My Eternal Love

My Eternal Love
My Real Girl


__ADS_3

Langit hari ini terus menerus hujan, guntur dan petir saling bersahutan cuaca hari ini bisa saja menjadi badai jika saja Jaerim tidak membujuk Dewa tertinggi untuk tenang setelah mengamuk di aula utama milik sang dewa. Kabar yang di bawa Jaerim jelas buka  kabar yang menyenangkan atau lebih tepatnya kabar terburuk yang sang Dewa dengar selama ratusan tahun.



"Sang pencipta terlalu baik padanya sehingga dia selalu membuat ulah, seharusnya dia binasa saja saat itu, Sialan!!!!" Sekali lagi Dewa tertinggi menghancurkan barang-barang di aula besar membuat Jaerim meringis kecil ketika petir kembali terdengar, sial dia memang sudah memperediksi jika Dewa tertinggi akan marah tapi tidak separah ini. Walaupun wajar saja karena masalah kali ini datang lagi dari rival abadinya.



"Tuan tenanglah, akan ada bencana jika tuan marah terus seperti ini." Dewa tertinggi menatap tajam kearah Jaerim membuat tangan kanannya itu mengkerut takut. Dewa tertinggi menarik nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya pelan saat melihat keluar aula yang memang terdengar guntur juga kilat bersahutan dia bisa di hukum oleh Sang Pencipta jika berbuat ulah karena masalah pribadi.



"Yang aku tidak mengerti, jika memang tubuh Hyunmie sedang di pakai gadis itu, kenapa si berengsek itu masih menahannya jika tahu yang sebenarnya. Aku tahu pasti dia begitu terobsesi pada Hyunmie waktu itu." Jaerim menghelah nafas, dia sendiri masih binggung kenapa Pangeran Rubah diam saja ketika gadis yang ia cintai tertidur dan tubuhnya di gunakan jiwa lain.



"Saya juga tidak mengerti, saya mengetahui jika Kyuhyun adalah Pangeran Rubah juga di saat-saat terakhir sebelum mereka pergi setelah menyerang saya. Kita juga tahu seharusnya Pangeran Rubah sudah mati saat dia mendapatkan hukuman terakhirnya." Dewa Teringgi menggebrak meja satu-satu yang masih utub lalu mendengus keras.



"Aku yakin Raja Rubahlah yang mengatur semuanya, kau tahukan jika Raja Rubah membuat perjanjian dengan masyarakat Kerajaan Hanyeol ratusan tahun lalu, bisa jadi ini di siapkan agar ketika hukuman Pangeran Rubah selesai dia punya wadah yang pas untuk putranya. Aku hanya tidak menyangka Raja Rubah menyegel kekuatan Pangeran Rubah sehingga aku tidak bisa mengetahuinya." Jaerim mengangguk paham jika melihat sejarah Kerajaan Hanyeol dan keturuanan keluarga Kim bisa jadi Raja Rubah entah bagaimana bisa memprediksi jika Hyunmie akan lahir di keluarga itu.



"Tapi saya masih bingung, sekalipun Raja Rubah bisa saja merencanakan semuanya, bukankah sedikit aneh jika Raja Rubah seolah tahu jika keluarga itulah yang suatu saat nanti akan menjadi tempat dimana nona Hyunmie lahir." Ucapan Jaerim membuat Sang Dewa mengkerutkan keningnya sama bingungnya dan lagi Kyuhyun bukanlah keturunan yang datang dari keluarga Kim melainkan datang dari keturunan kerjaan Hanyeol. Kenapa Raja Rubah justru mengadakan perjanjian dengan keluarga Kim?



Masih terlalu banyak misteri yang belum terpecahkan, Sang Dewa menatap Jaerim yang seolah mengerti lalu menghelah nafas panjang dia masih punya tugas lainnya yang harus ia selesaikan ternyata.



"Untuk sekarang kita masih belum perlu berperang, kenyataan jika Hyunmie sudah menikah dengan Kyuhyun membuatku tidak bisa bertindak gegabah terlebih jika Kyuhyun membawa Hyunmie kekerajaan rubah, semua sudah lain cerita jika situasinya seperti itu. Saatnya kau gunakan dia kembali, hanya dia yang bisa membantu kita dari dalam kerajaan Rubah, pastikan dia membuat jiwa gadis yang menggunakan tubuh Hyunmie pergi secepatnya, setelah itu kita cukup melihat apa yang akan Hyunmie lakukan setelah apa yang Kyuhyun lakukan pada Hyunmie, aku yakin Hyunmie akan marah besar karena Kyuhyun melakukan kesalaham yang sama." Ucapan Sang Dewa di balas anggukan mengerti dari Jaerim yang pamit pergi dari aula besar, mata-mata di kerajaan Rubah akhirnya bisa memperingan tugas Jaerim selama ini, sebaliknya mata-mata itu akan terus mendapat tekanan dari Dewa Tertinggi.



****



Kerajaan Rubah mendadak sibuk beberapa hari terakhir ketika Pangeran Rubah yang sudah lama di anggap mati, pulang mendadak bersama seorang wanita yang tidak sadarkan diri, Pangeran Rubah juga terluka parah saat sampai di Kerajaan tanpa sempat berbicara dengan siapapun terlebih dahulu.



Hanya Raja Rubah yang tahu dengan pasti apa yang terjadi, bahkan Ratu Rubah juga terkejut karena putra mereka ternyata pulang lebih awal dan kini pulang dalam keadaan terluka parah. Walaupun para petinggi kerajaan juga sang Ratu bertanya, Raja Rubah masih bungkam tidak bicara karena bagi beliau bukan dialah yang harus menjelaskan semuanya melainkan Pangeran Rubah sendiri.



Dan hal itu jelas tidak memungkinkan sekarang karena Pangeran Rubah yang masih tertidur dalam penyembuhannya di kolam teratai bersama wanita yang ia bawa.



Raja rubah menatap pasangan itu sambil menghelah nafas, perjalanan dan cobaan mereka masih panjang tapi hati Raja Rubah sudah sakit melihat keduanya seperti sekarang.



"Apa kau masih belum mau memberitahuku yang sebenarnya? Bahkan padaku, istrimu? Ibu dari anak kita?" Raja Rubah menatap istrinya yang juga ikut dengannya untuk menjenguk putra mereka di kolam teratai hari ini sambil tersenyum kecil.



"Nanti, setelah putra kita bangun kau bisa mendengarnya secara langsung dari putramu itu." Ratu Rubah menghelah nafas lalu menatap gadis di samping Pangeran Rubah lalu menatap suaminya sekali lagi.



"Aku tidak tahu ini hanya kebetulan atau tidak tapi aku merasa gadis ini mirip dengan Hyunmie." Raja Rubah sekali lagi tersenyum kecil, istrinya itu ternyata masih mengingat nama gadis itu.

__ADS_1



"Gadis ini memang Hyunmie, tapi tidak benar-benar Hyunmie." Ratu Rubah terkejut lalu mengerutkan keningnya bingung.



"Aku tidak mengerti maksudmu, jika gadis ini Hyunmie kenapa kau bisa membiarkannya ada di sini, bukankah gadis ini yang membawa malapetaka bagi Pangeran Rubah dulu? Aku masih ingat benacan yang terjadi pada keluarga kita karena gadis itu." Raja Rubah menghelah nafas panjang, dia tentu saja ingat kejadian di masa lampau itu, tapi saat itu sebenarnya masalah terjadi karena kesalah pahaman.



"Keberadaan gadis itu sekarang disini adalah bentuk perjanjian yang aku buat dengan seseorang dulu juga kesempatan menggembalikan budi seorang adik pada kakaknya." Ratu Rubah mengerutkan keningnya tidak mengerti membuat Raja Rubah menggenggam tangan Ratunya erat.



"Aku akan menjelaskannya nanti, Putra kita juga banyak sekali yang tidak ia ketahui. Hanya yang harus kau tahu gadis itu kini sudah menjadi istrinya, kau ingatkan kalau Sang Wo bilang jika putra kita sudah menikah? Kemungkinan kita sebentar lagi akan mempunyai cucu." Ratu Rubah menutup mulutnya terkejut lalu menatap gadis yang kini berbaring di samping Kyuhyun ada perasaan bahagia yang mengalir di hati Ratu Rubah tapi rasa cemas juga ikut mengiringi.



"Tapi jika yang kau katakan benar jika gadis ini adalah Hyunmie bukankah berarti akan terjadi peperangan antara Kerajaan kita dengan Kerajaan langit? Kita tahu sendiri jika selama ini bahkan Dewa tertinggi selalu ikut campur untuk setiap kelahiran gadis itu di luar dunia kita." Raja Rubah mengangguk paham, dia mengerti kekhawatiran istrinya tapi kali ini jelas berbeda bagaimanapun Pangeran Rubah menikah secara resmi bahkan sempat mengikat gadis itu sebelum masuk kedunia ini.



"Kali ini Dewa tertinggi harus mengerti karena Sang Pencipta yang mengatur semua ini, jika memang akhirnya harus ada peperangan tentu saja aku akan membantu putraku." Ratu rubah menghelah nafas lalu mengangguk kecil.



"Masih banyak yang belum kau ceritakan padaku aku harap kau benar-benar menceritakan semuanya nanti." Raja Rubah mengangguk sekali lagi lalu kembali menatap gadis yang kini berbaring di samping putranya sendu.



"Aku ingin membuat perjanjian denganmu agar putramu bisa hidup kembali setelah masa hukumannya, akan aku berikan satu barang berhargaku untuk jiwa putramu."



Raja rubah masih ingat perjanjian itu, perjanjian yang ia buat dengan seseorang di masa lalu yang begitu baik hatinya dan di anugerahi banyak hal oleh Sang Pencipta, walaupun ia kehilangan banyak hal jika ia memberikan hal berharga itu pada orang lain.




Raja Rubah bergumam pelan lalu mengajak Ratu keluar dari Gua tempat kolam teratai berada, di depan gua banyak sekali penjaga yang berjaga karena bagaimanapun kedatangan Sang Pangeran mengejutkan banyak pihak dan kemungkinan musuh menyusup sangat besar itu kenapa Raja Rubah menempatkan banyak prajurit di depan Gua.



***



Kyuhyun berjalan di sebuah taman yang di penuhi bunga liliy berwarna biru dengan perasaan bahagia, setiap seminggu sekali hari inilah yang selalu ia tunggu karena bisa bertemu dengan belahan jiwanya, bolehkah Kyuhyun berkata begitu? Karena Kyuhyun sangat ingin menikah dengan gadis yang kini tersenyum lembut padanya di tengah hamparan bunga liliy biru di hadapannya.



Gadis itu melambaikan tangannya senang lalu berdiri menunggu Kyuhyun mendekat membuat rambut panjang birunya melambai terkena angin siang ini berikut mata biru cemerlang itu membuat Kyuhyun semakin terpikat, Kyuhyun sebenarnya lebih suka jika gadis itu mengenakan atribut birunya dari pada merah yang kadang gadis itu pakai.



"Aku merindukanmu Hagi..." Kyuhyun menggenggam tangan gadis itu erat yang hanya tersenyum kecil lalu memeluk Kyuhyun erat.



Gadisnya yang manis kembali lagi itu kenapa Kyuhyun suka gadis ini menggunakan pakaian biru karena biasanya gadis itu akan berubah menjadi belahan jiwanya yang membuat Kyuhyun ingin membawa gadis ini kekerajaannya.



Hari ini gadis itu kembali tidak bicara, tapi Kyuhyun tidak keberatan karena gadisnya ini akan memanjakannya sepuasnya dengan sentuhan, perhatian dan senyuman yang tidak ada habisnya.

__ADS_1



Ketika harus berpisah gadisnya mulai murung bahkan terus menggengam tangannya erat membuat Kyuhyun semakin tidak tahan untuk tidak memeluknya semakin erat.



"Kau lucu sekali... jadi menikahlah denganku iya?" Lagi, gadisnya hanya diam dengan ekspresi sedih jika Kyuhyun membahas tentang pernikahan.



Kyuhyun menghelah nafas lalu kembali memeluk gadisnya itu erat.



"Apa kau tidak mau menikah denganku?" Gadisnya itu melepas pelukan Kyuhyun lalu menatap Kyuhyun frustasi dan menggeleng tapi setelah itu mengangguk cepat membuat Kyuhyun bingung.



Gadisnya terlihat frustasi lalu merajuk sedih membuat Kyuhyun kembali memeluk gadis itu erat.



"Baiklah aku tidak akan menanyakannya lagi, untuk sekarang ini saja cukup." Gadisnya itu memeluk Kyuhyun erat lalu mengangguk kecil.



Kyuhyun terbangun dari tidurnya lalu memegang dadanya yang mendadak sakit, ingatan di masa lalu yang perlahan mulai mengalir di kepalanya berdatangan silih berganti, entah itu kebahagiaan ataupun perasaan terluka yang Kyuhyun miliki saat sebelum ia menerima hukuman.



"Kau bangun nak?" Ucapan seseorang di samping kirinya membuat Kyuhyun sadar dimana ia sekarang.



"Ayah... ibu..." Ratu Rubah langsung memeluk Kyuhyun erat lalu menangis senang.



"Akhirnya kau kembali sayang." Kyuhyun memeluk ibunya dengan kerinduan yang sama, selama ini Kyuhyun tidak bisa berinteraksi dengan ibunya karena di hukum Sang Pencipta.  Setelah itu baru Raja Rubah yang memeluk Kyuhyun erat.



"Ayah..." Raja Rubah menepuk punggung Kyuhyun pelan lalu melepas pelukannya dan menatap Kyuhyun senang.



"Selamat datang kembali." Kyuhyun mengangguk kecil, seolah mengingat sesuatu Kyuhyun berbalik kearah kanannya lalu menatap Hagi cemas yang masih berbaring di kolam teratai, seolah mengerti kecemasan putranya Raja Rubah menepuk bahu Kyuhyun pelan.



"Istrimu butuh waktu lama untuk sembuh karena jiwanya yang sempat di  paksa keluar dari jasadnya, kau juga ingatkan jika istrimu sebenarnya bukan dari dunia ini? Itu kenapa ia lebih lemah dari pada kau yang seorang Pangeran Rubah." Kyuhyun menghelah nafas pelan lalu perlahan bangkit dari tidurnya untuk mendekat kearah Hagi yang masih tertidur.



"Sayang... bangunlah... aku merindukanmu." Gumam Kyuhyun pelan sambil mengelus rambut Hagi pelan. Seolah mengingat sesuatu Kyuhyun menatap ayahnya penasaran.



"Ayah, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Aku tidak tahu ini kebetulan atau bukan, dulu Hyunmie pernah menggunakan nama Hagi saat berkenalan denganku dan kali ini aku justru bertemu dengan gadis yang mirip dengan Hyunmie yang kebetulan bernama Hagi, apa ayah tahu sesuatu?" Raja Rubah menatap Kyuhyun dalam membuat Kyuhyun semakin penasaran, jelas sekali jika ayahnya ini tahu sesuatu.



"Kita kembali keistana dulu, biarkan istrimu menyembuhkan dulu jiwanya yang terluka di sini, ayah akan memberitahukan yang sebenarnya padamu." Kyuhyun menelan ludah gugup, Kyuhyun ragu ini bukan kabar baik tapi apapun itu kali ini Kyuhyun tidak akan melepas Hagi bahkan seperti yang Kyuhyun katakan pada Jaerim jika harus berperang dengan kerajaan langit demi Hagi, Kyuhyun akan melakukannya.


__ADS_1



bersambung


__ADS_2