My Eternal Love

My Eternal Love
The Past Of Blue Fox 2/ Masa lalu rubah biru


__ADS_3

300 tahun lalu



Kingdom Of Fox



Hari ini keadaan alam benar-benar dalam keadaan buruk, selain langit yang mendadak gelap petir juga guntur saling bersahutan, hari ini mungkin akan di kenang sebagai hari terburuk sepanjang sejarah Kerajaan Rubah juga Kerajaan langit, semalam calon pengantin Sang Dewa tertinggi menghilang dan pagi harinya justru di temukan dalam keadaan tidak bernyawa bersama Sang Pangeran Rubah.



Bisa di tebak betapa murkanya Donghae, hari yang membahagiakan itu berubah menjadi hari yang menyakitkan untuknya, terlebih rivalnya terus bersikukuh jika calon istrinya itu adalah kekasihnya. Jika bukan karena Para Utusan yang menangkap Kyuhyun lebih dulu, Donghae sudah pasti akan menghancurkan Kyuhyun hingga jiwa Kyuhyun tidak akan pernah terlahir kembali sebagai apapun tapi Donghae tidak berdaya jika Sang Pencipta sendiri yang memberikan hukuman.



Walaupun begitu Donghae cukup senang karena ternyata hukuman untuk Kyuhyun menurutnya setimpal dengan apa yang Kyuhyun lakukan pada calon istrinya. Kyuhyun tidak di hukum di lempar ke gerbang Fana tapi justru di masukkan kedalam tungku api abadi yang semua orang tahu, jika kau di hukum di sana bukan hanya tubuhmu saja yang hancur tapi jiwa juga kesempatan untuk mendapatkan hidup abadi tidak akan pernah di miliki bahkan lahir kembali sebagai apapun tidak akan pernah. Kau akan benar-benar melebur di tungku api tersebut.



Tapi Donghae sama sekali tidak tahu jika masih ada rubah baik hati yang mencintai Kyuhyun melebihi dirinya sendiri dan membuat perjanjian dengan Sang Pencipta.



Pagi itu setelah sadar dari pingsannya Hagi kembali menangis mengingat pengkhianatan kedua orang yang Hagi cintai, rasanya masih sangat menyakitkan, tapi Hagi berhenti menangis seolah sadar Hagi meraba tenggorokannya, sejak tadi dia menangis dengan mengeluarkan suara.



"Aku bisa bicara?" Hagi semakin tersentak ketika merasakan getaran dari tenggorokannya itu berarti suaranya sudah kembali. Bukannya senang Hagi justru panik, gadis itu berlari keluar kamarnya lalu berhenti ketika melihat sang ayah Ok Min sedang duduk sambil menangis.



"Kenapa kau beri cobaan seberat ini Sang Pencipta? Aku hanya menginginkan seorang anak yang normal dan hidup bahagia." Ucapan frustasi Ok Min membuat Hagi mengigit bibirnya gelisah, ada apa sebenarnya.



"Ayah..." suara itu membuat Ok Min berbalik, awalnya Ok Mi senang tapi setelah itu Ok Min kembali menangis lalu mendekat kearah Hagi dan memeluk Hagi erat.



"Suaramu sudah kembali sayang?" Hagi mengangguk sambil bergumam kecil tapi wajah gelisah Hagi tidak juga hilang.



"Ayah ada apa ini? Apa terjadi sesuatu dengan Hyunmie?" Ok Min kembali menangis lalu memeluk Hagi erat.



"Hyunmie... sudah meninggal." Ucapan itu membuat Hagi menegang lalu menatap ayahnya tidak percaya.



"Apa maksud ayah? Hyunmie dia tidak mungkin... maksudku bagaimana?" Hagi terdiam dia sadar jika suranya yang kembali pasti ada hubungannya dengan mutiara merah Hyunmie.



Perlahan Hagi meraba dadanya lalu tersentak sambil menatap Ok Min yang menatap Hagi sedih, mutiara merah sudah kembali lagi padanya itu berarti Hyunmie sudah benar-benar mati. Hagi langsung lemas dia terduduk di hadapan ayahnya sambil kembali menagis kali ini jerit rasa sakit itu semakin bertambah membuat Ok Min ikut duduk di samping Hagi sambil memeluk anaknya itu sedih.



Ini tidak adil setelah semua yang terjadi bahkan Hagi belum sempat mengungkapkan kekecewaan serta sakit hatinya pada Hyunmie karena di khianati oleh adiknya itu, sekarang adiknya itu malah pergi untuk selamanya tanpa mengatakan alasan kenapa Hyunmie mengkhianati Hagi. Tapi lebih dari itu Hagi sedih karena bagaimanapun Hyunmie adalah belahan jiwa Hagi, adiknya sekaligus sahabat satu-satunya yang Hagi miliki.



"Ayah ada apa sebenarnya? Katakan bagaimana Hyunmie bisa meninggal?" Seolah mengingat sesuatu Hagi mulai mendesak bertanya dia masih ingat jika Hyunmie semalam bersama Kyuhyun, jangan bilang Kyuhyun yang membuat Hyunmie mati karena jika iya Hagi tidak tahu lagi harus membenci Kyuhyun seperti apa. Ok Min menatap Hagi dengan ekspresi terluka juga amarah yang ia tahan.



"Adikmu bunuh diri setelah di perkosa oleh Pangeran Rubah. Dia merasa marah juga malu pada tunangannya." Hagi tersentak sambil membulatkan matanya terkejut, jadi Kyuhyun adalah Pangera Rubah? Kenapa? Kenapa selama ini Kyuhyun tidak bilang padanya? Tidak lebih dari itu kenapa Kyuhyun harus memperkosa adiknya?



Tubuh Hagi mulai bergetar ketika akhirnya ia memahami sesuatu jika ada kemungkinan Kyuhyun berpikir jika Hyunmie adalah dirinya dan bisa saja Kyuhyun entah tahu dari mana mengetahui jika hari ini Hyunmie menikah dengan Donghae dan merasa di khianati. Oh Sang Pencipta, cerita menyakitkan apa yang kau ciptakan ini? Hagi kembali menangis dalam dekapan ayahnya, rasa bersalah menghantamnya semua bencana ini terjadi karena rasa malunya untuk memberitahu Kyuhyun yang sebenarnya jika ia seorang yang bisu.



"Ayah dimana sekarang jasad Hyunmie? Tidak, Pangeran, dimana Pangeran sekarang?" Ok Min memejamkan matanya lalu menatap Hagi sedih.



"Donghae memakamkan Hyunmie di kerajaannya, ayah sudah meminta agar Hyunmie di makamkan di sini tapi Donghae berkeras karena bagaimanapun Hyunmie seharusnya sudah menjadi istrinya. Pangeran Rubah tentu saja dia sudah di hukum ayah sangat berterimakasih pada Sang Pencipta atas hukuman yang di terima Sang pangeran." Hagi mulai panik, kesalahan Kyuhyun bukanlah kesalahan kecil dia bukan hanya memperkosa Hyunmie tapi juga membuat adiknya itu mengambil tindakan bunuh diri dan yang paling parah Hyunmie adalah calon istri Donghae Dewa tertinggi.



"Hukuman apa yang Pangeran dapat?" Tanya Hagi cepat membuat Ok Min sempat bingung karena Hagi sepertinya peduli dengan Pangeran Rubah.



"Dia di hukum di dalam Tungku api abadi." Hagi menutup mulutnya terkejut luar biasa, dia tidak menyangka hukumannya seberat itu.



Hagi bangun dari duduknya lalu menatap ayahnya yang terlihat bingung melihat Hagi yang ketakutan juga gelisah secara bersamaan. Hagi tahu Hagi bodoh tapi ia tidak bisa diam saja melihat orang-orang yang ia cintai menderita karena kesalahannya.



"Aku... aku akan pergi ayah... maafkan aku... aku memang putri yang tidak berguna... tapi.. aku mencintaimu ayah." Ok Min semakin bingung dengan ucapan putrinya itu, saat Hagi akan pergi Ok Min menahan bahu Hagi.



"Kau akan pergi kemana? Jangan berbuat yang macam-macan ayah sudah kehilangan Hyunmie dan ayah tidak akan mau kehilanganmu lagi." Hagi tersenyum pahit lalu menggenggam tangan Ok Min erat.



"Ayah tidak akan kehilangan aku... hanya saja aku akan pergi sebentar aku janji akan kembali lagi." Ok Min menggelengkan kepalanya tapi Hagi langsung melepas tangan Ok Min lalu pergi meninggalkan ayahnya.



Kecerdasan yang di miliki Hagi tidaklah sia-sia dalam keadaan kacau seperti ini Hagi bisa memikirkan hal seperti apa yang akan ia lakukan untuk menyelamatkan adik dan juga kekasihnya, dia tidak akan membuat keduanya di hukum begitu saja.



Hagi pergi ke puncak gunung tertinggi di kerajaan Rubah, di sana ia bisa bertemu dengan para utusan yang biasanya akan membantu untuk berinteraksi dengan Sang pencipta, dulu Hagi juga membuat perjanjian dengan Sang Pencipta di tempat itu gunung tertinggi gunung Ji.



Untuk membuat para utusan mau menemuinya Hagi harus melakukan penyucian diri terlebih dahulu dengan berpuasa selama seminggu dan berlutut di bawah kaki gunung Ji, hal itu tidak mudah mengingat gunung Ji di selimuti salju abadi tapi Hagi bisa melaluinya terlebih jika hal itu demi orang yang Hagi cintai.



"Ada apa kau kemari? Aku bisa merasakan keresahan hatimu." Hagi terlihat senang, akhirnya ada satu utusan yang mau mendengarkannya.

__ADS_1



"Aku ingin membuat perjanjian dengan Sang Pencipta." Utusan itu terdiam untuk sesaat lalu tersenyum kecil.



"Rubah yang baik... aku bisa melihat kebaikan hatimu untuk perjanjian ini, baiklah kau bisa menunggu disini, aku akan sampaikan niatmu pada Sang Pencipta." Hagi tersenyum sambil menangis senang dan mengangguk kecil.



"Terimakasih." Sang Utusan menghilang dan Hagi kembali harus menunggu, Hagi mulai gelisah dia takut terlambat menyelamatkan Kyuhyun.



Butuh satu hari untuk menyampaikan pesan tapi Hagi terus menunggu hingga sang utusan kembali datang lalu berdiri di hadapan Hagi yang memberi hormat pada sang Utusan.



"Perjanjian seperti apa yang kau inginkan? Sang Pencipta akan mengabulkan perjanjianmu kali ini." Hagi senang luar biasa lalu menarik nafas pelan.



"Sebelumnya izinkan aku bertemu dengan adikku, karena aku akan membuat perjanjian juga dengannya." Sang Utusan kembali terdiam tapi kemudian mengibaskan tangan kanannya lalu sebuah portal keluar bersamaan dengan Hyunmie yang keluar dari sana dengan wajah lelah dan pucat. Hagi langsung mendekat lalu memeluk Hyunmie erat.



"Eonni..." Hagi menangis sedih lalu semakin erat memeluk Hyunmie.



"Dasar bodoh, kenapa kau bunuh diri? Kau tahu apa hukumannya bukan?" Hyunmie akhirnya ikut menangis lalu memeluk Hagi sama eratnya.



"Aku malu pada Eonni pada Donghae juga... tapi aku jujur eonni, aku tidak melakukan hal itu dengan di sengaja. Kyuhyun... dia, dia mengira aku Eonni dia menculikku dan marah padaku karena mengkhianatinya." Hagi melonggarkan pelukkan Hyunmie lalu menatap Hyunmie merasa bersalah.



"Maafkan eonni... ini semua karena eonni..." Hyunmie menghapus air matanya lalu menggelengkan kepalanya pelan.



"Tidak, ini bukan salah Eonni, KyuHyun saja yang bodoh karena tidak percaya padaku." Hagi mengigit bibirnya pelan lalu menggenggam tangan Hyunmie erat.



"Dengarkan Eonni, eonni tahu eonni bodoh tapi eonni tetap ingin melakukannya. Eonni akan melakukan perjanjian dengan Sang Pencipta agar mengurangi hukuman kalian dan memberi kesempatan agar kalian bisa hidup kembali." Hyunmie terlihat bingung juga ragu.



"Bagaimana caranya? Eonni tahu itu tidak mungkinkan?" Hagi menatap Hyunmie sendu membuat Hyunmie menyadari sesuatu lalu menggelengkan kepalanya kuat-kuat.



"Jangan... jangan lagi eonni  jangan korbankan apapun pada dirimu untuk siapapun, kau tahu bagaimana menderitanya tidak punya suarakan." Hagi mengigit bibirnya lalu tersenyum miris.



"Tapi aku harus melakukannya dan aku mohon kau mau membuat perjanjian juga denganku dan Sang Pencipta." Hyunmie menggelengkan kepala tidak setuju dia tidak akan membuat eonninya kembali berkorban apa lagi untuk kesalahannya kali ini.



"Kumohon..." sekali lagi Hyunmie menggelengkan kepalanya keras kepala.




"Hyunmie... ayolah... eonni tidak punya banyak waktu." Hyunmie menatap Hagi sendu dia pasti akan menyesali semua ini di masa depan tapi akhirnya Hyunmie mengangguk kecil.



"Apapun perjanjian yang aku buat berjanjilah kau akan tetap percaya padaku?" Sekali lagi Hyunmie mengangguk kecil. Setelah Hagi dan Hyunmie sepakat sang Utusan kembali bertanya perjanjian seperti apa yang Hagi inginkan.



"Izinkan aku menawar hukuman untuk adikku dan Sang Pangeran rubah. Pada dasarnya semua bencana terjadi karena kekuranganku yang tidak mau jujur jadi aku mohon untuk memberikanku kesempatan untuk mengurangi hukuman mereka." Sang Utusan kembali diam lalu mendekat kearah Hagi.



"Hukuman seperti apa yang kau tawarkan?" Hagi kembali menatap Hyunmie yang mengangguk kecil lalu kembali menatap sang utusan.



"Biarkan adikku melompat di gerbang fana selama 300 tahun ini, buat dia tidak menikah dengan siapapun hingga hukumannya selesai." Hyunmie menatap Hagi terkejut sedangkan Hagi hanya tersenyum kecil kearah Hyunmie. Hukuman itu terkesan berat walaupun justru sebaliknya Hyunmie benar-benar mendapatkan hukuman ringan dan jika ini terjadi Donghae harus berterimakasih pada Hagi. Sang utusan kembali terdiam lalu mengangguk kecil.



"Untuk Pangeran Rubah kau bisa menghukumnya menjadi rubah biasa di dunia manusia selama 300 tahun." Sang Utusan menggerutkan keningnya hukuman itu terlalu mudah untuk seseorang yang di hukum di tungku api abadi.



"Bukankah itu terlalu mudah?" Hagi mengigit bibirnya lalu menatap Sang Utusan cemas.



"Aku bisa mengutuknya untuk tidak pernah merasakan hidup tenang selama masa hukumannya dia juga bisa memiliki akhir yang tragis di setiap kematiannya sebagai rubah biasa. Itu salah satu kelebihan pemilik mutiara merah." Kali ini Sang utusan menarik nafas lalu mengangguk kecil.



"Lalu apa yang akan kau korbankan untuk perjanjian ini?" Kali ini Hyunmie menatap Hagi cemas, sementara itu Hagi hanya menatap sang Utusan dalam diam.



"Aku akan melepas kecerdasanku." Hyunmie menutup matanya sedih, yang benar saja hidup Hagi akan semakin sulit setelah itu.



"Kau tahu apa akibatnya jika Sang Pencipta mengambil kecerdasanmu? Kau akan menyusahkan hidup semua orang termasuk ayahmu." Hagi tersenyum sendu.



"Aku tahu, tapi perjanjian yang aku ajukan bukan hanya itu saja." Hyunmie menatap Hagi bingung, apa lagi yang ingin kakaknya minta sedangkan Sang Utusan mulai melipat tangan.



"Kau pintar memanfaatkan kasih sayang Sang Pencipta padamu ternyata." Hagi terlihat bertekad lalu menatap Sang Utusan tanpa rasa takut.



"Aku memanfaatkannya bukan hanya untuk diriku sediri." Sang Utusan kembali diam, dia tahu dengan kebaikan Hagi lalu menghelah nafas.

__ADS_1



"Apa lagi yang kau inginkan." Kali ini Hagi terdiam sejenak lalu menarik nafas panjang.



"Izinkan aku membuat perjanjian dengan Raja Rubah juga adikku untuk melakukan barter dengan mutiara Biru dan mutiara merah milikku." Kali ini bukan hanya Hyunmie yang terkejut tapi Sang Utusan juga.



"Apa maksudmu? Jangan kau bilang kau akan melepas kehidupanmu untuk perjanjian." Kekesalan Sang Utusan memuncak, dia sudah menahannya sejak tadi bagaimanapun Hagi salah satu yang di sukai oleh Sang Pencipta, perjanjian seperti ini hanya akan membuat Sang Pencipta marah. Hyunmie sendiri langsung menggenggam tangan Hagi lalu menggelengkan kepalanya kuat-kuat.



"Jangan... jangan lakukan hal sejauh ini eonni." Hagi kembali tersenyum sendu.



"Sebagai pengorbananya akan aku lepas kesempatan renkarnasiku, Sang Pencipta cukup memberiku satu kali kehidupan untuk menjalankan perjanjianku dengan Raja rubah juga adikku." Sang Utusan menggertakan giginya kesal.



"Eonni cukup." Teriak Hyunmie mulai marah, kakaknya ini keterlaluan.



"Kau yakin ingin melakukan semua ini?" Pertanyaan Sang Utusan membuat Hyunmie menggeram marah.



"Tidak... jangan... jangan dengarkan kakakku." Mohon Hyunmie frustasi, tapi Sang Utusan hanya menatap Hagi tajam yang mengangguk kecil tanpa ragu.



"Katakan perjanjian seperti apa yang akan kau lakukan bersama adikmu?" Kali ini Hagi menatap Hyunmie yang masih terlihat marah padanya.



"Maafkan aku... tapi aku harus melakukannya. Sebelum masa hukumanmu selesai bisakah kau memberikan satu kehidupanmu padaku agar aku bisa bersama dengan Kyuhyun walaupun hanya sebentar, sebagai gantinya aku akan memberikanmu mutiara merah kembali." Hyunmie tertegun dia lupa jika Hagi masih terluka dengan apa yang terjadi tapi kakaknya itu masih begitu mencintai Kyuhyun dan ingin bisa bersama namja bodoh itu.



"Eonni..." Hagi menatap Hyunmie sedih dia tahu dia bodoh tapi lebih dari apapun Hagi ingin sekali saja dalam hidupnya bisa menjadi istri Kyuhyun.



"Eonni mohon... dengan memiliki mutiara merah kau bisa selamanya bersama Donghae." Hyunmie tersenyum miris dia tentu saja tahu tapi kenapa Hagi harus sekeras ini mendorongnya.



"Bagaimana? Bagaimana caranya kita berdua terhubung nantinya?" Hagi menarik nafas lalu mundur dan mulai membentuk sebuah segel yang mengeluarkan cahaya biru dan merah dari tangannya, setelah beberapa saat Hagi menghentikan segel yang ia buat dan di tangannya kini terdapat dua kalung unik yang bandulnya terbuat dari biji pohon Eek.



"Kalung ini melambangkan ikatan kuat antara mutiara merah dan mutiara biru, jika kita memakainya kita akan mudah terhubung." Hyunmie menatap kedua kalung itu cukup lama, ada energi antara mutiara biru dan merah di kalung itu.



"Bagaimana caranya kita bisa memakainya nanti?" Hagi menaruh kedua kalung itu dalam saku bajunya lalu menatap Hyunmie dengan tersenyum kecil.



"Kau tidak perlu tahu, kau cukup menyetujui perjanjian ini." Hagi mulai mengulurkan kedua telapak tangannya pada Hyunmie, ada tiga cahaya kebiruan di setiap telapak tangannya tanda perjanjian akan di buat.



Walaupun sedikit ragu dan beberapa kali menatap Sang Utusan yang diam saja, akhirnya Hyunmie mengulurkan kedua tangannya juga kearah Hagi dan ketika kedua telapak tangan Hagi menutupi kedua telapak tangan Hyunmie perjanjian resmi di buat.



"Sekarang tunggulah kabar dari Sang Utusan, eonni yakin semua akan berjalan lancar." Hyunmie menarik nafas lalu mengangguk kecil setelah itu memeluk Hagi erat-erat.



"Aku akan sangat merindukanmu, berjanjilah kau akan bahagia dengan namja bodoh itu nanti, jangan membuat semuanya sia-sia." Hagi hampir kembali menangis tapi sebagai jawaban Hagi hanya bergumam kecil sambil membalas pelukan Hyunmie.



Setelah itu Sang Utusan kembali membuka portal untuk Hyunmie dan Hyunmie kembali masuk kedalam portal tersebut meninggalkan Hagi dan Sang Utusan.



"Sebelum aku melaporkan semua pada Sang Pencipta, perjanjian seperti apa yang akan kau buat dengan Sang Raja Rubah?" Hagi menatap Sang Utusan sambil menarik nafas panjang lalu mengatakan perjanjian yang akan ia buat bersama Sang Raja Rubah yang kembali membuat Sang Utusan geram.



"Kau yakin? Jika Sang Pencipta tidak mengizinkan bagaimana?" Hagi mengigit bibirnya jika tidak mengizinkan maka semua akan sia-sia.



"Kali ini aku berharap belas kasihnya..." Sang Utusan menatap Hagi cukup lama lalu kembali menghelah nafas panjang.



"Aku tidak mengerti dengan dirimu. Tapi baiklah aku akan melaporkan semuanya pada Sang Pencipta, tunggu di sini." Sekali Lagi Sang Utusan pergi meninggalkan Hagi yang kini melewati satu hari dalam kecemasan luar biasa, Hagi tidak memikirkan rencana apapun jika Sang Pencipta tidak memberikan izin untuk semuanya.



Tapi lagi-lagi Sang Pencipta menunjukan kasih sayangnya pada setiap mahluk ciptaannya  Hagi di izinkan melakukan perjanjian tersebut membuat Hagi terisak bahagia.



"Tapi Sang Pencipta menginginkan hal lain, dia tidak menginginkan kecerdasanmu tapi dia menginginkan ingatanmu." Hagi terdiam, dia mulai bingung tidak mungkin untuk Hagi bisa bersama Kyuhyun dengan mudah jika ingatannya di ambil.



"Sang Pencipta bilang ingatanmu akan kembali jika mutiara biru kembali padamu atau dengan kata lain jika akhirnya kau tidak bisa bersama Kyuhyun ingatanmu akan kembali. Jika tidak Sang Pencipta tidak tertarik." Hagi memejamkan matanya frustasi, itu berarti Hagi harus mengenal Kyuhyun dari nol begitu juga sebaliknya dan Hagi menyerahkan kebahagiaannya pada Takdir. Hagi mulai mengingat pertemuanya dengan Kyuhyun untuk pertama kalinya dan akhirnya bisa tersenyum kecil sambil menatap sang utusan.



"Baiklah Sang Pencipta boleh mengambilnya setelah perjanjian dengan Raja Rubah dibuat." Hagi yakin sekalipun harus mengulang Hagi akan kembali jatuh cinta pada Kyuhyun sama seperti dulu Hagi jatuh cinta pada Kyuhyun untuk pertama kalinya di goa tempat Hagi merawat Kyuhyun.



Sang Utusan mendekat kearah Hagi lalu mengulurkan telunjuknya kekening Hagi, sebuah sinar jingga masuk kekening Hagi lewat telunjuk Sang Utusan setelah beberapa detik kemudian Sang Utusan menarik telunjuknya.



"Sekarang pergilah, Sang Pencipta hanya memberimu waktu satu hari saja untuk menyelesaikan semuanya." Hagi mengangguk patuh dia langsung meninggalkan puncak gunung Ji saat itu juga karena waktu Hagi tidak banyak.


__ADS_1


bersambung


__ADS_2