
Dalam Sejarah antara Kerajaan Rubah juga Kerajaan Langit mungkin sekaranglah peperangan benar-benar terjadi, selama ini kedua kerajaan hanya berakhir sampai pada tahap perang dingin yang membuat kedua kerajaan sering mengirimkan mata-mata ke kerajaan lawan.
Kali ini kerajaan Langit yang menyerang lebih dulu, Donghae Sang dewa tertinggi mendapat bantuan dari Raja Langit dengan memberikannya 1000 pasukan terbaik mereka untuk membantu tetua kerajaan langit itu atas penghinaan Kerajaan Rubah merebut calon istri Dewa tertinggi, jika perlu Donghae akan membawa calon istrinya kembali mengingat yang Donghae tahu ada parasit di tubuh calon istrinya itu dan Pangeran rubah membiarkan parasit itu mendiami jasad calon istrinya membuat Donghae semakin murka mengingat kejadian di masa lampau, Pangeran rubah bisa saja membiarkan parasit itu tetap tinggal karena takut jika Hyunmie kembali Kyuhyun akan kehilangan gadis itu.
Sementara di bagian Timur kerajaan Rubah tepatnya di tenda jendral terbaik kerajaan Rubah, Kyuhyun masih berusaha memperkuat barikade kerajaan Rubah yang setelah hampir dua minggu memang belum sanggup di tembus oleh kerajaan Langit, Kyuhyun sebagai Jendral sekaligus pangeran kerajaan Rubah di kenal sebagai ahli taktik perang.
Karena kali ini perang terjadi karena untuk mempertahankan istrinya Kyuhyun berusaha sangat keras agar tidak ada jatuhnya korban, untuk dua minggu terakhir berhasil bahkan kerajaan Langitlah yang justru sudah memakan korban karena jebakan-jebakan yang Kyuhyun pasang di sepanjang perbatasan kerajaan Rubah.
"Kita tidak bisa terus seperti ini, pasti akan ada saatnya musuh mulai mengenali pola barikade kita, para prajurit juga sudah mulai kelelahan apa Pangeran masih belum menemukan cara agar Kerajaan Langit menarik diri?" Kyuhyun memejamkan matanya menahan sakit, wajah namja itu semakin pucat, luka dalamnya belum sembuh, apa lagi Hagi tidak ada di sampingnya satu-satunya orang yang bisa membantunya untuk memberikan energi pada tubuhnya yang sudah lemah. Beberapa komandan pasukan terlihat khawatir melihat kondisi Kyuhyun sekarang.
"Maafkan aku... aku juga sedang memikirkan hal itu, terimakasih juga karena masih mau berjuang bersamaku." Kyuhyun menatap semua komandan pasukan di hadapannya, dia sebenarnya sempat ragu jika para komandan pasukan Kerajaan Rubah masih mau menerimanya setelah aib di masa lalu tapi ternyata hal itu tidak menurunkan kesetiaan juga rasa hormat mereka pada Kyuhyun.
"Bagaimanapun Pangeran adalah Pangeran kami semua, bukan hanya sebagai Jendral pasukan kerajaan kita. Kami sebenarnya lebih mengkhawatirkan keadaan Pangeran yang semakin lemah, kami tahu Pangeran perlu melakukan pengasingan di gua teratai lebih lama setelah masa hukuman berakhir untuk menyembuhkan luka pangeran." Ucapan salah satu komandan pasukan membuat Kyuhyun tersenyum miris memang benar seperti itu.
"Tapi kami akan tetap membantu semampu kami jika itu untuk mempertahankan Tuan Putri. Kami akan ikut berperang di garis depan bersama Raja Rubah sementara Pangeran bisa tetap mengatur strategi disini." Kyuhyun tersenyum sendu lalu memegang dadanya yang terasa sesak membuat yang lain semakin cemas.
"Tidak apa-apa hanya sedikit sakit. Tapi bisakah kalian berjanji jika terjadi sesuatu denganku bisakah kalian menjaga putra juga istriku? Hanya kalianlah yang bisa aku percayai." Semua Komandan pasukan saling tatap lalu setelah itu satu persatu mulai berlutut di hadapan Kyuhyun.
"Kami akan selalu membantu juga setia pada keluarga kerajaan Rubah." Mendengar ucapan tegas itu Kyuhyun menarik nafas panjang lalu mengangguk pelan.
"Terimakasih... dan maaf karena kalian terpaksa berjuang untuk kepentingan pribadiku." Semua Komandan pasukan tersenyum kecil, walaupun Kyuhyun sekarang tidak berdaya karena kekuatannya terkuras habis, tapi tidak menutup kewibawaan serta kecerdasan Kyuhyun yang selalu membuat para komandan terkagum-kagum.
Di ladang bunga Lily tepatnya di kamar Ratu Rubah, Sang Woo memberikan informasi tentang keadaan Kyuhyun yang semakin memburuk serta mulai kelelahannya para pasukan kerajaan Rubah untuk menjaga barikade di kerajaan Rubah bagian timur hal itu membuat Ratu Rubah menangis sedih, beliau tidak mengira semua akan jadi separah ini, apa lagi Raja Rubah terpaksa berada di garis depan karena Kyuhyun yang sudah tidak kuat untuk berperang. Ratu Rubah semakin sinis pada Hagi karena menurut Ratu Rubah, menantunya itu yang menyebabkan semua ini terjadi, Hagi semakin kebingungan pasalnya selama ini Sang Woo selalu bilang jika keadaan Kyuhyun semakin membaik juga kabar jika kerajaan Rubah tidak sampai berjatuhan korban karena kecerdasaan Kyuhyun.
Merasa semua orang menyembunyikan sesuatu darinya Hagi berusaha mencari Nammi gadis yang belakangan ini memang tidak terlihat olehnya semenjak kembalinya Hagi ke istana. Hanya Nammi yang bisa memberitahukan keadaan sebenarnya mengingat gadis itu tidak pernah menutupi apapun darinya walaupun niat gadis itu sudah jelas untuk menyakitinya. Sayangnya Hagi baru tahu jika Nammi tiba-tiba menghilang semenjak menghilangnya Hagi untuk pertama kalinya.
Semua ini membuat Hagi cemas karena tidak tahu harus bertanya pada siapa, entah kenapa firasat Hagi tidak enak mengenai keadaan Kyuhyun, namja itu pasti menyembunyikan sesuatu darinya jika tidak Ratu tidak mungkin sesinis ini padanya.
Ketika Hagi sedang sendirian di ladang bunga Lily sambil memikirkan semua kemungkinan yang terjadi tiba-tiba saja Nammi berdiri di hadapan Hagi membuat Hagi terkejut luar biasa
"Kau, darimana saja Kau? Semua orang mencarimu."
Nammi menatap Hagi cukup lama membuat Hagi jadi tidak nyaman tapi ketika Hagi berniat untuk kembali bertanya Nammi tiba-tiba saja merubah pakaiannya yang membuat Hagi terkejut karena pakaian Nammi khas pakaian kerajaan langit.
"Kau? Apa kau mata-mata?" Nammi langsung mengangguk lalu memberi hormat pada Hagi.
"Saya di utus oleh Dewa tertinggi untuk melihat perkembangan kerajaan Rubah." Hagi langsung murka dia siap menyerang Nammi tapi tertahan ketika Nammi mengeluarkan tanda Kerajaan Langit yang hanya di miliki oleh adiknya Hyunmie dulu.
"Saya kesini bukan untuk bertarung tapi saya di sini bermaksud mencarikan solusi untuk kedua kerajaan agar perang ini berakhir. Walaupun saya mata-mata kerajaan langit saya tetaplah bangsa rubah, saya tidak mau ada korban di antara kedua kerajaan." Ucapan Nammi berhasil membuat Hagi menahan emosinya.
__ADS_1
"Apa maksudmu bagaimanapun kau termasuk pengkhianat sekarang." Nammi tersenyum sendu dia tahu itu tapi tetap saja bangsa rubah adalah bangsanya.
"Anggap saja saya bodoh, dulu saat anda juga mata-mata kerajaan Rubah saya sangat iri pada anda karena anda bisa meluluhkan hati Dewa tertinggi padahal saya yang rela menjadi pengkhianat saja tidak di lirik sama sekali oleh beliau, saat itu saya juga benci karena ternyata anda malah memadu kasih dengan pangeran Rubah sepupu saya. Padahal anda sudah akan menikah dengan dewa tertinggi. Walaupun tidak suka saya merasa lega setelah masa hukuman selesai anda ternyata lebih memilih sepupu saya. Saya berpikir mungkin dewa tertinggi bisa menyerah dengan anda. Tapi siapa sangka dewa tertinggi justru memilih berperang dengan bangsa rubah untuk mengambil anda kembali, bukankah itu tidak masuk akal?" Hagi menghelah nafas sama seperti Sang Woo, gadis di hadapannya ini juga menyangka jika Hagi adalah Hyunmie padahal tidak seperti itu.
"Jadi itu alasannya kenapa kemarin kau menceritakan tentang kejadian di masa lalu? Karena kau tidak menyukaiku?" Nammi berdeham lalu mengangguk kecil.
"Sebenarnya dewa tertinggi juga yang memintaku untuk menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu." Hagi mengerutkan keningnya jadi firasat Hagi benar jika Donghae menginginkan Hagi untuk keluar dari jasad Hyunmie secepatnya dengan menanamkan kebencian pada Hagi yang tidak ingat apa-apa padahal Donghae sendiri tidak tahu apa yang terjadi.
"Lalu apa solusimu? Aku saja masih bingung karena hingga sekarang belum menemukan jalan keluar." Nammi mengigit bibirnya sedikit ragu tapi setelah itu menarik nafas panjang.
"Kenapa anda tidak menyerah saja dan kembali kepada Dewa tertinggi, hal itu lebih ampuh untuk mengakhiri perang ini." Hagi memutar bola matanya kalau semudah itu Hagi tidak akan sepusing ini.
"Tentu saja aku tidak mau, aku sudah menikah dengan pangeran rubah dan jangan lupa aku sudah punya anak. Lagi pula aku tidak menyukai Dewa tertinggi." Nammi mendengus kesal membuat Hagi menarik bulu alisnya tidak suka.
"Apa maksudnya itu?" Nammi kembali berdeham lalu menatap Hagi sinis.
"Kalau begitu katakan langsung pada Dewa tertinggi aku yakin beliau pasti akan menghentikan perang untuk apa mengejar gadis yang sudah tidak menyukainya." Hagi semakin jengkel gadis ini tidak tahu apa-apa tapi dengan mudah mengatakan hal yang justru sulit Hagi lakukan.
"Kau tidak tahu apa-apa semua tidak semudah itu, sudahlah katakan apa lagi solusimu." Nammi mendengus sekali lagi tapi setelah itu kembali berpikir serius.
"Nammi sebaiknya tinggalkan kami berdua, jangan ikut campur mulai dari sekarang jika tidak aku akan melaporkanmu pada ayahmu jika kau mengkhianati kerajaan kita." Nammi terkejut lalu pergi dari sana meninggalkan Hagi dan Sang Ratu yang menatap Hagi tajam.
"Aku tahu Ratu membenciku karena kembalinya aku membuat Kyuhyun melemah, tapi ini semua tidak seratus persen kesalahanku. Lagi pula Sang Woo bilang jika Kyuhyun mulai membaikkan lalu kenapa Ratu begitu membenciku sekarang" Sang Ratu hanya diam lalu perlahan berlutut di hadapan Hagi yang terkejut dengan tindakan mendadak sang ratu.
"Aku mohon padamu sekali lagi, kembalilah ke duniamu. Hanya itu cara agar perang berakhir dan hanya dengan begitu Kyuhyun mungkin bisa hidup." Hagi menegang perlahan melangkah kearah Sang Ratu yang sudah menangis, Hagi lalu ikut berlutut di hadapan sang Ratu lalu menatap Sang Ratu cemas.
"Apa maksudnya? Jadi benar kalau kalian menyembunyikan sesuatu dariku? Katakan, katakan apa yang terjadi?" Ratu Rubah perlahan menarik tangan Hagi lalu mulai melepas kain sutra yang melilit gelang Rembulan, Hagi sempat menarik tangannya tapi kembali di tarik oleh sang Ratu.
"Sutra itu hanya menutupi gelang yang sebenarnya." Mendengar itu Hagi mengerutkan keningnya lalu ketika melihat tatapan sedih sang Ratu, Hagi mulai panik dengan cepat Hagi membuka sutra yang melilit gelang yang dari awal ia kembali selalu ia kenakan dan Hagi terkejut luar biasa setelah tahu gelang apa yang melingkar di pergelangan tangannya. Gadis itu sampai terduduk dari posisi berlututnya karena terlalu lemas dan terkejut. Melihat itu Sang Ratu langsung menggenggam tangan Hagi membuat Hagi menatap Sang Ratu dengan tatapan kosong.
"Aku tahu aku egois, aku berterimakasih padamu untuk setiap cinta yang kau berikan pada Putraku tapi kau lihat dia juga melakukan hal yang sama padamu, hanya saja kali ini dia benar-benar akan mati jika tidak kembali mendapatkan ekornya. Kau tahukan gelang Rembulan sebenarnya sangat di larang untuk di buat? Tapi anak itu begitu keras kepala karena menginginkan dirimu kembali." Tubuh Hagi mulai bergetar perlahan Hagi mengelus gelang rembulan di tangannya, pantas saja Hagi bisa merasakan keberadaan Kyuhyun begitu kuat sekalipun suaminya itu tidak sedang ada di sampingnya.
Pantas saja Kyuhyun semakin melemah, sialan namja itu kenapa Kyuhuun membuat apa yang Hagi lakukan jadi sia-sia, tidak, Hagilah yang bersalah disini seharus Hagi tidak melepas kalungnya dari awal dengan begitu Kyuhyun juga tidak perlu sampai sejauh ini untuk membawanya kembali.
"Raja Rubah juga sudah merelakan setengah kekuatannya pada KyuHyun tapi dia malah menggunakannya untuk menahan rasa sakit ketika ekornya terpotong. Hagi_ya... aku tahu aku egois tapi aku hanyalah seorang ibu yang tidak tahan melihat putranya menderita." Hagi memejamkan matanya lalu menangis dalam diam, sekarang dia harus bagaimana? Di lain sisi dia masih ingin bersama Kyuhyun tapi jika pada akhirnya Kyuhyun mati dalam waktu dekat ini, Hagi tidak bisa menanggung rasa sakitnya belum lagi Donghae pria itu pasti menginginkan Hyunmie dan Hagi belum memenuhi perjanjiannya dengan Hyunmie karena mutiara biru yang ada di dalam tubuhnya sekarang sedang menahan jiwa Hyunmie dan mutiara merah.
"Beritahu aku selengkapnya apa yang terjadi ketika aku tidak ada." Ratu Rubah menarik nafas lalu menatap Hagi cukup lama, setelah ini mungkin Kyuhyun akan membencinya tapi lebih dari itu Ratu Rubah hanya ingin putranya lepas dari penderitaan cinta ini.
__ADS_1
Setelahnya cerita mengalir begitu saja, Ratu Rubah menjelaskan apa yang ia ketahui dari Raja Rubah tentang semua yang terjadi belakanga ini pada Hagi, gadis itu semakin gemetar menahan rasa sakit juga kesediham di dalam hatinya, semuanya menjadi rumit karena Hagi yang keras kepala melepas kalung pengikat jiwa dan ingin kembali ke dunia manusia, kini hasilnya membuat Hagi menyesal mungkin untuk seumur hidupnya.
Ketika Ratu Rubah selesai menceritakan semuanya pada Hagi, gadis itu memejamkan matanya sesaat, tiba-tiba ada bisikan di telinganya yang membuat Hagi tersenyum miris. Perlahan Hagi menatap Ratu Rubah sendu.
"Baiklah, aku akan kembali keduniaku tapi berjanjilah untuk menjaga Kyuhyun juga putraku dan beri aku sedikit waktu lagi, aku ingin menemui Kyuhyun untuk yang terakhir kalinya." Ratu Rubah mengigit bibirnya cemas dia tidak menyangka Hagi akan setuju secepat ini, apa dia tidak keterlaluan? Ratu Rubah memejamkan mata dia tidak boleh bimbang untuk putranya sendiri.
"Bagaimana caranya? Tidak maksudku Kyuhyun bisa saja memanggilmu kembali seperti sebelumnya dan lagi luka dalam Kyuhyun masih belum sembuh jika kau pergi sekarang." Hagi tersenyum miris, Ratu Rubah benar-benar egois dia mengerti maksud dari ucapan Ratu di hadapannya.
"Jangan khawatir... aku punya jalan, hanya akulah yang bisa melakukannya Ratu tidak perlu cemas." Setelah itu Hagi berusaha berdiri lalu kembali membalut gelang Rembulan dengan sutra yang ia lepaskan tadi. Tanpa banyak bicara Hagi bermaksud pergi meninggalkan Ratu Rubah tapi tiba-tiba Ratu rubah menahan Hagi kembali.
"Terimakasih sebelumnya dan maafkan aku, tapi bisakah kau mengusahakan agar mutiara biru kembali pada Kyuhyun?" Hagi terlihat terperangah dan tidak percaya dengan ucapan Ratu Rubah dengan cepat Hagi menarik tangan Ratu Rubah lalu menatap Ratu Rubah tajam.
"Kau terlalu serakah Ratu Rubah, apa dengan meminta aku secara tidak langsung untuk meninggalkan putramu masih belum cukup?" Ratu Rubah memalingkan mukanya dari Hagi sedikit tersinggung dengan perkataan Hagi yang memang benar adanya, melihat Ratu Rubah tidak bisa bicara Hagi mendengus kesal.
"Kau tidak perlu khawatir, aku terlalu mencintai putramu hingga tidak ingin dia menderita sedikitpun jadi sebaiknya kau tepati janjimu, setidaknya kau melakukan hal ini semata-mata kau ibu juga nenek dari putraku dan juga suamiku." Ratu Rubah menghelah nafas lalu mengangguk sambil masih memalingkan mukanya dari Hagi.
Setelah itu Hagi benar-benar pergi tujuannya adalah menemui putranya untuk yang terakhir kalinya, jika dia adalah Hagi yang dulu dia tidak akan memperlakukan Ratu rubah seperti itu tapi kali ini Hagi sudah memiliki sifat manusia sebagai Kim Hagi yang tidak akan tinggal diam jika di tindas seperti tadi.
Putranya kini sedang di gendong Ok Min kelihatanya karena selama tinggal di sini putranya itu sering sekali bersama sang kakek, putranya itu jadi lebih suka di gendong oleh Ok Min dan Ok Mik sama sekali tidak keberatan, satu orang lagi yang harus Hagi tinggalkan, ayahnya.
"Sepertinya putraku ini lebih suka bermain dengan Kakeknya." Ucapan Hagi sukses membuat Ok Min berbalim lalu mendekat kearah Hagi sambil masih tersenyum senang.
"Sepertinya begitu, kau mau mengggendongnya?" Hagi mengangguk lalu Ok Min memberikan cucunya itu pada Hagi.
"Putra ibu yang tampan... kau suka bermain dengan kakek iya? Kalau begitu kau boleh sering-sering main ke sini." Balita itu seolah mengerti ucapan ibunya tersenyum sambil bergumam kecil membuat Hagi menjatuhkan air matanya lalu memeluk bayinya itu erat-erat meminta maaf pada putranya karena harus kembali meninggalkan putranya itu bahkan mungkin untuk selamanya.
"Ayah... bisakah kau menjadi guru untuk putraku? Dia jadi bisa sering kemari untuk menemanimu." Ok Min terlihat bingung melihat putrinya yang terlihat sedih tapi tanpa berprasangka buruk Ok Min hanya tersenyum kecil sambil mengangguk pelan.
"Apa kau sudah mempunyai nama untuknya?" Hagi menatap bayinya sendu lalu kembali memeluk bayinya dengan segenap perasaan sakit juga terluka.
"Yeong Ji... apa nama itu bagus ayah, aku ingin menamainya dengan itu hanya saja Kyuhyun mungkin saja tidak setuju." Ok Min nampak berpikir lalu tersenyum tiba-tiba saja kembali mengambil cucunya dari Hagi lalu menimangnya sayang.
"Uri Yeong ji... tentu saja nama yang bagus, aku yakin Kyuhyun akan menyukainya." Hagi mengangguk sambil berusaha menahan air matanya dia akan merindukan kedua pria ini selain Kyuhyun jika kembali kedunia manusia.
Setelah bercakap-cakap dengan Ok Min prihal Yeong Ji juga tentang perang yang terjadi, Hagi izin pergi untuk menemui suaminya. Awalnya Ok Min tidak setuju karena bagaimanapun perang ini terjadi untuk melindungi Hagi, tapi Ok Min akhirnya mengizinkan ketika putrinya bilang jika Kyuhyun masih membutuhkan banyak energi darinya agar bisa bertahan di medan perang.
bersambung
__ADS_1