My Eternal Love

My Eternal Love
Wife A Prince Fox


__ADS_3

Kyuhyun berjalan menuju ruangannya bersama Changmin, setelah percakapan singkat tadi di beranda taman Kyuhyun langsung bersiap untuk pergi Kyuhyun juga tidak lupa membawa pedang kesayangannya, kalau hari ini harus ada yang mati atau bahkan dirinya Kyuhyun harus melakukannya setelah melakukan usaha semaksimal mungkin untuk melawan, apa lagi tenaga dalamnya sudah di asah selama sebulan ini oleh guru terbaik, Kyuhyun setidaknya percaya diri bisa mengimbangi orang yang kini menunggunya di sungai di ujung jalan kediaman keluarga Kim.



"Apa Pangeran yakin tidak akan membawa bantuan? Saya yakin beliau tidak mungkin sendirian."Kyuhyun menghelah nafas dia tahu itu, tapi semakin sedikit yang tahu semakin bagus, Kyuhyun tidak mau banyak orang mengetahui hubungan buruknya dengan orang yang kini menantinya.



"Aku masih bisa mengatasinya dan kurasa kau juga cukup tangkas kalau hanya untuk mereka." Changmin mengangguk lalu memberi jalan pada Kyuhyun menuju halaman depan kediaman Kim setelah mempersiapkan diri di ruangannya tadi.



Kyuhyun menggunakan kuda putih kesayangannya bersama Changmin, ada dua orang pengawal kepercayaan Kyuhyun yang juga ikut bersamanya, mereka memacu kuda  dengan kecepatan stabil. Ketika sampai di ujung jalan di pinggir sungai Kyuhyun menatap sekelilingnya mulai waspada, area di sekitar sini cukup rimbun dan busur panah bisa datang dari mana saja tanpa ketahuan.



"Hyung, aku pikir kau tidak akan sepengecut ini dengan bersembunyi? Bukankah kau yang menantangku tadi." Teriakan Kyuhyun sontak membuat Siwon keluar dari tempat persembunyiannya lalu menatap Kyuhyun tajam di lanjutkan senyum mengejek.



"Aku pikir kau yang pengecut dan tidak mau datang. Ternyata kau cukup berani juga." Kyuhyun mendengus kesal membuat Siwon mengerutkan kening tidak suka.



"Lawan yang akan aku hadapi bukan hanya kau Hyung, harus aku katakan saingan untuk mendapatkan Hyunmie bukan hanya kau, jadi tentu saja aku harus lebih kuat untuk melindungi apa yang aku miliki." Siwon menatap tajam sekaligus bingung kearah Kyuhyun, Siwon tidak tahu jika ada yang menggincar Hyunmie selain dirinya. Tapi Siwon tidak peduli, siapapun yang mencoba mengambil Hyunmie darinya akan Siwon bunuh bahkan jika itu adiknya sendiri.



"Kau tidak akan bisa melakukannya karena hari ini juga kau akan mati di tanganku." Setelah mengatakan hal itu Siwon langsung menyerang Kyuhyun sedangkan dari arah rimbunnya pepohonan bermunculan setidaknya sepuluh orang pembunuh bayaran yang selama ini mengincar Kyuhyun, mereka juga ikut bertarung yang langsung melawan Changmin juga kedua pengawal pribadi Kyuhyun, bisa di lihat keadaan jelas tidak seimbang mengingat selama ini Kyuhyun di jaga minimal 5 orang pengawal semenjak Siwon gencar ingin membunuhnya.



Hal itu sangat menguntungkan Siwon, adik kecilnya ini jadi tidak berkonsentrasi melawannya karena melihat Changmin yang jelas kewalahan melawan anak buahnya yang notabene pembunuh bayaran terlatih.



Sayangnya ketika Changmin terluka, Kyuhyun benar-benar tidak bisa fokus lagi bertarung dengan Siwon hingga akhirnya keduanya kecolongan dan mulai tersudut di tambah lagi kedua pengawal yang lainnya juga terluka parah, jika Kyuhyun tetap egois melanjutkan pertarunganya Kyuhyun bisa saja kehilangan Changmin. Siwon yang melihat Kyuhyun yang mulai kewalahan tersenyum mengejek.



"Sudah aku bilang kau masih belum ada apa-apanya denganku, kau masih butuh banyak pengalaman untuk mengalahkanku." Perkataan sombong Siwon sontak membuat Changmin marah dan siap menyerang ketika Kyuhyun menahannya, Siwon jelas sedang memanasi Kyuhyun agar tetap melanjutkan pertarungan yang sejak awal tidak seimbang.



"Tidak kita harus kembali sekarang pinggangmu terluka, aku tidak ingin terjadi seseuatu denganmu." Ucapan Kyuhyun membuat Changmin sebal pada diri sendiri yang terluka, walaupun begitu Changmin tetap menurut lalu pergi dengan Kyuhyun menggunakan Kuda Kyuhyun yang memang paling cepat. Siwon mendengus tidak percaya lalu mulai berlari.



"Kau tidak akan bisa kabur." Geram Siwon sambil mulai mengejar Kyuhyun dan Changmin menggunakan kudanya.



Siwon adalah salah satu Jendral terkuat di kerajaan Hanyeol jadi tidak aneh ketika ia mencoba memanah Kyuhyun dari atas kuda yang melaju cepat, anak panahnya tepat mengenai bahu Kyuhyun, rasa menyengat di bahunya membuat Kyuhyun menggeram kesakitan dan terdengar jelas oleh Changmin yang memegangi pinggangnya di depan Kyuhyun sambil menahan sakit.



"Pangeran... aku memperlambat lajunya kuda... sebaiknya turunkan aku." Ucapan lemah Changmin hanya di balas dengan lajunya kuda Kyuhyun semakin cepat.



"Sedikit lagi, sedikit lagi kita sampai di kediaman Kim." Nafas Kyuhyun semakin memburu ketika bahunya yang harus ia gunakan untuk menahan Changmin juga berkuda bergesekan dengan anak panah dan rasanya sangat sakit.



Melihat kekeras kepalaan Kyuhyun juga pintu gerbang kediaman Kim yang mulai dekat, Siwon mulai menyiapkan anak panah kembali, kali ini Siwon bermaksud membidik kuda yang di naiki Kyuhyun.



"Terjatuh dari kuda sepertinya cukup untuk membunuhmu." Gumam Siwon yang melepas anak panahnya tepat di kaki kuda Kyuhyun membuat Changmin dan Kyuhyun terlempar dari kuda tapi dengan cepat Kyuhyun menahan tubuh Changmin agar tidak mendarat di tanah sehingga anak panah di punggung Kyuhyun patah dan menambah rasa sakit di bahunya.



Changmin langsung pingsan di tempat sementara Kyuhyun berusaha untuk bangkit walaupun rasanya seluruh tubuh terasa sakit, tapi Kyuhyun hanya sanggup membuat dirinya terduduk di tanah dan menatap Siwon penuh kebencian ketika Siwon sudah di hadapannya dan kini menghunuskan pedang kearahnya.



"Sudah saatnya kau mati."



***



Hagi menatap langit malam gelisah entah kenapa semenjak Kyuhyun pergi ia tidak bisa tenang seolah akan terjadi kejadian besar setelah ini, berulang kali ia berjalan kekiri dan kekanan di depan gerbang kediaman Kim padahal Hagi tidak tahu kenapa ia harus menunggu Kyuhyun yang bahkan mungkin saja tidak akan  kembali malam ini.



"Putri, apa tidak sebaiknya putri istirahat dulu di paviliun atau setidaknya putri bisa menunggu pangeran disana." Min ji yang juga ikut khawatir Hagi sakit mulai membujuk Hagi agar kembali ke paviliunnya.


__ADS_1


"Tidak aku tidak akan kemana-mana aku akan tetap disini." Ucapan Hagi membuat Min Ji menghelah nafas kecil, majikannya ini sangat keras kepala kadang membuat Min Ji pusing sendiri.



"Tapi jika putri sakit, saya yang akan di marahi oleh Pangeran." Akhirnya Hagi berhenti lalu menatap Min Ji sambil menghelah nafas panjang.



"Kau ini cerewet sekali, baiklah kita kembali saja." Min Ji tersenyum senang lalu membuka jalan untuk Hagi, tapi ketika Hagi berniat pergi suara derap langkah kuda dari kejauhan terdengar membuat Hagi tidak jadi pergi dan memutuskan akan menunggu suaminya.



Tapi ketika kuda-kuda itu semakin jelas bahkan sebuah kuda terjatuh dan melemparkan dua orang begitu saja, Hagi menjerit terkejut begitupun Min Ji. Tapi Hagi hanya bisa membulatkan matanya ketika sadar siapa yang kini terduduk di tanah dengan di hunusi sebuah pedang oleh pria bercadar hitam. Hagi hampir berlari keluar gerbang jika saja Min ji tidak menahannya.



"Tidak, tuan putri tidak boleh keluar, tuan putri ingatkan apa yang di katakan mentri Kim tentang alasan kenapa tuan putri tidak boleh keluar dari kediaman Kim?" Hagi mengigit bibirnya cemas, apa di saat seperti ini hal itu penting? Jika sebentar lagi dia bisa saja menjadi janda.



"Baiklah, kalau begitu panggil bantuan, katakan pangeran sedang di serang." Ucapan Hagi membuat Min Ji ragu.



"Apa yang kau lakukan, cepat panggil bantuan." Sekali lagi Min Ji menggenggam tangan Hagi.



"Berjanjilah tuan putri tidak akan keluar gerbang." Hagi memutar bola matanya lalu mengangguk. Baru setelah itu Min Ji pergi mencari bantuan.



Tapi saat Hagi kembali menatap Kyuhyun, namja bercadar itu sudah siap mengayunkan pedangnya dan tanpa berpikir lagi Hagi berlari keluar gerbang sambil menjerit takut.



"Jangan...." entah Hagi bodoh atau terlalu banyak menonton drama kolosal, dengan heroiknya Hagi mendekat kearah Kyuhyun membuat Kyuhyun terkejut lalu meneriakkan namanya.



"Jangan Hagi..." teriakan Kyuhyun jelas terdengar oleh Siwon dan saat wajah Hagi tiba-tiba ada di hadapannya, Siwon menarik kembali pedangnya walaupun sedikit terlambat karena lengan Hagi kini mendapatkan sayatan membuat Hagi terduduk di samping Kyuhyun menahan sakit.



"Apa kau bodoh, kenapa kau kemari." Hagi masih meringis menahan darah yang mengalir di lengannya lalu menatap Kyuhyun sebal.




"Apa kau baik-baik saja?" Hagi menatap cemas pada Kyuhyun lalu menatap bahu Kyuhyun terkejut.



"Ka...kau ber...berdarah." Hagi lagi-lagi mulai menjatuhkan air mata, dia sudah bilangkan dia tidak suka ada orang yang terluka, terlebih orang itu suaminya sekarang, melihat Hagi menangis membuat Kyuhyun merasa dejavu, dia merasa pernah mengalami hal ini membuat kepalanya terasa sakit.



"Sebaiknya kau menyingkir, aku harus membunuhnya sekarang." Ucapan Siwon berhasil membuat Hagi kembali menatap Siwon yang masih menggunakan cadar hitamnya, Hagi juga merentangkan kedua tangan menghalangi sambil masih menangis.



"Tidak mau, jika kau mau membunuhnya kau harus membunuhku lebih dulu, aku tidak mau jadi jada muda." Siwon mengenggam erat pedang di tangannya, kenyataan jika Hagi terlihat terlalu peduli pada Kyuhyun menyakiti perasaannya.



Sedang Kyuhyun menatap sayu kearah punggung Hagi, sekali lagi kilasan memori masuk kekepalanya membuat Kyuhyun kembali mencengkram kepalanya, kilasan itu  menciptakan ingatan baru di pikiran Kyuhyun, keringat dingin membanjiri keningnya.



"Hagi..." ketika Kyuhyun kembali memanggil nama Hagi Kyuhyun langsung terjatuh pingsan membuat Hagi berbalik lalu memeluk suaminya itu panik.



"Kyuhyun... bangun... hey jangan bercanda denganku, kau tidak boleh mati begitu saja." Mendengar Hagi berkata seperti itu Siwon melonggarkan cengkraman di pedang yang ia pegang, tapi saat itulah para pengawal kediaman Kim datang membuat Siwon mau tidak mau harus pergi saat itu juga.



Min Ji langsung berlari kearah Hagi lalu menarik Hagi agar bangun tapi Hagi jelas tidak mau berdiri.



"Putri harus kembali kedalam, Putri sudah berjanji untuk tidak keluar bukan." Min Ji mulai cemas lalu memohon pada Hagi yang masih menangis sedih. Saat itu juga mentri Kim dan nyonya Kim keluar dan terkejut melihat Hagi yang ada di luar gerbang.



"Cepat bantu Pangeran masuk, Hyunmie masuk sekarang juga." Nyonya Kim langsung menarik Hagi yang masih enggan berjauhan dengan Kyuhyun yang kini sedang di pindahkan oleh para pelayan pria masuk ke paviliun.



Setelah di dalam lingkungan kediaman Kim nyonya Kim menatap Hagi cemas, tapi lebih cemas lagi saat melihat lengan putrinya terluka.

__ADS_1



"Kau harus di obati juga, Min Ji bawa Hyunmie ke paviliunnya lalu panggil tabib Jang. Pangeran pasti di obati oleh tabib istana." Nyonya Kim bermaksud membawa Hagi kedalam kamarnya ketika Hagi menahan tangannya.



"Izinkan aku bersama suamiku eomma. Aku ingin menemaninya." Kali ini nyonya Kim terlihat marah lalu mencengkram bahu Hagi kuat.



"Dengar sekarang bukan saatnya mengkhawatirkan suamimu, sekarang nyawamulah yang dalam bahaya. Kau sudah keluar lingkungan kediaman Kim sebelum waktunya, Dewa tertinggi pasti sekarang sudah menemukan keberadaanmu. Jika beruntung kalung yang kau kenakan menyamarkan keberadaanmu tadi, tapi mengingat kau sudah di sentuh suamimu itu kami tidak yakin kalung ini masih melindungimu." Hagi memejamkan matanya lalu kembali menangis sedih, sial dia lupa masih banyak drama aneh yang ia lalui di sini termasuk Dewa tertinggi yang tidak jelas keberadaannya itu.



Melihat Hagi hanya menangis, nyonya Kim memeluk Hagi sambil kembali mengajak Hagi masuk kedalam kamarnya lalu mendudukan Hagi di ranjang.



"Eomma tahu kau pasti berat menjalani semua ini setelah hampir sepuluh tahun di pasung, tapi inilah kenyataannya kami hanya melakukan yang terbaik untuk putri kami satu-satunya." Hagi kehabisan kata-kata, walaupun masih tidak mengerti Hagi hanya mengangguk pelan.



Sepuluh menit kemudian Tabib Jang datang lalu langsung mengobati luka Hagi dengan ramuan tradisonal terbaik di Hanyeol, Hagi beberapa kali meringis kecil, beberapa kali Hagi melihat pintu keluar dia ingin sekali cepat menemui Kyuhyun apa lagi tadi ia sempat mendengar jeritan rasa sakit dari Kyuhyun yang berasal dari penarikan anak panah yang terlalu dalam di bahu Kyuhyun.



Eommanya belum mengizinkan Hagi pergi sebelum pengobatannya selesai, mentri Kim juga marah besar dan tidak mau bicara dengan Hagi karena kecerobohan Hagi keluar dari lingkungan kediaman Kim.



"Aku sudah selesai di obati izinkan aku melihat Kyuhyun eomma." Nyonya Kim menghelah nafas lalu meminta beberapa pelayan wanita datang dan langsung memegangi Hagi, Min Ji hanya meringis sedih saat dia membekap mulut Hagi hingga Hagi kehilangan kesadarannya.



"Jangan ada yang memberitahukan hal ini pada Pangeran jika pangeran sadarkan diri. Sekarang bawa tuan putri keruangan khusus yang sudah di siapkan tadi." Nyonya Kim langsung memerintahkan semua pelayan memindahkan Hagi ketempat khusus di samping paviliun nyonya Kim dan Mentri Kim.



Hagi di tidurkan di sebuah ranjang bertabur bunga, lilin beraroma lavender menerangi seisi ruangan, mentri Kim duduk di samping istrinya agak jauh dari ranjang tempat Hagi di baringkan, sebuah gulungan di hamparkan lalu tuan Kim mulai membaca mantra pemanggil.



Beberapa detik kemudian ruangan itu di penuhi kabut tipis lalu orang yang menjadi pelindung putri mereka selama sepuluh tahun ini datang di hadapan mereka. Mentri Kim memberi hormat begitupun dengan nyonya Kim.



"Ada apa kau memanggilku?" Raja Rubah ekor sembilan langsung berbicara ketika menatap pasangan di hadapannya menunduk.



"Maafkan kami, sepertinya kami membuat kesalahan. Kami tidak yakin tapi Hyunmie tadi keluar dari lingkungan kediaman Kim dan sampai sekarang Hyunmie belum menikah dengan pangeran Rubah, kami takut Dewa tertinggi akan membawa Hyunmie." Raja rubah berbalik lalu mendekat kearah ranjang menatap gadis cantik berambut putih itu sambil tersenyum.



"Kalian tidak perlu khawatir, putri kalian sudah menikah dengan Pangeran rubah, mereka juga sudah melakukan penyempurnaan pernikahan jadi putri kalian aman selama masih menggunakan kalungnya. Soal dewa tertinggi biar menjadi urusan Pangeran rubah, jika memang harus ada perang kami akan berperang untuk melindungi menantu kami." Ucapan Raja Rubah tentu saja membuat Mentri Kim dan istrinya bingung, memang sejak kapan putrinya menikah dengan Pangeran rubah?



"Aku yakin kalian pasti bingung tapi belum saatnya kalian tahu, ada saatnya kalian juga harus melepas putri kalian untuk menjadi menantuku, sesuai janjiku putri kalian tidak mati tapi tentu saja tidak bisa selamanya disini lagi bersama kalian, saat putri kalian berumur 20 tahun saat itulah dia akan aku ambil, kalian masih bisa bertemu dengan putri kalian jika menginginkanya. Itu berarti tinggal 3 bulan lagi gunakan waktu kalian dengan putri kalian sebaik mungkin. Aku pergi." Belum juga mentri Kim bertanya Raja Rubah sudah pergi begitu saja bersama asap yang menghilang di ruangan tersebut di susul dengan sadarnya Hagi dari pingsan.



Nyonya dan mentri Kim mendekat kearah ranjang lalu memeluk Hagi begitu saja membuat Hagi yang masih linglung terkejut.



"Ada apa? Dan eomma kenapa eomma tadi membekapku seperti itu?" Kali ini Hagi bertanya kesal karena mulai mengingat apa yang terjadi, nyonya Kim menghelah nafas lalu menatap mentri Kim sendu.



"Tidak ada apa-apa, kau boleh menemui suamimu sekarang." Ucapan Mentri Kim membuat Hagi senang lalu dengan cepat pergi meninggalkan ruangan tanpa curiga sedikitpun karena terlalu senang bisa bertemu dengan Kyuhyun lagi.



"Yeobo apa kau mengerti maksud Raja rubah?" Pertanyaan nyonya Kim hanya di balas gelengan kepala mentri Kim.



"Tapi setidaknya kita tahu putri kita tidak akan mati, hanya saja rasanya tetap saja kita harus kehilangan putri kita walaupun kita masih bisa melihatnya sesekali." Nyonya Kim mengangguk sedih lalu berjalan keluar ruangan bersama mentri Kim.



"Lalu bagaimana dengan Pangeran kelima? Apa yang harus kita katakan padanya?" Pertanyaan nyonya Kim hanya di balas helah nafas dari mentri Kim.



"Kita lihat saja nanti, apa pangeran ke lima bisa mempertahankan Hyunmie atau tidak." Nyonya Kim hanya bisa ikut menghelah nafas pelan, dia mulai khawatir Hyunmie sudah jatuh hati pada Pangeran kelima dan itu akan sangat menyedihkan jika Hyunmie terpaksa harus berpisah dengan suaminya.



__ADS_1


bersambung


__ADS_2