My Eternal Love

My Eternal Love
All Hurt Begin/Semua Luka Dimulai


__ADS_3

Hari ini cuaca kembali hujan deras, angin memperburuk keadaan juga menghambat banyak sekali aktifitas di pagi hari ini. Seoul sudah lama tidak pernah mengalami cuaca seexstrim ini, padahal ramalan cuaca hari ini di kabarkan cerah membuat banyak sekali orang yang tidak siap nampak basah kuyup di jalan karena tidak membawa payung.



Tapi hal itu sepertinya tidak mengganggu Kyuhyun yang hanya menatap menerawang jendela kantornya, karena yang mengganggunya belakangan ini adalah sang penulis baru yang mendadak mengalihkan semua hal kepentingan penerbitan novelnya pada pengacaranya.



Kim Hagi, Kyuhyun hanya tahu sedikit tentang gadis itu karena sepertinya data pribadinya sendiri di sembunyikan, bahkan Kyuhyun yang terkenal sangat pintar meretas data sekalipun ia tidak bisa menemukan data lengkap gadis itu, jika Hagi menggunakan pengacara hanya untuk hal sepele seperti penerbitan novelnya, gadis itu pasti bukan orang biasa apa lagi data gadis itu susah untuk di dapatkan.



Tapi bukan itu tepatnya yang mengganggu Kyuhyun belakangan ini, rasa rindu yang asing bagi Kyuhyun pada gadis itulah yang mengganggunya. Bukan hanya itu kenyataan jika Kyuhyun bisa mendengar suara gadis itu juga mengganggu Kyuhyun belakangan ini padahal gadis itu jelas-jelas bisu, tidak mungkinkan mendadak Kyuhyun punya ilmu supranatural yang bisa membaca pikiran orang lain? Tapi kalaupun iya kenapa hanya pikiran gadis itu saja yang bisa Kyuhyun dengar?



Kyuhyun ingin sekali berbicara dengan Hagi bertanya banyak hal pada gadis itu tentang keanehan-keanehan yang terjadi di antara keduanya, tapi setelah pertemuan mereka di kantor editor Kang, Hagi seolah menghindar darinya dengan mengalihkan semua kesibukannya pada pengacaranya sekalipun novel My Eternal Love tetap di garap oleh perusahaannya. Biodata gadis itu juga tidak terlalu membantu, hanya ada nama, nomor telpon juga di daerah mana gadis itu tinggal tanpa memberikan alamat lengkapnya.



Alhasil selama seminggu terakhir Kyuhyun berakhir dengan terus memikirkan Hagi yang belakangan menjadi salah satu orang yang masuk di dalam mimpi-mimpi buruknya.



"Apa mungkin gadis itu mengenalku sebelum aku hilang ingatan?" Kyuhyun berguman kecil, lalu meringis pelan ketika dadanya kembali mendapatkan sengatan kecil, beberapa hari terakhir ini juga Kyuhyun sering sekali mendapatkan serangan sakit di dadanya setiap memikirkan Hagi, walaupun tidak sekuat saat bangun dari mimpi buruknya tetap saja mengganggu.



Kombinasi menyebalkan antara rasa sakit juga merindukan gadis itu, ibaratnya Kyuhyun seolah menggenggam mawar dia menyukai bunga itu tapi terus terluka karena durinya. Tiba-tiba saja ponsel Kyuhyun berbunyi tanpa melihat siapa yang menelpon Kyuhyun mengangkat panggilan di ponselnya. Kyuhyun bahkan belum berbicara atau menyapa ketika suara seseorang memecahkan lamunan Kyuhyun tentang Hagi.


__ADS_1


"Hallo... Kyuhyun oppa, aku merindukanmu." Kyuhyun menjauhkan ponselnya sebentar hanya untuk memastikan jika Jeinlah yang menelponnya, setelah tahu pasti siapa yang menelponnya Kyuhyun kembali menempelkan ponselnya di telinga.



"Ku kira kau tidak akan menelponku lagi." Jein menghelah nafas lalu mulai merajuk.



"Aku hanya sedang berhati-hati saja agar tidak ketahuan ayah. Lagi pula bukan aku yang memutuskan tali pertunangan tapi ayah, kau tahukan ayah sangat perhitungan dia hanya tidak mau aku hidup susah nantinya." Ucapan Jein membuat Kyuhyun mendengus pelan, diakan belum benar-benar bangkrut.



"Kalau begitu kau turuti saja ayahmu." Jein nampak protes bagaimana pun Kyuhyun tangkapan yang bagus.



"Tentu saja tidak mau, akukan mencintai oppa. Soal perusahaan aku percaya oppa bisa mencari jalan keluarnya." Kyuhyun menghelah nafas pelan, dia memang masih tertarik pada Jein karena bagaimanapun gadis itu selama 3 tahun terakhir menghabisakan waktu bersama dengannya, tapi sekarang Kyuhyun juga harus bertanggung jawab dengan perusahaannya juga perusahaan ayahnya yang di ambang kebangkrutan dan hanya dengan mengikuti saran ayahnya saja hal itu bisa terjadi.




"Kenapa oppa tega sekali padaku? Padahal kita saja belum lama ini memutuskan hubungan pertunangan yang bahkan tidak aku setujui." Kyuhyun menghelah nafas dia juga tidak menginginkan hal ini terjadi tapi keadaan perusahaa sangat mendesak.



"Tapi seperti yang ayahmu prediksikan perusahaanku akan bangkrut jika tidak cepat mendapatkan bantuan dari perusahaan besar, kebetulan ayah mengenal seseorang yang memiliki perusahaan yang mau membantu perusahaanku asal dengan syarat mau menikahkanku dengan putrinya." Isak tangis Jein semakin keras setelah mendengar penjelasan Kyuhyun membuat Kyuhyun semakin mendesah panjang.



"Apa tidak ada cara lain kenapa seperti oppa menjual diri pada mereka? Apa kau harus meninggalkanku setelah apa yang kita lalui selama ini?" Kyuhyun menarik nafas panjang, memang tidak ada cara lain lagi, perusahaan besar itu yang sekarang bisa membantu Kyuhyun dan keluarganya.

__ADS_1



"Tidak ada, jadi sebaiknya kau cari pria lain saja." Isakan Jein semakin memelan lalu menghilang, Kyuhyun bahkan memastikan jika mungkin Jein sudah mematikan panggilannya tapi ternyata masih tersambung.



"Han Jein kau tidak apa-apa?" Sebuah tarikan nafas terdengar dari Jein membuat Kyuhyun bernafas lega, dia kira gadis itu pingsan atau sebagainnya.



"Aku baik-baik saja oppa, jika oppa memang tidak punya pilihan lain aku akan menerimamnya, oppa bisa menikah dengan gadis manapun untuk menyelamatkan perusahaan oppa. Tapi setelah perusahaan oppa membaik oppa harus kembali padaku." Kyuhyun mengerutkan keningnya belum juga Kyuhyun menjawab seseorang tiba-tiba saja masuk kedalam kantornya, siapa lagi yang dengan beraninya masuk keruangannya tanpa permisi selain Jein.



Mata gadis itu sembab lalu dengan cepat mendekat kearah Kyuhyun yang terkejut dan berdiri dari kursi kebesarannya, gadis itu langsung memeluk Kyuhyun membuat Kyuhyun sempat kehilangan keseimbangan tubuhnya. Bukan hanha itu Jein juga langsung mencium Kyuhyun yang hanya bisa mengerang kecil, dia merindukan Jein juga dan Kyuhyun tidak munafik. Mereka bertunangan hampir 3 tahun jadi hal seperti ini sudah pasti sering terjadi. Jein bahkan sudah sering tidur dengan Kyuhyun layaknya pasangan suami istri jadi tidak mudah juga bagi Kyuhyun untuk melepaskan Jein.



"Jadi setuju? Oppa harus berjanji akan kembali padaku jika perusahaan oppa membaik?" Kyuhyun menatap Jein yang menatapnya sayu begitupun dengan Kyuhyun yang akhirnya hanya mengangguk kecil lalu kembali mencium Jein dalam-dalam tanpa Kyuhyun sadari sejak tadi ada seseorang yang bergetar dengan perasaan sakit di depan pintu ruangannya yang terbuka kecil.



"No...nona Hagi... saya sudah bilangkan jika Tuan Cho kedatangan tunangannya?" Sekertaris Kyuhyun yang sejak tadi berusaha mencegah Hagi nampak tidak enak menatap Hagi yang seolah terluka dengan apa yang ia lihat di dalam, apa penulis baru ini salah satu dari banyaknya wanita yabg jatuh hati pada Kyuhyun? Jika ia maka kasihan sekali karen Kyuhyun di kenal sangat setia pada Jein selama ini. Itulah yang di pikirkan sang sekertaris berbeda dengan apa yang Hagi pikirkan.



"Ternyata benar kau bukan dia... jika iya dia tidak mungkin menyakitiku lagi." Gumam Hagi dalam hati lalu setelah itu pergi dari sana meyakinkan pada diri sendiri jika Kyuhyun suaminya Sang Pangeran Rubah tidak mungkin ada di dunia manusia.



bersambung

__ADS_1


__ADS_2