My Eternal Love

My Eternal Love
Cancel/Batal


__ADS_3

Hari itu setelah pertemuan dengan Editor Kang benar-benar gagal Hagi kembali ke rumah dan mengurung diri di kamar, berusaha mengatakan pada diri sendiri jika pria yang baru saja dua kali berturut-turut bertemu dengannya bukanlah Kyuhyun suaminya. Tapi semakin Hagi mengatakan pada diri sendiri jika pria itu bukan suaminya, Hagi semakin berharap sebaliknya. Walaupun begitu Hagi masih belum berani kembali bertemu dengan pria itu lagi dan memutuskan mengurus semua penerbitan novelnya lewat pengacara keluarganya.



Selama itu juga Hagi tahu dari pengacaranya jika pria itu terus berusaha untuk bertemu dengan Hagi lewat berbagai cara dengan pembahasan penerbitan novelnya. Hagi yakin pria itu pasti penasaran padanya karena jujur saja Hagi juga penasaran pada pria itu, tatapan pria itu, pelukan pria itu terlalu mirip dengan Kyuhyun walaupun secara penampilan keduanya memiliki perbedaan. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah kenapa pria itu bisa mendengar suara hatinya, bahkan dulu saja Kyuhyun suaminya saat menjadi kekasih Hagi tidak bisa mendengar suara hatinya dan hanya Hyunmie yang bisa mendengarnya.



Ketika mengingat Hyunmie sang adik akhirnya Hagi menyadari sesuatu, hari ini tanpa berpikir panjang lagi, Hagi nekat kembali datang ke kantor pria itu tanpa pemberitahuan sama sekali.


Tapi sayangnya Hagi harus menelan kekecewaan juga rasa sakit karena ternyata Hagi salah, iya dia salah pria itu ternyata telah memiliki seorang tunangan, sekertaris pria itu juga bilang jika selama ini Kyuhyun sangat setia pada tunangannya, bahkan keduanya di rencanakan menikah tahun ini. Sambil berlari pergi dari kantor pria itu Hagi menangis sedih. Jika dulu ia selalu menangis karena merindukan suaminya, hari ini Hagi merasakan rasa sakit seolah di khianati padahal Hagi tahu pria itu bukanlah suaminya tapi orang lain yang terlalu mirip dengan suaminya sang Pangeran Rubah.



"Kenapa pria itu harus memiliki wajah yang sama denganmu? Bahkan nama kalian sama, kenapa juga Tuhan mempertemukan kita? Ya Tuhan sebenarnya cerita apa lagi yang ingin kau tulis untukku? Apa masih belum cukup rasa sakit yang bahkan belum hilang kemarin Kau tambah lagi?" Hagi menatap langit sambil duduk di taman dekat kantor pria itu, setelah puas menangis Hagi hanya diam dengan menatap langit sendu. Tadinya Hagi pikir pria itu bisa saja memang Kyuhyun karena pria itu bisa mendengar suara hatinya yang Hagi simpulkan karena pertukaran mutiara merah dan biru sebelumnya.



Tapi mendengar ucapan sekertaris pria itu, Hagi kembali harus kecewa karena kembali berharap. Sekarang Hagi berjanji pada diri sendiri jika ia tidak akan mengharapkan apapun dari pria itu. Dan berusaha profesional dengan pria itu mengenai novelnya.



"Iya... dia bukan Kyuhyunku... dia Kyuhyun si manusia biasa yang memiliki tunangan." Sekali lagi Hagi tersenyum miris, dia terlalu merindukan Kyuhyunnya, itu kenapa pria itu membuat Hagi merasakan rindu dan sakit ini karena wajah mereka yang mirip.



Tidak berapa lama ponsel Hagi berbunyi, tanda sebuah pesan masuk. Hagi memang menggunakan ponsel hanya untuk mengirim pesan mengingat dia bisu jadi tidak mungkin menerima panggilan masuk. Pesan datang dari nyonya Hyunji ibu Hagi yang memberitahukan perihal pertemuannya dengan calon suami Hagi yang di adakan malam nanti. Kali ini Hagi menarik nafas panjang, sebenarnya kalau bisa memilih Hagi tidak mau menikah tapi dia punya perjanjian yang harus di penuhi apa lagi ini menyangkut adiknya, Hyunmie. Dia harus menikah agar memiliki anak karena dengan begitu Hyunmie akan lahir.



Sekarang siapapun calon suaminya, Hagi tidak peduli karena dia hanya butuh melahirkan Hyunmie setelah itu mungkin Hagi bisa bercerai dengan suaminya, Hagi hanya bisa mencintai Kyuhyun jadi dia tidak mau mengikat siapapun tanpa cinta bersamanya terlalu lama.



"Aku pulang sekarang..." Hagi mengetik dengan lemas di ponselnya menjawab pesan sang ibu lalu perlahan Hagi berdiri dari kursi taman dan berjalan dengan gontai.



Baru saja berjalan beberapa langkah sebuah tangan tiba-tiba membalik tubuh Hagi dengan kuat, Hagi yang tidak memiliki banyak tenaga lagi berbalik cepat dan menabrak tubuh orang yang menariknya hingga orang itu terpaksa memeluk Hagi agar tidak terjatuh karena tertabrak dengannya terlalu keras. Ketika Hagi mendongkakan kepalanya menatap orang yang masih menggenggam pergelangan tangannya juga memeluk pinggangnya Hagi menahan nafas terkejut, mata sayu yang gelap itu menatap Hagi dengan perasaan yang anehnya bisa Hagi tahu rasanya karen Hagi kembali meneteskan air matanya, tapi ketika sadar jika orang ini bukanlah orang yang menimbulkan perasaan rindu mendalam ini Hagi dengan cepat melepaskan diri.



"Dia bukan Kyuhyun... dia bukan Kyuhyun..." Hagi memeluk diri sambil berbalik dari orang itu yang kembali membalik Hagi dengan keras lalu mengguncang Hagi yang terus mengatakan hal yang sama.


__ADS_1


"Aku Kyuhyun... Aku jelas-jelas Kyuhyun kenapa kau mengatakan sebaliknya? Dan kenapa? Kenapa aku bisa mendengar suaramu padahal kau tidak berbicara? Kenapa kau selalu menangis saat melihatku? Kita harus bicara Hagi_ssi kau tidak boleh kabur lagi." Hagi menggelangkan kepalanya lalu berusaha melepaskan diri dari Kyuhyun.



"Kau bukan dia, maksudku namamu mungkin sama dengannya tapi kau bukan dia dan aku tidak tahu kenapa kau bisa membaca pikiranku juga kenapa aku menangis bukan urusanmu." Hagi kembali berbalik tapi dengan cepat Kyuhyun kembali menangkap tangan Hagi kali ini kembali memeluk Hagi yang meronta tidak berdaya.



"Sialan siapa dia? Kenapa juga kau jadi marah dan menangis  karena orang itu mirip denganku?" Kali ini Hagi mendelik kesal lalu menginjak kaki Kyuhyun kasar membuat Kyuhyun melepas pelukannya pada Hagi.



"Sudah kubilang itu bukan urusanmu, kenapa aku marah karena setiap bertemu kau selalu tidak sopan padaku." Kyuhyun meringis pelan, kakinya masih sakit karena hill gadis di hadapannya.



Kyuhyun juga tidak tahu kenapa dia selalu ingin memeluk Hagi saat bertemu gadis itu tidak peduli Hagi sedang menangis atau marah yang Kyuhyun rasakan selalu rasa sakit mencubit di hatinya. Walaupun tidak nyaman Kyuhyun justru menyukaimya.



"Baiklah aku tahu aku salah aku minta maaf, tapi bisakah kau jelaskan kenapa aku bisa mendengar suaramu? Maksudku pikiranmu. Dan seperti yang kau bilang aku mirip siapa bukanlah urusanku, jadi bisakah kau bersikap juga sama seolah aku memang bukan dia yang sepertinya selalu membuatmu menangis." Hagi mengigit bibir pelan, dia juga masih bingung kenapa Kyuhyun bisa mendengar suara pikirannya.



"Aku juga tidak tahu... soal bagaimana aku bersikap padamu, aku juga minta maaf, hanya saja terlalu sulit untukku bersikap biasa karena wajahmu yang terlalu mirip dengannya." Kyuhyun mendengus kesal semuanya masih menggantung terlebih dengan si pria sialan yang mirip dengannya itu yang membuat Hagi selalu menangis.




"Hentikan, kau tidak berhak menghinanya." Sekali lagi Kyuhyun mendengus semakin kesal.



"Dia pantas di hina, dia membuatmu selalu menangis di depanku karena wajahnya yang mirip denganku seolah akulah yang brengsek." Hagi menghelah nafas, dia sebenarnya sangat marah hanya saja pria si hadapannya ini tidak tahu apa-apa.



"Maaf... aku akan usahakan untuk tidak menangis lagi di hadapanmu, jadi aku mohon jangan hina dia lagi." Kyuhyun mengerutkan keningnya semakin kesal, seolah Kyuhyun cemburu Hagi membela pria itu, sial yang benar saja dia tidak mungkin cemburukan? Ini bahkan bisa di bilang pertemuan ketiga mereka mana mungkin Kyuhyun langsung memiliki perasaan aneh seperti itu.



Kyuhyun mengepalkan tangannya lalu menarik nafas panjang berusaha menenangkan gejolak di hatinya yang berbenturan antara sakit dan marah lalu menatap Hagi yang masih menatapnya dengan tatapan sayu yang membuat Kyuhyun kembali mendekat kearah Hagi lalu mengelus wajah Hagi pelan.


__ADS_1


"Jangan tatap aku seperti itu terus." Hagi tertegun lalu kembali mundur lalu menunduk membuat Kyuhyun menarik nafas kesal sial kenapa dia kesal terus sejak tadi.



"Baiklah kita bahas pekerjaan saja, kenapa kau datang kekantor bahkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu? Dan kenapa kau tidak menunggu saja sampai tamuku pergi?" Sekali lagi Hagi tertegun lalu memeluk diri kembali.



"Aku hanya ingin memastikan sesuatu lagi pula aku tidak mau menggaggumu." Kyuhyun berdeham pelan, sebenarnya tadi saat Kyuhyun mencium Jein tiba-tiba dadanya kembali sakit membuat Jein panik lalu memanggil sekertarisnya yang juga ikut panik. Tapi setelah beberapa saat dadanya tidak sakit lagi, jadi Kyuhyun memutuskan agar Jein pulang walaupun gadis itu sulit sekali di minta pulang.



Saat Jein pulang sekertarisnya itu baru memebritahukan perihal Hagi yang baru saja datang tapi pergi kembali karena Kyuhyun yang masih bersama Jein. Mendengae hal itu Kyuhyun langsung berlari keluar tanpa bertanya lebih lanjut tentang kedatangan Hagi, entah kenapa ada perasaan senang juga khawatir ketika tahu Hagi datang padanya.



"Apa yang ingin kau pastikan?" Kali ini Hagi kembali menatap Kyuhyun tapi lagi-lagi bibir Hagi bergetar matanya kembali berkaca-kaca. Sial bagaimana dia bisa profesional jika begini terus.



"Sepertinya aku tidak bisa..." Kyuhyun mengerutkan keningnya tidak mengerti.



"Apa maksudmu?" Sekali lagi Hagi menatap Kyuhyun sambil menarik nafas lalu menggelengkan kepalanya.



"Aku tidak bisa di dekatmu, aku selalu melihat dia di wajahmu walaupun kau bukan dia. Sepertinya aku akan membatalkan penerbitan novelku di perusahaanmu." Kali ini Kyuhyun lebih terkejut lagi yang benar saja novel itu bahkan tinggal siap cetak setelah di edit editor Kang.



"Kau tidak bisa seperti ini atau jangan-jangan ini bukan karyamu sehingga kau takut untuk di terbitkan?" Kali ini Hagi menatap Kyuhyun tidak percaya lalu menendang tulang kering Kyuhyun dengan sepatu hillnya marah.



"Itu kisahku, bagaimana mungkin kau berpikir aku mencurinya." Jika saja Hagi bisa berteriak mungkin dia akan mengatakannya keras-keras, dia tidak peduli pria di hadapannya ini percaya atau tidak yang jelas Hagi tidak akan menggunakan perusahaan pria ini. Membiarkan Kyuhyun mengerang kesakitan sambil memegang kakinya Hagi berkacak pinggang kesal.



"Perjanjian batal, aku akan kirimkan ganti ruginya lewat pengacaraku. Permisi." Setelah mengatakan hal itu Hai benar-benar pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih mengelus kakinya sambil berusaha berdiri dan mengejar Hagi yang entah kenapa cepat sekali menghilang.



__ADS_1


bersambung


__ADS_2