
Pagi datang dengan cahaya matahari musim semi yang hangat, membangunkan Hagi yang masih berbaring di ranjang hotel tempat dimana ia menghabiskan malam pertama dengan suami barunya. Hagi ingin sekali bangun ketika sebuah tangan menahannya dan mendekapnya semakin erat. Hagi menegang karena tangan itu menyentuh tepat di punggung polosnya membuat Hagi mengigit mulut depannya sambil mengerutu keras-keras dalam hati.
"Dasar bodoh... memalukan... memalukan..." terus begitu Hagi mengumpat dalam hati dan melupakan kenyataan jika suami barunya bisa membaca pikirannya, Kyuhyun tersenyum lalu memeluk Hagi semakin dalam dengan perasaan paling menyenangkan yang ia rasakan ketika bangun pagi, Kyuhyun tidur nyenyak tanpa mimpi buruk tadi malam.
"Kau tidak bodoh... dan ini tidak memalukan... kau istriku sekarang." Mendengar suara serak khas bangun pagi itu Hagi mendongkakkan wajahnya lalu menatap Kyuhyun kesal.
"Kau sudah bangun? Kalau begitu lepaskan aku." Hagi berusaha meronta tapi Kyuhyun seolah tuli dan terus memeluk Hagi tidak memperdulikan umpatan kasar yang Hagi pikirkan untuknya.
"Sebentar lagi aku mohon... aku tidak pernah merasakan bangun pagi senyaman ini." Bisiskan Kyuhyun sontak membuat Hagi terdiam dan menghentikan umpatannya tapi setelah itu Hagi mendengus pelan.
"Dasar menyebalkan." Setelah itu Kyuhyun tidak mendengarkan apa-apa lagi dan hanya tersenyum sambil kembali memejamkan mata, dalam hati Kyuhyun berharap Hagi bisa terus menemaninya setiap malam dan bangun sambil memeluk Hagi setiap pagi, Kyuhyun tidak akan memikirkan mimpi buruknya lagi sekalipun itu berhubungan dengan Hagi, karena keberadaan Hagi ampuh menangkal mimpi buruknya itu.
Malam tadi Hagi tahu dia akan menyerah pada suami barunya, walaupun masih dengan tidak rela Hagi terjebak dengan semua yang di miliki Kyuhyun sang CEO yang begitu sama dengan Pangeran rubah suaminya di dimensi lain. Sentuhan pria itu tatapan mendamba penuh hasrat terlalu sulit untuk Hagi abaikan hingga akhirnya Hagi benar-benar membayangkan jika yang ada dalam dekapannya adalah Pangeran rubah suaminya. Hagi sampai terisak meluapkan setiap rasa sakit karena rindu pada Pangeran rubah.
Ketika Hagi menangis, Kyuhyun sempat menghentikan aksinya tapi dengan tatapan memohon yang Hagi berikan serta permintaan lemah dari Hagi untuknya, Kyuhyun kehilangan akal sehat dan meluapkan setiap rasa mendamba yang Kyuhyun rasakan bahkan saat pertama kali melihat gadis itu di Restoran. Walaupun kenyataannya Kyuhyun sudah mengenal Hagi jauh sebelum itu, bagi Kyuhyun yang kehilangan ingatannya pertemuan di restauran adalah pertemuan pertama mereka dan bahkan sekalipun Kyuhyun belum lama mengenal istri barunya ini Kyuhyun dengan murah hati mengakui perasaannya bahwa Kyuhyun sudah benar-benar jatuh hati pada istri barunya itu, sekalipun masih banyak teka teki yang di miliki oleh Hagi yang penuh dengan misteri.
Ketika Kyuhyun hampir kembali tertidur sambil memeluk Hagi, suara panggilan ponsel membangunkan Kyuhyun dan Hagi kembali bangun membuat Hagi mulai mengguncang Kyuhyun sambil berusaha membangunkannya sekalipun Kyuhyun sudah menolaknya.
"Ayolah bangun, ponsel itu juga milikmu, mungkin saja itu panggilan penting." Setelah di guncang berkali-kali akhirnya Kyuhyun bangun sambil menggerutu keras, pagi indahnya terganggu karena orang tidak tahu diri yang berusaha memanggilnya lewat ponsel. Siapapun orangnya pasti bukan orang yang Kyuhyun kenal atau jika orang itu Kyuhyun kenal, dia berjanji akan membuat perhitungan dengan orang itu. Yang benar saja, dia baru saja menikah dan orang ini seharusnya mengerti jika ada kemungkinan dia masih bersenang-senang dengan istri barunya.
__ADS_1
Tapi ketika melihat siapa yang memanggilnya Kyuhyun tertegun lalu mengerutkan keningnya perlahan, Kyuhyun menatap Hagi sekilas lalu setelah itu masuk kedalam kamar mandi bahkan tanpa menjawab pertanyaan Hagi tentang identitas sang peneleponnya itu. Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengangkat panggilan yang langsung di iringi isak tangis Jein.
"Kenapa kau tidak menjawab panggilanku sejak semalam? Kau bilang ini hanya pernikahan bisniskan? Lalu kenapa kau harus menghabiskan malam berdua saja dengan wanita itu." Kyuhyun menghelah nafas pelan, dia benar-benar lupa pada Jein, kebersamaannya bersama Hagi walaupun sebentar bisa menghapus setiap kenangan yang ia miliki bersama Jein, terdengar keterlaluan memang mengingat hubungan Kyuhyun dengan Jein sudah sangat jauh tapi Kyuhyun juga tidak mengerti dengan perasaannya pada Hagi yang bisa Kyuhyun gambarkan lebih dari sekedar cinta, seolah ada takdir serta ikatan kuat yang membuat Kyuhyun bahkan berniat membuat Hagi mengakuinya sebagai suami untuk selamanya bukan karena perjanjian yang sudah keduanya buat.
"Jein sepertinya kita benar-benar tidak bisa bersama lagi, kau berhak mendapatkan pria yang lebih baik dariku." Alibi murahan!!! Setiap lelaki selalu seperti ini jika ingin memutuskan seorang wanita dan masih ingin terlihat baik, tapi Kyuhyun tulus mengatakannya. Jein masih bisa mendapatkan pria yang tulus mencintainya dan lebih kaya tentunya dari Kyuhyun, mengingat Jein sangat cantik dan dari keluarga berada.
"Aku tidak peduli yang aku inginkan itu hanya kau Cho Kyuhyun, aku tidak akan pernah melepaskanmu dengar kata-kataku ini, Kau milikku." Kyuhyun baru saja ingin menjawab ketika panggilan di tutup secara sepihak membuat Kyuhyun menghelah nafas.
"Sudahlah... akan ku urus lagi nanti." Kyuhyun bergumam pelan lalu bersiap keluar kamar mandi dan terkejut ketika Hagi sudah berdiri sambil menatapnya datar dengan kemeja kebesaran milik Kyuhyun yang jelas membuat Kyuhyun menelan ludah susah.
"Kau tidak perlu bersembunyi untuk menjawab telepon dari kekasihmu, kita bukan dalam hubungan yang dimana seolah-olah kau sedang berselingkuh dariku, perjanjian kita cukup jelas bukan." Tidak suka dengan sikap dingin Hagi tentang hubungannya dan Jein membuat Kyuhyun tersenyum sinis, sambil perlahan mendekat kearah Hagi dengan tatapan berhasrat.
"Apa maksudmu? Jangan macam-macam." Mendengar teriakan hati Hagi Kyuhyun tersenyum mengejek.
"Kau bilang kau ingin anak dariku bukan? Jadi mari kita mulai lagi prosesnya, bukankah akan lebih baik jika kau cepat hamil? Dan bagaimana kau bisa hamil jika aku tidak macam-macam denganmu?" Mendengar hal itu Hagi kembali panik, wajahnya juga memerah cantik membuat Kyuhyun semakin tidak tahan menarik Hagi kedalam pelukannya.
Walaupun Hagi meronta pada awalnya, Hagi lagi-lagi kembali tidak berdaya ketika Kyuhyun menciumnya dalam-dalam hingga rasanya sangat sulit bernafas bagi Hagi yang akhirnya berpartisipasi dalam ciuman penuh gairah yang Kyuhyun mulai. Kyuhyun menurunkan ciumannya menuju leher jenjang Hagi, membuat Hagi akhirnya menarik nafas cepat serta memanggil nama Kyuhyun berulang-ulang.
"Katakan padaku... bagaimana aku ada waktu memikirkan wanita lain jika aku terlalu terpesona pada istriku?" Bisikan parau di telinga Hagi serta tangan menjelajah milik Kyuhyun berhasil membuat Hagi pusing apa lagi Kyuhyn mulai memutar lidahnya di telinga Hagi.
__ADS_1
"Aku tidak perlu rayuan bohong seperti itu." Walaupun dengan pikiran berkabut, Hagi berhasil melontarkan pikirannya yang terdengar langsung oleh Kyuhyun. Sekali lagi Kyuhyun tersenyum licik lalu tanpa basa-basi mendorong Hagi kembali keranjang lalu merangkak naik di atas tubuh istrinya yang terkejut.
"Akan kutunjukan sekali lagi betapa aku terpesona padamu istriku, agar kau tidak berpikir bahwa suamimu ini punya banyak ruang di pikirannya untuk wanita lain." Hagi merasakan setiap bulu halus di tengkuknya berdiri demi mendengar kata-kata Kyuhyun tadi, tapi itupun tidak lama karena Kyuhyun benar-benar membuktikan kata-katanya dan mengulang kejadian semalam dengan semangat dua kali lipat yang jujur saja kembali membuat Hagi jatuh tertidur. Sial apa semua pria bernama Kyuhyun di dalam hidup Hagi selalu membuatnya terkapar di tempat tidur? Sialannya lagi memang benar.
****
Kyuhyun membuktikan ucapan dan tekadnya, dia hanya mendedikasikan waktu luangnya setelah bekerja di kondium kecil miliknya yang sekarang juga di tinggali oleh Hagi yang menyibukan diri dengan novel barunya. Walaupun Hagi selalu menolak setiap kali Kyuhyun menyentuhnya, kenyatan jika setiap kali Kyuhyun memaksanya Hagi selalu luluh dan dengan sama terhanyutnya dalam setiap percintaan mereka di setiap kesempatan. Walaupun begitu Jein juga membuktikan ucapannya pernah suatu hari Jein secara mendadak bertamu ke kondium yang kebetulah hanya ada Hagi seorang.
Gadis cantik itu bukan hanya memperkenalkan diri sebagai kekasih Kyuhyun dia juga terus menyinggung kebisuan Hagi dan menggejek Hagi habis-habisan, seolah semua itu belum cukup Jein juga mengatakan jika sebenarnya kondium ini adalah miliknya juga Kyuhyun dan dia sudah 3 tahun tingga berdua dengan Kyuhyun di kondium itu. Awalnya Hagi masih bisa menahan setiap perasaan yang timbul dari ucapan gadis yang terus bicara di hadapannya, tapi semakin banyak yang Hagi dengar semakin sakit perasaannya dan jujur saja Hagi tidak menyukainya karena Hagi menyadari jika dia terluka juga cemburu dengan fakta yang baru saja ia dengar. Akhirnya dengan kesal Hagi mulai mengirim pesan pada Kyuhyun.
"Kekasihmu datang ke kondium dan sepertinya tidak berniat untuk pergi sebelum kau datang, cepat pulang dan bawa wanitamu pergi atau aku yang akan pergi." Pesan Hagi dengan cepat sampai di ponsel Kyuhyun sayangnya Kyuhyun meletakan ponselnya di atas meja dan pergi menghadiri rapat penting di ruang meeting.
Perjalanan dari kantor menuju kondium hanya limabelas menit tapi bahakan setelah hampir satu jam, Kyuhyun tidak juga datang membuat Hagi murka dan dengan cepat berdiri dari tempat duduknya lalu pergi dari kondium meninggalkan Jein yang berteriak-teriak karena di tinggalkan.
"Pria berengsek, aku tidak sudi lagi tinggal di sana, Cho Kyuhyun perayu busuk aku tidak akan percaya lagi padamu." Hagi keluar dari gedung kondium milik Kyuhyun lalu pergi menggunakan mobil pribadinya dalam perjalanan Hagi menyadari jika dia sudah menangis sejak tadi dan akhirnya Hagi hanya terus menjatuhkan air mata sambil memukuli dadanya yang anehnya terasa sakit.
"Sakit sekali... kenapa harus sesakit ini... tidak boleh... aku tidak boleh menyukainya..."
__ADS_1
bersambung