
Hai aku lanjut lagi, ceritanya mungkin agak sedikit ngebut tapi mudah-mudahan ngerti dan akan ada penjelasan di akhir jika ada pertanyaan. Selamat membaca, maaf dengan typo yang masih muncul.
****
Walaupun gila Kyuhyun benar-benar mendengarkan nasehat Donghae untuk menyusup ke paviliunnya diam-diam, walaupun Kyuhyun tahu para utusan masih tetap bisa melihatnya ketika para dewa di kerajaan langit tidak bisa melihatnya, hanya saja Kyuhyun yakin inilah yang Sang Pencipta inginkan dan setidaknya Kyuhyun yakin penyusupan ini juga atas izinnya karena dari pertama masuk gerbang hingga dia berdiri di depan cermin yang tertutup sutra emas di kamar Donghae tidak ada sama sekali guntur hukuman atau bahkan parjurit kerajaan langit yang menangkapnya, dimana entah itu Donghae atau Kyuhyun tidak melanggar aturan Sang Pencipta sama sekali.
Sedikit ragu Kyuhyun akhirnya perlahan membuka sutra emas penutup cermin yang tidak di ragukan lagi adalah cermin semesta yang di berikan oleh Raja langit pada sang dewa tertinggi Donghae seribu tahun lalu. Cermin itu berbentuk bulat di kelilingi oleh ornamen mahluk-mahluk leluhur seperti Naga berwarna emas juga rambatan bunga tulip juga lingkaran-lingkaran setiap dimensi yang di ciptakan Sang pencipta dimana hanya atas izin Donghae sajalah cermin ini bisa di pakai. Dimensi manusia adalah lingkaran yang bercahaya di sekitar cermin semesta yang berarti dewa tertinggi melihat dimensi manusia terakhir kalinya dan tanpa menunggu lama Kyuhyun menyalurkan energinya ke arah kaca sambil membayangkan Hagi istrinya dan saat itulah bayangan istrinya yang menangis terlihat di cermin membuat Kyuhyun memegang cermin semesta sedih.
Tapi kesedihan Kyuhyun terganti dengan ekspresi terkejut ketika tiba-tiba saja ada seorang pria yang mendekat kearah Hagi dan memiliki wajah yang sama dengannya keterkejutan Kyuhyun berganti dengan amarah ketika pria itu terus menerus memegang bahu Hagi dan istrinya terlihat menatap pria itu sama seperti Hagi menatapnya, jika bukan karena ingat nasehat Donghae yang meminta Kyuhyun agar menahan amarahnya Kyuhyun mungkin sudah menghancurkan cermin di hadapannya. Sambil mengetatkan rahangnya Kyuhyun berusaha menahan emosinya lalu terus menerus memperhatikan keduannya lalu setelah itu tersenyum senang saat Hagi menginjak kaki pria itu kesal tapi lambat laun Kyuhyun mulai kebingungan saat memperhatikan pria itu, bukan karena wajahnya yang menyebalkan miripnya dengan Kyuhyun tapi energi yang berputar di tubuh Kyuhyun sangat familiyar untuknya.
"Tidak mungkin... bagaimana bisa ini terjadi?" Sekali lagi Kyuhyun memperhatikan pria itu lebih teliti dan terkejut luar biasa.
"Pria itu... aku??? Tapi bagaimana mungkin? Hukumanku di dunia manusia adalah sebagai rubah biasa bagaimana mungkin ada jiwaku yang lain disana?" Kebinggungan Kyuhyun terduduk sambil memijit keningnya pening, apa Kyuhyun melupakan sesuatu? Kalau iya apa? Tidak mungkin hal sepenting ini bisa luput darinya, tapi tunggu dulu kehidupannya sebagai rubah biasa di dunia manusia bukanlah hanya sekali tapi puluhan kali dia memang sengaja tidak ingin mengingatnya karena hanya ada penderitaan saat itu. Dan Kyuhyun yakin kelahiran terakhir dirinya sebagai rubah di dunia manusia adalah saat Hagi berusia 8 tahun dan dia mati di makan oleh para serigala di hutan dekat villa keluarga Hagi. Jika di lihat dari umur pria yang kini berusaha mengejar Hagi, seharusnya pria itu berumur lebih tua dari Hagi dan lagi setelah kematian dia di dunia manusia sebagai rubah Kyuhyun terlahir kembali di kerajaan Hanyeol. Jadi bagaimana bisa hal ini terjadi? Tapi seolah mengingat sesuatu Kyuhyun berdiri dari duduknya lalu tersenyum tidak percaya, seolah akhirnya ia mengerti dengan ucapan ambigu yang Donghae katakan padanya.
__ADS_1
"Jika Hagi saja bisa kembali setelah menghabiskan semua yang ia miliki hingga kejiwanya kenapa aku bahkan yang masih di beri kesempatan dengan di hukum terlebih dahulu tidak bisa?" Sambil tersenyum Kyuhyun bergegas meninggalkan paviliun Donghae yang sepertinya Kyuhyun tahu pemiliknya pergi kemana apa lagi Donghae secara terang-terang mengatakan padanya jika dia akan pergi lebih dulu.
Tidak ingin membuang waktu Kyuhyun yang seharusnya masih di perjamuan kerajaan hanya mengirimkan tranmisi suara pada ayahnya jika dia akhirnya memiliki cara membawa Hagi kembali tanpa harus terlalu merugikan Kyuhyun seperti sebelumnya dan akan pergi dalam waktu yang tidak bisa Kyuhyun tentukan, serta tahta yang seharusnya ia emban terpaksa di berikan kembali pada sang ayah untuk saat ini. Tujuan Kyuhyun kali ini tidak lain dan tidak bukan adalah puncak gunung Ji dia akan melakukan perjanjian dengan Sang Pencipta karena Kyuhyun yakin Sang Pencipta sendiri pasti sudah menunggunya untuk datang.
Seperti yang Kyuhyun perkirakan Sang utusan yang biasanya perlu di panggil dengan penyucian selama seminggu terlebih dahulu sudah ada di depan altar yang jujur saja membawa trauma tersendiri bagi Kyuhyun karena di tempat inilah Kyuhyun kehilangan Hagi bukan hanya jiwa gadis itu tapi juga beserta seluruh yang Hagi miliki di dunia para immortal ini. Hingga jika bukan karena apa yang Kyuhyun lihat di gua teratai saat setelah selesai pemurnian mutiara merah Kyuhyun mungkin membutuhkan waktu lama memikirkan cara membawa Hagi kembali kekerajaan Rubah.
"Kau akhirnya datang, Sang Pencipta tahu kau akan datang Dia mengutusku untuk mendengarkan perjanjian apa yang akan kau buat." Ucapan Utusan yang menyambutnya menbuat Kyuhyun mengetatkan rahangnya, Walaupun kesal karena ternyata semua yang terjadi di dalam hidupnya sudah di rancang dengan baik oleh Sang Pencipta Kyuhyun hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dia sebagai ciptaan tidak bisa berbuat apa-apa pada Sang Pencipta.
"Kuharap Sang pencipta berbelas kasih padaku kali ini." Ucapan Kyuhyun hanya di balas senyum mengejek dari utusan tersebut.
Kyuhyun kali ini bisa memahami kalau sebenarnya selama ini dia hanyalah satu dari banyaknya proses ujian bagi sang calon Maharani.
"Aku ingin membuat perjanjian dimana isinya adalah menjemput jiwa calon Maharani di masa depan . Sebagai pengorbanannya aku bersedia melepas tahtaku sebagai Raja Rubah yang baru saja aku dapatkan. Perjanjian kedua aku berharap bisa menjadi suaminya dimanapun dia berada entah itu dia sebagai manusia atau di dunia para immortal ketika dia menjadi Maharani. Sebagai pengorbananya aku bersedia melepas mutiara merah yang baru saja aku murnikan." Sang Utusan nampak mengerutkan keningnya heran tidak mungkin Kyuhyun melepas keabadiannya begitu saja.
__ADS_1
"Sepertinya kau sudah tahu apa yang terjadi di dunia manusia." Kyuhyun tersenyum kecil membuat Sang utusan mendengus kesal.
"Jika bukan karena kau di cintai oleh Rubah biru itu kau pikir Sang Pencipta akan sebaik itu padamu?" Pertanyaan Sang Utusan membuat Kyuhyun berlutut dengan pose memberi hormat.
"Aku selalu bersyukur dengan takdir juga kasibmh sayang yang Sang Pencipta berikan padaku." Ucapan Kyuhyun hanya di balas helah nafas sang utusan.
"Baiklah tunggu sini aku akan mengatakan keinginanmu." Meninggalkan Kyuhyun sendirian sang utusan pergi menyampaikan pesan, satu hari kemudian sang utusan kembali datang.
"Tuhan mengabulkan perjanjian yang kau buat Sang Pencipta cukup puas kau melepas kekuatan juga kekuasaan untuk calon Maharani, tapi Sang Pencipta ingin kau membuat Maharani jatuh cinta padamu tanpa kau yang mengingat siapa Maharani sebenarnya ."
"Tapi__"
"Jika kau tidak bisa membuat Maharani mencintaimu dan malah semakin terluka karenamu, bukan hanya perjanjian batal kau tidak akan pernah bisa kembali ke dunia para immortal lagi dan hidup sebagai manusia biasa disana bersama ingatanmu yang kembali dan kau tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi jika Calon Maharani mencintaimu dan mau bersamamu ingatanmu akan kembali dan kau di izinkan memberitahukan semuanya pada calon Maharani. Jika kau tidak mau kau bisa pergi." Kyuhyun menggeram kesal, bagaimanapun dirinya di dunia manusia terlihat sangat menyebalkan dia khawatir jika tanpa ingatan Kyuhyun khawatir akan lama sekali membuat Maharani menyukainya.
__ADS_1
Tbc
9 oktober 2021