat.



"Aku mengerti jadi ku mohon jangan menangis lagi." Hagi sekali lagi menatap Kyuhyun sebal sambil berdecak tidak elegan sama sekali. Membuat Kyuhyun hampir tertawa jika saja Hagi tidak membulatkan matanya semakin kesal.



Hagi akhirnya menarik Kyuhyun kembali ke ranjang lalu meminta Kyuhyun untuk berbaring menyamping agar bisa mengobati luka Kyuhyun yang kembali terbuka.



"Kau yakin ingin melakukannya?" Tanya Kyuhyun ragu membuat Hagi kembali mendengus kesal, sambil memukul punggung Kyuhyun yang tidak terluka pelan.



"Paling-paling aku menangis lagi, jadi diamlah dan istriahat dengan benar." Kyuhyun tersenyum kecil lalu mengangguk pelan.



"Baiklah tuan Putri dengan senang hati Pangeran akan menuruti tuan Putri." Hagi hanya bisa mencibir lalu menghelah nafas panjang ketika mengobati luka Kyuhyun yang berdarah dan seperti dugaan Hagi dia mengobati Kyuhyun sambil menitikan air mata tidak kuat dengan luka yang ia lihat terutama luka itu ada di tubuh suaminya.



"Berjanjilah untuk tidak menunjukan tubuh penuh darah lagi di hadapanku, aku membencinya." Ucap Hagi pelan yang hanya di balas dengan gumaman tidak jelas dari Kyuhyun membuat Hagi kembali memukul pelan punggung Kyuhyun yang tidak terluka.



"Sepertinya kau berniat membuat luka baru untukku." Hagi kembali mendengus kecil tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun dan mulai fokus mengobati luka suaminya itu.


__ADS_1



bersambung


__ADS_2