
Hari ini entah kenapa hujan terus menerus turun sejak pagi, suasana Kerajaan Rubah yang biasanya cerah justru terus mendung membuat semua orang malas pergi untuk beraktifitas termasuk Hagi yang memasuki bulan dimana ia sebentar lagi akan melahirkan. Padahal di saat seperti ini Hagi harus sering berjalan agar jika saat melahirkan Hagi tidak kesusahan.
Tapi yang membuat Hagi resah adalah hingga sekarang Hagi belum menemukan cara untuk pergi menuju gerbang Fana setelah ia melahirkan, Hagi tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun lagi dari Kyuhyun jika akhirnya hal itu hanya akan membuat Hagi semakin membenci Kyuhyun karena Hagi yakin isinya hanya seputar Kyuhyun dan Hyunmie, tidak ada Hagi di dalam kisah keduanya dan Hagi merasa bodoh bisa masuk dalam kisah cinta segi tiga antara Hyunmie, Kyuhyun dan Donghae.
Tapi untuk sesaat Hagi mendengus kesal dia sebenarnya sudah masuk dalam kisah cinta ketiganya jika tidak dia mana mungkin sedang hamil besar seperti sekarang, berpikir dia hanya sekedar perantara membuat Hagi sedih tapi lebih dari itu Hagi marah, sial kenapa harus dia sih yang di tarik ke dalam tubuh Hyunmie, tidak kenapa dia yang harus menemukan Kyuhyun yang hanya rubah biasa, sepertinya dari sanalah masalah hidup Hagi datang.
Padahal jika di pikir lagi, Hagi memiliki waktu yang sangat menyenangkan saat bersama Pyong-pyong, rubah putih yang selalu mendengarkan apapun keluh kesahnya atau apapun yang ia suruh walaupun akhirnya Hagi harus melepas Pyong kembali kehutan karena rubah putih adalah hewan langka.
Sepertinya sama saat seperti melepas Pyong, kali ini Hagi juga harus melepaskan Kyuhyun karena dari awal Hagi tidak bisa memilikinya karena Kyuhyun bukan berasal dari tempat yang sama seperti Hagi, sambil menghelah nafas Hagi mengelus perutnya lalu tendangan kuat membuat Hagi meringis kecil tapi rasa sakit selanjutnya membuat Hagi mengaduh keras.
Saat itulah Hagi sadar jika dia sudah saatnya melahirkan, sambil berusaha berdiri dari ranjangnya Hagi berusaha menggapai pintu untuk memanggil pelayan yang langsung berlari kearah Hagi ketika melihat Hagi kesakitan.
"Sepertinya aku akan melahirkan..." gumam Hagi lemas yang membuat pelayan itu panik dengan keras pelayan itu memanggil siapapun untuk memanggil tabib.
Yang pertama kali datang justru Nammi yang juga panik dan langsung meminta pelayan tadi untuk memanggil Kyuhyun yang memang sudah sejak lama tidak sekamar lagi dengan Hagi karena Hagi yang mengusir Kyuhyun dari kamar.
"Ayo kembali keranjang." Nammi membantu Hagi berjalan, cairan bening mulai mengalir di kaki Hagi membuat Nammi cemas sekarang.
"Gawat, kau harus cepat di tangani." Nammi langsung membaringkan Hagi yang sudah semaput, rasanya lemas sekali tidak bertenaga dan rasanya seperti ingin buang air besar karena rasa sakit di perutnya.
Tidak berapa lama Kyuhyun juga Raja dan Ratu rubah datang membuat suasana semakin ramai di sana dengan banyaknya pertanyaan pada Nammi, untungnya tabib datang lalu meminta semua orang untuk menunggu di luar kamar.
"Selamat nak sebentar lagi kau akan menjadi ayah." Kyuhyun mengangguk tegang ketika Raja Rubah menepuk bahunya, Kyuhyun benar-bener khawatir juga takut terjadi sesuatu yang buruk selama proses melahirkan.
Tapi di luar dugaan ternyata Hagi melahirkan lebih cepat dari dugaan dan hari ini kerajaan baru saja kedatangan seorang Pangeran di masa depan. Bayi itu langsung di bawa keluar oleh tabib dan di serahkan pada Kyuhyun menunggu di luar kamar, kerajaan Rubah yang di guyur hujan mendadak cerah dengan pelangi juga burung-burung yang bernyanyi bersahutan.
Setelah merapihkan keadaan Hagi, tabib baru mengizinkan Kyuhyun mendekati Hagi dengan senyuman bahagia juga bangganya menjadi seorang ayah tapi yang membuat Kyuhyun kecewa Hagi langsung memunggungi Kyuhyun tanpa melihat putranya dulu.
"Kau boleh membenciku, kau boleh tidak melihatku Hagi tapi jangan kau lakukan hal itu juga pada putra kita, apa kau tidak ingin memberikannya air susu? Putra kita sepertinya kelaparan." Kyuhyun berusaha bersabar, setidaknya sebentar lagi Kyuhyun berjanji akan memberitahukan semuanya pada Hagi setelah setidaknya Hagi cukup sehat.
"Aku lelah, ingin tidur." Kyuhyun memejamkan mataya lalu membuka matanya kembali ketika sadar jarinya di genggam erat oleh bayi mungil di gendongannya membuat Kyuhyun tersenyum kecil.
"Baiklah, aku akan meninggalkan putra kita di sini, kau bisa bersamanyakan sebelum tidur?" Tidak ada jawaban, Kyuhyun akhirnya menghelah nafas lalu meletakan bayinnya di samping Hagi. Setelah itu pergi dari kamar Kyuhyun ingin membiarkan Hagi merasakan keberadaan putranya tanpa paksaan apapun, biar bayi mungil itu yang menyentuh hati Hagi sama seperti menyentuh hati Kyuhyun.
Saat Kyuhyun pergi Hagi akhirnya bisa dengan jelas mendengar suara bayinya berceloteh khas bayi yang baru lahir membuat Hagi terisak sedih, sebisa mungkin Hagi ingin menjauhi bayinya tapi ketika bayinya melakukan gerakan kecil di punggungnya membuat Hagi berbalik, sebuah mata kecil yang berusaha di buka lalu menatap Hagi sesekali tapi belum terbiasa dengan cahaya dan menutup kembali membuat Hagi tidak berdaya akhirnya Hagi memeluk bayinya sayang.
"Bayiku..." Hagi kembali menangis pilu, iya ini bayinya dia yang menggandung bayi ini selama sembilan bulan dia yang merasakan rasanya sakit melahirkan jadi ini bayinya sekalipun Hagi tidak menggunakan tubuh aslinya.
"Andaikan aku bisa membawamu sayang... tapi sayangnya tidak bisa." Sekali lagi Hagi memeluk bayinya sedih, Ya Tuhan kenapa jadi serumit ini dia hanya ingin pulang tanpa merasa harus meninggalkan apapun di sini, tapi Hagi justru merasakan rasa sakit kehilangan apa yang menjadi belahan jiwanya setelah harus melepas cintanya.
__ADS_1
Kyuhyun yang melihat itu di balik pintu merasakan perasaan sakit yang luar biasa melihat Hagi yang justru menangis sedih ketika memeluk bayinya bukan kebahagiaan yang tadi Kyuhyun rasakan.
"Apa setelah bayi ini lahir kau masih ingin pulang Hagi? Bahkan jika itu hanya demi anak kita?"
Kyuhyun bergumam dalam hati dia tidak bisa mengatakan hal itu karena merasa tidak berhak, tidak sekarang tapi nanti setelah Hagi mendengar semuanya Kyuhyun berhak bertanya atas nama bayinya.
Setelah beberapa hari kelahiran bayinya Hagi hanya memeluk bayi itu satu kali saja, walaupun serasa tidak adil untuk dia dan bayinya Hagi harus bisa menahan setiap kerinduannya sedini mungkin agar jika memang Hagi harus pulang Hagi tidak akan lebih menderita karena kenangan sedikit apapun dengan bayinya akan membuat Hagi menyesali kepulangannya.
Melihat hal itu Kyuhyun tidak tahan lagi, hari ini juga Kyuhyun bermaksud memberitahukan semuanya pada Hagi walaupun Hagi masih lemah, Hagi harus tahu semuanya. Rencananya hari ini Kyuhyun akan meminta ramuan khusus pada Ok Min agar Hagi tidak berpikir Kyuhyun membohonginya.
Ramuan ini berguna menggali setiap ingatan Kyuhyun di masa lalu juga menunjukan ingatan pemilik mutiara biru di masa lalu sebelum di berikan pada Kyuhyun dan Hagi harus melihatnya agar semua jadi jelas bukan hanya untuk Hagi tapi untuk Kyuhyun juga karena Kyuhyun hanya mendengar dari ayahnya saat itu, Kyuhyun tidak berani melihat kejadian itu secara langsung, tapi kali ini Kyuhyun akan melakukannya.
Kyuhyun juga membawa bayinya karena kebetulan Ok Min ingin sekali melihat cucunya, walaupun sebenarnya Ok Min juga ingin bertemu Hagi tapi tetua itu memahami perasaan Hagi setelah Kyuhyun menjelaskan semuanya.
Ketika Kyuhyun tidak ada di dekatnya Hagi mengambil kesempatan itu untuk berusaha menggapai gerbang Fana, awalnya Hagi ingin pergi sendiri tapi Nammi tidak membiarkannya jadilah Hagi terpaksa pergi bersama Nammi, selama di perjalanan Hagi memilih diam membuat Nammi heran sendiri.
"Sebenarnya kita akan kemana?" Hagi menatap Nammi lalu akhirnya memilih duduk di salah satu pohon di dekat taman.
"Nammi aku lupa membawa mantelku bisakah kau membawanya aku merasa dingin." Nammi berdecak tidak percaya lalu menatap Hagi kesal.
"Aku bosan... tidak bisakah kau membantuku sekali saja." Nammi memutar bola matanya lalu mengangguk malas.
"Baiklah... diam disini." Hagi tersenyum kecil lalu mengangguk pelan membiarkan Nammi masuk kembali kedalam istana.
Saat Nammi sudah tidak terlihat Hagi mulai berdiri lalu berjalan menuju gerbang Fana, beberapa kali Hagi hampir berpapasan dengan para penjaga tapi dengan cepat Hagi menyembunyikan diri tidak ada yang boleh tahu Hagi pergi kemana.
Tidak berapa lama Hagi akhirnya melihat Gerbang Fana membuat Hagi tersenyum senang perlahan Hagi mendekat kearah gerbang tapi semakim dekat Hagi dengan gerbang Hagi semakin ragu meninggalkan cinta juga belahan jiwanya di sini, ketika rasa sakit di permainkan itu muncul Hagi kembali berjalan mantap dia tidak akan mundur terlebih masih ada ibunya yang menanti Hagi di rumah.
****
Saat itu Kyuhyun sedang menerima ramuan di ladang bunga Lily biru sambil tersenyum sendu, akhirnya penyesalan itu akan sedikit berkurang dan Kyuhyun berharap Hagi tidak akan pulang setelah melihat semuanya.
"Terimakasih..." Ok Min menepuk bahu Kyuhyun pelan lalu berusaha menggendong bayi yang sedang Kyuhyun gendong.
"Aku sudah lama ingin melihat cucuku." Kyuhyun melepas gendongannya lalu membiarkan Ok Min memeluk bayinya yang hingga hari ini belum di beri nama karena Kyuhyun berharap Hagi mau menamai bayinya.
"Aku berjanji setelah semuanya selesai Aku juga akan membawa Hagi kemari." Ok Min mengganguk kecil lalu menatap bayi di gendongannya dengan perasaan bahagia.
__ADS_1
Tiba-tiba Kyuhyun merasakan dadanya terasa panas juga rasa menyengat yang luar biasa sakitnya, wajah Kyuhyun langsung memucat menahan rasa sakit hingga Kyuhyun terduduk di lantai. Ok Min yang melihat itu membaringkan Bayi Kyuhyun dan Hagi di meja lalu mendekat kearah Kyuhyun panik.
"Ada apa?" Kyuhyun menatap Ok Min sama paniknya.
"Mutiara biru... Hagi..." Ok Min memegang dada Kyuhyun lalu menatap Kyuhyun terkejut yang juga terlihat cemas.
"Aku akan pulang sekarang... pasti terjadi sesuatu pada Hagi." Ok Min mengangguk cepat.
"Bayimu bisa kau titipkan padaku dulu, kau bergegaslah pulang." Kyuhyun kembali mengerang kesakitan perasaan ini Kyuhyun kenal sekali.
Kyuhyun berusaha bangun lalu mengangguk pelan untuk usulan Ok Min tadi.
"Aku titip putraku." Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun langsung pergi begitu saja dari hadapan Ok Min.
Di jalan Kyuhyun semakin merasakan intensitas rasa sakit yang di timbulkan Mutiara biru di dalam tubuhnya, ketika sadar dengan rasa sakit yang sama yang dulu pernah Kyuhyun miliki akhirnya Kyuhyun berbalik arah, dia tidak akan kembali ke istana ada tempat yang entah kenapa membuat Kyuhyun ketakutan, jangan sampai tebakannya benar.
Tapi sayangnya tebakan Kyuhyun memang benar Hagi sekarang tepat berdiri di gerbang Fana dimana jika selangkah lagi saja Hagi berjalan Gadis itu akan terjatuh di tebing yang memisahkan jiwa dari dunia ini juga dunia manusia.
"Hagi jangan... aku mohon kembalilah..." teriakan itu berhasil membuat Hagi berbalik lalu menatap Kyuhyun terkejut, bagaimana Kyuhyun tahu dia di sini.
"Kau tahu aku bisa pulang dengan cara melompat kemari bukan?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu perlahan mendekat.
"Tidak... aku mohon kau boleh tetap pulang jika kau mau tapi setelah mengetahui semuanya." Hagi menggelengkan kepalanya keras sambil mulai terisak sedih.
"Tidak mau, aku tidak mau aku tahu isinya hanya tentang kau dan Hyunmie saja." Kyuhyun sadar semakin Kyuhyun mendekat Hagi semakin dekat dengan gerbang Fana membuat Kyuhyun berhenti lalu berlutut di hadapan Hagi.
"Tidak... semuanya tentang kita, tentang kau Hagi tentang bagaimana semua ini di mulai, tentang perasaanku yang sesungguhnya padamu... jadi aku mohon kemarilah..." Hagi sempat kembali ragu tapi ia ingat jika selama ini Kyuhyun membohonginya.
"Bohong, selama ini kau tidak pernah jujur padaku, bahkan ibumu menyuruhmu untuk berbohongkan? Kebohongan apa lagi yang ingin kau katakan ha?" Kyuhyun memejamkam matanya sesaat lalu menatap Hagi frustasi.
"Aku tidak pernah berbohong... aku hanya belum mengatakan semuanya..." ucap Kyuhyun frustasi membuat Hagi semakin terisak sedih.
"Maksudmu tentang kau yang memeperkosa Hyunmie? Atau kenyataan ayahmu atau kau yang membuatku terjebak di tubuh Hyunmie?" Kyuhyun tertegun dia hampir kehilangan kata-kata tapi kembali berdiri dengan kepanikan yang memuncak ketika Hagi menarik kalung di lehernya hingga putus.
"Aku sudah tidak mau lagi mendengar apapun." Saat Hagi melangkah mundur satu langkah, Kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan Kyuhyun juga merasakan perasaan menyakitkan dari jiwanya yang masih terluka ketika Jiwa Hagi keluar dari jasad Hyunmie dan langsung tidak sadarkan diri, dengan tenaga yang masih tersisa Kyuhyun menarik jasad Hyunmie yang hampir terjatuh ke dalam jurang dan menjauh dari gerbang fana.
Perlahan Kyuhyun memeluk Hyunmie erat lalu berusaha memanggil Hagi yang mungkin saja belum pergi, tapi gadis dalam pelukannya tidak bersuara membuat Kyuhyun terisak sambil mulai berteriak pilu.
"Kenapa... kenapa kau tidak mendengarkan aku dulu..." Kyuhyun mulai merasakan jika mutiara biru mulai menghilang dari tubuhnya membuat Kyuhyun kehilangan tenaganya, lelah yang terkumpul selama ini menghantam Kyuhyun sekaligus membuat Kyuhyun akhirnya tidak kuat dan jatuh pingsan di samping Hyunmie.
__ADS_1
bersambung