My Eternal Love

My Eternal Love
Become A King


__ADS_3

Hai saya lanjut lagi, saya tahu banyak sekali yg berhenti membaca cerita ini karena terlalu lama tidak di lanjut, saya melanjutkan cerita untuk orang yang masih menunggu cerita ini selesai, terimakasih dan maaf dengan typo yg mengganggu.


****


Kerajaan Rubah hari ini mulai bersiap dengan ujian calon Raja mereka, beberapa diantara petinggi mulai sibuk di sekitar gua teratai yang memang akan di gunakan sebagai tempat ujian Pangeran Rubah untuk pemurnian mutiara juga ujian mental sang pangeran. Nampak Raja Rubah sendiri baru saja selesai memasang barier yang sebenarnya di rahasiakan beliau dari semua orang termasuk Kyuhyun dan hanya Ok Min yang tahu tetua itu kini masih menatap sambil tersenyum kecil ke arah dalam gua.


"Sepertinya ada berita bagus dari puncak Gunung Ji." Ucapan Raja Rubah hanya di balas anggukan kecil dari Ok Min yang setelah itu kembali menatap pintu gua, melihat tetuanya itu tidak berniat memberitahu, Raja Rubah paham jika Sang Pencipta pasti meminta Okmin merahasiakan hal tersebut karena jika tidak Ok Min pasti langsung memberitahukannya apa lagi hal ini berhubungan dengan jiwa menantunya yang mungkin saja kembali lagi kedunia para immortal.


"Bahagia atau tidaknya kabar itu tergantung keputusan Pangeran juga dewa tertinggi Donghae, para utusan hanya mengizinkan saya mengatakan hal itu saja untuk sekarang." Ucapan OkMin membuat Raja Rubah mengerutkan keningnya bertanya yang sekali lagi di balas senyum kecil oleh Okmin.


Walaupun Raja Rubah masih menunggu ucapan selanjutnya, Okmin justru izin pamit lalu berbaur dengan para petinggi di sebelah kanan gua yang langsung menyambut Okmin sambil bertanya tentang beberapa bunga lily dan beberapa bunga lainnya yang mendadak tumbuh subur di pintu gua teratai. Sekali lagi Ok Min hanya tersenyum pelan sambil sekali lagi menatap Rajanya dan mengangguk pelan. Raja Rubah hanya bisa menghelah nafas sambil membalas anggukan Okmin, ia harus cukup puas dengan berita adanya kemungkinan menantunya bangkit lagi hanya saja putranya harus kembali terlibat dalam prosesnya ia hanya berharap Kyuhyun tidak kembali menderita karena berusaha membawa istrinya kembali.


Setelah proses ritual penghormatan pada ayahnya, Kyuhyun yang sudah di sucikan dengan air yang di ambil dari kaki gunung Ji terlebih dahulu sebelum masuk gua teratai mulai membuka segel perlindungan untuk melindungi mutiara Merah di dalam jiwanya karena sekalipun pemurnian akan dilakukan tekanan gua teratai sangat kuat apa lagi bagian gua dimana Kyuhyun akan memurnikan mutiara merah memiliki tekanan yang bisa saja melukai mutiara merah jika tidak sanggup mengontrol energi di dalam gua. Baru setelah itu Kyuhyun masuk kearah gua secara perlahan.


Kyuhyun sempat melewati kolam teratai yang dulu sempat ia gunakan untuk penyembuhkan diri juga Hagi untuk pertama kalinya setelah pulang dari Hanyeol, perasaan sesak di hati Kyuhyun sempat mengacaukan energi di dalam tubuhnya jika saja Kyuhyun tidak hati-hati Kyuhyun bisa saja sudah terluka di awal pintu masuk gua teratai tapi tekad untuk bisa kembali bersama Hagi membuat Kyuhyun kembali mengatur nafasnya lalu kembali melangkah masuk menuju kedalaman gua, ketika sampai di titik dimana Kyuhyun sempat pingsan sebelumnya Kyuhyun mulai mengalami kesulitan berjalan, tekanan di dalam gua sudah di titik dimana sangat berbahaya, tapi jika Kyuhyun menyerah sekarang sebelum sampai di tempat pemurnian Kyuhyun harus menunggu lebih lama untuk kenaikan tahtanya lagi.


Kali ini bukan hanya Kyuhyun kesulitan berjalan, keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuh Kyuhyun beberapa kali Kyuhyun bahkan hingga muntah darah karena tekanan energi yang mulai menggila, jika saja Kyuhyun hanya masih mengingat setiap rasa sakit yang di alaminya bersama Hagi, Kyuhyun pasti sudah menyerah, tapi mengingat kenangan indah bersama Hagi serta senyuman istrinya itu di antara banyaknya bunga lily dan bunga matahari membuat Kyuhyun mengetatkan rahangnya lalu kembali melangkah sambil menghapus darah di sudut bibirnya mantap.


Setelah perjuangan yang panjang akhirnya Kyuhyun sampai di tempat pemurnian yang tekanannya lebih besar lagi dari pada di lorong menuju tempat pemurnian, walaupun wajah Kyuhyun yang sudah memucat, Kyuhyun sama sekali tidak gentar dan tanpa basa basi kembali langsung membuat segel yang membuat mutiara merah keluar dari tubuhnya. Saat mutiara merah keluar dari berbagai arah gua tiba-tiba saja muncul banyak sekali cahaya yang mengarah kearah mutiara merah tanda pemurnian di mulai. Kyuhyun langsung duduk dalam pose bersemedi dan mulai berkultivasi dengan menyerap energi murni yang di hasilkan mutiara merah yang menyaring energi melimpah gua teratai, tapi cobaan Kyuhyun baru saja di mulai gua teratai yang energinya di serap mulai menggali ingatan terkelam dalam hidup Kyuhyun dan hal itu akan terus terulang selama lebih dari 40 hari ketika Kyuhyun juga harus mengontrol energi yang masuk ketubuhnya beserta pemurnian mutiara merah yang ternyata sedikit sulit


Karena mulai gelisah merasakan kekuatan lain di dalam gua teratai.

__ADS_1


Ingatan terkelam Kyuhyun juga menjadi kegelisahan tersendiri bagi mutiara merah yang ternyata juga merasakan amarah pada Kyuhyun karena membuat mutiara merah terpisah dari tuannya yang terdahulu, kesalahan terbesar dalam hidup Kyuhyun adalah memperkosa Hyunmie yang ia sangka sebagai Hagi kekasihnya, saat itu mutiara merah juga menjadi saksi bagaimana tuannya dianiaya. Kyuhyun sekali lagi memuntahkan darah dari mulutnya ketika benturan terjadi dari berbagai arah, bukan hanya datang dari mutiara merah yang gelisah saja tapi energi gua teratai yang mencium kegelisahan Kyuhyun dari ingatan terkelamnya membuat energi gua teratai bergetar.


Kyuhyun hampir kehilangan kesadarannya dan gagal jika saja tidak ada energi halus yang membantunya menenangkan mutiara merah yang datang dari arah kanan tempat dimana sebuah segel misterius di buat, bukan hanya energi halus itu menenangkan mutiara merah, energi itu juga masuk melewati kening Kyuhyun yang perlahan mulai menampilkan kebersamaan Kyuhyun dengan Hagi selama ia bersama Hagi di Hanyeol, juga secara mengejutkan ingatan menyakitkan ketika Kyuhyun hanyalah seekor rubah biasa yang di mangsa oleh beberapa serigala juga bermunculan dan saat itulah Kyuhyun menangis sedih karena melihat Hagi yang meraung menangis sedih memanggil namanya.


"Pyong...pyong."


***


Dewa tertinggi Donghae sekali lagi menghelah nafas lega walaupun setelah itu mendengus kesal ketika sekali lagi menatap cermin di hadapannya, cermin semesta yang bisa melihat dimensi manapun yang di buat oleh sang pencipta memperlihatkan perkembangan Hagi di alam manusia walaupun sedikit tidak sabar, Donghae terpaksa mengetatkan rahangnya mengingat sang utusan yang meminta Donghae untuk tidak mengatakan apapun pada Kyuhyun.


Beberapa kali Donghae nampak mondar mandir demi mencari jalan keluar tercepat dari penantian panjangnya, dia sudah tidak sabar menanti Hyunmie untuk terlahir kembali, 300 tahun menunggu gadis itu menyelesaikan hukumannya sudah menguras kesabarannya. Sekali lagi Donghae menatap cermin semesta di hadapannya lalu menatap pria yang begitu mirip dengan pangeran rubah sebal, tapi beberapa saat kemudian dewa tertinggi itu mengangkat satu alisnya heran dengan perlahan Donghae mendekat lalu semakin memperhatikan pria tersebut lalu berdecak tak percaya.


"Wah... Pangeran Rubah sialan aku tidak mengira Tuhan juga ternyata sesayang itu padamu setelah semua yang kau lakukan pada kekasihku, Wah... menyebalkan sekali kau." Donghae semakin kesal setelah sekali lagi mengamati pria tersebut lalu mendengus tidak bijak walaupun setelah itu Donghae nampak memikirkan sesuatu lalu tersenyum licik.


"Katakan kapan Pangeran Rubah menyelesaikan ujian kenaikan tahtanya? Aku harus memberikan hadiah untuknya." Jaerim nampak binggung karena dari dulu Donghae sangat membenci Kyuhyun hingga Jaerim berpikir mungkin dia salah dengar.


"Maksud anda pangeran Kyuhyun?"  mendelik kesal Donghae menatap Jaerim marah.


"Memang kau pikir siapa lagi pangeran rubah di kerajaan rubah saat ini? Kecuali kau menemukan adanya anak haram raja rubah aku dengan senang hati mendengarkan." Jaerim menggeleng kuat, dia tidak berani selancang itu pada raja rubah.


"Hari ini Pangeran Kyuhyun sudah menyelesaikan ujiannya, ini kebetulan Raja rubah sendiri memberikan undangan untuk menghadiri perjamuan untuk lulusnya Pangeran Kyuhyun menjadi Raja berikutnya.

__ADS_1


"Bagus sekali, kita berangkat sekarang juga, ah apa kau sudah menyiapkan apa yang aku minta?" Walaupun masih binggung dengan suasana hati tuannya Jaerim mengangguk pelan, mengerti dengan apa yang Donghae maksud, Jaerim sudah meminta Dewa Siming untuk mengatur takdir kehidupan untuk Donghae di dunia manusia dimana nanti Donghae akan menemani Hyunmie sebelum membawa gadis itu kembali kedunia para immortal.


Sambil tersenyum senang Donghae berangkat bersama Jaerim menuju Kerajaan Rubah yang baru saja merayakan keberhasilan Kyuhyun melewati ujian kenaikan tahtanya sebagai Raja Rubah. Banyak sekali para immortal yang datang dan memberikan ucapan selamat pada Kyuhyun yang terlihat masih cukup kelelahan dan harus sudah menerima banyak tamu yang membuat Kyuhyun terkejut tentu saja kedatang Donghae yang selama ini selalu bermusuhan dengannya dan bahkan sempat berperang dengan kerajaan rubah jika saja Hagi tidak membujuk Donghae untuk menghentikan peperangan. Tapi mengingat kesalahan yang Kyuhyun lakukan kepada kekasih Donghae apa lagi selama 40 hari terakhir hal itulah yang menyerang energi spritualnya Kyuhyun dengan rendah hati memberi hormat terlebih dahulu pada Donghae.


"Salam hormatku pada Dewa Tertinggi Donghae." Walaupun senang dengan penghormatan pertama kalinya yang di berikan Kyuhyun padanya Donghae nampak menahan arogansinya mengingat siapa Kyuhyun di masa depan baginya.


"Tidak perlu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan bisakah kita bicara berdua saja? Bisa di bilang ada hadiah spesial yang ingin aku berikan padamu." Kyuhyun menatap semua orang yang nampak cemas padanya, Kyuhyun bisa paham mengingat Donghae sempat beberapa kali hampir membunuhnya tapi kali ini Kyuhyun berusaha tetap tenang, jikalau akhirnya Donghae memukulinya Kyuhyun akan menerimanya.


"Baiklah silahkan kesebelah sini." Kyuhyun membuka jalan untuk Donghae meminta Donghae untuk berjalan terlebih dahulu, keduanya berjalan kesebuah ruangan yang tidak jauh dari hall tempat pesta di adakan.


Setelah yakin hanya ada mereka berdua Donghae mulai menatap Kyuhyun dari atas hingga bawah, auranya kini sama jelas seperti kekasihnya dulu hanya saja kali ini energi mutiara merah lebih kuat bahkan sama kuatnya seperti dia membuat Donghae kembali kesal dan mendengus kesal. Sambil mengetatkan rahang Donghae berusaha menarik nafas agar tetap tenang.


"Dengarkan baik-baik apa yang akan aku katakan kali ini karena apa yang akan aku katakan adalah hadiah atas lulusnya kau dari ujian kenaikan tahtamu dariku. 'Hadiahmu ada di paviliunku dia tertutup sutra emas, pastikan kau membukannya dan perhatikan baik-baik cermin itu. Tahan emosimu semarah apapun itu jangan sampai emosimu menutupi informasi penting yang akan kau dapatkan. Satu lagi nasehatku pertahankan apa yang harus kau pertahankan tapi pastikan hal itu tidak merenggut apa yang paling penting dalam hidupmu, kekuatan dan tahta masih bisa kau miliki kapanpun selama kau masih hidup tapi belahan jiwamu hanya akan ada sekali seumur hidupmu." Setelah mengatakan hal itu Donghae bersiap untuk pergi meninggalkan Kyuhyun yang nampak bingung, sebelum Donghae benar-benar keluar Donghae kembali berbalik.


"Pastikan kau masuk paviliunku diam-diam dan jangan mencariku karena aku akan pergi lebih dulu dari pada kau, aku muak menunggumu terlalu lama." Setelah mengatakan hal itu Donghae benar-benar pergi meninggalkan Kyuhyun sendirian yang masih binggung dengan ucapan Donghae.


"Apa maksud Donghae sebenarnya? Kenapa dia mengatakan kata-kata ambigu seperti itu? Apa dia benar-benar gila memintaku menerobos paviliunnya sendiri secara diam-diam hanya untuk melihat sebuah cermin sementara dia sendiri bisa memberikan izin langsung padaku?" Untuk sesaat Kyuhyun nampak binggung tapi seolah mendapat pencerahan Kyuhyun berdiri dari tempat ia duduk dan langsung meninggalkan kerajaan Rubah begitu saja menuju kerajaan langit untuk menerobos paviliun sang dewa tertinggi.


"Jika tebakanku tidak salah ini pasti ada hubungannya dengan larangan para utusan pada Donghae mengenai masalah kekasihnya dan Hagi, aku harus tahu apa yang sebenarnya sang pencipta rencanakan."


TBC

__ADS_1


6 OKTOBER 2021


__ADS_2