My Eternal Love

My Eternal Love
Our Deal


__ADS_3

Mungkin karena selama ini Kyuhyun yang selalu di kejar banyak wanita membuat Kyuhyun terlalu percaya diri jika semua wanita tertarik padanya atau apapun yang akan Kyuhyun lakukan tidak akan pernah membuat wanita manapun marah, apa lagi gadis yang kini ada dalam dekapannya berkeras jika Kyuhyun terlalu mirip dengan seseorang yang sepertinya pernah gadis ini cintai.



Kyuhyun tidak pernah bersiap ketika Kyuhyun melepas ciumannya pada Hagi gadis itu langsung menendang tulang keringnya kuat-kuat hingga Kyuhyun mengerang kesakitan sambil mendelik marah pada Hagi yang tersenyum mengejek pada Kyuhyun.



"Rasakan, kau memang pantas mendapatkannya. Kau pikir kau siapa berani menciumku sembarangan."



Berusaha menahan denyut di kakinya Kyuhyun kembali berdiri tegak lalu merapikan jasnya sambil mengeraskan rahang menahan kesal.



"Aku calon suamimu bukankah sudah jelas." Hagi mendengus pelan lalu kembali mendelik kesal.



"Memang siapa bilang aku ingin menikah denganmu? Sekalipun kau sudah memutuskan tunanganmu tetap saja aku tidak mau menikah denganmu." Kyuhyun menghelah nafas kasar, seharusnya Hagi bersyukur karena masih ada yang mau menikahi gadis bisu sepertinya walaupun bagi Kyuhyun gadis ini sama sekali tidak bisu. Tapi bagi orang lain Hagi bisa di katakan beruntung karena bisa menikah dengannya yang tampan dan sempurna seperti dia.



"Aku ingin mendengar alasan lain kenapa kau tidak mau menikah denganku selain wajahku yang terlalu mirip dengan pria brengsek itu. Jika kau tidak punya alasan lain bukankah seharusnya kau memikirkan kembali penolakanmu ini? Sudah aku bilangkan entah ini kebetulan atau memang takdir kita berdua seperti ini karena hanya aku yang bisa mendengar suara hati dan pikiranmu itu dan jujur saja kau pasti merasa senang karena akhirnya ada yang bisa kau ajak bicara tanpa mengunakan isyarat." Hagi tertegun, apa yang di katakan Kyuhyun memang benar dan lagi di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, semua sudah Tuhan rencanakan.



Tapi demi apa!! Kenapa ada kebetulan menyakitkan ini untuknya? Walaupun pria di hadapannya sangat mirip dengan suaminya, Hagi sadar dia bukan Kyuhyunnya sang Pangeran Rubah. Seolah kembali mendengar suara hati Hagi akhirnya Kyuhyun kembali tersenyum puas.



"Lihat, bahkan kau juga setujukan denganku? Tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini berarti kita memang ditakdirkan untuk bersama." Hagi menatap Kyuhyun sambil mendelik kesal dia jadi tidak bisa menyembunyikan apapun di depan pria ini karena bisa membaca hati dan pikirannya.



"Berhenti mendengarkan hati dan pikiranku, kau mengesalkan." Kyuhyun mengangkat bahunya acuh, dia bukannya ingin mendengarkan tapi telinganya saja yang memang menangkap suara hati Hagi. Melihat itu Hagi mengeluarkan ponselnya kebetulan dia juga membawa headsetnya.



"Pasang itu di telingamu aku perlu berpikir tanpa kau yang merusuh." Hagi menyerahkan headset yang sudah terpasang di ponselnya lalu menyetel lagu secara random di ponselnya. Kyuhyun sendiri hanya menurut lalu memasang headset di telingannya, instumen music mengalun pelan di telinga Kyuhyun membuat Kyuhyun tersenyum kecil. Jadi Hagi suka instrumen classic?



Setelah yakin Kyuhyun tidak bisa mendengarnya Hagi mulai mondar mandir memikirkan apa yang harus Hagi lakukan? Hagi tidak pernah menyangka semua bisa serumit ini, tadinya Hagi berniat menikah dan membuat perjanjian dengan calon suaminya setelah mereka punya anak mereka bisa bercerai karena dari awal mereka tidak saling mengenal juga mencintai.



Tapi pria yang menjadi calon suaminya justru adalah pria yang paling ingin Hagi hindari, apa lagi Kyuhyun terang-terangan mengatakan jika dia menikahi Hagi karena bisnis keluarganya dan juga jangan Kyuhyun pikir Hagi tidak tahu jika Kyuhyun hanya memanfaatkan Hagi untuk penanaman saham atas harga pernikahan ini.



Lagi pula tadi siang Hagi bukan hanya melihat Kyuhyun berciuman saja dengan tunangannya itu tapi juga sempat mendengar tentang Kyuhyun yang akan kembali pada tunangannya setelah perusahaannya sudah stabil. Yang berarti Kyuhyun bisa kapan saja meninggalkan Hagi.



Sebenarnya semua akan sempurna jika saja namja itu tidak mirip suaminya, mereka bisa bekerja sama dan membuat perjanjian untuk kepentingan pribadi, tapi hal itu tidak mungkin terjadi sekarang Hagi terlalu takut jika akhirnya malah jatuh hati pada pria ini dan kembali sakit hati karena kembali di tinggalkan juga di khianati oleh Kyuhyun walaupun mereka berbeda.

__ADS_1



Pusing melihat Hagi yang terus mondar mandir di hadapannya Kyuhyun menahan lengan Hagi lalu menarik headset yang sedang mengalunkan instrumen music di telinganya.



"Bagaimana jika kita buat sederhana saja, katakan apa yang kau inginkan dariku? Aku akan membantumu semampuku dan sebagai imbalannya aku ingin kau membuat ibumu membantu perusahaanku sepenuhnya agar terhindar dari kebangkrutan." Hagi menaikan kedua alisnya, namja ini ternyata sepemikiran dengannya.



Untuk sesaat Hagi terdiam sambil menatap Kyuhyun dalam-dalam tanpa sadar Hagi kembali mengungkapkan isi hatinya sambil menatap Kyuhyun.



"Kenapa kau harus mirip sekali dengannya? Ini akan lebih mudah jika kau tidak mirip dengannya." Kyuhyun menghelah nafas, sial sebenarnya semirip apa pria itu dengan Kyuhyun hingga membuat Hagi kembali menatapnya dengan exspresi sedih.



"Begini saja, aku tidak tahu apa yang pria brengsek itu lakukan padamu tapi bagaimana jika kau anggap saja aku dia, kau bisa melakukan apapun denganku yang tidak bisa kau lakukan dengannya. Anggap saja sebagai bayaran karena ibumu akan menolong perusahaanku." Hagi menghelah nafas panjang, dia sempat berpikiran seperti itu sebelum tadi pagi bertemu dengan Kyuhyun, bahkan berpikir ada kemungkinan pria di hadapan Hagi adalah Kyuhyun suaminya yang menyusul Hagi ke dunia manusia walaupun terdengar mustahil.



Tapi ketika melihat Kyuhyun bermesraan dengan tunangannya bahkan rela kembali pada gadis itu setelah pemutusan pertunangan secara sepihak, Hagi yakin pria di hadapannya ini bukan suaminya, Kyuhyun suaminya tidak mungkin menyakitinya lagi bukan? Apa lagi pria di hadapannya berencana bercerai dengan Hagi setelah perusahaannya membaik.



Tapi Hagi masih ingat dia masih memiliki perjanjian dengan Hyunmie dan perjanjian itu tidak akan terbayar jika Hagi tidak menikah dan berusaha memiliki seorang anak, Hagi juga sempat ragu awalnya apakah dia bisa melakukan hubungan suami istri dengan suaminya kelak karena di pikiran Hagi hanya ada Kyuhyun seorang ,jadi mungkin kesempatan ini sengaja Tuhan berikan pada Hagi untuk memperlancar perjanjiannya dengan Hyunmie.



Sambil menarik nafas panjang Hagi menatap Kyuhyun lalu mengangguk kecil, dia pasti akan menyesalinya tapi Hagi akan memanfaatkan setiap moment dan kesempatan yang datang padanya sekarang.




"Apa perjanjiannya?" Tanya Kyuhyun dengan cepat membuat Hagi memutar bola matanya kesal apa pria ini begitu senang karena akan mendapatkan uang?



"Kita menikah berikan aku anak perempuan setelah itu kita bercerai kau bisa kembali pada tunanganmu itu." Kyuhyun menahan nafas dia tidak tahu kenapa hatinya terasa sakit mendengar Hagi mengatakan perjanjian itu, yang benar saja Kyuhyun tidak mungkin meninggalkan gadis itu jika ada anak di antara mereka.



"Kau gila? Jika ada anak aku tidak mungkin meninggalkanmu. Apa tidak ada permintaan yang lain?" Mendengar itu Hagi mendengus kesal, bukankah tadi Kyuhyun begitu bersemangat dengan perjanjian ini?



"Kau bilang aku bisa minta apapunkan? Aku hanya meminta anak perempuan darimu. Setelah itu kau bisa bersenang-senang dengan tunanganmu."



Kyuhyun mengetatkan rahangnya mulai kesal, sial entah kenapa rencana kembali pada Jein sudah tidak menarik lagi untuk Kyuhyun sekarang, setelah ciuman tadi banyak hal yang merubah semuanya termasuk perasaan Kyuhyun pada Hagi yang walaupun masih belum benar-benar Kyuhyun pahami. Tapi Kyuhyun tahu apa yang ia inginkan sekarang dan Kyuhyun menginginkan Hagi menjadi istri Kyuhyun selamanya.



Perlahan sebuah senyuman licik muncul di wajah Kyuhyun membuat Hagi sedikit merinding dan mundur satu langkah kebelakang. Tapi dengan cepat Kyuhyun menarik Hagi kepelukannya sambil masih tersenyum licik.

__ADS_1



"Kau akan menyesalinya tapi baiklah aku bisa menerima perjanjian itu, jadi dimana aku harus tanda tangan?" Hagi berusaha melepas pelukan Kyuhyun karena mulai gugup tapi Kyuhyun sama sekali tidak berniat melepaskannya. Jadi akhirnya Hagi menyerah melawan lalu menatap Kyuhyun kesal.



"Bisakah kita berbicara secara normal? Kau tidak perlu memelukku seperti ini? Aku juga akan menyi_" Hagi menghentikan rentetan perkataan dalam hatinya ketika lagi-lagi Kyuhyun menciumnya kali ini ciuman itu lebih lembut walaupun tidak lebih dari dua detik yang bahkan masih membuat Hagi membeku ditempat.



"Cap pengesahan..." bisikan kecil itu sukses membuat Hagi mendorong Kyuhyun paksa hingga membuat Kyuhyun melepas pelukannya dari Hagi.



"Kenapa kau selalu menciumku sih, aku tidak menyukainya." Kyuhyun tersenyum geli ketika Hagi terus menghapus bibirnya sambil menggerutu keras lalu Kyuhyun kembali mendekat kearah Hagi yang mundur seketika.



"Jangan mendekat lagi, atau kita batalkan saja perjanjiannya."



Kyuhyun memutar bola matanya lalu memasukan kedua tangannya ke saku celana bahan yang ia kenakan malam ini, berusaha keras agar tidak menarik Hagi lagi kedalam pelukannya.



"Kau bilang kau ingin anak perempuan, bagaimana bisa kau punya anak jika aku saja tidak boleh mendekat." Hagi mendesah pelan, apa yang di katakan Kyuhyun memang benar tapi Hagi masih belum siap, atau lebih tepatnya Hagi kesal pada diri sendiri karena pengaruh pria di hadapannya ini sama besarnya seperti pengaruh suaminya Sang Pangeran Rubah saat di dekatnya, padahal jelas-jelas keduanya adalah orang yang berbeda membuat Hagi merasa bersalah pada suaminya walaupun Hagi tahu suaminya itu mungkin saja sudah melupakannya sekarang. Hagi merasa mengkhianati suaminya sendiri.



"Aku tahu, tapi tidak sekarang. Biarkan aku terbiasa dulu denganmu bagaimanapun kau adalah orang asing."



Kyuhyun menarik nafas pelan, mimpi-mimpinya selama ini membuat Kyuhyun merasa Hagi bukanlah orang lain, tapi mereka jelas bukanlah orang yang sama. Ralat mereka bukan mahluk yang sama, yang satu nyata dan yang satu adalah bunga tidur Kyuhyun yang membuat Kyuhyun sadar dia belum bertanya tentang dari mana Hagi mendapatkan inspirasi menulis novel My Eternal Love.



"Baiklah... tapi kau tahukan perusahaanku membutuhkan suntikan dana secepatnya?" Mendengar hal itu Hagi memutar bola matanya sebal.



"Kau tidak perlu khawatir, pengacaraku akan membuat perjanjian sebelum kita menikah lalu aku hanya tinggal meminta eomma untuk membantu, selesai." Kyuhyun mendengus kecil, bagi Hagi mungkin ini bukan perkara besar tapi bagi Kyuhyun semua ini untuk karyawan yang bekerja di bawah kepemimpinannya.



"Bagus, jadi bagaimana jika kita membahas hal yang lain, hal yang sangat ingin aku tanyakan semenjak membaca ceritamu. Darimana kau mendapat inspirasi menulismu? Kau hanya menulis imajinasimu saja atau kau pernah mengalami sesuatu yang persis seperti di cerita itu tapi dalam konten yang berbeda?" Sesaat Hagi kembali terlihat sedih dan Kyuhyun jelas kembali mendengar namanya di panggil oleh Hagi dengan kesedihan yang kentara dan hal itu semakin membuat Kyuhyun penasaran.



Perlahan Hagi menatap Kyuhyun sendu yang anehnya kembali membuat Kyuhyun merasakan sengatan kecil di hatinya, sengatan rasa sakit hanya karena melihat gadis dihadapannya bersedih. Tapi dengan cepat Hagi menutup matanya lalu menggelengkan kepalanya pelan.



"Kau benar ini memang pengalaman pribadiku, tapi..." entah kenapa Kyuhyun merasakan jantungnya berdebar kencang, apa mungkin benar tebakan Kyuhyun yang entah bagaimana ceritanya Hagi dan Kyuhyun dulu pernah saling kenal tapi karena Kyuhyun hilang ingatan Kyuhyun lupa dengan Hagi dan ingatanĀ  yang hilang itu masuk ke dalam mimpi-mimpinya selama tiga tahun terakhir ini? Tapi bagaimana mungkin? Di dalam mimpinya Hagi dan Kyuhyun bukanlah manusia, di dalam mimpinya Hagi dan Kyuhyun sama persis seperti apa yang ada di dalam novel Hagi, mereka sepasang kekasih Rubah putih dan Rubah biru.


__ADS_1



bersambung


__ADS_2