
Matahari sudah turun dari atas langit hari ini, tapi Kyuhyun masih melamun sambil menatap kosong kedepan, padahal tempat itu adalah tempat paling indah yang di miliki kerajaan Rubah, sebuah ladang bunga lily biru milik keluarga tetua yang di segani oleh keluarga kerajaan.
Sebenarnya Kyuhyun tadi tidak di izinkan masuk ketempat itu, mengingat apa yang terjadi di masa lalu yang membuat tetua kehilangan putrinya karena Kyuhyun. Tapi setelah penjelasan panjang lebar juga dengan berlututnya sang Pangeran Rubah demi meminta maaf atas kesalahan Kyuhyun dulu, akhirnya tetua mengizinkan Kyuhyun untuk memasuki ladang bunga lily yang masih subur walaupun orang yang merawat tempat itu sudah mati.
Setelah penjelasan yang Raja Rubah katakan semalam, Kyuhyun bahkan untuk pertama kalinya terisak sedih sendirian sambil menatap Hagi yang masih terbaring di goa dimana kolam teratai berada, sambil berkali-kali meminta maaf pada istrinya itu, Kyuhyun juga berulang kali memukuli kepalanya sendiri atas kebodohan yang ia lakukan di masalalu hingga menyeret banyak orang dalam masalah yang ia timbulkan.
"Aku mendengar dari Raja Rubah jika istrimu yang sekarang adalah putriku." Ucapan seseorang di samping Kyuhyun membuat Kyuhyun terbangun dari lamunannya lalu mengangguk pelan, sekarang setelah mengetahui semua kebenarannya Kyuhyun tidak tahu ia masih pantas mendapatkan gadis itu atau tidak.
"Apakah kau bisa membawanya kemari jika dia sudah bangun?" Kyuhyun menatap orang di sampingnya cukup lama lalu sekali lagi mengangguk pelan.
"Sepertinya Pangeran Kita sedang dalam krisis tidak bisa berbicara hingga hanya mengangguk sejak tadi." Orang itu kali ini menatap Kyuhyun sedikit bersahabat membuat Kyuhyun tersenyum lemah.
"Maaf, aku hanya masih merasa bersalah pada gadis yang aku cintai, setelah semua yang aku ketahui sejauh ini aku tidak tahu aku masih pantas atau tidak untuk tetap bersamanya." Orang itu menghelah nafas Ok Min tetua pemilik dari ladang bunga lily sekaligus orang tua dari gadis yang Kyuhyun cintai itu menghelah nafas panjang lalu menerawang ke arah matahari yang mulai hilang di cakrawala.
"Pantas atau tidaknya bukan kaulah yang menilai, jika dia melakukan semuanya sampai sejauh ini untuk bisa bersamamu, sudah pasti kau harus bersamanya. Tapi, putriku itu bukanlah lagi gadis yang sama seperti dulu terlebih dengan mutiara biru yang ia berikan padamu dia bisa saja berubah pikiran setelah mengetahui semuanya." Kyuhyun menelan ludah payah dia tahu pasti itu dan entah kenapa Kyuhyun tidak pernah bermaksud memberitahukan yang sebenarnya jika hal itu akan membuat Kyuhyun kehilangan orang yang ia cintai lagi seperti dulu.
"Jika boleh apa aku bisa tidak memberitahukan semua padanya?" Ok Min mulai berjalan menuju pondok di dekat ladang di susul Kyuhyun di belakang sambil sesekali tetap menatap matahari yang perlahan mulai hilang.
"Kau tahu kau bisa melakukannya, tapi harus kau ingat dia bisa saja lebih terluka jika mengetahuinya dari orang lain dan jangan kau lupa walaupun dia putriku, kenyataannya jasad putriku bukanlah lagi dari dunia ini. Dia di sini karena perjanjian dengan Raja Rubah dan ikatannya denganmu serta buah dari kebaikanya di masa lalu." Kyuhyun berhenti melangkah dia tahu itu sejak awal karena berpikir bisa mulai mencintai gadis lain setelah pengkhianatan yang di lakukan oleh kekasihnya dulu, tapi siapa yang menyangka Kyuhyun justru mengikat gadis yang sama dengan gadis yang ia cintai dulu dan anehnya Raja Rubah merestuinya tanpa melarang sama sekali saat itu, padahal dia masih dalam masa hukuman. Sekarang setelah mengetahui semuanya Kyuhyun paham kenapa ayahnya tidak melarang sama sekali sekalipun Kyuhyun mengikat seseorang yang berbeda dunia dengannya.
"Tetua, apa kau merestui aku dengan putrimu?" Ok Min menatap Kyuhyun dalam, lalu ketika matahari benar-benar hilang dari langit ladang bunga Lily mulai mengeluarkan sinarnya, setelah tiga ratus tahun inilah pertama kalinya lagi ladang ini bersinar kebiruan, Ok Min yang menatap Kyuhyun mulai menatap sekelilingnya sambil tertawa kecil.
"Jujur saja Pangeran aku tidak pernah merestui hubungan kalian, putriku itu adalah titipan Sang Pencipta bukan hanya padaku tapi pada kerajaan ini, jadi ketika kau menyakitinya dulu aku sangat marah. Tapi melihat kau disini dengan mutiara biru itu aku yakin Tuhan memang sudah memberikan restunya untuk kalian sekalipun kalian berbeda dunia. Jadi apalah arti restuku jika Sang Pencipta saja memberikannya untuk kalian. Yang harus kau lakukan pastikan kau membahagiakannya juga berikan apa yang ia mau lakukan usaha terbaikmu untuk menebus mutiara biru yang ia berikan padamu." Ok Min mulai masuk kedalam pondok dengan sekali lagi menatap sekelilingnya dengan perasaan senang, meninggalkan Kyuhyun yang menatap padang bunga Lily itu dengan perasaan bahagia juga sakit yang sama.
"Sayang... aku merindukanmu... jadi cepatlah bangun." Gumam Kyuhyun pelan lalu kembali menatap hamparan sinar biru yang berasal dari bunga Lily di padang itu.
****
Hagi terbangun dari tidur panjangnya dalam keadaan setengah sadar, tubuhnya masih terasa lemas juga pandangannya belum terlalu jelas, tapi Hagi sadar ketika ia bangun ada Kyuhyun di sampingnya yang menatapnya dengan kerinduan paling menyenangkan yang Hagi rasakan.
Hagi juga sadar ketika akhirnya Kyuhyun memangkunya lalu membawanya pergi dari tempat dimana Hagi terbangun tadi, walaupun tidak jelas tempat apa itu tapi rasanya benar-benar dingin dan ketika Hagi melingkarkan tangannya ke leher Kyuhyun, Hagi mengerang karena Kyuhyun begitu hangat.
"Hangat..." gumam Hagi pelan yang hanya di balas kecupan manis di kening Hagi oleh Kyuhyun.
__ADS_1
Setelah itu Hagi kembali tertidur entah berapa lama yang jelas ketika terbangun kembali Hagi sudah ada di sebuah tempat mirip gua yang berbentuk seperti kamar dengan ornamen yang sangat indah di sekelilingnya,lilin-lilin di tempat itu juga membuat kamar itu menjadi hangat, masih malas untuk bangun Hagu menarik selimut tebal yang membungkus tubuhnya sambil menggeram pelan.
"Aku lapar..." Hagi menghelah nafas lalu menatap sekelilingnya sekali lagi, berharap menemukan sesuatu untuk di makan tapi tidak ada apapun.
Dulu saat di kediaman Kim, ada Min Ji yang selalu ada di kamarnya bahkan ketika Hagi tidur jadi ketika bangun Min Ji sudah menyiapkan semuanya untuk Hagi termasuk makanan.
"Kau sudah bangun?" Hagi langsung memutar kepalanya ke arah kanan dan untuk sesaat Hagi tertegun, Kyuhyun suaminya memang sejak pertama kali bertemu sudah tampan, tapi entah karena Hagi sudah jatuh hati pada Kyuhyun atau memang Kyuhyun yang berubah, sekali lagi Hagi terpesona dengan ketampanan Kyuhyun hingga membuat Hagi hanya menatap Kyuhyun dari mulai pintu masuk sampai duduk di sampingnya. Melihat tatapan Hagi padanya, Kyuhyun tersenyum kecil lalu mengelus rambut Hagi perlahan.
"Ada yang kau butuhkan?" Pertanyaan Kyuhyun sontak membuat Hagi sadar dari lamunannya lalu meringis pelan sambil memegang perutnya.
"Aku lapar..." Kyuhyun kembali tersenyum manis lalu mengangguk pelan saat Kyuhyun berniat beranjak dari ranjang, Hagi langsung menarik Kyuhyun kembali duduk.
"Tunggu, kau harus menjelaskan dulu dimana kita sekarang? Tempat ini sepertinya bukan Hanyeol, apa kita ada di dunia lain?" Sekali lagi Kyuhyun tersenyum kecil lalu kali ini Kyuhyun mengelus kening Hagi pelan.
"Akan aku jelaskan dimana kita berada, tapi kau harus makan dulu kau tertidur cukup lama." Membahas soal makanan perut Hagi kembali merintih membuat Hagi meringis pelan.
"Sepertinya kau benar, baiklah makan dulu lalu bicara kemudian." Kyuhyun kali ini benar-benar pergi dari kamar itu, meninggalkan Hagi kembali sendirian.
Setelah benar-benar habis Hagi baru menatap Kyuhyun yang masih menatapnya tanpa berkedip membuat Hagi memajukan wajahnya pada Kyuhyun sambil mengibaskan tangannya yang dengan cepat Kyuhyun tangkap.
"Jangan begitu, aku sedang menatapmu." Hagi menarik tangannya gugup lalu meletakan nampan sedikit jauh dari hadapannya.
"Aku kira kau melamun." Kyuhyun kembali mendekat lalu duduk di samping Hagi sambil menggenggam tangan Hagi erat.
"Waktuku sangat berharga jika hanya di gunakan untuk melamun, aku lebih suka menggunakan waktu berhargaku itu untuk memandangimu." Hagi mengigit bibirnya gelisah, lalu menggembungkan pipinya antara kesal juga malu.
"Kau pintar merayu." Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan lalu menangkupkan telapak tangan Hagi pada wajahnya.
"Itu bukan rayuan itu fakta, kau tertidur sangat lama, jadi sangat menyenangkan melihatmu bangun lalu makan dengan lahap." Hagi tertegun lalu menarik tangannya perlahan.
"Memang berapa lama aku tertidur?" Kyuhyun menarik nafas panjang lalu memeluk Hagi yang menegang karena terkejut.
"Cukup lama hingga aku berpikir mungkin kau tidak akan bangun lagi, aku takut sekali." Bisikan Kyuhyun membuat Hagi perlahan relax di pelukan Kyuhyun dan perlahan membalas pelukan Kyuhyun.
__ADS_1
"Tapi aku sudah bangunkan, jadi tidak perlu takut." Sebagai jawabannya Kyuhyun hanya bergumam kecil sambil memeluk Hagi semakin erat.
"Jadi bisa kau beritahu dimana kita sekarang?" Pertanyaan Hagi membuat Kyuhyun melepas pelukannya lalu menatap Hagi lembut.
"Di kerajaanku, Kerajaan Rubah." Hagi menarik alisnya bingung tapi ketika ingat mata biru milik Kyuhyun terakhir kali yang Hagi lihat sebelum kehilangan kesadarannya Hagi mulai mengambil kesimpulan.
"Maksudmu kau Raja Rubah?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu kembali memeluk Hagi kali ini Hagi sudah terbiasa dan diam saja.
"Belum, aku belum menjadi Raja." Hagi sedikit melonggarkan pelukanya lalu menatap Kyuhyun sambil memiringkan kepalanya lucu.
"Pangeran lagi?" Kyuhyun tersenyum sambil mengangguk pelan membuat Hagi berdecak tidak percaya.
"Jadi aku bukan hanya menikahi Pangeran dari Kerajaan Hanyeol saja tapi dari Kerajaan Rubah juga?" Sekali lagi Kyuhyun mengangguk perlahan.
"Tapi tunggu aku masih tidak mengerti, bagaimana bisa kau memerankan dua pangeran sekaligus?" Kyuhyyn menarik nafas panjang lalu menatap Hagi serius.
"Sebenarnya aku adalah Pangeran Rubah, Pangeran kelima di Hanyeol sudah lama mati sejak dia kecil hanya saja karena tubuhnya cocok untukku juga karena Selir Hanna yang juga punya hutang budi dengan ayahku, aku akhirnya memiliki tubuh putranya." Kali ini Hagi membuka mulutnya terkejut lalu membuat jarak dengan Kyuhyun.
"Jadi ini bukan tubuh aslimu? Kyuhyun juga bukan namamu?" Sekali lagi Kyuhyun menarik Hagi kedalam pelukannya lebib erat.
"Tidak, namaku memang Kyuhyun dulu saat Pangeran kelima lahir untuk mengenang jasa ayahku, Selir Hanna mengizinkan ayah memberikan nama untuk putranya yang memang sejak awal akan di jadikan wadah untuk tubuhku." Hagi mendongkak menatap Kyuhyun masih dengan mengerutkan keningnya bingung.
"Memang kenapa dengan tubuhmu?" Sesaat Hagi bisa merasakan ketegangan di tubuh Kyuhyun, suaminya itu nampak enggan menjelaskan.
"Tubuhku sudah hancur, tapi kau tidak perlu khawatri, semenjak aku masuk ke tubuh Pangeran Kelima wajah pangeran kelima juga perlahan berubah menyerupai wajahku yang asli." Hagi menatap Kyuhyun curiga.
"Kau tidak bohongkan? Jangan-jangan kau jelek sekali." Kyuhyun memutar bola matanya lalu mencium Hagi dengan kuat membuat Hagi membeku karena terkejut.
"Aku tampan seperti ini sejak dulu." Bisikan Kyuhyun sontak membuat Hagi mendengus geli, ternyata Kyuhyun masih sombong tidak peduli dia Pangeran Hanyeol ataupun Pangeran Rubah.
"Tapi kau bilang tubuhmu hancur kenapa? Aku masih tidak mengerti maksudmu?" Kyuhyun sekali lagi mengehelah nafas panjang, ceritanya akan sangat panjang sekalipun Kyuhyun tidak menceritakan semuanya.
bersambung
__ADS_1