My Eternal Love

My Eternal Love
Truly C


__ADS_3

Malam semakin gelap, ketika hanya bintang yang bersinar di atas langit tapi langkah Hagi masih cukup jelas karena padang bunga Lily yang bersinar kebiruan, sesekali Hagi memandang kagum tempat itu sambil terus berjalan, walaupun tidak tahu harus kemana Hagi masih merasakan amarah luar biasa di hatinya ketika pemikiran jika sebenarnya Kyuhyun dan Hyunmie punya hubungan di masa lalu membuat Hagi menarik kesimpulan jika sebenarnya Kyuhyun tidak menyukainya tapi karena wajah mereka sajalah yang mirip atau lebih tepatnya jasad yang ia tumpangi adalah renkarnasi dari Hyunmie yang membuat Kyuhyun tertarik padanya, entah saat Kyuhyun menjadi Rubah biasa ataupun Pangeran Kelima Hanyeol.



"Apa katanya tadi? Sering bermesraan di padang ini? Huh dasar penipu." Hagi kembali menggerutu ketika mengingat perkataan orang yang mengaku sebagai ayah Hyunmie di masa lalu. Ketika lelah berjalan Hagi terduduk di antara hamparan bunga lily sambil menghelah nafas panjang.



Sekarang setelah ia ada di kerajaan Rubah, Hagi sudah tidak tahu lagi caranya untuk pulang, jika dulu Hagi berusaha tinggal karena berpikir Kyuhyun mencintainya jadi ia memutuskan untuk menunda kepulangannya melewati sumur di belalang halaman kediaman mentri Kim. Kali ini tidak ada alasan apapun untuk Hagi untuk tinggal lebih lama di sini karena Kyuhyun sebenarnya hanya menginginkan Hyunmie yang dari awal memang kekasihnya bahkan sekarang secara tidak langsung juga istri Sah Kyuhyun karena namja itu menikahinya atas nama Hyunmie bukan Hagi.



Menyadari hal itu membuat Hagi semakin sedih, sambil mendengus kesal Hagi kembali berdiri beberapa kali Hagi berusaha menghalau air matanya yang siap meledak kapan saja, pemikiran-pemikiran lain membuat dada Hagi semakin sakit tanpa terasa ujung dari padang Lily terlihat. Sebuah danau cantik seperti lelehan tembaga membuat Hagi membuka mulutnya lebar-lebar melupakan semua kesedihan di hatinya dan lagi-lagi terpesona dengan tempat ini.



"Cantik sekali..." gumam Hagi pelan, perlahan Hagi mendekat ke arah danau lalu memasukkan jarinya kedalam air setelah itu menariknya kembali, tangannya kini bersinar kebiruan.



"Seperti cairan Glow In The Dark, atau seperti di pantai Maldif. Ternyata ada juga yang seperti ini disini." Lagi Hagi kembai duduk di hadapan danau untuk menikmati suasana yang mungkin tidak akan pernah Hagi temui lagi seumur hidupnya, di sana Hagi juga mulai meredakan amarahnya lalu menghelah nafas panjang.



"Untuk sekarang marah juga percuma, sekarang harus mencari jalan keluar agar bisa kembali ke duniaku dulu." Gumaman Hagi sepertinya terdengar oleh seseorang yang perlahan berjalan kearahnya. Hagi yang merasa ada yang mendekat mulai waspada lalu berdiri sambil menatap sekitar.



"Siapa itu?" Saat seseorang mendekat kearahnya dan wajah orang itu semakin jelas, untuk sesaat Hagi terpaku ketika seorang pria berjalan kearahnya dari arah kiri danau dengan tatapan sayu, penampilan pria itu sama sekali asing karena tidak seperti pakaian kerajaan Hanyeol atau kerajaan Rubah. Bohong jika Hagi bilang pria itu tidak tampan malah pria ini mendekati kata sempurna untuk ketampananya, rambutnya putih dengan baju berwarna gading putih bersih, ada mahkota berbentuk emas di atas kepalanya layaknya orang penting.



Ketika sadar terlalu lama mengagumi orang asing di hadapannya Hagi kembali waspada lalu perlahan mundur ketika pria itu semakin mendekat.



"Siapa kau? Mau apa kau?" Pria itu akhirnya berhenti lalu perlahan menatap Hagi datar, berbeda dengan sebelumnya.



"Aku lupa, jika kau adalah parasit di tubuh kekasihku." Hagi mengerutkan keningnya sepertinya tidak asing dengan kata-kata itu.



"Apa maksudmu?" Pria itu tersenyum mengejek lalu perlahan mulai mengitari Hagi seolah sedang siap memangsanya.



"Tubuh yang kau gunakan adalah tubuh kekasihku, aku sudah menunggu 300 tahun agar bisa bersamanya, tapi dengan seenaknya kau masuk dan menggunakan tubuh kekasihku itu." Hagi menegang dia seperinya tahu siapa pria di hadapannya, Hagi melupakan satu orang lagi yang sepertinya sangat terobsesi pada Hyunmie, Dewa tertinggi.



"Aku sama sekali tidak bermaksud menggunakan tubuh ini, aku hanya tidak sengaja tertarik kedalam tubuh Hyunmie." Dewa tertinggi menarik alisnya lalu tersenyum licik.

__ADS_1



"Begitukah? Mau kuberitahu cara agar kau kembali kejasadmu?" Penawaran itu langsung membuat Hagi tersenyum senang, tapi belum sempat menjawab, tiba-tiba saja beberapa kelompok berpakaian putih mengelilingi Hagi dan siap siaga menghunuskan pedang pada Dewa tertinggi. Setelah itu baru Kyuhyun tiba-tiba saja muncul di hadapan Hagi.



"Kenapa kau bisa sampai sejauh ini!!!" Geraman Kyuhyun hanya di balas dengusan kesal dari Hagi membuat Kyuhyun menghelah nafas pelan lalu berhadap-hadapan dengan Dewa tertinggi.



"Kau tidak seharusnya ada di sini Donghae." Dewa tertinggi Donghae nampak kesal lalu tersenyum menggejek.



"Kau, seharusnya tidak hidup seperti sekarang setelah apa yang kau lakukan pada kekasihku." Kyuhyun tertegun lalu mengepalkan tangannya kuat-kuat dan hal itu terlihat oleh Hagi yang penasaran dengan apa yang terjadi.



"Itu sudah menjadi masa lalu, aku sudah mendapatkan hukuman untuk itu jadi kali ini kau tidak berhak menggangguku lagi." Donghae semakin murka tapi ketika melihat Hagi yang menatapnya penasaran Donghae tersenyum licik.



"Hukuman seperti itu terlalu ringan untukmu, kita lihat saja nanti jika Hyunmie bangun kau pikir apa yang akan ia lakukan padamu, dia tidak mungkin memaafkanmu semudah itu setelah masalah yang kau timbulkan untuknya, hal itu akan menjadi hukuman yang sesungguhnya untukmu bukan?." Kyuhyun langsung menggenggam tangan Hagi erat, Hagi bisa merasakan tangan Kyuhyun yang membeku.



"Aku rasa hal itu tidak akan pernah terjadi, istriku sekarang sedang hamil kau tahu apa maksudnyakan? Jadi berhentilah berharap memiliki istri orang lain." Setelah mengatakan hal itu Kyuhyun menarik Hagi pergi yang membuka mulutnya terkejut bukan main, yang benar saja dia hamil? Sementar itu Donghae semakin marah lalu menyerang kelompok orang-orang yang mengelilingi Hagi tadi.




"Sial!!" Sambil menahan amarah Donghae pergi dari sana, menuju kekerajaannya dan kembali menyusun rencana untuk setiap masalah yang di buat oleh rival abadinya, Kyuhyun.



****



Selama di perjalanan menuju istana kerajaan Rubah, Hagi hanya diam dia kehilangan kata-kata dan sibuk mengelus perutnya pelan, sial dia lupa kalau dia sempat bercinta beberapa kali dengan Kyuhyun tidak mungkin tidak membuahkan hasilkan?



Kenyataan jika ini bukan tubuhnya sama sekali tidak menutup rasa asing di hati Hagi yang tumbuh karena kehadiran janin kecil di rahimnya, saat menatap Kyuhyun yang masih menggenggam tangannya Hagi meringis kecil dia jadi punya alasan lain untuk tinggal dengan pria penipu ini, setidaknya Hagi ingin melihat anaknya lahir jikapun tetap harus pulang. Hagi yakin apapun yang terjadi di masa depan, Hyunmie tidak akan membunuh anaknya sendirikan sekalipun tidak berpartisipasi dalam pembuatannya?



Ketika sadar keduanya sudah kembali ke kamar dimana terakhir kali Kyuhyun dan Hagi bercinta tadi pagi membuat Hagi sedikit gugup lalu melepas genggaman tangan Kyuhyun lalu mengelus tangannya yang terasa lembab karena terlalu lama di genggam suaminya.



Kyuhyun menatap Hagi tajam lalu mendekat kearah Hagi yang terkejut dengan tatapan Kyuhyun hingga Hagi terduduk di ranjang, Kyuhyun menggenggam bahu Hagi erat-erat membuat Hagi mengkerut ketakutan.

__ADS_1



"Jangan pergi begitu saja tanpa izin dariku, kau tidak tahu di tempat ini siapa yang baik ataupun jahat padamu. Sekarang katakan, katakan apa isi kepalamu itu, jangan hanya menerka dan berakhir menjadi kesalahpahaman." Mendengar kata salah paham Hagi melepas cengkraman tangan Kyuhyun di bahunya dengan perasaan marah yang sudah mereda tadi  Hagi berkacak pinggang marah.



"Kesalah pahaman katamu? Memang apa yang kau pikir aku pikirkan selain kenyataan jika kau menyukai Hyunmie karena kau dan Hyunmie pernah lahir di tempat yang sama dan bahkan kau mengenal ayah Hyunmie sekarang kau juga secara tidak langsung sudah menikahinya membuat  kebencian Dewa tertinggi padamu tadi begitu terlihat jelas karena merebut kekasihnyakan? Sialan seharusnya aku kembali keduniaku saja." Hagi mulai terisak sedih sedang Kyuhyun untuk sesaat tertegun lalu memeluk Hagi erat walaupun Hagi berusaha melepaskan diri Kyuhyun terus memeluk Hagi. Kata pulang membuat Kyuhyun ketakutan.



"Jangan pergi... jangan tinggalkan aku... jangan tinggalkan anak kita..." Hagi langsung menghentikan aksi memberontaknya lalu menghelah nafas panjang. Kyuhyun sekali lagi mencengkram bahu Hagi lalu menatap Hagi serius.



"Dengarkan aku, hukumanku saat itu memang ada sangkut pautnya dengan Hyunmie, tapi aku tidak punya perasaan seperti itu pada Hyunmie, yang aku sukai, bukan maksudku yang aku cintai adalah kau." Hagi mendengus sebal lalu menatap Kyuhyun kesal, Kyuhyun kira Hagi akan langsung percaya apa.



"Lalu apa maksud perkataan ayah Hyunmie tadi tentang kau yang sering bermesaraan di padang bunga lily tadi?" Kyuhyun menutup matanya frustasi sesaat menunduk lalu menatap Hagi kembali.



"Setiap orang pasti punya masalalukan? Aku juga punya Hagi, ada wanita yang sangat aku cintai dulu tapi sekarang yang ada di hadapanku adalah kau dan kaulah gadis yang aku cintai, bukan Hyunmie atau gadis masalaluku itu tapi Hagi gadis yang aku cintai ketika bahkan aku tidak ingat siapa diriku sebenarnya saat menjadi rubah biasa." Hagi mengigit bibirnya gugup, selama ini Kyuhyun tidak pernah mengatakan perasaannya seperti ini pada Hagi, pada Hagi bukan Hyunmie, walaupun rasanya menyenangkan Hagi berusaha menahannya.



"Bisa sajakan kau suka padaku entah itu saat jadi rubah biasa ataupun saat jadi pangeran kelima karena wajahku yang mirip dengan Hyunmie? Bahkan nama Hyunmie sama di kerajaan Hanyeol." Kyuhyun mendesah frustasi, bingung harus menjelaskan bagaimana lagi pada Hagi agar gadis ini percaya jika yang ia cintai hanya Hagi.



"Apa kau tadi lupa apa yang Donghae bilang, jika Hyunmie bangun bisa saja dia ingin membunuhku karena masalah 300 tahun lalu, apa kau pikir kita ada hubungan asmara seperti itu? Hagi_ya aku ingin sekali mengatakan semuanya padamu, tapi lihat?  kau bahkan sudah ingin pulangkan setelah mengetahui sedikit tentang kebenaran di masa lalu itu." Hagi mendorong Kyuhyun semakin kesal.



"Jadi maksudmu aku akan benar-benar pergi jika tahu semuanya? Sialan kalau begitu beritahu semuanya." Kyuhyun menggelengkan kepalanya mantap.



"Tidak, tidak sampai bayi kita lahir." Kyuhyun langsung keluar kamar lalu mengunci pintu membuat Hagi berlari kearah pintu dan memukuli pintu frustasi.



"Sialan kau Kyuhyun, buka pintunya kau tidak bisa menggantung ceritamu seperti ini." Tidak ada jawaban Hagi akhirnya menghentikan aksi memukuli pintu lalu duduk di atas ranjang.



Hagi menghelah nafas lalu perlahan berbaring di ranjang, tangannya perlahan terulur ke arah perut dan entah perasaannya atau bukan perut Hagi bergejolak dan akhirnya Hagi tahu kalau dia belum makan apapun sejak tadi siang.



"Dobeul Sialan!!!!"


__ADS_1


bersambung


__ADS_2