
Malam itu tidak seperti biasanya cuaca dingin melebihi tahap wajar padahal ini masih musim panas, Kyuhyun yang masih belum pulih di paksa untuk beristirahat di ranjang tanpa di temani Hagi karena kejadian beberapa jam lalu saat Kyuhyun hampir membuka chima Hagi yang jelas membuat Hagi marah, bukan karena menolak di sentuh oleh suaminya sendiri tapi kenyataan jika suaminya itu belum sembuh total membuat Hagi kesal karena ada kemungkinan luka Kyuhyun kembali terbuka dan Hagi tidak menyukainya.
Anehnya malam ini juga Kyuhyun cepat sekali mengantuk padahal Kyuhyun bukanlah orang yang tidur cepat sekalipun ia sedang sakit, tidak berprasangka apapun Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk tidur awal walaupun masih kecewa karena istrinya tidak mau menemani.
Tanpa Kyuhyun sadari malam itu bukan hanya Kyuhyun yang merasa mengantuk, tapi semua orang di kediaman itu mendadak mengantuk ketika kabut tebal menyelimuti kediaman mentri Kim. Bahkan Kyuhyun tidak menyadari ketika seseorang membawanya pergi dari kamarnya karena terlelap tidur.
Saat itulah seorang wanita bercadar datang menghadang orang bercadar hitam yang membawa Kyuhyun dan akhirnya mau tidak mau membuat keduanya terpaksa terlibat perkelahian karena memperebutkan Kyuhyun. Pria bercadar hitam hampir saja kalah jika saja dia tidak mendapatkan bantuan dari seorang pria bercadar abu-abu yang tiba-tiba datang, wanita bercadar langsung terkejut ketika menyadari dari mana asal pria bercadar abu-abu dari pakaiannya.
"Aku tidak menyangka Raja Rubah sampai menempatkanmu disini." Ucapan pria bercadar abu-abu membuat wanita bercadar itu akhirnya tahu dengan siapa ia berhadapan.
"Jaerim... kenapa kau bisa ikut campur urusan manusia." Jaerim tersenyum kecil lalu mengangkat bahu acuh.
"Seperti kau yang bermaksud menyelamatkan pria ini karena perjanjian Raja Rubah, aku juga membuat perjanjian dengan manusia atas izin Dewa tertinggi." Wanita bercadar itu tersenyum sinis.
"Kalau begitu aku akan bertarung denganmu." Jaerim tersenyum menggejek mendengar ucapan wanita bercadar itu.
"Kau pikir kau bisa mengalahkanku? Kau tahu sendiri siapa aku." Wanita bercadar itu menggeram marah karena di remehkan.
"Aku tidak peduli, jadi lepaskan pria itu sekarang juga." Teriakan wanita bercadar itu hanya di balas senyum sinis dari Jaerim.
"Jangan harap."
Dan akhirnya pertarungan kembali berlanjut walaupun berakhir tidak seimbang karena wanita bercadar terluka akibat pukulan Jaerim.
"Bukankah aku sudah bilang kau bukanlah tandinganku, kau bodoh jika terus memaksa." Setelah mengucapakan hal itu Jaerim pergi bersama pria bercadar juga Kyuhyun yang masih terlelap meninggalkan wanita bercadar yang terluka parah.
"Gawat aku harus melaporkan hal ini secepatnya." Dan setelah itu wanita bercadar hilang bagai kabut malam yang sunyi dan mendadak kabut yang mengelilingi kediaman Kim menghilang begitu saja.
Keesokan harinya semua orang gempar karena Kyuhyun yang menghilang dan yang paling cemas tentu saja Hagi, dia juga merasa bersalah karena tidak menemani Kyuhyun semalam, seandainya Hagi tidur bersama Kyuhyun mungkin Hagi tahu apa yang terjadi pada Kyuhyun.
"Kau yakin semua kuda ada di kandang?" Pertanyaan Changmin pada penjaga kuda hanya di balas anggukan saja membuat Hagi semakin cemas. Changmin menatap Hagi sambil menghelah nafas lalu mendekati Hagi sedikit ragu.
"Ada kemungkinan Pangeran di culik, saya akan meminta bantuan pada Raja, bagaimanapun Pangeran masih keluarga kerajaan." Hagi tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengangguk lemah, dia tidak bisa berbuat banyak karena posisinya juga tidak sedang menguntungkan.
"Aku harap kau membawa kabar baik." Ucapan Hagi hanya di balas senyum kaku dari Changmin. Pria itu tahu akan sangat sulit menemukan Kyuhyun dalam keadaan selamat jika semalam saja tidak ada yang menyadari kepergian Kyuhyun.
Changmin langsung undur diri bermaksud pergi ke istana untuk meminta bantuan pada Raja, mentri Kim juga ikut karena Kyuhyun tetaplah menantu mentri Kim. Nyonya Kim hanya bisa mengelus tangan Hagi menenangkan walaupun dalam hati Nyonya Kim sedikit bersyukur karena jika Kyuhyun menghilang atau meninggal, Hagi akan lebih mudah di berikan kepada keluarga kerajaan Rubah.
Tapi sampai sore hari tidak ada informasi yang datang kekediaman mentri Kim membuat rasa cemas Hagi semakin bertambah, Hagi bahkan belum makan sejak pagi tadi, dia selalu berdalih jika mungkin di suatu tempat Kyuhyun juga kelaparan atau mungkin terluka dan di saat seperti itu mana mungkin Hagi malah makan.
__ADS_1
Hagi sampai mengusir semua orang dari kamarnya karena terlalu banyak bicara mengenai kesehatannya dan sebagainya membuat Hagi malah tersulut amarah dan berakhir dengan pengusiran Min Ji dan Nyonya Kim.
Ketika Hagi sedirian di kamar sebuah pisau kecil melesat melewati Hagi membuat Hagi hampir menjerit jika saja tidak di iringi sebuah memo kecil yang dengan perlahan Hagi buka. Hagi menutup mulutnya ketika menyadari isi memo itu memberitahukan agar Hagi datang ketempat yang sudah tertulis di surat itu jika ingin Kyuhyun selamat.
Hagi kembali gelisah masalahnya dia sendiri di larang untuk keluar dari kediaman mentri Kim karena Dewa tertinggi yang mengincarnya, tapi di sisi lain ada Kyuhyun yang memerlukan bantuan dan kehadirannya jika tidak nyawa suaminya itu bisa terancam.
Hagi terisak sedih dia tidak bisa diam saja, urusan dewa tertinggi bisa di urus belakangan, suaminya dalam bahaya jika Hagi hanya diam disini saja. Dengan bermodalkan sebuah tangga di samping paviliunnya Hagi memanjat pagar kediaman Kim dan meloncat keluar dari kediaman Kim.
Tempat yang Hagi tuju jelas bukanlah tempat yang Hagi tahu dia juga sedikit kewalahan karena harus menggunakan penutup kepala juga cadar untuk menyembunyikan rambut putihnya agar bisa bertanya pada orang tentang hutan bambu terdekat dari kerajaan Hanyeol. Walaupun banyak yang merasa risih dengan penampilan Hagi, beberapa penduduk akhirnya bersedia memberikan arah menuju hutan bambu yang ternyata sangat menakutkan karena sinar matahari tidak masuk sama sekali ke hutan ini apa lagi hari sudah mulai gelap ketika Hagi sampai disana.
"Aku disini, dimana kalian, mana suamiku." Hagi mulai berteriak ketika semakin dalam memasuki hutan bambu dan tidak menemukan apapun disana.
"Jika kalian tidak keluar aku akan pulang sekarang juga." Ketika tidak ada lagi jawaban, Hagi berniat pergi dari sana ketika sebuah tubuh bergelantung di hadapannya membuat Hagi menjerit ketakutan dan terduduk di tanah.
Tapi ketika sadar siapa yang bergelantungan di hadapannya Hagi semakin terkejut lalu kembali berdiri dan mulai menangis.
"Ya Tuhan siapa yang melakukan hal ini padamu... kau sudah berjanji tidak akan berdarah lagi." Hagi berusaha melepas ikatan di tangan Kyuhyun yang wajahnya nampak babak belur tapi ikatan itu terlalu kuat dan terlalu tinggi untuk Hagi membuat Hagi semakin menangis sedih.
"Maafkan aku..." gumam Kyuhyun pelan yang di balas gelengan kepala dari Hagi. Tapi Hagi kembali menjerit ketika Kyuhyun di tarik kembali semakin tinggi membuat Kyuhyun jauh dari jangkauan Hagi.
"Aku mohon lepaskan suamiku." Isak Hagi penuh permohonan, Hagi menatap sekeliling tapi tidak ada siapapun membuat Hagi semakin menangis sedih.
Hingga tiba-tiba seseorang muncul dari kegelapan membuat Hagi memicingkan matanya tapi ketika orang itu semakin jelas Hagi menatap orang itu tidak percaya. Siwon menatap Hagi kini dengan tajam, tidak ada lagi keramahan seperti terakhir kali mereka bertemu yang ada hanya kebencian yang Siwon berikan pada Hagi.
"Tadinya aku tidak percaya jika Pangeran ketiga bermaksud membunuh Kyuhyun karena aku, tapi setelah semua ini aku lebih tidak percaya lagi karena Pangeran begitu kejam pada adik sendiri." Ucapan Hagi hanya di balas senyum mengejek dari Siwon yang perlahan mendekat kearah Hagi.
"Dari dulu Kyuhyun memang batu sandunganku dia terlalu menonjol diantara semua saudaraku dan Raja juga menyayanginya, untuk itu aku perlu menyingkirkannya. Soal Hyunmie dia adalah gadis yang selama ini aku cari apapun akan kulakukan untuk memilikinya termasuk menyingkirkanmu." Hagi menegang ketika mendengar ucapan Siwon yang seolah mengetahui sesuatu dan ekspresi membeku Hagi membuat Siwon semakin yakin.
"Aku tidak tahu kau berasal darimana dan bagaimana kau bisa masuk kedalam tubuh Hyunmie, tapi akan aku lakukan apapun agar Hyunmie bisa kembali mendapatkan hidupnya dari parasit sepertimu." Ucapan Siwon selanjutnya menjawab keraguan Hagi tentang sesuatu yang Siwon ketahui membuat Hagi perlahan menatap Kyuhyun yang tidak bisa Hagi prediksi reaksinya karena wajah Kyuhyun yang tertutup luka.
"Aku tidak tahu apa maksudmu, aku Hyunmie putri mentri Kim." Ucapan Hagi memancing tawa seseorang yang ikut bergabung di tempat itu lalu mendekat kearah Hagi.
"Kau jelas berbohong nona karena aku tidak bisa merasakan jiwa kekasih majikanku itu di tubuh ini." Ucapan orang itu sukses membuat Hagi bingung, siapa lagi orang di hadapannya ini. Siwon yang mendengar hal itu bermaksud menyela tapi dengan cepat orang itu membuat Siwon tidak sadarkan diri.
"Kau mungkin bingung dengan siapa aku, perkenalkan namaku Jaerim aku utusan dewa tertinggi." Hagi membulatkan matanya lalu mulai gemetar ketakutan dia lupa jika masih ada orang lain yang mengincar Hyunmie dan Hagi tidak menyangka orang-orang itu bekerja sama demi mendapatkan Hyunmie.
"Sepertinya kau tahu dewa tertinggi itu siapa, seharusnya kau tidak main-main dengannya. Jadi bagaimana jika kita percepat saja katakan bagaimana caranya kau kembali ketempatmu dan dengan senang hati akan aku antar sebagai imbalannya aku tidak akan membunuh suamimu itu." Hagi menatap Kyuhyun yang menggelengkan kepalanya kuat-kuat.
"Jangan... jangan katakan Hagi..." Hagi tertegun lalu menatap Kyuhyun sedih dia menyadari banyak hal hari ini, entah bagaimana Kyuhyun tahu jika di bukan Hyunmie dan lebih mengherankan lagi Kyuhyun seolah tahu namanya benar-benar Hagi, tapi yang terpenting bukanlah itu sekarang.
__ADS_1
Pada awalnya Hagi memang ingin pulang bagaimanapun dia bukanlah berasal dari sini, tapi ketika ia sudah jatuh hati pada Kyuhyun, Hagi berharap ia bisa tinggal lebih lama disini.
Sekarang jika dengan Hagi harus pulang Kyuhyun bisa selamat, Hagi akan pulang tapi bisakah Hagi meminta sedikit waktu lagi bersama suaminya itu? Hagi tidak bisa pergi begitu saja.
"Aku... aku tidak tahu cara pulang, tapi jika kau memberiku waktu sedikit saja aku pasti akan mencari tahu caranya." Jaerim tersenyum sinis mendengar kebohongan Hagi lalu tiba-tiba saja mencekik Hagi membuat Hagi memegang tangan Jaerim kesakitan, Hagi tidak bisa bernafas.
"Sialan... lepaskan dia." Geram Kyuhyun sambil berusaha melepaskan ikatan di tangannya. Tapi Jaerim hanya mencekik Hagi semakin kuat.
"Kau seharusnya langsung memberitahuku jika kau tahu, tapi sekalipun kau tidak memberitahuku aku masih bisa menarik jiwamu secara paksa lagi pula aku tidak peduli kau kembali keasalmu atau tidak." Saat itulah Jaerim membuat segel lain di tangannya yang tidak mencekik Hagi lalu mulai menarik jiwa Hagi secara paksa. Hagi bisa merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit bagai di tusuk ribuan jarum, dalam hati Hagi berdoa agar jika harus mati rasanya tidak sesakit ini.
Kyuhyun semakin gencar menggoyangkan badannya agar bisa melepas tali di tangannya, tapi semua terasa sia-sia dan ketika Kyuhyun menatap Hagi yang semakin kesakitan karena jiwanya hampir keluar, Kyuhyun menutup mata frustasi.
"Tidak ada cara lain."
Kyuhyun membaca mantra lalu membuka mata dan kini matanya berubah menjadi biru, seolah baru mengisi tenaganya Kyuhyun melepas ikatan di tangannya dengan mudah lalu menyerang Jaerim tanpa ampun, Jaerim langsung terlempar jauh dengan luka parah di dadanya, sementara Hagi terjatuh dalam pelukan Kyuhyun dengan kondisi hampir tidak sadarkan diri.
"Kyuhyun_ssi... maafkan aku..." gumam Hagi pelan yang di balas gelengan cepat dari Kyuhyun.
"Tidak akulah yang seharusnya minta maaf, seharusnya aku bergerak lebih cepat." Hagi tersenyum kecil lalu menatap mata biru Kyuhyun heran.
"Sepertinya bukan hanya aku saja yang menyembunyikan sesuatu." Kyuhyun tersenyum sambil meneteskan air mata, Kyuhyun juga menggenggam tangan Hagi erat lalu mencium tangan Hagi lembut.
"Begitulah, akan kuceritakan nanti. Sekarang ayo kita pulang." Hagi mencengkram baju Kyuhyun pelan.
"Eomma pasti akan memarahiku." Kyuhyun sekali lagi memeluk Hagi semakin erat.
"Tidak, kita tidak akan pulang kesana. Kita harus pulang ke kerajaanku, disini sudah tidak aman. Jaerim sudah mengetahui semuanya dia akan melaporkan hal ini pada dewa tertinggi." Hagi menatap Heran kerah Kyuhyun ingin bertanya tapi sudah tidak memiliki tenaga.
"Nanti akan ku jelaskan, sekarang tidurlah aku akan membawamu kekerjaanku." Tidak sanggup menahan lagi kesadarannya Hagi hanya bergumam kecil lalu pingsan dalam pelukan Kyuhyun yang langsung memangku Hagi dalam pelukannya.
"Kau... kau seharusnya sudah mati." Ucapan pelan dari Jaerim membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menatap Jaerim murka.
"Kalau kau berpikir aku bisa mati semudah itu kau salah. Untuk kejadian hari ini akan kupastikan kau menerima balasannya. Katakan pada dewamu itu aku siap berperang jika dia masih mengusik istriku." Setelah mengucapkan hal itu Kyuhyun pergi meninggalkan Jaerim yang untuk berdiri saja tidak sanggup.
"Sial... semua semakin sulit saja." Geram Jaerim sebal dia tidak menyangka kerajaan langit harus kembali bersitegang bahkan berperang dengan kerajaan Rubah setelah ratusan tahun lamanya hanya karena seorang perempuan lagi dan menyebalkannya adalah perempuan itu adalah perempuan yang sama dengan perempuan di masa lalu itu, walaupun ada jiwa baru yang terlibat dalam masalah kali ini dan jika melihat murka Kyuhyun, Jaerim bisa merasakan jika jiwa baru itu akan semakin mempersulit keadaannya.
bersambung
__ADS_1