
Siwon menggebrak mejanya sekali lagi, ketika mata-mata yang ia kirim memberitahukan jika Kyuhyun ternyata masih hidup. Untuk mendapatkan kesempatan seperti terakhir kali bukanlah hal mudah, adiknya itu pasti sekarang akan lebih waspada dari sebelumnya, ingatan terakhir kalinya juga membuat Siwon semakin marah, dia tidak menyangka Hyunmie bisa jatuh hati secepat itu pada Kyuhyun tapi jika diingat kembali bahwa Hyunmie baru saja di lepas dari pasungannya selama 10 tahun Siwon bisa mengerti kenapa Hyunmie mudah memberikan hatinya pada seseorang.
Walaupun begitu Siwon tetap bertekad memiliki Hyunmie yang dari awal memang sudah menjadi miliknya sejak gadis itu masih kecil, Siwon bisa membuat Hyunmie mencintainya jika Siwon mau dan lagi mereka punya ikatan kecil saat gadis itu masih belia. Itu kenapa Siwon berkeras memiliki Hyunmie dan untuk mewujudkannya Kyuhyun harus mati agar Siwon bisa menikahi Hyunmie.
Tapi sekarang Siwon tidak memiliki rencana apapun yang memungkinkan agar Kyuhyun bisa Siwon bunuh dengan mudah, walaupun ada hal aneh yang membuat Siwon penasaran tentang Kyuhyun yang memanggil Hyunmie dengan nama Hagi dan dengan cepatnya Hyunmie merepson nama itu.
Ketika Siwon masih sibuk dengan pikirannya tiba-tiba seseorang masuk ruangannya, jika orang biasa para pengawalnya pasti akan tahu kedatangan orang itu, tapi sepertinya orang ini bukanlah orang biasa karena bisa dengan mudahnya masuk ruangan Siwon tanpa di ketahui siapapun.
"Siapa kau? Berani sekali kau masuk ruanganku seperti maling?" Orang itu perlahan mendekat kearah Siwon keluar dari kegelapan lalu tersenyum licik pada Siwon.
"Aku datang untuk menolongmu." Siwon menaikan alisnya lalu mulai meneliti orang di hadapannya. Jelas sekali jika orang ini bukan berasal dari kerajaan Hanyeol.
"Berasal darimana kau? Kau jelas bukan dari Hanyeol." Orang itu semakin mendekat lalu menatap ruangan di sekelilingnya menilai.
"Pintar, aku suka jika sekutuku orang pintar." Siwon mengerutkan keningnya tidak suka, pertanyaannya sama sekali tidak di jawab oleh orang di hadapannya.
"Aku tidak suka basa basi, jika kau hanya ingin berputar-putar tidak jelas sebaiknya kau pergi dari sini." Orang di hadapan Siwon menatap Siwon dengan ekspresi mencela.
"Sayang kau tidak sabaran. Padahal jika kau ingin mendapatkan posisi Raja kau harus6 penuh perhitungan dan kesabaran." Siwon berdiri lalu berhadap-hadapan dengan orang yang sejak tadi membuang waktunya.
"Posisi itu bisa aku dapatkan tanpa sekutu sekalipun. Jadi lebih baik kau pergi dari sini sekarang juga." Siwon berbalik lalu siap kemba7li duduk di depan mejanya ketika orang itu kembali berbicara.
"Begitukah? Sayangnya sainganmu bahkan mendapat sekutu yang hebat apa kau yakin bisa menandingi Raja Rubah?" Ucapan orang itu berhasil menarik perhatian Siwon membuat orang itu tersenyum penuh kemenangan.
"Kyuhyun adikmu jelas mendapat dukungan dari Raja Rubah karena menikah dengan keluarga Kim yang memiliki perjanjian dengan Raja Rubah. Kau pikir Raja Rubah akan diam saja jika kau menganggu Kyuhyun terus menerus?" Siwon mengumpat keras, dia tidak pernah mendengar kabar seperti itu sebelumnya.
"Dari mana kau tahu semua ini? Sebenarnya dari mana asalmu?" Orang itu kali ini duduk di hadapan Siwon sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"Aku utusan dewa tertinggi dari kerajaan langit." Siwon kali ini mulai tertarik dengan orang di hadapannya.
"Lalu apa yang harus aku berikan jika kau atau dewa tertinggi memberiku pertolongan?" Orang itu Jaerim tersenyum licik merasa sangat mudah mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Bukan sesuatu yang sulit, tapi sebelumnya kau harus memberiku informasi yang kau miliki sebelum aku membantumu." Siwon menaikan alisnya curiga tapi kemudian mengangguk kecil, semakin banyak bantuan, semakin cepat Siwon mendapatkan Hyunmie.
***
Hagi menghelah nafas lalu mencengkram rambutnya sebal yang langsung di tarik oleh Kyuhyun dengan kepala menggeleng tidak suka, Hagi langsung memutar bola matanya karena Kyuhyun yang terlalu berlebih dan lagi masalahnya sekarang bukan itu. Setelah mendengar penjelasan Kyuhyun tentang siapa dan apa alasan orang menyerang Kyuhyun, Hagi semakin sebal dengan kenyataan jika ia terlalu di perebutkan banyak orang atau sebenarnya Hyunmielah yang terlalu di perebutkan.
"Tapi apa itu tidak berlebihan, bagaimanapun Siwon adalah Kakakmu kenapa dia berkeras membunuhmu hanya karena mengincar aku?" Kyuhyun memutar bola matanya tidak percaya, Hagi sudah bertanya hal itu berkali-kali membuat Kyuhyun mulai lelah menjelaskan.
"Karena kau gadis yang ia cari hampir sepuluh tahun ini dan lagi aku saingannya dalam perebutan tahta kerajaan walaupun aku tidak menginginkannya." Kali ini Hagi menggerutu semakin kesal lalu menatap Kyuhyun dalam.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau bahkan tidak punya kekuatan apapun untuk mengalahkan kakakmu sendiri bagaimana kau bisa berurusan dengan Raja Rubah dan dewa tertinggi? Aku tidak mau jadi piala bergilir." Hagi melipat tangannya kesal sambil mengigit bibirnya tidak terima membuat Kyuhyun mengulurkan tangannya lalu melepas gigitan di bibir Hagi dengan ibu jarinya dan tersenyum kecil.
Entah kenapa kenyataan itu sekarang melukai perasaannya, Hagi ingin pulang ada ibu yang menunggunya bangun tapi di sisi lain dia juga ingin tinggal bersama Kyuhyun walaupun itu berarti Hagi mengambil hidup orang lain, Hagi menggelengkan kepalanya dia bukanlah orang jahat juga bukanlah anak durhaka dia tetap harus kembali kejasad aslinya sekalipun mungkin seumur hidup dia hanya akan mencintai satu orang, kenyataan lain yang menghantam perasaan Hagi dan memang apa yang ia takutkan menjadi kenyataan, sialan dia jatuh cinta semakin dalam pada pangeran arogan dan sombong ini.
Kyuhyun menatap punggung Hagi dengan merasakan gejolak rindu pada gadis di hadapannya walaupun sekarang ia bertemu dengan Hagi setiap hari rasanya masih belum cukup, Kyuhyun berusaha berdiri dari ranjang lalu memeluk Hagi dengan erat meletakan dagunya di atas kepala Hagi yang menegang.
"Hagi istriku... hanya Hagi..." ucapan Kyuhyun membuat Hagi memutar tububnya lalu memeluk Kyuhyun tidak kalah eratnya ada isakan kecil yang membuat Kyuhyun terkejut lalu melonggarkan pelukannya dan menganggkat dagu Hagi agar bisa menatap mata basah berwarna ungu milik Hagi.
"Ada apa kenapa menangis?" Bukan menjawab Hagi malah menjinjitkan kakinya lalu mengecup bibir Kyuhyun lembut dan ucapan Hagi selanjutnya sukses membuat Kyuhyun kehilangan kata-kata.
"Aku mencintaimu... aku Hagi mencintaimu..." dengan perasaan bahagia Kyuhyun mencium Hagi dengan segenap rasa cintanya pada Hagi dan kali ini Hagi dengan kesadaran penuh berpartisipasi dengan ciuman yang rasanya tidak akan pernah Kyuhyun lupakan.
Butuh beberapa menit agar Kyuhyun menghentikan ciumannya itupun dengan perasaan enggan, sambil menarik nafas Kyuhyun menatap Hagi dengan perasaan mendamba yang tidak bisa Kyuhyun sembunyikan lagi.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu." Hagi menatapnya dengan sayu ada kesedihan di mata Hagi yang hilang dengan cepat ketika Hagi kembali menciumnya dan dengan senang hati Kyuhyun balas walaupun banyak yang ingin ia tanyakan tentang kesedihan di mata gadis itu Kyuhyun tidak bisa mengalihkan pikirannya dari ciuman manis yang kini sedang mereka lalui.
Tapi Kyuhyun sepertinya merusak moment itu dengan menggeram kesakitan karena Hagi yang tidak sengaja memegang luka di bahunya membuat mau tidak mau merubah suasana romantis yang sudah terbentuk tadi.
"Maaf, aku tidak sengaja aku lupa kau masih sakit dan butuh banyak istirahat aku akan kembali ke kamarku." Kyuhyun bahkan belum sempat berbicara ketika Hagi sudah melesat pergi dari kamarnya membuat Kyuhyun menghelah nafas kecewa.
"Padahal dia bisa tidur disini jika dia mau." Gumam Kyuhyun pelan.
Perlahan Kyuhyun merebahkan tubuhnya kembali di ranjang lalu menatap langit-langit kamarnya kosong sebelum akhirnya pandangannya beralih pada lukisan seekor rubah yang beberapa hari terakhir Kyuhyun ketahui asalnya.
Kyuhyun duduk di ranjang dengan keadaan bersila lalu mulai melakukan gerakan segel yang baru ia ingat beberapa hari terakhir ini. Segel itu mengeluarkan aura biru dari tangan Kyuhyun lalu memunculkan segumpal asap yang berubah menjadi sesosok wanita cantik.
"Sang Wo lama tidak berjumpa." Gadis cantik itu langsung berlutut memberi hormat.
"Akhirnya segel tuan sudah terlepas." Kyuhyun mengangguk pelan lalu tersenyum kecil.
"Bagaimana keadaan ayah dan ibu? Apa mereka tahu tentang pernikahanku?" Pertanyaan Kyuhyun hanya di balas anggukan kecil dari Sang wo.
"Sudah tuan, mereka tidak sabar menunggu 3 bulan lagi untuk bertemu istri anda." Kyuhyun mengangguk kecil lalu berjalan kearah lukisan rubah miliknya.
"Aku harap saat itu istriku sudah hamil akan lebih mudah mengatasi Donghae nantinya." Sang Wo sekali lagi menunduk ketika Kyuhyun menatapnya dalam.
"Ku harap kau tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu, aku masih memberikanmu kesempatan karena persahabatan kita." Sang Wo mengangguk kecil lalu pergi setelah Kyuhyun mengangkat tangannya.
Sekali lagi Kyuhyun tersenyum kecil penantiannya ternyata membuahkan hasil dia juga tidak menyangka bisa memilih Hyunmie sebagai istrinya bertepatan dengan kedatangan Hagi dari dunianya. Atau mungkin saja ayahnya sudah mengatur hal ini dari jauh hari. Kyuhyun bisa menanyakannya lagi nanti.
"Sudah sangat lama sekali tidak melihatmu Pyong-pyong." Gumam Kyuhyun pelan lalu meraba lukisan di hadapannya pelan.
__ADS_1
bersambung