My Eternal Love

My Eternal Love
Dont Leave Me Again/Jangan Tinggalkan Aku Lagi


__ADS_3

Ketika akhirnya Kyuhyun, Raja Rubah dan Hyunmie kembali kekerajaan semua orang nampak lega tapi tidak untuk sang Ratu yang jelas mulai menujukan permusuhan pada Hyunmie yang jujur saja tidak terlalu peduli dengan hal itu.



Ratu jelas membencinya sekarang karena membuat putranya menderita tapi sekali lagi Hyunmie tidak peduli lagi pula Kyuhyun pantas mendapatkannya kecuali kenyataan jika Kakaknya habis-habisan untuk menyelamatkan Kyuhyun hingga sekarang.



Kyuhyun sendiri walaupun belum sembuh seratus persen sudah lebih baik dari sebelumnya apa lagi, Hyunmie memberikan ramuan obat yang terbaik untuk Kyuhyun, sebagai putri tetua kerajaan Rubah Hyunmie memang di kenal sebagai ahli ramuan oleh beberapa tetua kerajaan.



"Apa kau yakin tidak ingin menemui ayahmu dulu?" Pertanyaan Kyuhyun membuat Hyunmie yang sejak tadi melamun di taman istana Rubah berbalik menatap Kyuhyun dengan ekspresi datar.



"Tidak, ayah tidak perlu tahu aku datang jika pada akhirnya aku akan pergi. Aku tidak mau membuat ayah sedih." Kyuhyun menghelah nafas pelan, perlahan ia mengeluarkan gelang rembulan dari saku bajunya lalu memberikannya pada Hyunmie.



"Apa kau bisa menggunakan gelang ini nanti malam?" Hyunmie menerima gelang itu lalu menatap takjub sekali lagi gelang rembulan di tangannya.



"Sepertinya kau harus menutup gelang ini dengan kain, jika tidak kakakku yang cerdas itu akan langsung tahu jika gelang rembulan ini terbuat dari ekormu. Dia tidak akan bahagia sama sekali kembali kemari dengan mempertaruhkan nyawamu." Sekali lagi Kyuhyun menerima gelang itu dari Hyunmie lalu mengangguk paham dia lupa jika Hagi yang sekarang adalah kekasihnya yang dulu yang di kenal memiliki kecerdasan luar biasa di tambah mutiara biru juga kini kembali padanya.



"Apa kau yakin kau sudah cukup sehat untuk bertemu kakakku?" Kyuhyun mengangguk kecil sebagai jawabnnya dia sudah merasa lebih baik dari sebelumnya walaupun sakit karena pemotongan ekor itu masih terasa.



"Aku yakin setelah Hagi kembali, mutiara biru juga seharusnya kembali padaku. Mutiara biru akan membantu mempercepat penyembuhanku dan Hagi tidak perlu tahu apa yang terjadi." Hyunmie mengangguk paham.



"Pastikan kau tetap meminum ramuan yang aku buat, itu bagus untuk memperkuat fisikmu yang melemah." Kyuhyun tersenyum kecil sambil mengangguk pelan membuat Hyunmie mendengus tidak suka.



"Aku melakukan ini untuk Kakakku jadi tidak perlu sesenang itu dan jangan ucapkan terimakasih." Setelah itu Hyunmie meninggalkan Kyuhyun sendirian yang sekali lagi menghelah nafas panjang, sepertinya sampai kapanpun Hyunmie tidak akan memaafkannya. Perlahan Kyuhyun kembali menyentuh gelang rembulan di tangannya. Baiklah dia hanya harus membuat gelang rembulan tidak terlihat lalu memastikan malam ini Hagi kembali ke kerajaan Rubah, karena Kyuhyun sudah sangat merindukan Hagi.



Saat malam tiba Kyuhyun sudah memberikan kembali gelang rembulan pada Hyunmie dalam bentuk gelang berbalut kain sutra yang di buat serumit mungkin agar Hagi tidak menyadarinya, gadis itu sempat menatap putra Kyuhyun dan Hagi yang sebenarnya juga bisa di bilang adalah putranya, ada rasa haru dihati Hyunmie  ketika melihat bayi itu terlihat senang di pelukannya.  Hyunmie juga sempat membuat sepucuk surat untuk kakaknya sebelum dia menggunakan gelang rembulan, sebagai ucapan perpisahan juga permintaan maaf Hyunmie pada Hagi.



Saat waktunya benar-benar tiba untuk Hyunmie menggunakan gelang rembulan, Kyuhyun tiba-tiba saja tidak sadarkan diri membuat semua orang terkejut dan mau tidak mau Hyunmie membatalkan niatnya untuk menggunakan gelang rembulan.



"Aneh jika dia sembuh dengan cepat, sesuai dugaanku Kyuhyun harus menetap dulu di gua teratai." Gumam Hyunmie pelan pada Raja Rubah yang hanya bisa menghelah nafas panjang, tentu saja Kyuhyun hanya berpura-pura jika dia bilang sudah sehat, selain karena ingin cepat bertemu dengan Hagi, Kyuhyun juga tidak ingin menbuat Ratu semakin sedih karena kondisi Kyuhyun yang semakin memburuk.



"Anda sebaiknya membawa Kyuhyun sekarang juga, aku akan tetap menggunakan gelang itu sekarang juga agar mutiara biru bisa membantu Kyuhyun." Raja Rubah mengangguk patuh lalu membawa Kyuhyun ke gua teratai sementara Hyunmie kembali kekamar lalu tanpa membuang waktu lagi langsung menggunakan gelang rembulan saat itu juga. Sebelum benar-benar kehilangan kesadaran Hyunmie sejenak sempat mendengar seseorang menggunakan telepati dengannya.



"Jangan... jangan lagi... jangan tinggalkan aku lagi Hyunmie..." Hyunmie memejamkan matanya sambil menangis dia tahu siapa itu, kekasihnya Dewa tertinggi Donghae.

__ADS_1



***



Langit malam kerajaan Rubah hari ini tidak hanya di hiasi bulan purnama, ada cahaya biru yang menaungi langit istana. Hal ini membuat banyak orang terkagum-kagum karena sudah lama tidak pernah terjadi lagi, dulu sekitar 500 tahun lalu mungkin kejadian hal serupa pernah terjadi tapi bukan di istana Rubah melainkan di rumah kediaman tetua Ok Min. Hal ini menunjukan jika ada seseorang yang istimewa hadir di sana dan memang malam itu gelang rembulan kembali menarik jiwa Rubah Istimewa kesayangan Sang Pencipta.



Saat bangun dari tidurnya Hagi menyadari jika ia kembali kekerajaan Rubah, anehnya kerajaan itu sepi para dayang tidak ada di dalam istana bahakan Kyuhyun yang Hagi harapkan ada di sampingnya ketika memang harus kembali ke kerajaan rubah tidak ada. Gadis itu mulai frustasi dan semakin menangis pilu takut jika semua yang ia rasakan hanya mimpi karena terlalu merindukan suaminya, tapi sebuah tangan menghentikan aksi Hagi yang berlari kesana kemari. Saat menatap orang yang memegang tangannya, Hagi mengerutkan keningnya dia tidak mengenal orang ini.



"Tuan putri silahkan ikut saya." Hagi menarik tangannya lalu berusaha mengehentikan tangisannya.



"Siapa kau?" Gadis itu memberi hormat pada Hagi lalu menatap Hagi sendu.



"Saya teman sekaligus bawahan Pangeran Rubah." Hagi sekali lagi mengerutkan keningnya bingung, selama menjadi istri Kyuhyun dia tidak pernah melihat gadis ini.



"Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya." Sekali lagi gadis itu tersenyum kecil.



"Saya lebih sering bertugas menjadi mata-mata dari pada di samping pangeran. Maaf saya belum memperkenalkan diri nama saya Sang Woo." Hagi mengangguk paham, dulu adiknya juga pernah menjadi mata-mata kerajaan langit.




"Iya, saya mengenal putri sebagai salah satu mata-mata Yang Mulia dan saya juga yang memberitahukan Pangeran tentang pernikahan yang akan putri lakukan sebelumnya dengan dewa tertinggi. Saya minta maaf saya tidak menyangka semua akan berakhir seperti ini, tapi saya senang sekarang putri menikah dengan Pangeran." Hagi menghelah nafas panjang, sedikit kesal sekarang pada gadis di hadapannya karena bisa di bilang gadis inilah yang menyebabkan semua bencana terjadi, tapi semua sudah terjadi, yang terpenting sekarang Hagi bisa bersama Kyuhyun.



"Aku tidak tahu seberapa dekat kau dengan Kyuhyun tapi sepertinya tidak terlalu dekat jika kau tidak tahu siapa aku sebenarnya, sudahlah dari pada membicarakan masa lalu menyakitkan bisakah kau mengatakan dimana semua orang? Tidak, Kyuhyun dimana dia?" Kali ini Sang wo kembali tersenyum tapi ada kesedihan di tatapan gadis itu.



"Sepertinya semua orang sedang menikmati cahaya biru di langit malam Putri, kejadian seperti ini sangat langka. Mengenai Pangeran itu kenapa saya di sini, untuk membantu putri bertemu dengan Pangeran. Beliau tidak sedang disini beliau sedang ada di gua teratai." Wajah Hagi langsung khawatir  dia ingat jika mutiara biru kini ada di dalam tubuhnya, Kyuhyun seharusnya memiliki mutiara biru karena jiwanya belum sembuh akibat di kurung di tungku api abadi.



"Kita pergi sekarang." Hagi yang memang sudah tahu di mana Gua Teratai langsung melangkah dengan cepat, Sang Wo yang tidak menyangka dengan kecepatan Hagi cukup kewalahan mengejar Hagi.  Ketika sampai di depan gua, Raja Rubah sudah menunggu Hagi dengan cemas membuat Hagi semakin panik.



"Syukurlah akhirnya kau datang, aku cemas karena mutiara biru tidak langsung masuk ke tubuh Kyuhyun ketika langit mulai bercahaya biru di kejauhan." Hagi mengangguk paham  dia juga sedikit heran kenapa mutiara biru masih ada di dalam tubuhnya yang sekarang mengingat jiwa Hagi sudah kembali ke tubuh Hyunmie.



"Mana Kyuhyun aku akan membantunya." Raja Rubah langsung masuk di susul Hagi dari belakang, sebelumnya ia meminta Sang wo untuk menunggu di luar gua.



Saat masuk Hagi mendekat kearah Kyuhyun yang tertidur di tengah kolam teratai, Hagi mengulurkan tangannya lalu merangkum wajah Kyuhyun dengan kedua tanganya. Gadis itu sedih luar biasa ketika melihat wajah pria yang ia cintai begitu pucat hal ini tidak akan terjadi jika dia mau sebentar saja mendengarkan apa yang terjadi, tapo Hagi tidak berdaya, sifat Hagi saat menhadi Rubah biru dan saat menjadi Hafi si manusia bisa sangat berbeda, Hagi manusia tidaklah sebaik Hagi si rubah biru.

__ADS_1



"Maafkan aku..." gumam Hagi pelan lalu perlahan Hagi mengukurkan satu tangannya ke tengkuk Kyuhyun mengangkatnya agar Kyuhyun membuka mulutnya dan perlahan Hagi menyentuhkan bibirnya ke mulut Kyuhyun dan cahaya kebiruan keluar dari mulut Hagi dan masuk ke mulut Kyuhyun, cukup lama Hagi melakukannya hingga perlahan Hagi mengerutkan keningnya lalu tiba-tiba menjauh dari tubuh Kyuhyun.



"Ada apa?" Tanya Raja Rubah mendekat kearah Hagi yang terlihat kebingungan.



"Ada aura mutiara lain di tubuh Kyuhyun, mutiara biru jadi enggan untuk masuk." Raja Rubah menghelah nafas frustasi, dia ingat kalau dia memang memberikan setengah kekuatan mutiara emasnya pada Kyuhyun dia tidak menyangka mutira Biru akan menolak untuk masuk ketubuh Kyuhyun sekarang.



"Aku sempat memberikannya setengah kekuatanku padanya." Kali ini Hagi semakin bingung.



"Kalau begitu seharusnya Kyuhyun bisa lebih baik dari sekarang, kenapa dia malah seperti ini?" Raja Rubah kembali binggung dia tidak memikirkan jawaban apa untuk pertanyaan Hagi yang satu ini, bagaimanapun ia sudah berjanji pada Kyuhyun tidak akan menceritakan prihal gelang rembulan.



"Kyuhyun menggunakan kekuatan itu untuk membuat gelang sutra yang kau kenakan sebagai kalung yang kau jatuhkan di jurang, Kyuhyun bekerja sama dengan Adikmu untuk membuatnya." Hagi menatap gelang di tangannya, gelang ini memang memiliki aura yang sangat kuat, tapi apa ini saja cukup? Untuk mengimbangi mutiara biru miliknya Raja Rubah harua memberikan semua kekuatannya untuk membuat ganti dari kalung yang ia buat.



"Apa Yang Mulia yakin tidak menyembunyikan sesuatu dariku?" Raja Rubah terlihat bingung harus menjawab apa tapi suara di belakang mereka membuat Hagi berhenti bertanya.



"Tidak ada yang di sembunyikan..." Hagi langsung mendekat kearah Kyuhyun, suaminya itu bangun ketika mendapat energi dari mutiara biru tadi. Kyuhyun berusaha duduk dan hampir kembali berbaring karena Hagi memeluknya terlalu kuat.



"Syukurlah kau bangun... aku pikir... Oh Maafkan Aku... Aku_" ucapan Hagi terputus ketika Kyuhyun merengkuh wajah Hagi dan mencium istrinya itu dengan perasaan sesak karena kerinduan juga rasa bersalah yang menumpuk, Raja Rubah langsung berbalik membiarkan anak dan menantunya menyelesaikan kerinduan mereka. Ketika Kyuhyun menghentikan ciumannya Kyuhyun menatap Hagi sendu.



"Bagaimana mungkin kau yang meminta maaf... akulah yang bersalah disini, tolong maafkan aku atas segala kesalahan juga kebodohanku, maaf karena mencintaiku kau terus terluka dan berkorban untukku tapi walaupum begitu bisakah kau tetap bersamaku? Jangan pergi lagi..." Hagi terisak semakin keras lalu memeluk Kyuhyun kembali erat-erat melepaskan seluruh sesak di hatinya mengulang setiap kenangan yang berlalu dengan perasaan haru, apa yang ia berikan dan apa yang ia lepaskan adalah untuk bersama Kyuhyun.



"Tentu saja... aku harus bersamamu..." Kyuhyun tersenyum sambil meneteskan air mata, kata-kata itu membuat Kyuhyun merasa lega luar biasa karena sekarang yang ia butuhkan hanya Hagi.



"Lagipula sepertinya aku harus terus bebagi energi denganmu..." Kyuhyun tersenyum sendu lalu mengangguk kecil, dia juga tadi sempat mendengar kenapa mutiara biru tidak mau masuk kedalam tubuhnya jadi jalan satu-satunya adalah terus berada di dekat Hagi.



"Aku akan dengan senang hati melakukannya." Senyum jahil di wajah pucat Kyuhyun membuat Hagi tertawa sambil menangis lalu kembali memeluk Kyuhyun erat-erat.



"Aku merindukanmu..." gumam Kyuhyun pelan.



"Aku juga..." kali ini Hagi berbisik pelan di telinga Kyuhyun dan dengan perasaan bahagia Kyuhyun memeluk Hagi semakin erat.


__ADS_1


bersambung


__ADS_2