My Eternal Love

My Eternal Love
Blue Fox And White Fox


__ADS_3

Hari ini sebenarnya cuaca sangat bagus, musim semi sudah hampir habis dan udara mulai menghangat. Tapi hal itu sama sekali tidak Hagi rasakan, rasa hangat menyambut berakhirnya musim semi tidak di rasakan oleh tubuh dan hatinya yang kini terasa dingin dan cemas karena sebentar lagi iya harus bertemu dengan suaminya Kyuhyun sang manusia. Beberapa hari setelah Hagi memutuskan untuk tinggal di kondium pribadinya Hagi kecewa karena ternyata tamu bulannanya masih datang, padahal Hagi sangat berharap sudah ada janin di rahimnya, selain sangat mengharapkan kelahiran kembali Hyunmie yang memang sudah menjadi salah satu perjanjian Hagi dengan Sang Pencipta, Hagi juga sudah tidak mau bertemu dengan Kyuhyun lagi, selama beberapa hari terakhir ini juga Hagi menyadari jika dia sering menangis mengingat setiap kenangan manis yang ia lalui dengan Kyuhyun walaupun hanya sedikit, entah itu Kyuhyun suaminya di dimensi lain atau Kyuhyun yang sekarang menjadi suaminya di dunia manusia.



Kenyataan itu menghantamnya karena semua itu hanya semu belaka dan Hagi menderita menerima semua ini. Hagi sadar jika dia mulai menaruh hati pada Kyuhyun sang manusia yang jelas-jelas berencana meninggalkannya kapan saja ia mau juga Hagi begitu merindukan Sang Pangeran Rubah yang sudah pasti tidak mengingatnya lagi sekarang dan setiap mengingat putra kecilnya di dimensi lain Hagi terisak sedih sambil ******* dadanya sakit.



Yang Hagi inginkan sekarang hanyalah menjauh dari Kyuhyun sang Manusia agar Hagi bisa benar-benar fokus pada perjanjian terakhirnya dan mungkin fokus untuk merawat anaknya kelak, tapi masalahnya sekarang Hagi belum hamil dan itu berarti Kyuhyun masih harus berbagi ranjang lagi dengannya dan itu akan semakin sulit dan menyakitkan untuk Hagi jika akhirnya perjanjian Kyuhyun dan Hagi berakhir.



Tapi bagaimanapun juga Hagi harus melakukannya ini demi Hyunmie juga janjinya pada dewa tertinggi Donghae untuk menjodohkan keduanya ketika Hyunmie dewasa. Jadi dengan frustasi Hagi akhirnya mengirim pesan pada Kyuhyun.



'Kau bisa menjemputku sekarang.'



Sebuah pesan singkat Hagi kirim pada Kyuhyun karena Hagi yakin Kyuhyun cukup mengerti maksud Hagi dan tidak butuh waktu lama Kyuhyun kini sudah berdiri di hadapan Hagi dengan tersenyum penuh kemenangan di depan pintu Kondiumnya karena kebetulan kondium pribadi Hagi entah kenapa berdekatan dengan kondium baru milik Kyuhyun atau bisa saja sebenarnya Kyuhyun memang sengaja membeli kondium yang dekat dengan kondium pribadinya.



"Masuklah dulu." Hagi melangkah ke samping lalu Kyuhyun masuk tanpa bicara, Kyuhyun langsung mengedarkan pandangannya ke penjuru kondium ada perasaan akrab di hati Kyuhyun saat memasuki kondium pribadi Hagi lebih tepatnya warna biru langit yang mendominasi semua ruangan.



Kyuhyun memang tahu jika Hagi menyukai warna biru, tapi Kyuhyun tidak menyangka jika ternyata Hagi bukan hanya suka tapi seperti terobsesi dengan warna biru melihat dari kondium pribadi Hagi yang Kyuhyun lihat sekarang.

__ADS_1



"Duduklah akan aku buatkan minuman untukmu." Hagi berjalan menuju dapur sebelum mendapat jawaban dari Kyuhyun yang menatap punggung Hagi sesaat lalu kembali mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan kembali



Pandangan Kyuhyun terhenti pada sebuah lukisan besar yang menempel di dinding lalu perlahan Kyuhyun mendekat ke arah lukisan tersebut. Lagi-lagi Kyuhyun merasakan perasaan akrab yang kali ini keluar dari lukisan di hadapannya. Saat Kyuhyun menyentuh lukisan di hadapannya tiba-tiba Kyuhyun kembali merasakan perasaan sakit di hatinya dan sama persis seperti ketika ia bangun dari mimpi yang beberapa hari terakhir datang lagi semenjak Kyuhyun tidak tidur bersama Hagi. Bukan hanya dadanya yang sakit tapi juga kepala Kyuhyun mendadak pening hingga membuat Kyuhyun susah untuk bernafas hingga akhirnya Kyuhyun jatuh berlutut karena sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya.



Hagi yang baru saja selesai membuatkan teh hangat untuk Kyuhyun terkejut saat melihat Kyuhyun yang terduduk sambil menggeram kesakitan, gelas di tangan Hagi terjatuh begitu saja dan dengan cepat Hagi berlari kearah Kyuhyun dengan ekspresi panik.



"Kau kenapa? Apa kau sakit? Ayo kita ke dokter?" Hagi bersiap membantu Kyuhyun berdiri tapi justru Kyuhyun menarik Hagi mendekat hingga Hagi berakhir masuk kedalam pelukan Kyuhyun. Hagi berniat protes kekita merasakan tangan Kyuhyun yang memeluknya mengetat seolah menahan sakit, perlahan Hagi menatap wajah Kyuhyun yang ternyata memang seolah menahan sakit dengan nafas memburu, awalnya Hagi pikir Kyuhyun bercanda tapi melihat butiran keringat mulai terlihat di kening Kyuhyun membuat Hagi kembali di landa kecemasan.




"Biarkan seperti ini dulu, aku akan baik-baik saja setelah ini." Walaupun posisinya sekarang sedikit canggung melihat Kyuhyun masih berusaha menahan rasa sakit, Hagi akhirnya memutuskan untuk diam terlebih dahulu.



"Tapi sepertinya kau sakit, bukankah akan lebih baik kita ke rumah sakit?" Hagi merasakan jika Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan.



"Tidak perlu, kau lebih dari cukup untuk menjadi obatnya." Mendengar itu Hagi hanya mendengus pelan lalu perlahan mulai mengelus punggung Kyuhyun pelan.

__ADS_1



"Kalau begitu katakan kau kenapa? Sungguh kau tidak sakit?" Hagi berusaha menatap Kyuhyun yang masih mengerutkan keningnya sambil menatap Hagi sendu sedikit senang melihat Hagi begitu khawatir padanya.



"Dimana kau mendapatkan lukisan ini?" Bukannya menjawab pertanyaan Hagi, suaminya ini malah kembali bertanya, walaupun kesal Hagi hanya memghelah nafas pelan sambil melihat lukisan di atas kepalanya sekarang. Sesaat Hagi tersenyum kecil, lukisan yang Kyuhyun maksud adalah lukisan yang Hagi buat sendiri setahun yang lalu. Saat itu Hagi baru benar-benar pulih pasca koma panjang yang Hagi lalui. Hobi Hagi yang suka melukis selalu menghasilkan karya yang indah salah satunya adalah lukisan yang Kyuhyun tanyakan ini. Hagi memajangnya tepat di ruang tengah karena lukisan itu penuh dengan perasaan yang Hagi miliki untuk suaminya Sang Pangeran Rubah.



"Aku yang melukisnya sendiri? Kenapa memangnya?" Kyuhyun menahan nafas sambil kembali menatap Hagi cukup lama lalu kembali memeluk Hagi erat-erat.



"Tidak ada apa-apa... lukisanmu bagus, tapi boleh aku tahu kenapa kau melukis seekor rubah putih dan rubah biru?" Mendengar pertanyaan itu Hagi mengigit bibir pelan.



"Karena aku menyukainya... aku menyukai kebersamaan rubah putih dan rubah biru." Mendengar jawaban Hagi yang terdengar sedih, Kyuhyun menelan ludah pelan sambil kembali memejamkan matanya, perasaan sesak di hatinya kembali menguat, bayangan mimpi menyakitkan di dalam mimpinya kembali teringat oleh Kyuhyun.



"Seandainya saja itu bisa terjadi..." Kyuhyun bergumam dalam hati lalu kemudian membuka mata perlahan, tangan kiri Kyuhyun mulai merengkuh wajah Hagi agar Hagi menatap wajah Kyuhyun yang terlihat pucat.



"Hagi... jadilah rubah biru untukku... ayo kita pulang... dan aku bersedia menjadi rubah putih untukmu." Hagi tertegun dan hanya bisa membulatkan matanya terkejut ketika Kyuhyun mulai meletakan bibirnya tepat di atas bibir Hagi yang berakhir dengan ciuman panjang yang lagi-lagi tidak bisa Hagi tolak. Untuk sesaat Hagi seolah kembali merasakan keberadaan Pangeran rubah saat Kyuhyun mengucapkan kata-katanya tadi dan bahkan Hagi sekarang terus memanggil nama Kyuhyun di dalam hatinya yang tentu saja terdengar oleh Kyuhyun yang membuat Kyuhyun sendiri menggeram dalam setiap ciuman mereka yang semakin intens tanpa menyadari sebenarnya Hagi bukan memanggil Kyuhyun sang CEO manusia bisa tapi Kyuhyun Sang pangeran rubah.


__ADS_1



bersambung


__ADS_2