
3 tahun lalu
Kerajaan Rubah
Ketika Sang Pencipta membuat perjanjian dengan salah satu mahluk istimewa ciptaannya, selalu ada penomena unik yang terjadi dialam khususnya di kerajaan Rubah. Kali ini langit malam yang seharusnya gelap berubah terang kebiruan setidaknya selama tujuh malam terakhir ini dan sejujurnya hal itu jelaslah tidak baik karena ada kemungkinan ciptaan istimewa Sang Pencipta kali ini menghabiskan seluruh keberuntungannya sendiri.
Bagi sebagian orang yang tidak tahu menahu dengan mahluk istimewa ini, kejadian alam ini sungguh menarik, tapi bagi beberapa orang yang mengenalnya hal ini sungguh menyesakan. Ok Min sang tetua kerajaan rubah adalah salah satu orang yang marah, sedih juga kecewa dengan semua penomena alam yang secara perlahan merenggut sinar padang bunga Lily milik putrinya di malam hari, padahal butuh waktu 300 tahun untuknya menunggu agar padang bunga lily ini kembali bersinar, tapi bahkan tidak sampai setahun padang bunga lily kehilangan sinarnya lagi di malam hari dan kali ini di iringi kematian permanen dari bunga-bunga tersebut, seolah memberitahu pada Ok Min jika sudah tidak ada kesempatan bagi putrinya yang baik hati kembali kekerajaan rubah.
Hal tersebut juga menjadi puncak dari kesabaran Ok Min pada keluarga kerajaan, dulu kedua putrinya di rugikan oleh pangeran dari kerajaan rubah, Ok Min masih bisa bersabar karena masih ada kesempatan putrinya kembali kekerajaan tapi matinya bunga lily di padang bunga secara perlahan mengikis kesabaran rubah tua itu hingga membuat Ok Min memutuskan untuk menutup daerah tempat ia tinggal dari kerajaan rubah khususnya padang bunga Lily yang berbatasan dengan kerajaan langit serta tempat paling aman yang tidak akan pernah di serang oleh kerajaan manapun karena di lindungi secara khusus oleh Sang Pencipta, hanya Yeong ji saja yang masih di izinkan masuk ke kediaman Ok Min karena bagaimanapun Ok Min adalah cucunya terlebih Ok Min sudah berjanji pada putri rubah birunya akan menjadi guru untuk cucunya di masa depan.
Raja Rubah bisa memahami keputusan Ok Min, merasa bersalah dan hanya bisa meminta maaf sebesar-besarnya tanpa bisa berbuat banyak, apa lagi setelah Ratu Rubah juga menjelaskan jika istrinya itu membuat perjanjian permanen untuk putranya yang masih belum di temukan keberadaannya semenjak perang dengan kerajaan langit berhenti hingga sekarang, membuat Raja Rubah frustasi dan murka pada istri cantiknya itu.
"Seharusnya kau tidak serakah, kau tahu betapa besar pengorbanan menantu kita itu untuk putra kita, seharusnya kau lebih mengerti karena kau perempuan." Ratu Rubah hanya bisa terisak sedih, setelah bangun dari tidur dan menyadari perjanjian gegabah yang ia setujui bersama menantunya Ratu Rubah juga menyesalinya, tapi semua sudah terlambat.
"Aku tahu aku salah, tapi aku melakukannya untuk Kyuhyun putra kita, agar dia tidak menderita lagi kedepannya." Raja Rubah memijit kepalanya pusing, dia tahu apa yang di katakan sang Ratu adalah benar, tapi hati nuraninya tidak mengizinkan kebenaran itu menutupi hatinya lagi pula mereka sekarang masih belum tahu apa yang terjadi pada Kyuhyun, pencarian sudah di lakukan tapi masih belum ada hasil setelah sebulan pencarian.
__ADS_1
Raja Rubah juga dalam kondisi tidak baik setelah memberikan setengah kehidupanya pada Kyuhyun, walaupun peperangan tidak terlalu parah, kondisi Raja sangat cepat menurun, setelah kemelut serta pencarian untuk Kyuhyun menemui jalan buntu, Raja Rubah memutuskan untuk melakukan penyembuhan dulu di gua teratai.
Siapa sangka putranya yang di cari di seluruh penjuru kerajaan tengah berbaring di gua teratai dengan aura Mutiara Merah yang pekat, secara samar Raja Rubah masih bisa merasakan Mutiara Biru dan Emas miliknya di tubuh putranya yang kini masib tertidur, walaupun senang ternyata putranya jauh dari kata buruk malah terlihat baik-baik saja Raja Rubah hanya bisa menghelah nafas setelah melihat Mutiara merah yang kini ada di dalam tubuh putranya.
"Sebenarnya perjanjian apa lagi yang kau lakukan menantuku?" Raja Rubah hanya bisa bergumam pelan lalu menggunakan sedikit energinya untuk membangunkan Kyuhyun yang masih berbaring di tengah kolam di dalam gua teratai.
Ketika terbangun Kyuhyun menatap sekeliling gua teratai bingung lalu tatapannya beralih pada Raja Rubah dan perlahan mendekat kearah Raja Rubah lalu memberi hormat pada sang Ayah.
"Ayah..." Raja Rubah mengangguk sambil menghelah nafas pelan.
"Aku juga tidak tahu, aku pikir ayah yang membawaku kesini setelah pertarunganku dengan Dewa Tertinggi karena masalah danau tembaga." Raja Rubah mengerutkan keningnya bingung, apa maksud Kyuhyun? Bukankah pertarungan itu sudah lama terjadi?
"Kyuhyun_ah apa kau yakin itu terakhir kali yang kau ingat? Coba kau sebutkan apa yang terjadi sebelum kau bertarung dengan Dewa Tertinggi?" Penasaran dengan apa yang terjadi dengan anaknya Raja Rubah mulai menebak-nebak. Kyuhyun mengerutkan keningnya apa dia tertidur cukup lama hingga membuat ayahnya lupa apa yang terjadi sehari sebelum dia bertarung dengan Dewa Tertinggi.
"Ayah sempat memintaku mengantarkan sang mata-mata ke Kerajaan langit lewat jalur danau tembaga yang paling aman tapi sialnya hari itu Dewa Tertinggi sedang ada di sana jadi pertarungan tidak dapat di hindari, aku yakin aku juga membuat Donghae terluka parah tapi setelah itu..." Kyuhyun mengerutkan keningnya heran, ingatannya perlahan memudar tapi dia masih ingat betul jika dia tidak berjalan menuju Gua Teratai saat itu tapi menuju padang bunga lily bersama seseorang??? Yang anehnya tidak bisa Kyuhyun ingat sama sekali.
__ADS_1
"Hanya itu?" Pertanyaan mendadak sang ayah hanya di balas anggukan bingung dari Kyuhyun, dia tidak begitu yakin hanya saja seperti ada kabut tebal yang menutupi ingatannya setelah itu, karena Kyuhyun yakin setelah itu dia pasti bersama seseorang yang anehnya tidak Kyuhyun ingat.
Raja Rubah menahan nafas, sepertinya menantu baik hatinya itu menarik satu-satunya rasa sakit yang akan Kyuhyun rasakan sekalipun harus hidup, ingatan Kyuhyun tentang Hagi benar-benar hilang, lalu bagaimana dengan cucunya? Jangan bilang Kyuhyun juga melupakan putranya sendiri.
"Lalu bagaimana dengan Yeongji apa kau mengingatnya?" Pertanyaan Raja Rubah kembali membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung, Kyuhyun tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya tapi entah kenapa bibirnya berkata perlahan.
"Putraku..." kali ini Kyuhyun bahkan membulatkan matanya? "Putraku? Yeongji putraku? Tunggu kenapa aku tidak tahu kalau dia putraku? Tapi aku yakin dia putraku..." Kyuhyun memegang kepalanya yang mendadak pusing Kyuhyun yakin baru pertama kali mendengar nama itu tapi entah kenapa Kyuhyun yakin Yeongji adalah putranya.
Bagaimana mungkin? Bahkan Kyuhyun belum pernah tidur dengan Rubah manapun semenjak dia beranjak dewasa, dia terlalu sibuk menjadi penerus Kerajaan Rubah jadi tidak ada waktu mengurus hal seperti itu, jadi dari mana asalnya Yeongji?
Melihat putranya yang mulai kesakitan juga bingung, Raja Rubah memutuskan jika mungkin sebaiknya dia tidak terlalu banyak bertanya terlebih dahulu terlebih jika pada akhirnya Kyuhyun memang melupakan segalanya dan hanya mengingat putranya, Raja Rubah yakin inilah yang Hagi inginkan dan Raja Rubah akan menghargai keputusan menantunya.
"Baiklah ayah tidak akan mengatakan apapun dulu sekarang, sebaiknya kita kembali dulu kekerajaan, ibumu merindukanmu kau juga bisa melanjutkan istirahat dan pengobatanmu di istana." Kyuhyun hanya mengangguk lemah lalu berjalan sambil di bimbing Raja Rubah, untuk sesaat Kyuhyun terdiam ketika merasa samar-samar ada seseorang yang memanggilnya dari dalam gua, perlahan Kyuhyun memutar kepalanya menatap kedalam gua sambil mengerutkan keningnya setelah merasa dadanya yang tiba-tiba sesak. Aneh, Kyuhyun tiba-tiba merasa dadanya sakit seolah berharap ada seseorang yang keluar dari dalam gua lalu setidaknya tersenyum padanya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan, dia pasti sudah gila karena lama melajang tanpa memikirkan lawan jenis, karena entah kenapa Kyuhyun merasa membutuhkan seseorang di sisinya sekarang.
bersambung
__ADS_1