
Ketik aku pikir semua sudah selesai, aku lupa tidak mudah menjadi istimewa, Sang Pencipta belum selesai dengan kisahku
☆☆☆☆
Semalam setelah cahaya biru dilangit muncul, Ok Min menyadari jika setelah menantunya datang meminta ramuan untuk Hagi, ladang bunga Lily biru kembali kehilangan sinarnya. Ketika berusaha menemui Kyuhyun, Menantunya itu juga mendadak tidak ada, Ok Min mulai cemas jika anaknya itu kembali memilih untuk pergi dan tidak kembali lagi, walaupun akan ada Hyunmie yang anehnya juga tidak datang untuk menemuinya membuat Ok Min semakin cemas jika ada kemungkinan terjadi sesuatu dengan Hagi.
Ketika kabar putri, menantu juga Raja Rubah sudah kembali ke istana Ok min kembali berusaha menemui putrinya dia juga berniat mengembalikan cucunya pada Putrinya yang anehnya tidak mau bertemu dengannya, pelayan sendiri yang malah mengambil cucunya bukan Kyuhyun ataupun Hagi putrinya dan ternyata malam ini keanehan yang terjadi belakangan ini terbukti dengan adanya cahaya biru di langit istana, tanda itu hanya di miliki oleh Hagi membuat Ok Min kembali memutuskan untuk kembali menuju istana dan kali ini Sang Ratu yang menyambutnya.
"Aku hanya ingin bertemu dengan putriku, aku harap Ratu mau memberitahukan keberadaan putriku." Ok Min kembali datang ke istana kali ini dia ingin memastikan firasatnya tapi anehnya Sang ratu yang biasanya ramah terlihat tidak menyukai kedatangannya.
"Aku sudah bilang aku tidak tahu, putrimu itu selalu merepotkan anggota kerajaan kali ini suamiku juga harus ikut campur dalam masalah yang putrimu buat, bahkan dia membuat kerajaan langit marah." Ok min terlihat menghelah nafas dia mengerti kenapa ratunya terlihat tidak menyukainya sekarang.
"Menantu kita tidak merepotkan sama sekali." Ucapan itu sontak membuat Ratu dan Ok Min berbalik, disana tepat berdiri Raja Rubah yang terlihat tidak suka dengan ucapan ratu rubah.
"Ok Min putrimu sedang merawat suaminya ada sedikit kesalah pahaman sebelumnya membuat Hagi kembali kedunianya tapi Kyuhyun berhasil membawanya kembali dan sekarang Pangeran masih lemah dan membutuhkan bantuan istrinya." Ok Min terlihat terkejut tapi kemudian menghelah nafas panjang.
"Pantas saja semalam ada cahaya biru di langit istana. Kalau begitu saya hanya akan memberikan surat untuk Hagi agar menemui saya di ladang bunga liliy setelah selesai mengobati pangeran." Raja Rubah mengangguk setuju lalu membiarkan Ok Min pamit.
"Apa penjelasanku masih kurang tentang gadis itu? Kenapa kau malah membencinya?" Pertanyaan mendadak itu membuat Ratu terlihat kesal.
"Aku tahu tapi lihat putra kita tidak pernah bahagia, dia selalu terancam bahaya karena berurusan dengan gadis itu." Raja Rubah mengehelah nafas lalu menggengam tangan Ratunya sambil menatap Ratu sendu.
"Tapi ada yang harus kau ingat, jika bukan karena Hagi, putra kita bahkan tidak akan memiliki kesempatan untuk renkaransi kembali dalam bentuk apapun dan tidak di izinkan kembali kekerajaan Rubah." Ratu menghelah nafas lalu menatap suaminya sendu.
"Aku hanyalah seoarng ibu yang menginginkan kebahagiaan putranya. Tidak harus berpasangan dengan yang diistimewakan Sang Pencipta asal Kyuhyun sehat, bahagia dan tidak harus berkorban apa lagi nyawanya." Raja Rubah menghelah nafas lalu mengelus pipi ratunya sayang.
"Setiap apa yang di ciptakan oleh Sang Pencipta pasti memiliki takdirnya masing-masing, mungkin inilah takdir putra kita, sebagai orang tua kita hanya harus mendukung juga membantu mendapatkan kebahagiaannya. Sang Pencipta tidak akan memberikan takdir yang tidak sanggup di jalani oleh ciptaannya dan hidup yang di berikan Sang Pencipta itu bagai roda yang berputar, putra kita tidak akan selamanya menderita ada saatnya dia pasti bahagia." Ratu mulai menangis sedih lalu memeluk Raja Rubah erat-erat.
__ADS_1
"Putra kita mungkin masih kuat menjalaninya tapi aku ibunya sudah tidak kuat melihatnya menderita seperti ini." Raja Rubah mengelus punggung Ratu perlahan, dia mengerti perasaan istirnya itu.
"Aku tahu... hanya bersabarlah dan dukunglah kebahagiaan putra kita dan kau tahu putra kita bahagia hanya dengan berada di samping gadis yang ia cintai." Kali ini Ratu mengangguk kecil, walaupun masih belum menerima semua ini dia akan berusaha meneria menantunya itu.
Di tempat lain tepatnya di kamar Kyuhyun dan Hagi, cahaya biru kembali menghiasi kali ini Hagi kembali membagi energinya dengan Kyuhyun karena suaminya itu kelelahan setelah perjalanan dari gua teratai menuju istana. Padahal Kyuhyun tidak mengunakan kekuatannya sama sekali membuat Hagi semakin curiga jika ada yang tidak beres dengan Kyuhyun.
"Sebenarnya ada apa denganmu? Apa ini ada kaitannya dengan gelang yang aku pakai?" Pertanyaan mendadak Hagi sempat membuat Kyuhyun terdiam tapi perlahan Kyuhyun tersenyum sendu lalu menggelengkan kepalanya pelan. Hagi langsung membantu Kyuhyun untuk duduk setelah tadi Hagi memberikan energinya pada Kyuhyun saat Kyuhyun tertidur.
"Tidak, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan itu. Mungkin karena jiwaku yang masih belum sembuh dan mutiara biru yang tidak mau masuk ke tubuhkulah yang membuat aku lemah, ayah sudah memberikan setengah energinya padaku tapi aku lebih menginginkan kau ada di sini jadi aku terpaksa menggunakannya untuk membuat gelang yang sedang kau pakai." Hagi menggerutkan keningnya tidak suka.
"Itu berarti sama sajakan, kau melepas kesempatan menjadi lebih baik demi aku." Kyuhyun langsung memeluk Hagi erat-erat membuat Hagi terkejut.
"Tidak apa-apa lagi pula kau sudah ada di sini, aku pasti cepat sembuh." Hagi menghelah nafas lalu membalas pelukan Kyuhyun tidak kalah erat.
"Kemarin saja kau tidak mau bertemu dengan putra kita itu." Ucapan Kyuhyun membuat Hagi mengigit bibirnya lalu menggembungkan pipinya kesal.
"Waktu itukan aku tidak ingat apa-apa, aku berpikir kau tidak benar-benar menginginkan anak dariku tapi dari Hyunmie." Kyuhyun menghelah nafas panjang lalu perlahan merangkum wajah Hagi dengan kedua tangannya.
"Maaf... sepertinya kata-kata itu bahkan tidak akan bisa menghapus luka yang aku berikan padamu." Hagi menggenggam tangan Kyuhyun lalu mengecup telapak tangan Kyuhyun pelan setelah itu tersenyum sendu.
"Bersamamu sekarang sudah lebih cukup untuk menghapus semuanya." Kyuhyun kembali menjatuhkan air matanya sambil tersenyum senang dan kembali memeluk Hagi erat-erat. Perjalanan kisah cinta mereka terlalu berliku sampai membuat Kyuhyun hampir menyerah tapi lebih dari itu Kyuhyun menyadari jika tidak ada wanita yang bisa mencintainya melebihi Hagi ataupun tidak ada wanita yang Kyuhyun cintai seperti Kyuhyun mencintai Hagi.
Hari itu setelah membiarkan Kyuhyun kembali tidur, Hagi langsung menemui putranya yang hingga kini masih belum memiliki nama. Beberapa nama sempat muncul di pikirannya tapi Hagi berniat mendiskusikannya dulu dengan Kyuhyun. Hagi juga menerima dua surat dari pelayan yang selama ini melayaninya satu dari ayahnya dan satu lagi dari Hyunmie dan lagi-lagi Hagi kembali banjir air mata ketika membaca surat dari Hyunmie. Adiknya itu berkorban banyak untuknya dan sekarang Hagi menyadari ada masalah lain yang harus ia hadapi.
Mutiara biru tidak mau keluar dari tubuhnya itu berarti jiwa Hyunmie juga tidak akan bisa keluar karena tertahan oleh mutiara biru yang sudah lama tidak bersatu dengan mutiara merah. Lain cerita jika mutiara biru masuk kedalam tubuh Kyuhyun dengan sendirinya jiwa Hyunmie akan memiliki kesempatan berenkarnasi bersama mutiara merah. Memikirkan hal itu Hagi semakin cemas, Donghae pasti masih murka karena Hyunmie kembali memberikan tubuhnya pada Hagi dan hingga sekarang Donghae masih tidak tahu jika Hagi adalah kakak Hyunmie yang berrenkarnasi menjadi manusia.
__ADS_1
Perang bisa saja terjadi setelah ini mengingat Donghae pasti tidak akan tinggal diam dan pasti akan melakukan hal yang sama seperti apa yang Jaerim lakukan saat di Hanyeol, Donghae pasti akan memaksa jiwanya keluar dan hal itu bisa menyebabkan luka parah pada jiwanya, akibatnya Hagi bisa saja tidak bangun lagi di tubuh manusianya dia akan koma selama-lamanya.
Mengingat tubuh manusianya Hagi kembali di lema apa dia mati atau kembali koma, dia tidak bisa mencari tahu karena alam manusia termasuk area terlarang yang tidak boleh sembarangan di campuri oleh bangsa rubah. Salah satu aturan yang Sang Pencipta terapkan.
Belum lagi kenyataan jika Kyuhyun kini masih sangat lemah, suaminya itu tidak akan sanggup menghadapi perang sama sekali, walaupun Raja Rubah turun tangan. Hagi menghelah nafas ternyata masih banyak yang harus ia pikirkan ketika akhirnya bisa benar-benar bersama Kyuhyun, kenapa Sang Pencipta membuatnya serumit ini, bukankah dia di istimewakan? Lalu kenapa semua tidak ada yang mudah untuknya?
Baru saja Hagi memikirkan bagaimana menghadapi hal yang akan terjadi di masa depan, tanah tempat dia berpijak mulai bergetar membuat Hagi panik. Saat melihat keluar kamar putranya Hagi melihat semua penjaga berlari keluar istana membuat Hagi terpaksa menahan salah satunya karena ingin tahu apa yang terjadi.
"Ada apa?" Pengawal itu memberi hormat pada Hagi lalu mengatakan hal yang membuat Hagi mengerang frustasi.
"Kerajaan Langit menyerang barikade bagian timur Kerajaan Rubah." Setelah mengatakan hal itu pengawal itu pergi meninggalkan Hagi yang terkejut karena sepertinya putranya juga terkejut dan mulai menangis.
"Oh sayang tenanglah... semua akan baik-baik saja..." ucap Hagi sambil menimang putranya, Hagi yang khawatir dengan Kyuhyun mulai berjalan cepat kearah kamar keduanya, tapi ternyata KyuHyun juga terbangun dan terlihat cemas mendekatinya.
"Istana sudah tidak aman, sekalipun Kerajaan Langit akan sangat lama membobol barikade kerajaan Kita, kau dan putra kita harus pergi, aku pikir Ladang Bunga Lily biru akan menjadi tempat yang aman untukmu, Donghae pasti tidak akan menyerang sampai kesana. Sang Woo akan menemanimu." Hagi menatap Kyuhyun khawatir walaupun sepertinya Kyuhyun mulai membaik Hagi tidak yakin melepas Kyuhyun.
"Kau tidak bisa berperang, ikutlah denganku." Kyuhyun menggelengkan kepalanya sendu.
"Aku tidak bisa, perang ini adalah untuk melindungi istriku dan aku harus ikut dan bertanggung jawab untuk itu." Hagi menggelengkan kepalanya tidak setuju.
"Tidak, kau masih lemah kau tidak akan bisa melawan Donghae." Kyuhyun tersenyum kecil lalu mengelus kepala Hagi pelan.
"Kau mungkin tidak tahu, tapi aku salah satu Jendral perang yang memiliki seribu satu strategi jadi sekalipun aku tidak turun kedalam perang, aku masih di butuhkan di barak perang Hagi." Hagi mengigit bibir nya masih ragu tapi dengan cepat Kyuhyun mencium kening Hagi pelan.
"Percayalah padaku, aku bukan hanya berperang aku juga akan mencari cara agar perang ini tidak berlangsung lama dan kita bisa bersama-sama lagi." Hagi kembali menjatuhkan air matanya padahal dia baru saja bisa kembali bersama Kyuhyun tapi mereka kembali harus di pisahkan, Kyuhyun memeluk Hagi bersama bayi yang ada di dalam pelukan Hagi dengan perasaan takut yang Kyuhyun sembunyikan dari Hagi. Kyuhyun berharap ini bukan akhir dari perjuangan cintanya pada Hagi. Kyuhyun rela terus berjuang jika dengan berjuang Kyuhyun bisa bersama Hagi.
__ADS_1
bersambung