My Eternal Love

My Eternal Love
Interesting


__ADS_3

Kyuhyun menatap tajam mentri Kim untuk waktu yang panjang lalu setelah itu tersenyum kecil dan menatap gadis di sampingnya sendu, walaupun rasanya aneh, Kyuhyun merasakan ikatan kecil yang kuat yang tidak mudah di uraikan dengan gadis di sampingnya dan entah kenapa pertama dalam hidupnya Kyuhyun ingin memiliki seseorang di sampingnya.



"Kalau begitu Mentri Kim tidak ada masalah jika Hyunmie menikah denganku, karena pada dasarnya sekalipun pernikahan dengan Pangeran Rubah tidak bisa terelakan, mereka menikah hanya di alam mimpi, untuk itu aku mungkin masih bisa menahannya sekalipun aku tidak menyukainya." Hagi hanya bisa membuka mulutnya kehabisan kata-kata, pangeran di sampingnya ini begitu keras kepala dan mentri Kim hanya bisa menghelah nafas mendengar keteguhan hati Kyuhyun.



"Baiklah, jika Pangeran berkeras tapi Pangeran harus tahu jika Pangeran tidak boleh menyentuh Hyunmie sampai Hyunmie berumur 20 tahun. Jika Pangeran ingin menikah dengan Hyunmie dalam waktu dekat ini mau tidak mau Pangeran harus tinggal di kediaman saya hingga Hyunmie berumur 20 tahun karena hanya rumah ini saja yang bisa melindungi Hyunmie dari pandangan para dewa dan sekali lagi harus saya ingatkan Pangeran harus tahan ketika setiap hari Hyunmie akan menatap Pangeran seperti orang asing. Setidaknya sampai Hyunmie mewariskan kekuatannya pada anak yang akan ia lahirkan." Sesaat Kyuhyun kembali terdiam, akan tidak nyaman memang jika dia harus tinggal di rumah mertuanya sendiri tapi jika hanya dengan cara itu Kyuhyun bisa mendapatkan perlindungkan dari Hyungnya, Kyuhyun harus menahannya termasuk ingatan Hyunmie yang menghilang setiap hari.



"Baiklah, kira-kira berapa lama lagi umur Hyunmie mencapai 20?" Pertanyaan Kyuhyun kembali membuat Mentri Kim menghelah nafas panjang.



"Enam bulan lagi." Kyuhyun mengangguk paham lalu sekali lagi menatap gadis di sampingnya yang kali ini menatapnya tajam.



"Apakah disini tidak ada yang bertanya pendapatku? Dan maaf mengecewakan kalian tapi aku sama sekali tidak ingin menikah dengan siapapun, tidak dengan anda Pangeran ataupun dengan Pangeran Rubah juga dewa tertinggi sekalipun. Ada yang harus Aboeji tahu, aku sudah mulai mengingat keseharianku beberapa hari yang lalu dan itu semua tidak menyenangkan." Ucapan Hagi sukses membuat semua orang terkejut terlebih mentri Kim tapi bukan hanya terkejut mentri Kim juga terlihat senang dengan apa yang ia dengar. Perlahan mentri Kim mendekat kearah Hagi yang perlahan menatap bingung wajah mentri Kim.



"Jadi ini sudah mulai? Kau akan kembali sebentar lagi bukan?" Genggaman tangan Kyuhyun terlepas di tangan Hagi karena mentri Kim menarik tangan Hagi kegenggamannya, Hagi cukup terkejut dengan aksi mentri Kim tapi tidak bicara apa-apa hanya tubuhnya mengkerut canggung.



"Maksud mentri Kim apa?" Pertanyaan Kyuhyun membuat mentri Kim menatap Kyuhyun sekilas tapi kembali menatap Hagi senang.



"Mungkin karena umur 20 yang sebentar lagi datang, keanehan yang selama ini Hyunmie miliki perlahan hilang, tidak aneh memang dulu saat di obati oleh Raja Rubah, Hyunmie bisa tenang karena kalung yang ia pakai sekarang yang memang sengaja di berikan oleh Raja Rubah untuk mengekang kekuatan ganas di tubuh Hyunmie, sayangnya pengaruh dari kalung itu membuat Hyunmie selalu kehilangan ingatannya ketika bangun tidur. Raja Rubah pernah bilang keanehan itu akan hilang saat Hyunmie berumur 20 tahun dan sepertinya hal itu benar, syukurlah." Mentri Kim menepuk beberapa kali punggung tangan Hagi yang hanya bisa menarik kedua alisnya antara bingung juga merasa lucu, tapi semua itu tidak mengubah apapun Hagi kembali menarik tangannya dari genggaman mentri Kim.



"Itu tidak merubah apapun aku tetap dengan pendirianku aku sedang tidak ingin menikah dengan siapapun." Mendengar hal itu mentri Kim menatap Kyuhyun dengan ekspresi bertanya membuat Kyuhyun menarik nafas dalam.



"Mentri Kim bisakah kau biarkan aku bicara sebentar dengan putri anda?" Mentri Kim terlihat ragu tapi kemudian mengangguk patuh lalu meninggalkan Hagi dan Kyuhyun berdua di ruangan itu.

__ADS_1



"Apapun yang akan kau katakan Pangeran, aku tetap tidak akan menikah dengan Pangeran." Perlahan Kyuhyun mencondongkan tubuhnya kerarah Hagi membuat Hagi mundur perlahan hingga posisi duduknya kini berubah menjadi tidur menyamping dengan Kyuhyun yang mengekangnya tepat di atas tubuh Hagi.



"Jika kau tidak mau menikah denganku kau yang akan rugi, selain kau harus kembali di pasung paling lama 6 bulan lagi kau mau tidak mau harus menikah dengan pangeran Rubah dan kau pikir masih ada pria yang mau denganmu jika sudah terikat dengan kerajaan Rubah? Tentu saja tidak, jadi gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya." Hagi menggeretakan giginya kesal lalu merubah posisinya hingga terlentang di hadapan Kyuhyun membuat Hagi leluasa menatap Pangeran sombong di hadapannya.



"Aku tidak peduli dan itu bukan urusan Pangeran aku bisa menikah atau tidak." Untuk sesaat keduanya hanya saling pandang, lagi Kyuhyun terpesona dengan mata keunguan yang kini ia lihat, perlahan Kyuhyun menurunkan tatapannya pada bibir Hagi merah muda sedikit pucat, saat itulah Hagi sadar posisi mereka saat ini sangat berbahaya membuat Hagi kembali berbaring menyamping.



Gerakan itu membuayarkan setiap fantasi tentang bibir pucat milik Hagi di pikiran Kyuhyun, tapi dengan sedikit jahil Kyuhyun mengecup daun telinga gadis dalam kurungannya pelan dan reflek Hagi kembali memutar wajahnya bermaksud memarahi pangeran tidak sopan itu tapi yang ada kini kedua hidung mereka bersentuhan.



Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya, berusaha menguasai diri sendiri ketika bisikan jahat di dalam hatinya memintanya untuk menyerang Hagi saat itu juga. Hasilnya Kyuhyun hanya berbisik pelan sebelum bangun.



"Setidaknya aku tahu kau tertarik padaku." Setelah mengatakan hal itu Kyuhyun meninggalkan Hagi yang masih terpaku terbaring di lantai, tiga detik kemudian Hagi bangun sambil menatap pintu keluar seolah itu Kyuhyun lalu menggerutu kesal.




Hagi menghelah nafas kesal penjelasan yang ia dengar tadi sungguh tidak masuk akal, walaupun Hagi tahu tempat ia dimana sekarang terjebak di tubuh seorang wanita terpasung memang bukan dunia yang ia tempati seperti biasanya. Tempat ini juga bukan masa lalu yang awalnya Hagi kira sebelumnya, karena kerajaan disini tidak tercatat dalam sejarah, juga pembicaraan tentang Raja Rubah lebih tidak masuk akal lagi.



Perlahan Hagi berdiri dari duduknya lalu bercermin pada cermin besar di ruangan tersebut. Wajahnya masih seperti wajahnya ketika di alam manusia hanya saja sekarang Hagi seperti penyandang sakit Albino dimana kondisinya hampir semua tubuhnya putih pucat, kornea matanya pun berwarna ungu persis seperti penderita Albino kebanyakan, selebihnya ini seperti Hagi seperti dirinya sendiri yang mungkin dalam versi lebih muda.



Saat itulah Hagi menatap kalung di lehernya terkejut, bagaimana tidak kalung itu sama persis seperti miliknya di dunia manusia, ada kejadian istimewa di balik kalung itu tapi kenapa kalung itu bisa ikut kemari? Hagi kembali mengingat percakapan mentri Kim dan pangeran tentang kalung yang ia kenakan lalu membulatkan matanya semakin terkejut.



"Omo!!! Kenapa ada kebetulan seperti ini?" Hagi menggengam bandul kalung di lehernya lalu mengigit bibirnya binggung.

__ADS_1



"Benar... kalung ini sama persis seperti punyaku." Gumam Hagi pelan, kalung itu bukan kalung emas atau permata, hanya kalung berbandul biji pohon Ek. Walaupun terlihat aneh Hagi menyukainya dan ia sudah mengenakannya lebih dari 16 tahun.



"Sebenarnya kenapa aku ada disini?"



Setelah beberapa lama bercermin seseorang masuk kedalam ruangan itu lalu memeluk Hagi sambil menangis, Hagi sampai terhuyung satu langkah kebelakang karena terlalu mendadak untuknya, jika melihat pakaiannya sepertinya yang sedang memeluk Hagi sekarang adalah ibu dari Hyunmie gadis yang tububnya ia diami sekarang.



"Syukurlah... ibu dengar kau mulai bisa mengumpulkan ingatanmu lagi, itu tandanya kau akan sembuhkan? Sudah lama ibu menunggu hari ini sayang." Hagi menatap orang di hadapannya sendu, sepertinya wanita paruh baya ini merindukan putrinya selama ini, tapi ketika ingat pernah di pasung Hagi melepas pelukan ibu Hyunmie.



"Benarkah? Lalu kenapa ibu tidak pernah datang menjengukku jika ibu masih sayang padaku." Nyonya Kim langsung menggenggam tangan Hagi sambil memandang Hagi sedih.



"Jika aku menjengukmu aku selalu ingin melepaskanmu, tapi jika aku melepaskanmu dari pasungan kau akan selalu menggunakan kekuatanmu dan menyakiti banyak orang, saat itu ibu pernah melakukannya, hasilnya beberapa pelayan terluka karena kau yang takut pada semua orang karena kau tidak mengenali mereka, ayah memarahi ibu habis-habisan karena Raja Rubah yang mengungkapkan kekecewaannya pada ayahmu. Dewa tertinggi hampir mengetahui keberadaanmu disini." Hagi menghelah nafas pasrah, setelah penjelasan tadi dari mentri Kim terasa aneh, mendengar penjelasan lain dari Nyonya Kim rasanya sama saja.



"Baiklah, karena sekarang aku sudah bisa mengumpulkan ingatanku, bisakah aku tidak kembali kepasungan? Aku tidak akan menggunakan kekuatan sembarangan lagi." Nyonya Kim mengangguk kecil.



"Tentu saja, mana mungkin kami masih memasungmu, lagi pula ayahmu bilang jika Pangeran Kyuhyun memilihmu menjadi calon istrinya jadi kami tidak mungkin memperlakukan seorang putri seperti itu." Hagi hampir memutar bola matanya kesal ketika kembali menerima kenyataan yang ada, jika dia mau tidak mau harus menikah dengan Pangeran Kyuhyun yang sombong itu, tapi jika di pikir lagi Hagi masih punya waktu enam bulan untuk mencari jalan keluar dari tubuh ini juga pulang ke jasadnya lagi pula tubuh ini bukan tubuh miliknya, jadi menikah tidak akan menjadi masalah, pada dasarnya yang menikah adalah Hyunmie dan Kyuhyun bukan Hagi dan Kyuhyun.



"Ah iya kenalkan ini Hyebin, dia adik angkatmu." Hagi menatap seorang wanita muda di belakang ibunya yang tersenyum canggung padanya ada tatapan tidak suka di mata Hyebin dan Hagi bisa mengerti karena sesuai percakapan tadi seharusnya Hyebinlah yang menikah dengan Pangeran sombong tapi tampan itu.



"Seharusnya Hyebinlah yang menikah dengan Pangeran Kyuhyun tapi karena kau sudah membaik memang ada baiknya kaulah yang menikah dengan Pangeran ke lima, tidak apa-apakan Hyebin? Kita bisa mencarikanmu Pangeran yang lain, sayang sekali Pangeran Myeong Ju meninggal dia bisa saja menikah denganmu." Sekali lagi Hyebin tersenyum canggung dia lebih baik tidak menikah dari pada harus menikah dengan Pangeran Myeong ju yang konyol itu, jadi bagus juga pangeran itu sudah mati.


__ADS_1


bersambung


__ADS_2