
Ketika Tuhan sudah menetapkan sebuah cerita untuk mahluk yang ia ciptakan, Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untuk ciptaannya tersebut, entah itu kebaikan ataupun ujian, keburukan ataupun hukuman. Tuhan tahu cara membuat hidup mahluknya lebih mulia lagi ataupun berarti bagi orang lain.
Kim Hagi terbangun dari komanya dengan semua ingatan yang ia miliki dari semua kehidupan yang Tuhan berikan padanya. Ketika Nyonya Hyunji ibunya terlihat menangis sedih karena Hagi terbangun dari komanya dan kehilangan suaranya, Hagi justru diam saja sambil menatap sendu kearah jendela tempat ia di rawat.
Perlahan Hagi menyentuh lehernya lalu menghelah nafas, bagi Hagi di dunia manusia mungkin kehilangan suara adalah tekanan luar biasa karena Hagi terbiasa dengan suaranya. Tapi Hagi di dunia lain pernah hidup sangat lama tanpa suaranya hingga entah kenapa Hagi tidak terlalu terganggu karena kehilangan suaranya.
Hanya saja dulu ada Hyunmie yang bisa ia ajak bicara karena hanya Hyunmie yang bisa membaca suara hatinya. Sekarang selain isak tangis ibunya, Hagi merasa kesepian karena tidak ada yang bisa ia ajak bicara. Dan hal itu semakin berat ternyata setelah melewati satu minggu, Hagi yang awalnya bisa bangun pagi, sarapan dan juga berusaha menyongsong hidupnya yang baru perlahan jadi malas untuk bangun, Hagi kehilangan semangatnya dan lebih sering tidur juga melamun membuat Nyonya Hyunji semakin sedih.
Hingga suatu malam Hagi bermimpi, dia di datangi oleh Hyunmie, dalam mimpinya Hyunmie meminta agar Hagi tidak menyerah karena bukankah Hagi masih punya perjanjian dengan Hyunmie? Mengingat perjanjian itu Hagi menangis, dia lupa jika ia meminta pada Tuhan agar membuat Hyunmie lahir menjadi putrinya.
Tapi jika Hagi sendiri tidak berusaha untuk sembuh dan mencari seseorang yang bisa ia nikahi bagaimana mungkin Hyunmie terlahir kembali. Akhirnya Hagi tersenyum kecil lalu mengangguk pelan pada Hyunmie yang nampak bernafas lega.
"Aku akan berusaha setidaknya sembuh dulu lalu menikah, aku berjanji akan membuatmu bisa bersama Donghae." Mendengar ucapan Hagi membuat Hyunmie tersenyum senang lalu memeluk Hagi erat-erat setelah itu Hyunmie izin pamit dan Hagipun terbangun dari mimpinya.
Sejak saat itu Hagi menjalani serangkaian terapi untuk pertama kalinya setelah bangun dari koma, pertama Hagi melatih tangannya dengan kembali menulis buku hariannya, dokter bilang ini bagus untuk membantu melemaskan otot tangan Hagi yang kaku karena koma hampir dua tahun, Hagi juga mulai mewarnai buku-buku bergambar untuk keseimbangan motorik otaknya, jika di pikir-pikir lagi Hagi seperti anak kecil kembali, butuh dua bulan untuk Hagi agar terbiasa menggerakan kedua tangan dan jari-jari tangannya.
Setelah itu Hagi baru melakukan serangkai terapi untuk kakinya dan terapi untuk kali ini sedikit sulit juga memakan waktu cukup lama, tapi Hagi tidak menyerah dia melakukan terapi dengan sangat giat bahkan jika itu belum batasnya, Hagi tidak berhenti.
Ada seorang dokter muda yang dari awal Hagi masuk rumah sakit yang selalu memantau Hagi, Kim Min Gyu Dokter Residen yang terkenal dengan kecerdasannya hingga membuat Min Gyu di tunjuk sebagai asisten untuk merawat Hagi yang adalah seorang pasien VVIP. Min Gyu tahu dia jatuh hati pada Hagi sang putri tidur saat itu dan semakin jatuh hati ketika gadis itu terbangun dan menunjukan semangat untuk sembuh setelah terpuruk cukup lama.
Hanya saja Hagi tidak pernah memandang Min Gyu sebagai seorang pria, Hagi hanya menganggap Min Gyu layaknya dokter yang selama ini merawatnya sama seperti Dokter Bong Dal Nim, dokter ahli syarafnya. Walaupun begitu Min Gyu tetap berusaha yang terbaik untuk bisa masuk kedunia gadis itu dengan selalu membantu Hagi di setiap terapinya. Bahkan Min Gyu belajar ilmu isyarat agar bisa mengajari Hagi dan berkomunikasi dengan gadis itu.
Seperti hari ini Hagi baru saja beristirahat setelah terapi panjang yang ia lakukan bersama Min Gyu, walaupun banjir keringat dan wajah Hagi sedikit pucat, gadis itu tersenyum senang membuat Min Gyu juga ikut tersenyum kecil, Hagi seolah menularkan senyumannya pada semua orang dan yang paling senang tentu saja Min Gyu.
"Kau mau minum?" Pertanyaan Min Gyu di balas anggukan kecil dari Hagi yang dengan cepat di respon Min Gyu, namja itu mengangsurkan botol mineral pada Hagi setelah membukanya terlebih dahulu.
"Kau berkembang sangat cepat bagi pasien yang koma dua tahun, aku harap kau cepat sembuh." Hagi tersenyum lalu melakukan gerakan isyarat yang Min Gyu ajarkan padanya.
"Terimakasih..." Min Gyu tersenyum kecil, cukup senang karena apa yang ia ajarkan pada Hagi membantu mereka berkomunikasi.
__ADS_1
Setelah Min Gyu mengajari bahasa isyarat, Hagi memang akhirnya mau berkomunikasi lebih pada Min Gyu, walaupun masih dalam percakapan standar, Min Gyu senang. Hagi bahkan mau menjadi temannya terlebih Hagi sering tersenyum belakangan ini membuat Min Gyu semakin betah di rumah sakit, padahal dulu Min Gyu selalu berharap dia cepat mendapatkan libur jika bekerja di rumah sakit. Tugasnya sebagai Dokter Residen sangat banyak bahkan sampai tidak sempat benar-benar tidur. Tapi semenjak menangani Hagi, Min Gyu justru selalu berharap liburannya cepat selesai agar bisa bertemu dengan Hagi.
"Hagi_ssi setelah kau sembuh bisakah kita tetap bertemu?" Pertanyaan Min Gyu membuat Hyunmie mengerutkan keningnya tapi kemudian mengangguk pelan membuat Min Gyu kembali tersenyum senang.
"Kenapa?" Hagi kembali menggunakan bahasa isyarat yang Min Gyu ajarkan.
"Tidak ada, aku hanya berharap kau mau berteman denganku bukan hanya karena kau pasien yang harus aku jaga." Seolah mengerti maksud Min Gyu Hagi tersenyum kecil lalu memberikan Min Gyu isyarat lain.
"Jangan khawatir... kita tetap berteman." Senyum Min Gyu semakin lebar membuat Hagi menggelengkan kepalanya, cukup bersyukur Tuhan ternyata masih begitu baik padanya karena masih banyak ternyata orang yang baik juga tulus padanya setelah apa yang terjadi.
Sesaat Hagi terdiam, tiba-tiba saja ingatannya tertuju pada seseorang yang lagi-lagi membuat Hagi murung karena Hagi begitu merindukan orang itu, juga sakit secara bersamaan karena orang yang Hagi rindukan sudah melupakannya.
"Kyuhyun... aku merindukanmu... Yeongji... apa kau baik-baik saja sayang?"
Hagi hanya bisa menatap langit dari jendela rumah sakit dengan perasaan sedih, dia tidak bisa menemui kedua pria yang ia cintai dalam hidupnya lagi, tapi Hagi sendiri masih harus melanjutkan hidup untuk memenuhi janjinya pada Hyunmie walaupun rasa rindu pada keluarga kecilnya yang jauh sekali keberadaannya itu membuat Hagi ingin mati saja.
Jalan cerita yang Tuhan ciptakan bagi setiap mahluk di dunia ini sangatlah unik, kadang kau tidak akan mengira apa yang akan terjadi dalam hidupmu beberapa jam kemudian tapi anehnya kita kadang selalu lupa bersyukur bahkan ketika sebenarnya kematian mengekor kita setiap saat.
Sama halnya dengan Cho Kyuhyun ketika semua orang bahagia dan senang dengan apa yang mereka miliki bahkan jika itu hanya seseorang yang mencintaimu, Kyuhyun justru merasa hidupnya hampa bahkan setelah memiliki semua yang di mimpikan banyak orang. Kekayaan, ketampanan, kekuasaan bahkan sekarang di sampingnya ada wanita cantik yang belakangan jadi rebutan banyak pria yang kini menjadi tunangannya.
Kyuhyun merasa hidupnya membosankan, tidak ada yang menarik dalam hidupnya hingga berpikir mungkin mati akan sangat menyenangkan untuknya. Ketika Kyuhyun berbicara dalam hati, Kyuhyun lupa jika Tuhan mendengar kata-kata penuh tidak bersyukur itu. Maka Tuhan mengabulkannya.
"Jadi oppa kapan kita akan menikah? Aku tidak sabar menjadi nyonya Cho." Han JeIn mulai merajuk pada Kyuhyun yang membuka dokumen yang sedang ia pelajari sedikit malas. Asistennya yang kini sedang menyetir juga terlihat muak dengan ucapan JeIn, padahal pertunangan baru saja berlangsung satu minggu, tapi gadis itu terus merengek agar cepat menikah dengan Kyuhyun yang jujur saja tidak tertarik sama sekali.
Mereka bisa bertunangan karena perjodohan yang kedua orang tua mereka lakukan, Kyuhyun yang selalu menuruti perintah orang tuanya juga tidak peduli dengan siapa ia akan menikah langsung setuju begitu saja dengan perjodohan itu.
"Aku terlalu sibuk belakangan ini, tidak ada waktu untuk memikirkan hal seperti itu." Jein langsung merajuk, Kyuhyun selalu seperti ini ketika di tanya tentang pernikahan seolah hanya dirinya saja yang sangat bersemangat tentang pernikahan ini, kalau saja Kyuhyun bukan anak tunggal keluarga Cho, Jein mana mau bersama namja dingin ini.
__ADS_1
"Oppa tidak perlu melakukan apapun, biar aku yang urus semuanya, ayolah oppa aku ingin cepat-cepat menjadi istrimu." Kyuhyun menghelah nafas laly menutup dokumen di tangannya lalu menatap keluar jendela mobil dengan pandangan kosong.
"Terserah kau saja." Ucapan Kyuhyun sontak membuat Jein senang tapi tidak dengan asisten Kyuhyun yang terlihat tidak senang mendengar hal itu, Shindong tahu betul jika Jein sama sekali tidak tulus pada Kyuhyun, jadi akan sangat di sayangkan jika akhirnya keduanya menikah, akan semakin suram hidup Kyuhyun nantinya.
Saat hal itu menggangguk Shindong, entah kenapa konsentrasinya pecah membuat Shindong tidak sadar ada sebuah truk besar menyalip di depan dan memberi klakson agar menyingkir, sayangnya badan jalan sudah sangat sempit dan akhirnya kecelakaan tidak bisa di hindari, membuat mobil mereka terbalik dan memberikan luka fatal bagi para penumpangnya.
Di saat-saat seperti itu, setiap orang pasti akan meminta agar Tuhan memberikannya kesempatan untuk hidup lebih lama, tapi Kyuhyun justru berbisik pelan lalu tersenyum kecil.
"Akhirnya..."
Hari itu rumah sakit Seoul mendadak penuh dengan pasien yang mengalami kecelakaan beruntun salah satunya adalah Kyuhyun, semua orang sibuk berusaha menyelamatkannya tapi Kyuhyun sendiri seolah tidak mau bangun lagi dan akhirnya Kyuhyun selamat walaupun dalam keadaan koma.
Shindong dan Jein selamat, walaupun juga mengalami luka parah, keduanya siuman dua hari kemudian. Tapi Kyuhyun justru tidak bangun sama sekali setelah seminggu berjalan. Kenyataan yang membuat orangtua Kyuhyun semakin sedih adalah jika Kyuhyun mendonorkan semua organ tubuhnya jika terjadi sesuatu padanya.
Tapi dengan keras kepala, kedua orang tua Kyuhyun tetap mempertahankan putra mereka dan keajaiban itu muncul, sebulan kemudian Kyuhyun bangun dalam keadaan linglung dan lupa segalanya. Walaupun sedih dengan apa yang terjadi, orang tua Kyuhyun bersyukur Kyuhyun masih hidup.
Dan disinilah kehidupan Cho Kyuhyun yang baru di mulai, Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa karena hilang ingatan dengan mudah di kendalikan oleh Jein dan akhirnya Kyuhyun terjerumus dalam dunia malam yang bahkan dulu tidak pernah Kyuhyun sentuh sebelumnya, Han Jein membuat Kyuhyun berubah sangat drastis hingga akhirnya benar-benar merusak Kyuhyun perlahan, termasuk perusahaan milik keluarganya yang Kyuhyun kembangkan perlahan menuju kebangkrutan.
Dalam semalam keluarga Jein memutuskan tali pertunangan dengan Keluarga Cho membuat Tuan Cho geram juga murka, persahabatannya dengan Tuan Han kandas hanya karena keluarga Cho hampir bangkrut. Beliau juga murka karena Kyuhyun yang tidak bertanggung jawab menjaga perusahaan karena sibuk dengan dunia malam yang di cicipi oleh putranya.
"Sekarang apa tanggung jawabmu? Kau bukan hanya kehilangan Han Jein tapi kita bisa saja jatuh miskim dan itu karena kelalaianmu." Teriakan Tuan Cho hanya di balas ekspresi muram di wajah Kyuhyun, bagaimanapun Kyuhyun menyukai Jein san pemutusan tali pertunangan ini membuat Kyuhyun patah hati.
"Aku akan memohon pada paman Han, beliau pasti mau memberiku kesempatan." Ucapan Kyuhyun di balas dengusan Tuan Cho, beliau sudah tidak mau berurusan dengan keluarga itu.
"Kita saja belum bangkrut mereka sudah menyerah dengan pertunangan ini, kau pikir hanya dengan memohon mereka mau menerimamu lagi." Kyuhyun kembali menunduk kali ini sambil mengacak rambutnya frustasi, selama ini perusahaan berjalan lancar jadi Kyuhyun tenang-tenang saja. Kyuhyun tidak menyangka hantaman krisis datang begitu saja.
"Tidak ada pilihan lain, kali ini kau harus berkorban." Ucapan Tuan Cho membuat Kyuhyun merasakan perasaan tidak enak dan sepertinya badai dalam hidupnya akan segera di mulai.
__ADS_1
bersambung