
Hujan reda ketika Kyuhyun selesai membersihkan diri, tidak bisa di pungkiri dia senang dengan apa yang terjadi barusan, dia sama sekali tidak menyesal melakukannya. Perasaan marahnya menghilang tergantikan dengan perasaan yang Kyuhyun rasakan belakang ini saat melihat istrinya.
Kyuhyun melangkah keluar paviliunnya sambil di temani Changmin yang baru saja melapor jika Kakak ketiganya ternyata belum pulang karena terhalang hujan. Siwon memang masih di pondok tempat terakhir istrinya dan Siwon berbicara, Kyuhyun perlahan mendekat kearah pondok lalu duduk di kursi di dalam pondok memperhatikan Siwon yang masih menatap langit dengan tatapan Kosong.
"Aku tidak mengira kakak ketiga masih disini." Siwon akhirnya berbalik lalu menatap Kyuhyun datar dan ikut duduk di kursi di hadapan Kyuhyun.
"Aku menunggu hujan berhenti dan lagi aku memang menunggumu." Kyuhyun menatap Siwon heran, Kyuhyun kira Siwon sudah selesai dengan hinaannya di ruang tamu tadi.
"Apa ada yang belum Kakak ketiga bicarakan?" Siwon menuang teh yang mulai mendingin dari pot teh ke gelasnya lalu meminumnya pelan.
"Setelah melihat istrimu aku terpaksa mengatakan jika kau salah melangkah kali ini." Kyuhyun mengetatkan rahangnya kesal, Kyuhyun sudah yakin jika Hyungnya ini pasti tertarik pada istrinya.
"Oh iya? Kenapa bisa begitu?" Pertanyaan Kyuhyun yang terkesan biasa saja membuat Siwon menatap tajam kearah Kyuhyun.
"Kau bukan hanya menikahi putri mentri Kim untuk bersaing denganku merebut posisi Putra mahkota, tapi kau mengambil apa yang sudah lama menjadi milikku." Kyuhyun menggebrak meja keras, kali ini omong kosong Hyungnya sudah keterlaluan.
"Jaga ucapan Hyung, Hyunmie adalah istriku sekarang dan jika Hyung lupa alasanku menikahi putri mentri Kim bukan untuk bersaing denganmu tapi agar tidak seperti Meong ju yang tidak memiliki perlindungan sama sekali." Siwon tersenyum sinis lalu kembali berdiri sambil memunggungi Kyuhyun.
"Jika kau tetap menikah dengan Hyebin mungkin nasibmu tidak akan seperti Meong Ju, tapi kau menikahi Hyunmie gadis yang selama ini aku cari lebih dari hampir 10 tahun." Kyuhyun terkejut menatap Siwon yang menatapnya dengan amarah yang tidak pernah Kyuhyun lihat. Kyuhyun juga tidak menyangka gadis yang selama ini di gosipkan selalu di cari kakak ketiganya adalah Hyunmie.
"Bagaimanapun sekarang aku adalah suaminya, Hyung tidak bisa merubah apapun." Siwon tersenyum sinis lalu mendekat kearah Kyuhyun menatap salah satu adik yang memang ia rencanakan ia bunuh sebelumnya.
__ADS_1
"Aku bisa merubahnya, aku hanya tinggal membunuhmu." Kyuhyun mengepalkan tangannya semakin marah, kali ini Siwon secara terang-terangan mengancamnya.
"Kita lihat saja nanti, apa Hyung sanggup melakukannya atau tidak." Kyuhyun menatap Siwon tajam begitupun sebaliknya, Siwon akhirnya berdiri tegak lalu menatap langit yang mulai cerah.
"Langit sudah tidak hujan, sepertinya aku harus pergi sekarang. Aku harus bersiap-siap membunuh seseorang." Setelah mengatakan hal tersebut Siwon pergi meninggalkan Kyuhyun yang mengggebrak meja kuat-kuat.
"Sialan." Bentak Kyuhyun marah, tapi rasanya kekesalan Kyuhyun belum menghilang ketika beberapa pelayan keluarga Kim membuat keributan.
"Ada apa?" Changmin yang baru saja di beritahu oleh pelayan yang ia tanyai terkejut dengan keributan yang terjadi. Lalu mendekat kearah Kyuhyun.
"Tuan Putri tercebur kedalam sumur Pangeran." Kyuhyun membulatkan matanya terkejut, tanpa banyak bertanya lagi Kyuhyun menyusul beberapa pelayan yang ikut berlari kearah halaman belakang kediaman keluarga Kim, beberapa kali Kyuhyun mengumpat kesal juga khawatir bersamaan. Saat sampai di belakang kediaman Kim semua pelayan yang mengerumuni sumur membuka jalan untuk Kyuhyun.
"Hyunmie... bangun... jangan bercanda seperti ini." Kyuhyun berusaha menguncang tubuh istrinya pelan tapi tidak ada reaksi.
"Panggil tabib sekarang juga, cepat!!" Changmin yang di perintah langsung mengangguk dan berlari dari sana, Kyuhyun sendiri langsung memangku Istrinya lalu membawanya kedalam ruangannya, Kyuhyun yakin kamar istrinya belum di rapikan. Kyuhyun menidurkan istrinya di ranjang lalu memerintah pelayan untuk membantu istrinya bertukar pakaian.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau bisa tidak ada di sampingnya saat dia tercebur ke sumur?" Sambil menukar pakaian istrinya Kyuhyun bertanya pada pelayan pribadi istrinya.
"Maaf Pangeran tuan putri menyuruh saya merapihkan kamarnya dan berkata hanya akan menunggu di luar, saat itu saya tidak berani membantah karena sepertinya tuan putri memang ingin sendirian." Kyuhyun mengumpat kasar lalu menyeliputi istrinya dengan selimut tebal setelah memakaikan pakaian kering untuk istrinya. Tidak sampai lima menit tabib datang di bimbing Changmin yang langsung bergerak untuk menolong istrinya.
Kyuhyun menatap tabib yang mengobati istrinya dengan akupuntur setelah mengecek denyut nadi istrinya itu, tapi ketika akupuntur selesai dan sang tabib memeriksa denyut nadi istrinya kembali, tabib menggelengkan kepalanya pada Kyuhyun yang langsung mendekat kearah istrinya sambil menggenggam tangan istrinya erat.
__ADS_1
"Tidak, kau tidak boleh mati begitu saja. Kita bahkan baru bertemu, kumohon bangunlah." Kyuhyun tahu dia melakukan hal yang memalukan di hadapan banyak orang, tapi dia hanya ingin Hyunmie bangun, dia bahkan belum sempat minta maaf jika alasan gadis itu tercebur ke sumur adalah karena apa yang baru saja keduanya lakukan sejam lalu.
Kyuhyun bahkan menitikan air matanya, dia tidak pernah menangis untuk siapapun selama ini, istrinya ini adalah orang pertama yang sangat ingin Kyuhyun miliki dan Kyuhyun tidak mau kehilangan istrinya sekarang.
***
Hagi menghelah nafas sambil kembali berusaha berdiri dari ranjang ketika pelayan pribadinya masuk lalu menatap Hagi khawatir karena melihat matanya yang bengkak karena menangis, Hagi hanya bisa tersenyum miris lalu berusaha berjalan perlahan karena pangkal pahanya yang masih terasa sakit.
"Bisakah kau merapikan ranjangku? Aku akan menunggu di luar." Min Ji hanya bisa mengangguk kecil lalu menatap kearah majikannya kasihan setelah itu mulai merapihkan ranjang, membiarkan Hagi yang memang sepertinya butuh sendiri.
Di luar Hagi menatap langit yang cerah lalu menatap tetesan air yang masih turun dari arah atap paviliun, apa yang terjadi tadi bukanlah apa yang ia bayangkan apa lagi ini sebenarnya bukan tubuhnya, Hagi menatap sekeliling yang sepi. Dia ingat jika paviliun yang ia gunakan sekarang tidak jauh dari halaman belakang tempat ia dipasung, Min ji berkata ada sebuah sumur di ruangan tempat ia di pasung.
Mengigit bibir sedikit ragu Hagi berjalan menuju halaman belakang dan apa yang di katakan Min Ji benar, ada sebuah sumur di sebelah ruangan ia di pasung dulu, perlahan Hagi berdiri di depan sumur lalu menatap kearah dalam sumur tapi ia kembali mundur dan memejamkan mata takut.
Sumur itu pasti dalam dan jika Hagi tercebur kesana Hagi pasti mati atau justru sebaliknya ia mungkin bisa kembali ke tubuhnya yang asli, perlahan Hagi mengepalkan tangan erat lalu kembali melangkah dan mencondongkan diri ke arah sumur.
"Jika tidak di coba aku tidak akan pernah tahu ini berhasil atau tidak, sekali, sekali saja aku harus mencobanya." Hagi mengangguk mantap lalu naik ke atas sumur, beberapa kali Hagi menarik nafas panjang, sambil memejamkan mata Hagi melangkahkan kakinya kedalam sumur, saat itulah Hagi tercebur dan merasakan sakitnya air sumur yang menyentuh kulitnya bagai jarum menusuki daging, sensasi itu sontak membuat Hagi panik dan berusaha naik kepermukaan sumur tapi Hagi baru menyadari jika kakinya seperti di tarik kedalam sumur karena permukaan sumur tidak bisa ia gapai dan saat itulah nafas yang Hagi tahan habis, merebut kesadaran yang Hagi miliki.
Dalam gelap samar-samar Hagi merasakan seseorang memanggilnya, Hagi ingat ini suara ibunya lalu perlahan sinar mulai menusuk mata Hagi dan saat semua sinar itu membentuk sebuah ruangan Hagi menyadari jika dia sekarang sedang di rumah sakit di dunianya dengan ibu yang menangis senang karena ia terbangun, sekali lagi Hagi memejamkan mata ketika seseorang kembali memanggil namanya dan nafasnya kembali seolah di tarik dari jasad Hagi hingga kesadaran hilang dari tubuhnya lagi dan kegelapan mengelilingi Hagi.
__ADS_1
bersambung