My Eternal Love

My Eternal Love
Hagi


__ADS_3

Kyuhyun bangun pagi ini dengan perasaan paling nyaman yang ia rasakan di dalam hidupnya, kenyataan jika istrinya itu sudah tidak ada di ranjang tidak membuat Kyuhyun kecewa karena bagi Kyuhyun sekarang adalah istrinya itu tidak membencinya walaupun Hyunmie belum mengatakan jika gadis itu mencintainya, kebersamaan mereka malam tadi cukup membuat Kyuhyun yakin jika Hyunmie bisa menerimanya.



Saat mencari Hyunmie istrinya itu sedang berada di taman bunga di samping paviliun mereka, satu lagi hal yang Kyuhyun tahu tentang Hyunmie, gadis itu sangat menyukai bunga matahari dan cocok untuk sifat Hyunmie yang aktif dan keras kepala.



Kyuhyun baru saja akan mendekat ketika mendadak kepalanya terasa pusing kelebatan mimpi yang belakang sering menghantuinya melintas di hadapannya, saat melihat Hyunmie berdiri lalu berbalik kearahnya Kyuhyun harus menahan nafas saat menyadari nama gadis dalam mimpinya terucap begitu saja dari mulutnya.



"Hagi..." Kyuhyun memegang kepalanya pusing membuat istrinya itu mendekat kearahnya lalu memegang lengannya agar Kyuhyun tidak terjatuh.



"Ada apa? Kau baik-baik saja?" Sekali lagi Kyuhyun menatap Hyunmie linglung lalu menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan kembali menatap Hyunmie sayu. Ini Hyunmie istrinya bukan gadis dalam mimpi yang sering datang menghantui tidurnya.



"Aku mungkin sedikit lelah, kau tahu semalam aku kurang tidur." Kyuhyun berusaha melucu agar Hyunmie tidak khawatir padanya walaupun sakit kepalanya belum hilang. Istrinya itu mendengus tidak percaya tapi merona manis membuat Kyuhyun terpesona dan tanpa permisi memeluk Hyunmie begitu saja.



"Kau manis sekali." Hyunmie mendorong Kyuhyun berusaha lepas dari pelukan Kyuhyun tapi Kyuhyun justru semakin erat memeluknya.



"Ini di luar, banyak orang yang melihat apa kau tidak malu?" Bisikan istrinya membuat Kyuhyun tersenyum kecil.



"Tidak... biarkan saja kau istriku aku berhak memelukmu." Hyunmie menengadahkan kepalanya agar bisa menatap Kyuhyun lalu menatap Kyuhyun dengan ekspresi tidak percaya.



"Kau suka bunga matahari iya? Kau juga suka musim gugur sepertinya." Hyunmie mengangkat alisnya bingung bagaimana Kyuhyun tahu? Menyadari pertanyaan tidak langsung dari istrinya Kyuhyun menunjuk bunga matahari di belakang istrinya.



"Ah... iya aku memang suka bunga matahari, tapi bagaimana kau tahu aku suka musim gugur?" Kyuhyun mengerutkan kening sama bingungnya tidak tahu kenapa ia tiba-tiba saja tahu.



"Anggap saja aku beruntung karena tebakanku benar, jadi bagaimana jika aku memanggilmu Hagi saja? Anggap saja itu panggilan sayangku padamu." Ekspresi terkejut dan menegangnya tubuh Hyunmie membuat Kyuhyun penasaran apa istrinya itu tidak menyukai nama Hagi?



"Kenapa? Apa kau tidak menyukainya?" Istrinya itu melepas pelukan Kyuhyun lalu memunggunginya membuat Kyuhyun cemas apa sebegitu tidak sukanya Hyunmie dengan nama itu hingga membuat Hyunmie gelisah.



"Baiklah, aku tidak mau kau marah aku tidak akan memanggilmu dengan nama itu jika kau tidak mau." Hyunmie berbalik lalu tersenyum canggung pada Kyuhyun.



"Bukannya aku tidak suka, hanya saja aku baru terbiasa dengan nama Hyunmie kau tahukan aku baru bisa mengumpulkan ingatanku lagi beberapa bulan ini, aku takut nanti bingung jika kau mendadak memanggilku... Hagi." Kyuhyun mengerutkan keningnya heran, jelas sekali jika Hyunmie sedang berbohong tapi kenapa? Walaupun sebenarnya Kyuhyun sendiri lebih aneh lagi, kenapa malah memberi nama itu pada istrinya, nama yang di miliki oleh gadis di dalam mimpinya.



"Jadi kau mau atau tidak aku memanggilmu... Hagi?" Sekali lagi istrinya itu menegang gugup tapi berusaha mengangguk walaupun masih ragu. Entah kenapa Kyuhyun keras kepala ingin gadis itu memiliki nama Hagi dan senang saat Hyunmie mengizinkannya. Sekali lagi Kyuhyun memeluk Hyunmie erat lalu membisikan sesuatu yang anehnya kembali membuat istrinya ini tegang.

__ADS_1



"Hagi... Hagi... Istriku..."



****



Hari ini Kyuhyun seolah mendedikasikan waktunya untuk berada di dekat Hagi, sejak pagi Kyuhyun selalu mengikuti kemanapun Hagi pergi sehingga mau tidak mau membuat Hagi selalu gugup karena mengingat kegiatan mereka semalam, Hagi tidak munafik dia menyukai kegiatan yang ia lakukan bersama Kyuhyun semalam tapi rasa gugup itu juga datang dari hal lain karena Kyuhyun yang selalu memanggil namanya berulang kali.



Sekali lagi Hagi menghelah nafas seharusnya ia tidak menyetujui Kyuhyun memanggilnya Hagi, itu hanya akan membuat Hagi semakin terikat di sini. Seharian ini Kyuhyun terus memanggilnya dengan nama Hagi bukan Hyunmie membuat Hagi merasa jika tubuh ini memang miliknya dan Kyuhyun benar-benar suaminya.



Hagi juga takut jika ia mulai menyukai Pangeran sombong nan arogan itu dan berhenti mencoba untuk pulang ke dunianya. Hagi menggelengkan kepalanya kuat-kuat, tidak dia tidak boleh terus di sini ibunya masih menunggunya untuk tersadar kembali. Sepertinya jasadnya di dunia lain sedang koma karena jiwanya yang kini ada di kerajaan Hanyeol.



"Ada apa? Apa kau sakit?" Hagi menatap Kyuhyun yang menatapnya khawatir lalu Hagi mengigit bibir senang.



"Sialan jangan lakukan ini." Hagi bergumam dalam hati berusaha menyangkal perhatian Kyuhyun padanya, dia lebih suka jika Kyuhyun bersikap arogan dan sombong sehingga Hagi tidak perlu terpesona juga percaya jika perhatian Kyuhyun benar-benar untuknya.



"Ck, aku baik- baik saja." Dengus Hagi sambil berbalik memunggungi Kyuhyun berusaha menahan senyumanya, tapi lagi-lagi Kyuhyun memeluk Hagi sembarangan kali ini dari belakang membuat Hagi kembali terkejut dan menegang.




"Dasar mesum." Kyuhyun hanya tersenyum geli.



"Hagi_ya..."



"Ah... ada apa lagi?" Ucap Hagi kesal, Hagi langsung berbalik begitu saja ketika Kyuhyun memanggil namanya, membuat Hagi kembali gugup karena sadar jika ia terlalu cepat merespon untuk nama baru yang ia miliki.



Tapi Kyuhyun bukannya merasa heran, namja itu justru terlihat senang dan perlahan kembali memeluk Hagi ketika istrinya itu berada dalam jangkaunnya, Hagi kembali menegang dengan pelukan dadakan Kyuhyun tapi dengan cepat berusaha melepas pelukan Kyuhyun walaupun Kyuhyun tetap memeluk Hagi erat.



"Ada apa denganmu hari ini, kenapa kau terus memelukku?" Geram Hagi sambil tetap berusaha melepas pelukan Kyuhyun.



"Hagi_ya... istriku..." sekali lagi Hagi terdiam ketika Kyuhyun mengatakan hal tersebut, jantung Hagi berdetak tidak karuan membuat gadis itu berhenti meronta dalam pelukan Kyuhyun.



"Apa hari ini kau tidak ada pekerjaan?" Akhirnya Hagi memutuskan untuk membiarkan Kyuhyun terus memeluknya sambil bertanya yang berhasil membuat Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan menatap Hagi yang menatap bertanya kearah Kyuhyun.

__ADS_1



"Ada, hanya saja tidak mendesak jadi aku bisa mengerjaknya lain kali. Aku sedang ingin bersamamu." Sekali lagi Hagi membulatkan matanya terkejut ketika mendadak Kyuhyun mengecup bibirnya perlahan lalu menatapnya dengan ekspresi mendamba, sialan Hagi bisa benar-benar jatuh cinta pada Kyuhyun.



Perlahan Kyuhyun menggenggam tangan Hagi lalu menuntun istrinya itu yang masih terkejut dengan aksi kecupan dadakannya pada Hagi. Jadi seharian ini mereka berdua hanya menghabiskan waktu dengan berkeliling taman, minum teh lalu menemani Kyuhyun melukis di beranda taman juga mendengarkan Kyuhyun bermain Gayageum.



Anehnya walaupun terkesan membosankan, Hagi justru menikmatinya bermalas-malasan dengan Kyuhyun yang manis terasa menyenangkan walaupun kadang Kyuhyun masih bersikap sombong dengan keahliannya dalam melukis dan bermain Gayageum. Tapi harus Hagi akui Kyuhyun pantas berbesar hati karena Kyuhyun memang ahli.



"Oh iya boleh aku bertanya?" Kyuhyun yang sedang melukis menghentikan lukisannya lalu mengangguk sambil menatap Hagi penuh perhatian.



"Apa kau yang melukis rubah yang ada di kamarmu itu? Kemarin aku sempat melihatnya." Kyuhyun terdiam lalu meletakan kuasnya di meja lalu menatap Hagi dalam.



"Kenapa? Apa kau menyukainya?" Hagi menatap Kyuhyun heran sepertinya Kyuhyun tidak terlalu suka ia menaruh minat pada lukisan itu.



"Sebenarnya aku menyukainya, tapi jika kau tidak ingin membahasnya tidak usah." Kyuhyun langsung menggenggam tangan Hagi lalu menggelengkan kepalanya.



"Bukan, bukanya aku tidak suka hanya saja jika kau memintanya aku tidak bisa memberikannya. Entah mengapa aku seperti ada ikatan dengan lukisan itu." Hagi menarik alisnya tinggi-tinggi ini jelas bukan hal yang biasa karena Hagi jug merasakan hal yang sama.



"Tidak, aku tidak bermaksud memintanya, aku hanya penasaran saja." Kyuhyun mengangguk paham lalu menatap Hagi kembali.



"Apa yang ingin kau tanyakan tentang lukisan itu?" Kali ini Hagi kembali menatap Kyuhyun yang kembali menatapnya penuh perhatian.



"Apa lukisan itu kau yang membuat." Kyuhyun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban Hagi yang di balas anggukan paham dari Hagi.



"Aku membelinya, walaupun sedikit sulit karena pedagangnya tidak mau melepas lukisan itu dengan harga sebesar apapun. Tapi aku menukarnya dengan Shapire Blue yang aku dapatkan di salah satu gunung berapi aktif di Hanyeol dan pedagang itu mau melepas lukisan itu." Sekali lagi Hagi mengangguk paham, ketika ia bermaksud kembali bertanya Changmin tiba-tiba menghampirinya lalu membisikan sesuatu pada Kyuhyun.



Kyuhyun menatap Changmin tajam lalu Changmin mengangguk meyakinkan membuat Kyuhyun menghelah nafas panjang, Hagi yang melihat itu kembali menggenggam tangan Kyuhyun.



"Ada apa?" Pertanyaan bernada khawatir dari Hagi membuat hati Kyuhyun menghangat, Kyuhyun senang Hagi semakin peduli padanya.



"Tidak ada apa-apa, sekarang kau kembalilah ke paviliun ada pekerjaan mendesak yang harus aku kerjakan." Hagi hanya mengangguk lalu pergi dari beranda bersama Min Ji menginggalkan Kyuhyun dan Chagmin yang mulai berbicara serius.


__ADS_1



bersambung


__ADS_2