My Eternal Love

My Eternal Love
Final Angry


__ADS_3

Awalnya Kyuhyun pikir walaupun ia memberikan Hagi sedikit waktu untuk memyendiri Kyuhyun bisa melalui beberapa hari tanpa kehadiran Hagi di sisinya, tapi Kyuhyun salah bahkan Kyuhyun menyadari malam hari tanpa Hagi tak ada ubahnya seperti neraka bagi Kyuhyun.



Mimpi-mimpi itu datang lagi bahkan lebih jelas dari sebelumnya karena Kyuhyun menyadari luka yang ia alami di dalam mimpi terbawa ke alam nyata walaupun hanya berupa goresan merah tanpa darah, belum lagi keringat serta sakit di kepala yang menyengat membuat Kyuhyun memutuskan untuk memilih bertemu dengan Pisikiaternya dari pada bekerja walaupun Kyuhyun tidak menyukai rumah sakit.



Kyuhyun berharap tamu bulanan istrinya itu cepat datang, sehingga Kyuhyun bisa kembali tidur di samping Hagi tanpa harus memikirkan tentang mimpi-mimpi yang selalu menganggunya, hanya saja hari terakhir menurut perhitungan Kyuhyun sebelum dia bisa kembali lagi pada Hagi, Kyuhyun bermimpi di datangi seorang anak laki-laki yang menatapnya penuh kesedihan juga kerinduan yang mendalam membuat Kyuhyun tidak tahan untuk tidak memeluk anak laki-laki di hadapannya itu.



"Ayah... kenapa lama sekali... aku ingin cepat bertemu dengan ibu..." Kyuhyun menatap anak laki-laki di hadapannya tidak mengerti membuat anak kecil di hadapannya ini menghelah nafas pelan.



"Nenek bilang ini pertama dan terakhir kalinya aku bisa bertemu dengan ayah seperti ini, nenek berkorban banyak untuk mengabulkan permintaanku dan melakukan perjanjian dengan Sang Pencipta, jadi ayah aku mohon jangan terlalu lama mencari ibu dan ayah sudah janji akan pulang membawa ibu." Karena Kyuhyun tidak mengerti maksud dari ucapan anak kecil di hadapannya ini, Kyuhyun tidak menjawab apa-apa dan hanya mengerutkan keningnya bingung.



"Nenek bilang jangan sakiti ibu lagi, jika ayah terus menyakiti ibu ayah tidak akan bisa mendapatkan ibu ataupun membawa ibu pulang, jadi ayah harua cepat ingat semuanya agar ayah tidak menyakiti ibu lagi." Setelah itu Kyuhyun terbangun dengan sakit kepala yang lebih menyakitkan lagi dari biasanya membuat darah keluar dari lubang hidungnya, walaupun paginya di awali dengan rasa sakit, Kyuhyun bisa menarik nafas lega ketika pesan masuk ke ponselnya dan itu dari Hagi yang mengatakan jika Hagi siap di jemput. Tanpa berpikir apapun lagi Kyuhyun berlari kekamar mandi mengabaikan sakit kepala yang baru saja menyerangnya, dia terlalu senang ketika mengetahui jika Hagi datang bulan, bukannya Kyuhyun tidak mau memiliki anak dari Hagi hanya saja Kyuhyun masih perlu waktu hingga Hagi membatalkan perjanjian konyolnya itu dengan mulutnya sendiri dan bersedia menjadi istrinya selamanya. Dua tiga anak akan Kyuhyun buat dengan senang hati bersam Hagi.



Ketika sampai di Kondium Hagi yang alamatnya di kirim via pesan sejam lalu, Kyuhyun kini sudah berada di hadapan kondium Hagi yang mewah dengan sangat antusias, walaupun sedikit kecewa dengan ekspresi Hagi saat menyambutnya Kyuhyun bisa menahannya, setidaknya Kyuhyun harus lebih berjuang lagi demi mendapatkan hati istrinya kembali.



Saat masuk keruang tengah dan tidak sengaja menatap lukisan sepasang rubah, Kyuhyun awalnya sedikit merasa familiyar dengan kedua rubah dalam lukisan itu tapi setelah sadar dengan kedua rubah di lukisan itu Kyuhyun membulatkan matanya terkejut dan kepalanya kembali terasa sakit, ketika dengan kecepatan cahaya memori menyakitkan dalam mimpinya kembali berdatangan.



Rasa sakitnya bertambah berkali-kali lipat ketika melihat wajah panik Hagi yang begitu khawatir padanya, bahkan rasa senang karena ternyata Hagi peduli pada Kyuhyun tidak bisa Hagi nikmati karena rasa sakit yang Kyuhyun rasakan di kepalanya karena di paksa untuk mengingat setiap rasa sakit yang ia rasakan di dalam mimpi seolah Kyuhyun memang mengalaminya, atau mungkin itu bisa saja masa lalunya dengan Hagi? Kyuhyun mulai gila dan mempertanyakan banyak hal pada dirinya sendiri.

__ADS_1



Saat rasa sakit itu mulai semakin menggila sekalipun Kyuhyun sudah berusaha menahan agar Hagi tidak mengkhawatirkannya, Kyuhyun mencium Hagi dengan intensitas yang Kyuhyun sadari selalu sulit untuk Hagi abaikan yang terbukti berhasil.



Saat semua romansa sudah terkumpul serta kerinduan yang Kyuhyun tahan sejak beberapa hari lalu ia rasakan bermunculan, Hagi berusaha menahan tangannya ketika ia berniat melucuti pakaiannya sambil menggelengkan kepalnya Hagi memberi alasan yang membuat Kyuhyun hanya bisa menggeram kesal sambil kembali memeluk Hagi erat-erat.



"Aku masih menstruasi... jadi kita tidak bisa melakukannya."



Kyuhyun senang Hagi datang bulan, tapi di saat seperti ini Kyuhyun benar-benar berharap wanita tidak harus selalu memiliki siklus bulanan seperti ini, apa lagi di saat ia begitu merindukan istrinya.



"Kalau begitu ayo kita pulang sekarang." Hagi menatap Kyuhyun sendu, Kyuhyun masih pucat dan sepertinya Kyuhyun tidak berniat memberitahukan alasan kenapa dia tiba-tiba di serang sakit kepala seperti tadi.




"Aku hanya butuh kau terus di sisiku Hagi." Mendengar ucapan itu sesaat Hagi menegang tapi setelah itu kembali rilex walaupun akhirnya menjauh sambil menundukan kepala.



"Kau tahu itu tidak mungkinkan, perjanjian kita__" ucapan Hagi tertahan ketika Kyuhyun menjawab dengan cepat.



"Aku bisa membatalkannya jika karena itu alasannya, aku ingin bersamamu selamanya." Hagi mulai menggelengkan kepalanya lalu berbalik sambil mulai memeluk diri sendiri.

__ADS_1



"Bukan karena itu saja, bukankah sudah ku bilang kau mirip dengan dia, seseorang yang harus aku lupakan walaupun aku tidak ingin dan jika aku terus bersamamu katakan bagaimana bisa aku melupakannya." Kyuhyun kali ini ******* dadanya sakit, kali ini ucapan kesedihan Hagi lebih menyakiti Kyuhyun secara fisik membuat Kyuhyun kembali limpung dan terduduk sambil menarik nafas cepat, Hagi dengan cepat kembali mendekat kearah Kyuhyun dengan ekspresi lebih panik karena Kyuhyun mulai muntah darah.



"Sialan Cho sebenarnya ada apa denganmu, katakan kau sakit apa?" Kyuhyun belum sempat menjawab apa-apa ketika akhirnya kesadaran menghilang begitu saja meninggalkan Hagi yang lebih panik lagi.



Dengan susah payah Hagi berusaha membawa Kyuhyun kedalam kamar pribadinya, membuat suaminya itu tertidur di ranjangnya. Hagi dengan cepat juga mulai mengirim pesan pada dokter pribadi keluarga Kim dokter Bong Dal Nim, tanpa di minta dua kali dokter kepercayaan keluarga Kim langsung datang dan menangani Kyuhyun dengan cepat. Hagi hanya bisa berjalan mondar-mandir saat Dokter Bong berusaha memeriksa keadaan Kyuhyun yang masih belum bangun sejak dua jam lalu.



"Bagaimana keadaannya." Hagi menulis pertanyaan di sebuah note book pada Dokter Bong ketika sang Dokter selesai merawat Kyuhyun. Sang dokter sedikit ragu tapi akhirnya berbicara sambil menghelah nafas.



"Saya tahu Nyonya dan Tuan adalah pengantin baru masih membutuhkan waktu berdua saja, tapi saya menyarankan agar salah satu di antara kalian tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun di saat justru seharusnya kalian bersyukur bisa memiliki anak karena kontrasepsi kadang tidak bagus untuk tubuh dan sepertinya Tuan Cho menerima dampaknya sekarang." Ucapan dokter Bong bagaikan api yang di lempar pada bensin yang langsung membakar amarah Hagi rasa cemas dan khawatir langsung lenyap begitu saja, pria ini jelas tidak menginginkan anak darinya sedangkan Hagi membutuhkan Kyuhyun karena dia perlu melahirkan seorang anak perempun yang nantinya adalah renkarnasi Hyunmie.



Berusaha menahan amarahnya Hagi perlahan berdiri menjauh dari ranjang sambil menatap Kyuhyun di ranjangnya dengan ekspresi terluka juga marah yang membuat Hagi meneteskan air matanya sedih, jika Kyuhyun tidak mau memberikan anak pada Hagi, maka perjanjian batal dan sama saja Kyuhyun meminta surat cerai darinya.



Sekali lagi Hagi menulis pesan lewat ponselnya pada Dokter Bong yang membuat dokter Bong memejamkan matanya merasa bersalah, lalu menatap Kyuhyun dan menghelah nafas.



"Maaf tuan Cho sepertinya aku tanpa sengaja membuatmu dalam masalah."


__ADS_1


bersambung


__ADS_2