
Malam masih gelap ketika Hagi terbangun dari tidurnya, Hagi mengelus tangan seseorang yang masih memeluknya dari belakang, suara nafas teratur menggelitik tengkuk Hagi membuat Hagi merubah posisi tidurnya menjadi terlentang tapi posisi itu tidak bisa bertahan lama karena Hagi merasa sesak karena perutnya yang membesar.
Perlahan Hagi mengelus perutnya ada sebuah nyawa yang bisa Hagi rasakan keberadaanya sebulan terakhir ini karena janinnya yang suka sekali mendendang membuat Hagi sekarang mulai berhenti banyak bertanya pada Kyuhyun, walaupun sebenarnya suaminya itu juga berusaha keras agar Hagi menyerah dan menerima kenyataan jika ia akan menjadi ratu di kerajaan ini juga menjadi ibu seorang putri atau Pangeran di masa depan.
Kyuhyun setiap hari walaupun tidak sesering dulu tidak pernah absen menyerahkan diri pada gairah keduanya tidak lupa Kyuhyun memberi banyak rayuan gombal yang awalnya membuat Hagi merinding dan muak tapi sekarang Hagi mulai terbiasa dan menyukai setiap rayuan Kyuhyun.
Hagi bangun dari tidurnya lalu menatap Kyuhyun sekilas yang masih tertidur nyenyak, perasaannya pada Kyuhyun sekarang sudah bukan sesuatu yang bisa ia tinggal dengan mudah tapi apapun itu Hagi tetap tidak bisa memungkiri jika ia sedih meninggalkan ibu yang mungkin masih banyak berharap padanya agar bangun.
Sekali lagi Hagi menatap Kyuhyun sendu, seandainya hubungan Hagi dan Kyuhyun tidak serumit ini Hagi pasti akan senang hati terus tinggal bersama Kyuhyun. Kebenaran yang belum semua Hagi ketahui juga membuat Hagi takut jika hal itu akan menjadi bom waktu untuk perasaannya yang sudah terlanjur dalam pada Kyuhyun.
"Kenapa kau harus berasal dari sini? Kenapa kau bukan manusia biasa saja?" Gumaman Hagi sepertinya mengusik tidur Kyuhyun membuat Kyuhyun sedikit bergerak dan bergumam dalam tidurnya yang entah kenapa selalu membuat Hagi senang karena suaminya ini selalu menggumamkan namanya.
Merasa haus Hagi beranjak dari ranjang lalu mendekat kearah meja anehnya malam ini air yang biasa di isi penuh di bejana kecil yang berada di meja tandas dan tidak ada yang mengisi, Hagi tadinya bermaksud membangunkan Kyuhyun tapi melihat Kyuhyun tertidur lelap membuat Hagi tidak tega.
Perlahan Hagi keluar dari kamar berusaha menemukan siapapun yang bisa memberikannya pertolongan walaupun tidak yakin di jam ini masih ada pelayan yang terjaga, tapi sepertinya Hagi meremehkan Kerajaan Rubah karena beberapa meter di hadapannya ada beberapa pelayan yang sepertinya sedang bergosip layaknya manusia membuat Hagi tersenyum kecil, tapi senyumannya hilang ketika topik pembicaraan adalah sang Pangeran sendiri, Hagi langsung menyembunyikan diri dia penasaran dengan apa yang di bicarakan para pelayan tentang suaminya karena selama ini tidak ada seorangpun yang di biarkan bergosip di dekatnya oleh Kyuhyun.
Tapi mungkin keputusan Hagi untuk menguping adalah keputusan yang buruk karena yang Hagi dengar justru membuat Hagi mengkhawatirkan apa yang selama ini iya takutkan, seperti bom waktu Hagi tidak tahu lagi bagaimana perasaannya sekarang ketika terus menguping pembicaraan para pelayan itu.
Rasanya begitu menyakitkan Hagi bagai menelan biji simalakama, mendadak punggungnya terasa dingin oleh amarah dadanya terasa sesak oleh rasa sakit yang baru saja ia cerna lewat telinganya, Hagi tidak ingin percaya tapi semua terasa masuk akal perlahan Hagi keluar dari tempat persembunyiannya lalu mendekat kearah para pelayan yang ketika sadar langsung berhenti berbicara dan terkejut lalu menunduk memberi hormat.
Hagi tidak berekspresi dia menahan diri untuk tidak menangis atau histeris dia akan mencari tahu sebanyak mungkin apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu hingga Kyuhyun begitu takut mengatakannya pada Hagi dan terus mengulur waktu memberinya jawaban. Hagi menatap satu persatu para pelayan yang lima bulan terakhir melayaninya hingga tatapannya jatuh pada seorang gadis yang Hagi tahu sepertinya sangat dekat dengan Kyuhyun karena hanya gadis ini yang tidak memanggil Kyuhyun Pangeran.
"Nammi_ssi ikut aku sebentar." Nammi terkejut lalu menatap para pelayan lain yang masih menunduk takut lalu mengangguk kecil pada Hagi.
__ADS_1
"Kalian sebaiknya pergi, atau jika kalian ingin sekali bergosip jangan di sekitar sini jika tidak ingin suamiku memergoki kalian menjelek-jelekan dirinya." Sekali lagi para pelayan itu terkejut lalu menunduk pamit dan mungkin mengambil langkah seribu untuk pergi dari sana. Sekali lagi Hagi menatap Nammi yang terkejut dengan tatapan tajam Hagi lalu menunduk takut.
"Ikut aku." Hagi berjalan di depan di ikuti Nammi dari belakang, ada sebuah beranda di luar istana dekat dari sini yang bisa membuat keduanya bisa bicara panjang lebar.
Ketika sampai Hagi duduk perlahan sambil mengelus perutnya yang bergejolak biasanya janinnya akan tenang saat di dekat ayahnya tapi kali ini Hagi bahkan tidak yakin bisa dekat-dekat dengan Kyuhyun, dia bisa saja mengamuk sekarang tapi dia bukan dalam kondisi bisa melakukan hal itu.
"Sudah berapa lama kau tinggal disini?" Hagi mulai bertanya dan ketika melihat gadis itu Hagi sadar gadis itu sudah tidak takut lagi padanya dan memasang muka acuh.
"Lumayan lama, aku di sini semenjak Kyuhyun oppa masih kecil." Selama ini Nammi memang tidak pernah memanggil Kyuhyun Pangeran gadis ini cenderung memanggilnya Tuan dan entah kenapa saat Nammi memanggil Kyuhyun oppa membuat Hagi kesal.
"Oppa? Sebenarnya siapa kau?" Nammi melipat tangan lalu duduk begitu saja di hadapan Hagi.
"Kalau begitu kau tetaplah seorang pelayan, dimana sopan santunmu beraninya kau memanggil Kyuhyun oppa." Nammi mendengus kesal lalu berdiri dan pura-pura memberi hormat pada Hagi.
"Apa ini cukup?" Hagi mengetatkan rahangnya kesal, selama di istana dia tidak menyangka Nammi ternyata semenyebalkan ini jika tidak di hadapan Kyuhyun ternyata gadis ini bermuka dua, sialan.
"Langsung saja, aku ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi sebelum Kyuhyun di hukum, kau tadi sibuk bergosip dan menjelek-jelekan oppamu itu." Sekali lagi Nammi mendengus kesal lalu menatap Hagi meremehkan.
"Kami buka menjelek-jelekan Pangeran Kyuhyun, tapi kami kasihan pada Pangeran dan itu semua memang kenyataan." Hagi menggebrak meja murka membuat Nammi sedikit terkejut tapi masih menatap Hagi sinis.
"Kasihan? Kau jelas-jelas memfitnahnya." Nammi berdecak tidak percaya lalu mendekat kearah Hagi dengan tatapan menggejek.
__ADS_1
"Aku dengar kau tidak ingat dengan kejadian di masa lalu dan ku pikir itu sama sekali tidak adil untukmu, biar aku perjelas Tuan Putri kenyataannya itulah yang terjadi lagi pula bukan hanya ada aku saat itu ada beberapa pelayan yang masih bekerja di sini yang ingat dengan jelas bagaimana sakit hatinya Pangeran Kyuhyun karena di permainkan oleh anak tetua di kerajaan ini." Hagi tersentak dia masih ingat Ok Min adalah ayah di masalalunya dan Ok Min adalah tetua di kerajaan Rubah.
"Apa maksudmu? Kau bahkan tidak tahu siapa aku?" Nammi mendengus semakin kesal lalu menatap Hagi tajam.
"Tentu saja aku tahu, kau Hyunmie gadis yang dulu pernah di perkosa oleh pangeran kami menjelang pernikahan besarmu dengan sang Dewa Tertinggi karena mempermainkan Pangeran diam-diam berhubungan dengan pangeran dengan nama lain. Dan menurutku itu pantas untukmu walaupun kau cukup tahu diri dengan bunuh diri setelahnya." Sekali lagi hantaman rasa sakit membuat Hagi menarik nafas kesulitan, Hagi mencengkram dadanya dia berusaha menahan air mata yang siap berjatuhan. Ekspresi Hagi jelas membuat Nammi semakin senang lalu duduk di samping Hagi.
"Kami sangat menyayangkan setelah hukuman tidak adil juga perjuangan Pangeran agar bisa kembali kekerajaan Pangeran malah kembali harus terlibat lagi denganmu dan kau juga harus tahu karena kau kami kembali perang dingin dengan kerajaan langit. Tunanganmu itu tidak terima kau di rebut kembali setelah penantian panjang Sang Dewa agar bisa menikahimu. Kami bahkan tidak tahu kapan perang akan terjadi dan harus kembali aku ingatkan itu semua karenamu" Hagi menutup matanya dia tidak sanggup mendengar kelanjutan cerita itu tapi Nammi dengan bersemangatnya terus bercerita tentang kejadian di masalalu.
"Kami kesal karena setelah apa yang terjadi Pangeran masih tergila-gila padamu dan bahkan sekarang kau hamil, tapi di sisi lain kami kasihan padamu juga karena pada kenyataanya kau tidak ingat apa yang terjadi dulu. Bukankah akan adil jika kau mengingatnya? Jadi kau bisa benar-benar tahu apa yang harus kau lakukan agar Tuananganmu itu tidak berkeras untuk berperang dengan kerajaan Rubah." Hagi berdiri perlahan lalu menatap Nammi yang nampak tersenyum puas melihat Hagi yang terlihat menderita.
"Apa kau puas bisa menceritakan semuanya?" Pertanyaan Hagi membuat Nammi berdiri juga lalu berbisik pelan pada Hagi.
"Sangat puas... lagi pula kaulah yang bertanya duluan." Setelah berbisik menyakitkan seperti itu Nammi izin pamit dan tanpa persetujuan dari Hagi Nammi pergi dengan senyum penuh kemenangan.
Setelah yakin Nammi pergi Hagi akhirnya mulai terisak sedih, berulang kali Hagi memukul dadanya yang sesak rasa pening di kepalanya membuat Hagi meremas rambutnya sambil terus terisak sedih, sialan Pangeran arogan nan egois itu dia membuat Hagi merasakan sakit yang luar biasa yang bahkan tidak mengeluarkan darah dan rasanya benar-benar menyakitkan.
Sekarang semua sudah jelas Kyuhyun berbohong selama ini pada Hagi, ketika mengingat betapa takutnya Kyuhyun menceritakan semuanya Hagi menangis sambil tertawa pilu dia bisa gila sekarang mengingat dia begitu mencintai Kyuhyun sekarang bahkan sempat berpikir untuk tidak kembali pada ibunya, sialan kenapa Hagi bisa sebodoh ini. Tidak Hagi tahu akan seperti ini hanya saja Hagi tidak menyangka kebenaran di masa lalu itu merusak segalanya dan memberi pukulan telak untuknya.
"Eomma... eomma... aku ingin pulang, aku merindukanmu..."
Cukup lama Hagi menangis jika bisa sebenarnya ia ingin meraung pilu tapi ia tidak mau membuat semua orang gempar di malam hari seperti ini dengan sisa tenaganya Hagi berusaha menghentikan isak tangisnya lalu berjalan masuk kedalam istana, tatapan Hagi terasa kosong Hagi hanya berjalan begitu saja masuk kedalam kamar dan ketika menatap suaminya yang masih tertidur lelap Hagi ingin sekali tertawa sambil kembali menangis tapi lebih dari itu rasa marah yang meledak-ledak membuat Hagi lupa jika ada janin yang terpengaruh dengan emosinya dan dengan panik Hagi menycengkram perutnya kesakitan, sebelum sempat melakukan apapun Hagi sudah terjatuh lebih dulu di samping meja membuat apapun yang ada di atas meja berjatuhan dan sukses membangunkan Kyuhyun sayangnya sebelum Kyuhyun mendekat kearahnya Hagi sudah kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
Bersambung