
Kyuhyun sepertinya baru saja bisa tertidur ketika ada gerakan kecil dari tubuh istrinya itu dan dengan cepat memeluk istrinya semakin erat, tapi rasanya baru saja Kyuhyun kembali terlelap ketika dia menyadari jika istri barunya ini seperti berhenti bernafas lalu dengan perlahan Kyuhyun membuka matanya dan menemukan jika istrinya itu sudah terbangun dan menatapnya terkejut, bukannya bangun Kyuhyun justru menarik kembali istrinya itu lalu menghirup samar bunga lily dari rambut istrinya yang kembali membuat Kyuhyun jatuh tertidur.
Tapi sepertinya istri barunya ini tidak membiarkannya tidur tenang karena setelah itu Kyuhyun kembali harus menarik istrinya itu yang mungkin sudah jengkel pada Kyuhyun dan mulai mengingatkan perjanjian dia dengan mertuanya mentri Kim.
Dan ketika istrinya itu bermaksud pergi Kyuhyun kembali menarik lengan istrinya dan introgasipun di mulai, terlihat jelas jika pertanyaan Kyuhyun membuat istrinya itu cemas, jelas sekali ada yang di sembunyikan darinya.
"Baiklah jika kau tidak ingin menjawab biar aku tanyakan saja pada ayahmu, aku yakin ayahmu lebih tahu dari pada kau." Istrinya itu semakin cemas lalu duduk kembali di ranjang.
"Dia hewan peliharaanku dulu, saat aku kecil." Walaupun di ucapkan dengan ragu-ragu, Kyuhyun tahu istrinya tidak berbohong sama sekali, Kyuhyun mengangguk paham lalu melepas genggaman tangannya di lengan istrinya.
"Jadi kau mulai ingat juga masa kecilmu?" Kali ini istrinya itu sedikit gugup lalu mengangguk pelan dan Kyuhyun yakin kali ini jelas istrinya berbohong.
"Kau tahu, jika kau berbohong padaku aku akan langsung tahu, aku pandai membaca exspresi orang." Ucapan Kyuhyun sukses membuat istrinya itu panik lalu kembali berdiri dari ranjangnya.
"Kau terlalu banyak bertanya." Setelah mengucapkan hal itu istrinya langsung keluar ruangan tapi tidak berapa lama istrinya itu masuk kembali lalu membulatkan matanya kesal.
"Ini kamarku, seharusnya kau yang pergi dari sini." Kyuhyun nampak seolah baru sadar lalu langsung turun dari ranjang berniat langsung keluar Kyuhyun membisikan sesuatu pada istrinya itu.
"Kurasa kamar ini sudah menjadi milik kita sejak semalam." Setelah mengatakan hal itu Kyuhyun keluar dan membiarkan istrinya menggerutu panjang lebar di dalam kamar membuatnya tersenyum kecil.
Tapi senyumannya hilang ketika Changmin tiba-tiba ada di hadapannya, ini masih sangat pagi tapi pengawalnya itu sudah datang kemari.
"Ada apa?" Kyuhyun bertanya langsung membuat Changmin melihat dulu ke sekelilingnya.
"Pangeran ke tiga sebentar lagi akan kemari, sepertinya Pangeran ketiga tidak menyukai langkah anda menikah dengan putri mentri Kim." Kyuhyun menghelah nafas, sepertinya semua akan segera di mulai sekarang.
"Tentu saja, mungkin ia berpikir aku berniat berebut tahta dengannya dan satu lagi aku sudah bilang padamu jika kita hanya berdua saja panggil namaku, kenapa kau terus berbicara formal denganku." Changmin menggaruk tengkuknya tidak gatal, rasanya tidak sopan jika memanggil Kyuhyun dengan nama karena bagaimanapun posisi Kyuhyun lebih tinggi dari Changmin.
"Baiklah, aku akan bersiap kau panggilkan pelayan untuk melayani Tuan Putri." Changmin menunduk menghormat pada Kyuhyun lalu pergi untuk memanggil pelayan yang mulai hari ini melayani istrinya.
***
Di ruangan tengah keluarga mentri Kim keadaan sedikit tegang karena sejak tadi Pangeran ke tiga tidak bicara dan hanya minum teh dengan tenang, Kyuhyun sendiri masih belum datang sehingga akhirnya semua terdiam termasuk mentri Kim, tapi keadaan itu berubah ketika Kyuhyun masuk, Pangeran ketiga langsung berdiri membuat semua orang juga berdiri menyambut Kyuhyun setelah itu Pangeran ketiga membiarkan Kyuhyun memberi hormat padanya terlebih dahulu.
"Kakak ketiga." Pangeran menatap Kyuhyun tajam lalu mengangguk kecil setelah itu duduk kembali membuat semua orang juga duduk, Kyuhyun sendiri duduk di meja yang sudah di siapkan untuknya.
"Dimana istrimu? Bukankah tidak sopan tidak menyapaku setelah aku jauh-jauh datang kemari dari kediamanku." Kyuhyun yang tadinya berniat meminum tehnya berhenti lalu kembali meletakan gelas tehnya di meja.
"Maaf, istriku sedikit pemalu dia tidak terlalu suka keramaian." Pangeran ketiga mendengus sinis lalu menatap mentri Kim dingin.
"Kudengar semalam dia juga tidak menyambut para tamu undangan dan mengurung diri di kamar, padahal tidak seharusnya seorang istri Pangeran begitu pemalu hingga tidak menghargai para tamu yang sengaja datang untuk menyapa istri Pangeran." Mentri Kim hanya bisa menatap Kyuhyun yang menarik nafas pelan berusaha mengabaikan hinaan pada istri barunya itu dengan kembali melanjutkan meminum tehnya.
"Ah maaf, semalam aku masih di perbatasan jadi tidak sempat datang kepernikahanmu adikku dan lagi aku sedikit terkejut Mentri Kim memilih pangeran Kelima sebagai menantu dibandingkan aku." Kali ini keadaan semakin tegang jelas sekali jika pangeran ke tiga tidak suka dengan pernikahan Kyuhyun. Bahkan kali ini Kyuhyun secara terang-terangan menunjukan rasa tersinggungnya itu pada pangeran ke tiga yang hanya tersenyum sinis pada Kyuhyun. Melihat ketegangan tersebut Mentri Kim angkat bicara.
"Maaf pangeran saya mengira pangeran tidak tertarik pada putri saya, mengingat pangeran lebih dekat dengan mentri Kang dari pada dengan saya." Itu memang kenyataan, Pangeran ketiga memang berniat meminang putri mentri Kang karena sudah tahu jika Hyebin bukan putri kandung mentri Kim, tapi berita yang Pangeran ketiga semalam dapat mengatakan jika Kyuhyun menikah bukan dengan Hyebin tapi putri kandung mentri Kim yang selama ini di sembunyikan.
"Tentu saja karena dari awal aku hanya tertarik dengan putri kandungmu mentri Kim kau tahu itu." Kali ini ucapan Pangeran ketiga berhasil memancing amarah Kyuhyun yang meletakan gelas teh sekeras mungkin di meja.
__ADS_1
"Maaf, tapi bagaimanapun putri kandung mentri Kim sekarang adalah istriku, apa tidak terlalu kelewatan jika kakak ketiga mengatakan hal tersebut." Ucapan Kyuhyun hanya di balas tatapan marah pangeran ketiga yang kembali menatap dingin ke arah mentriĀ Kim.
"Ah maaf, aku hanya masih merasa tersinggung karena istrimu tidak mau menyapaku, aku bukan akan merebutnya darimu, lagi pula seperti apa kata mentri Kim aku sekarang sedang berusaha menjalin hubungan dengan keluarga mentri Kang. Jadi apa salahnya bertemu dengan adik istri sendiri?" Kyuhyun mengepalkan tangannya di bawah mejanya lalu menatap mentri Kim yang hanya bisa mengangguk pasrah.
"Sebenarnya sayalah yang keberatan Hyunmie bertemu dengan banyak orang, putriku itu masih dalam keadaan sakit dan aku tidak ingin orang menggunjingkan keadaannya, tapi jika pangeran ketiga bisa menjaga rahasia Hyunmie mungkin bisa menyapa pangeran ketiga sebentar." Ucapan mentri Kim hanya bisa di balas helaan nafas dari Kyuhyun, sebenarnya Kyuhyun tidak keberatan dengan keadaan istrinya itu, tapi jika musuhnya yang melihat Kyuhyun takut hal itu akan berbahaya untuk istri barunya itu.
Pangeran Ketiga sendiri hanya bisa tersenyum puas, dia sudah tahu tentang rumor yang mengatakan jika putri mentri Kim gila dan juga selalu di pasung, itu kenapa juga alasan pangeran ketiga tidak mau melamar putri kandung mentri Kim, tapi berita tentang pernikahan putri kandung mentri Kim dengan Kyuhyun membuat pangeran Ketiga mulai meragukan rumor tersebut dan sekarang ia penasaran sebenarnya sakit apa yang di derita putri Kandung mentri Kim ini, hingga Kyuhyun masih mau menikahi gadis itu.
"Tentu saja, kau bisa percaya padaku mentri Kim." Mentri Kim menghelah nafas lalu menatap Kyuhyun yang hanya kembali meminum tehnya, terlihat jelas masih marah dengan hinaan kakaknya yang secara tidak langsung menganggap Kyuhyun tidak pantas menjadi menatu mentri Kim.
"Pelayan panggil Hyunmie, katakan untuk bersiap menyapa Pangeran ketiga." Ucapan mentri Kim pada salah satu pelayan di belakangnya di balas anggukan kecil.
Beberapa menit kemudian Hagi datang dengan di dampingi oleh pelayan pribadinya dan ketika Pangeran ketiga melihat Hagi, Pangeran ketiga tidak bisa menutupi raut terpesonanya pada Hagi karena dari masuk hingga Hagi duduk di sebelah Kyuhyun, Pangeran ketiga tidak melepaskan tatapannya.
Sial gadis ini sangat cantik bahkan dengan rambut putih serta mata lavender keemasan yang di milikinya, Pangeran ketiga tidak merasa risih atau takut, tapi tatapannya menajam ketika pandangannya kini tertuju dengan kalung yang di gunakan Hagi, saat itulah tatapan murka pangeran ketiga tertuju pada Kyuhyun, reaksi Pangeran ketiga membuat Kyuhyun heran dan juga penasaran tapi Kyuhyun berusaha menahannya dan akan mencaritahu sendiri nanti.
"Hyunmie_ya.. beri salam pada Pangeran ketiga." Ucapan mentri Kim membuat Hagi yang sejak tadi hanya menunduk mengangkat kepalanya lalu menatap pria di depannya yang masih menatap Kyuhyun dengan amarah yang tidak di tutupi.
Hagi kembali berdiri lalu memberi hormat pada Pangeran ketiga yang akhirnya menatap Hagi dengan ekspresi melembut, lagi hal itu membuat Kyuhyun semakin heran.
"Kau lebih cantik dari bayanganku, senang berjumpa denganmu." Hagi hanya tersenyum kecil sambil menunduk kembali menyadari sebentar lagi pipinya akan merona merah karena bagaimanapun pangeran ketiga sangat tampan.
Melihat reaksi istrinya membuat Kyuhyun semakin marah, perlahan Kyuhyun mendekat kearah Hagi lalu mengecup pipi Hagi pelan dan berbisik penuh penekanan.
"Jangan membuatku malu dengan menunjukan ketertarikanmu pada Hyungku, sebaiknya kau kembali saja kekamar." Hagi menatap Kyuhyun dengan ekspresi tidak percaya, kata-katanya tertahan ketika menatap Kyuhyun yang tersenyum kecil lalu menatap semua orang yang ada di sana sama terkejutnya dengan Hagi.
Hagi hanya bisa menggerutu kecil lalu kembali berdiri di bantu pelayan pribadinya. Hagi sepertinya tahu kalau Kyuhyun ingin bersikap jika pernikahan mereka baik-baik saja pada Hyungnya.
"Maaf tapi sepertinya saya sedikit pusing, saya akan kembali ke kamar. Sekali lagi maafkan saya pangeran ke tiga dan terimakasih sebelumnya karena mau menyapa saya." Walaupun marah juga kecewa dengan adegan tadi pangeran ketiga hanya mengangguk sambil tersenyum kecil ke arah Hagi.
Hagi sendiri hanya bisa berjalan keluar dengan perasaan dongkol kata-kata Kyuhyun tadi membuat Hagi tersinggung. Memang kenapa jika dia merasa senang di puji cantik oleh seseorang yang tampan seperti pangeran ke lima tadi? Bukannya Kyuhyun seharusnya senang istrinya di panggil cantik oleh kakaknya sendiri?
Di jalan Hagi melihat sebuah pondok istirahat di pinggir taman, merasa sesak selalu di dalam kamar Hagi memutuskan untuk duduk santai dulu di pondok itu lalu menyuruh pelayannya untuk menunggunya di luar pondok sedikit jauh, dia butuh privasi juga butuh berpikir cara untuk kembali kemasanya.
Kemarin Hagi ingat jika dia tenggelam ke dalam sebuah sumur dan tiba-tiba terdampar disini, jika ingat dengan salah satu anime kesayangannya dulu hanya dengan melalui sumur jugalah si karakter anime bisa kembali jadi Hagi memutuskan meminta pelayannya untuk melihat ada berapa sumur di kediaman mentri Kim, berharap mungkin jika Hagi kembali tercebur ke sumur Hagi bisa kembali kedunianya lebih tepatnya kembali ke jasad aslinya dan di kediaman ini memang ada beberapa sumur yang sudah Hagi lihat, hanya saja mencoba menceburkan diri kedalam sumur satu demi satu bukanlah hal yang menyenangkan. Sekali lagi Hagi menghelah nafas sambil menjambak rambutnya frustasi.
"Sialan tidak ada petunjuk sama sekali." Hagi kembali bergumam cukup keras tanpa menyadari ada seseorang yang mendekat kearahnya.
"Petunjuk apakah itu? Jika aku boleh tahu?" Ucapan itu sontak membuat Hagi bangun dari duduknya di kursi lalu berbalik menatap terkejut orang yang baru saja bertanya padanya, Hagi langsung memberi hormat pada orang tersebut.
"Tidak ada, saya hanya berbicara tentang permainan saya dengan pelayan pribadi saya." Orang itu mengangguk paham lalu masuk kedalam pondok dan berdiri di hadapan Hagi, sesaat Hagi merasakan jika orang itu melihat kearah dadanya membuat Hagi menyilangkan tangan dan orang itu langsung tertawa lalu menggelengkan kepala.
"Bukan, bukan itu yang aku lihat, aku sedang melihat kalungmu saja." Hagi menghelah nafas lalu memegang bandul kalungnya pelan.
"Ah maaf pangeran ketiga aku sudah berburuk sangka, tapi apa pangeran ketiga tahu kalung ini? Sepertinya pangeran tertarik dengan kalung ini." Hagi menatap Pangeran ketiga yang mengulurkan tangan lalu memegang bandul kalung Hagi tiba-tiba.
"Panggil aku Siwon saja, dan apa kau memiliki kalung ini sudah sangat lama?" Perlahan Hagi mundur satu langkah membuat Siwon mau tidak mau melepas tangannya dari bandul kalung itu.
__ADS_1
"Sepertinya tidak pantas Pangeran, bagaimanapun pangeran juga adalah kakak sumai saya. Soal kalung ini iya saya memang sudah menggunakannya sejak kecil." Siwon menghelah nafas lalu tersenyum kecil.
"Apa kau masih ingat aku? Dulu kau pernah memanggilku Oppa." Hagi langsung menatap Siwon terkejut, apa Hyunmie pernah dekat dengan Siwon sebelumnya? Jika iya berarti dia dalam bahaya karena ada di antara adik kakak yang tertarik dengan Hyunmie.
"Maaf pangeran aku__" ucapan Hagi tertahan ketika dengan tiba-tiba Kyuhyun sudah ada di sampingnya sambil merangkul Hagi posesif.
"Aku kira kakak ketiga langsung pulang seperti apa yang kakak katakan tadi?" Siwon langsung menunjukan pandangan tidak suka pada Kyuhyun merasa terganggu, Hagi yang melihat itu langsung berniat melepas rangkulan Kyuhyun tapi kali ini Kyuhyun seperti berniat meremukan bahunya lalu menatap Hagi sambil tersenyum kecil tapi tatapan Kyuhyun jelas terlihat jika ia sedang marah besar.
"Sebenarnya dia kenapa sih?"
Hagi hanya bisa menggerutu dalam hati ketika kali ini tangan Kyuhyun yang lain membelai pipinya pelan.
"Bukankah kau tadi bilang pusing? Apa aku harus mengantarmu ke kamar?" Sebelum menjawab Kyuhyun sudah kembali menatap Siwon yang menatap Kyuhyun marah.
"Maaf kakak ketiga sepertinya istriku ini harus ku antar ke kamar dia perlu istirahat kalau begitu permisi." Kyuhyun pergi sambil menyeret Hagi berjalan sambil tersenyum tidak enak pada Siwon yang hanya bisa menatap keduanya tajam.
Setelah sampai kamar Hagi melepas paksa rangkulan Kyuhyun yang dengan mudah Hagi lakukan sambil menatap Kyuhyun kesal, tapi sebelum sempat berbicara Kyuhyun sudah memojokannya ke dinding dengan ekspresi marah yang membuat sekujur tubuh Hagi mendingin takut.
"Apa perkataanku tadi tidak jelas? Kenapa kau terus menujukan ekspresi seolah kau menyukai kakakku? Harus kau tahu kakak ketigaku itu bermaksud membunuhku dan bisa jadi dia juga akan membunuhmu." Hagi yang masih ketakutan perlahan menatap Kyuhyun heran lalu bingung tapi setelah itu berdecak sebal sambil mendorong Kyuhyun kesal.
"Apa kau gila? Aku sama sekali tidak tertarik dengan kakakmu, sebenarnya ada apa denganmu? Kakakmu begitu baik padaku mana mungkin dia membunuhku." Kyuhyun terlihat menarik nafas pelan seolah lega dengan pernyataan Hagi tapi setelah itu menatap Hagi tajam.
"Apa kau tidak sadar jika kau sekarang sudah memberikan perlindungan juga kekuasaan padaku? Jangan bilang kau berpikir aku menikah denganmu karena aku tertarik padamu? Jika kau lupa tadinya aku akan menikah dengan Hyebin tapi ketika tahu kau normal aku lebih memilihmu karena dengan begitu ayahmu akan memberikan perlindungannya padaku dari siapapun yang ingin mencelakai menantunya. Salah satunya adalah kakak ketigaku yang ingin membunuhku karena berpikir aku bermaksud merebut gelar yang sebentar lagi ia dapatkan." Hagi menatap Kyuhyun tidak percaya ternyata selain Arogan dan sombong Kyuhyun juga sangat licik dia hanya menawarkan sedikit sekali keuntungan padanya tapi meraih keuntungan sangat banyak untuk diri sendiri.
"Baguslah jadi hubungan kita jelas, jangan pernah berani mendekat atau menyentuhku lagi, karena hubungan kita tidak lebih dari hanya sekedar saling menguntungkan. Jangan pernah mencampuri urusanku begitupun sebaliknya aku tidak akan mencampuri urusanmu." Hagi berbalik memunggingi Kyuhyun sebal tanpa menyadari jika Kyuhyun kini justru semakin marah.
"Sebaiknya kau pergi dari kamarku." Tapi justru sebaliknya Kyuhyun mendekat kearah Hagi lalu menarik Hagi agar menghadap kearah Kyuhyun.
"Apa perkataanku kurang jelas tadi pagi, sejak semalam kamar ini sudah menjadi milik kita." Selanjutnya Hagi hanya bisa membeku di tempat ketika dengan gerakan cepat Kyuhyun sudah merayapkan bibirnya di bibir Hagi, tarikan Kyuhyun pada pinggang Hagi membuat Hagi berjinjit menyesuaikan tinggi badan Kyuhyun yang hampir 30 cm lebih tinggi dari Hagi.
Ketika kesadaran Hagi datang, Hagi mulai berusaha melepaskan diri dari Kyuhyun, tapi kekuatan Kyuhyun jauh dari kekuataan tubuhnya. Hagi berusaha berteriak tapi bukannya suara Hagi yang terdengar geraman panjang Kyuhyunlah yang akhirnya terdengar ketika lidahnya masuk menerobos mulut Hagi yang langsung tidak berdaya dan bergetar hebat dalam dekapan Kyuhyun.
Tangan Hagi yang sejak tadi sibuk memukul bahu Kyuhyun kini justru mencengkram baju Kyuhyun erat-erat, mendadak Hagi pusing juga lemas dan hampir merosot ke lantai jika saja Kyuhyun tidak mendekapnya erat-erat, ciuman Kyuhyun berbahaya untuk kesehatan tubuhnya dan entah sejak kapan Hagi menutup matanya dan menikmati setiap ciuman juga dekapan erat yang Kyuhyun berikan padanya.
Hagi hanya merasakan tubuhnya kini sudah berbaring di ranjang dan saat itulah kesadaran kembali mengambil alih semuanya, Hagi berusaha menjauhkan Kyuhyun dengan sisa tenaganya dan hanya berhasil melepas ciuman Kyuhyun beberapa senti saja. Keduanya nampak menarik nafas dengan irama cepat.
"Hentikan... apa kau gila..." keduanya masih menarik nafas cepat sedang Kyuhyun hanya tersenyum sinis.
"Ini akibatnya jika kau berani memerintah padaku." Dan sekali lagi Kyuhyun menggeram rendah ketika lagi-lagi mencium Hagi dengan kekuatan penuh yang ia tahan sejak semalam dan lagi Hagi tidak berdaya melawan Kyuhyun yang kali ini melilitkan jemari Kyuhyun di jemarinya agar Hagi diam.
Hagi bisa kembali bernafas dengan ritme panjang ketika Kyuhyun menurunkan ciumannya pada leher Hagi dan selanjutnya jilatan panas di leher Hagi semakin membuat Hagi tidak berdaya. Kyuhyun juga tidak melewatkan daun telinga Hagi yang mungil, jilatan melingkar yang Kyuhyun berikan membuat Hagi menutup mata sambil mengigit bibirnya.
"Ingatlah kau adalah istriku dan kau adalah milikku." Hagi semakin melemas mendengar kata-kata posesif Kyuhyun di telinganya, membuat ulu hatinya nyeri menahan rasa yang Hagi tahu itu apa.
"Sialan..."
Sebagai jawaban dari rasa yang muncul di hatinya Hagi hanya bisa mengumpat dalam hati.
__ADS_1
bersambung