
Ketika memasuki ruang resepsi Hagi tahu jika ia tidak akan menyukai tempat dimana ia akan menjalani acara pernikahannya, bukan karena tempat itu tidak sesuai keinginannya tapi lebih karena jumlah tamu yang terlampau banyak yang membuat Hagi risih, jika saja dia bisa berbicara seperti dulu Hagi akan menyukai tempat ini beserta sahabat yang mengelilinginya tapi kenyataannya Hagi bahkan tidak bisa mengucapkan betapa ia berterimakasih pada sahabat-sahabatnya juga teman yang ia kenal dulu saat ia masih bekerja karena datang ke pesta pernikahannya setelah menghilang 3 tahun tanpa kabar.
Menjadi beban tersendiri bagi ibu juga suaminya yang harus berbohong pada banyak orang tentang keadaannya yang bisu, terlebih suaminya itu terlihat tidak bahagia yang tentu saja bisa Hagi pahami, setelah malam perkenalan itu Kyuhyun menjaga jarak darinya dan hanya bertemu dengannya jika mendesak, selebihnya Kyuhyun hanya mengiriminya pesan itupun hanya berhubungan dengan perjanjian pra nikah, juga persiapan pernikahan.
Anehnya setelah kedatangan tamu misterius di tengah acara resepsi Kyuhyun kembali berubah, pria itu kembali bersikap sama seperti pertama kali Hagi bertemu dengan Kyuhyun, tatapan Kyuhyun kembali melembut dan bukannya Hagi terlalu percaya diri, pria itu kembali menatapnya dengan kerinduan yang anehnya kembali mengusik perasaan Hagi, tatapan itu kembali mengingatkan Hagi pada Sang Pangeran Rubah suaminya di alam lain.
Hal itu membuat Hagi semakin gelisah dan tidak nyaman di gedung yang semakin bising karena tamu yang hadir bukan berkurang tapi semakin bertambah. Ekspresi Hagi yang terlihat tidak nyaman sepertinya terlihat oleh Kyuhyun yang dengan cepat meninggalkan para tamunya agar mendekat kearah Hagi yang masih di kelilingi teman-temannya.
"Maaf sepertinya Hagi sudah sangat kelelahan tidak apa-apakan jika aku membawa istriku beristriahat lebih awal?" Kyuhyun tiba-tiba saja merangkul bahu Hagi dan Kyuhyun bisa merasakan untuk sesaat Hagi terlihat menegang di bawah sentuhannya, semua teman Hagi langsung mengangguk lalu meninggalkan Hagi setelah sekali lagi mengucapkan banyak selamat pada Hagi.
"Aku menyewa sebuah kamar di atas, aku tahu kau sudah tidak nyaman disini." Mendengar bisikan itu Hagi melepas rangkulan Kyuhyun lalu mendelik kesal.
"Jangan macam-macam." Mendengar ucapan Hati Hagi Kyuhyun terseyum geli lalu kembali merangkul bahu Hagi.
"Jangan begitu, kau ingat perjanjian kitakan? Bagaimana kita bisa punya anak jika aku tidak macam-macam padamu." Bisikan kali ini sukses membuat Hagi merona merah tapi wajah Hagi tentu saja kesal dan sekali lagi Hagi melepas rangkulan Kyuhyun lalu berjalan kearah pintu Ballroom. Kyuhyun sendiri hanya bisa tersenyum kecil sambil mengikuti Hagi kali ini dengan cepat Kyuhyun menggenggam tangan Hagi dan memimpin jalan menuju kamar hotel yang ia sewa untuk menghabiskan malam pertamanya dengan Hagi.
__ADS_1
"Dasar menyebalkan." Sekali lagi Kyuhyun menatap Hagi yang terlihat pasrah dengan genggaman tangannya sekarang membuat Kyuhyun kembali tersenyum kali ini entah kenapa perasaannya berubah tidak semurung sebelumnya, kenyataan Hagi adalah orang yang ia cintai dulu sepertinya membuat Kyuhyun semakin bersemangat, lagi pula banyak orang yang menatap keduanya dan Kyuhyun tahu Hagi tidak bisa berbuat kasar padanya di depan para tamu.
Ketika sampai di dalam kamar hotel, Hagi langsung terduduk di sofa sambil melepas hill di kakinya lalu memijat kakinya sambil menggerutu dalam hati yang terdengar jelas oleh Kyuhyun.
"Kenapa tamunya banyak sekali sih, aku sampai tidak ada waktu untuk duduk kakiku ngilu sekali, padahal aku sudah bilang untuk tidak memberikanku hill apa pemilik toko sepatu itu lupa." Awalnya Kyuhyun ingin mengoda Hagi terlebih dahulu tapi mendengar istrinya itu langsung mengeluh membuat Kyuhyun menahan diri untuk melakukanya, salah-salah istrinya itu bisa mengamuk padanya Kyuhyun tidak mau memulai pernikahannya ini dengan Hagi yang merajuk padanya.
"Maaf..." Kyuhyun yang tiba-tiba duduk di samping Hagi sambil meminta maaf membuat Hagi mengerutkan keningnya heran.
"Untuk?" Perlahan Kyuhyun mengangkat kaki Hagi kepangkuannya yang awalnya di protes oleh Hagi tapi Kyuhyun hanya berdecak pelan lalu mulai memberikan pijatan ringan di kaki Hagi membuat Hagi tidak sengaja bergumam pelan yang membuat Kyuhyun hanya mendengus pelan.
"Hari ini adalah hari pernikahan kita, apa tidak boleh aku baik padamu? Pada istriku sendiri?" Hagi hanya memutar bola matanya pelan lalu membiarkan Kyuhyun kembali memijat kakinya pelan.
"Aku yang menyuruh toko sepatu mengganti sepatumu, sepatu flat yang kau gunakan hanya akan membuatmu terlihat semakin pendek itu kenapa aku meminta mereka menukarnya, aku tidak tahu jika hal itu membuatmu tidak nyaman. Maaf." Dengan kesal Hagi menarik kakinya lalu berdiri di hadapan Kyuhyun sambil berkacak pingang.
"Seharusnya kau bertanya dulu padaku, aku punya alasan kenapa tidak menggunakan hill lagi, kau tidak bisa seenaknya seperti ini." Kyuhyun menghelah nafas lalu menarik tangan Hagi hingga Hagi terduduk di pangkuan Kyuhyun, ketika Hagi berniat kembali berdiri Kyuhyun menahan pinggang Hagi agar istrinya itu tidak pergi kemana-mana.
__ADS_1
"Itu kenapa aku minta maaf, aku tidak seharusnya mengambil keputusan tanpa persetujuanmu, maaf." Hagi kehilangan kata-kata, ada apa dengan Kyuhyun hari ini? Sebagai jawabannya Hagi hanya melipat tangan di dada sambil memalingkan wajah dari Kyuhyun dan mendengus sebal.
"Terserah kau sajalah, aku lelah." Tidak memperdulikan mood Hagi yang masih buruk Kyuhyun memeluk Hagi semakin erat lalu meletakan dagunya di bahu Hagi membuat Hagi sedikit menengang karena nafas pria itu berhembus ke arah telinganya.
"Bisa kau beritahu alasan kenapa kau tidak menggunakan hill lagi?" Hagi berdeham pelan sedikit menjaga jarak dari Kyuhyun tapi Kyuhyun kembali menarik Hagi kedalam dekapannya membuat Hagi mengkerut canggung.
"Bisakah kau lepaskan aku dulu? Rasanya tidak nyaman sekali tau!!" Bukannya menjauh Kyuhyun justru semakin bertingkah dengan menarik nafas panjang di bahu Hagi, hidung Kyuhyun kini tepat di antar bahu dan tengkuknya membuat Hagi merinding semakin tidak karuan.
"Kau tidak lupakan, jika kau menginginkan seorang anak dariku? Hal seperti ini kau harus terbiasa karena kita tidak mungkin melakukannya begitu saja jika kau tidak merasa nyaman atau tegang." Hagi menelan ludah pelan lalu menarik nafas panjang berusaha menenangan jantungnya yang berulah.
"Sepertinya kau sangat berpengalaman iya?" Mendengar hal itu Kyuhyun tersenyum kecil, entah kenapa setelah mendengar ucapan sahabat lamanya tadi Kyuhyun jadi tidak mau bertengkar sama sekali dengan Hagi, sebagai gantinya Kyuhyun mengecup pipi Hagi pelan membuat Hagi terkejut sambil menatap Kyuhyun tidak percaya.
Kesempatan itu di gunakan betul oleh Kyuhyun untuk mencium Hagi, dan hal itu terulang kembali dimana Hagi selalu tidak berdaya jika Kyuhyun sudah menciumnya, tapi demi Tuhan Kyuhyun yang kini ada di hadapannya yang menciumnya penuh kelembutan bukanlah sang Pangeran Rubah atau Pangeran kelima suami yang sangat ia cintai tapi Cho Kyuhyun seorang CEO muda yang adalah manusia biasa tapi kenapa Hagi lagi-lagi tidak berdaya ketika kerinduan asing itu datang lagi kerinduan pada suaminya sang Pangeran kelima atau Pangeran Rubah padahal ini hanya Cho Kyuhyun, iya hanya Cho Kyuhyun tapi Kyuhyun yang ini juga adalah suaminya jadi dengan pemikiran itu Hagi membalas ciuman Kyuhyun perlahan lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Kyuhyun membuat Kyuhyun entah kenapa di serang rasa senang luar biasa dan mencium Hagi semakin intens.
"Aku tidak akan melepaskanmu lagi Hagi_ya..."
__ADS_1
bersambung