
Saat pertama sampai di kondiumnya Kyuhyun hanya bisa menggeram kesal karena ternyata Jein masih ada di Kondium dan langsung memeluk Kyuhyun begitu saja, dengan kesal Kyuhyun langsung melepas pelukan Jein sambil melirik kanan dan kiri.
"Dimana istriku?" Mendengar Kyuhyun memanggil rivalnya sebagai istrinya, Jein menatap Kyuhyun kesal.
"Wanita penganggu itu meninggalkanku begitu saja, tidak tahu sopan santun." Kyuhyun menahan dorongan untuk mencekik gadis di hadapannya, bukankah sudah jelas siapa yang tidak sopan.
"Kenapa kau harus datang kemari, jika kau ada perlu kau bisa datang ke kantorku, lagi pula bukankah aku sudah bilang jika kita sudah tidak bisa bersama lagi." Ucapan Kyuhyun sontak membuat Jein marah.
"Kau sudah berjanji oppa, kau akan meninggalkan gadis itu jika perusahaanmu sudah stabil." Jerit Jein marah membuat Kyuhyun menutup mata sambil mengerutkan dahinya karena teriakan Jein.
"Aku memang sudah berjanji, tapi tidak setelah ayahmu mendatangiku dua minggu lalu, dia secara khusus menggundangku ke acara pertunanganmu dengan Cha Dong Woon." Mendengar itu Jein sedikit panik dia kemudian mulai merajuk.
"Tapi aku tidak menyukainya, aku sudah bilang pada ayah aku ingin menikah denganmu, aku akan kabur jika oppa mau tinggal bersamaku lagi di sini." Kyuhyun kehilangan kata-kata dia jadi heran pada dirinya sendiri bagaimana bisa dulu ia begitu bergantung pada gadis di hadapannya ini?
"Apa kau gila? Walaupun istriku dan aku menikah karena perusahaan, aku tidak mungkin tidak menghormatinya dengan membawa gadis lain ke rumah yang kami tempati, apa lagi ibunya membantu perusahanku yang hampir bangkrut. Jein aku sarankan sebaiknya kau setujui saja pertunagan itu, lagi pula Dong Woon lebih kaya dariku." Kali ini Jein kembali marah lalu mendorong Kyuhyun kesal.
"Dasar pria berengsek, setelah tiga tahun bersama seperti suami istri kau langsung membuangku begitu saja? Kau akan menyesal karena sudah mencampakanku." Sambil menangis Jein keluar dari kondium Kyuhyun meninggalkan Kyuhyun yang sempat menarik nafas lega tapi langsung berlari keluar kondium juga untuk mencari Hagi.
Di dalam mobil Kyuhyun mulai berpikir apa mungkin Hagi kembali kekediaman keluarga Kim, jika iya akan sulit nantinya untuk membujuk Hagi karena nyonya Kim pasti mencari tahu semuanya dan jika Nyonya Kim tahu maka tamatlah sudah, nyonya Kim bisa menjadi eksekutor bukan hanya untuk perusahaannya tapi mungkin saja juga hidupnya. Sambil menarik nafas panjang Kyuhyun berusaha mencoba untuk menghubungi kediaman Kim dan ketika pelayan keluarga Kim menjawab jika Hagi tidak ada Kyuhyun sedikit lega juga masih lumayan cemasĀ jadi dimana istrinya itu sekarang?
__ADS_1
Ketika sedang sibuk memikirkan keberadaan istrinya Kyuhyun menatap ke arah jalanan dan tidak sengaja melewati sebuah cafe di pinggir jalan yang membuat Kyuhyun menginjak rem mendadak, bagaimana bisa Kyuhyun tidak terkejut ketika dengan mata kepalanya sendiri Kyuhyun melihat Hagi mengelus kepala pria lain dengan senyuman yang bahkan tidak pernah Kyuhyun dapatkan sama sekali selama ini.
"Sialan!!" Mengumpat kasar Kyuhyun keluar dari mobilnya lalu tanpa memperdulikan apapun langsung memasuki cafe dimana Hagi dan pria berjas putih sedang duduk, entah kenapa semakin Kyuhyun dekat dengan keduanya semakin terbakar perasaan Kyuhyun sekarang. Tanpa banyak basa basi Kyuhyun menarik Tangan Hagi begitu saja dari tempat duduknya membuat Hagi terkejut bukan main dan kehilangan kata-kata.
"Kita pulang!!" Geram Kyuhyun marah tapi Min Gyu yang melihat Hagi di perlakukan dengan kasar juga akhirnya menarik tangan Hagi yang lain membuat akhirnya adu pandang terjadi di antara kedua pria yang kini saling menarik tangan Hagi.
"Lepaskan istriku!!" Geram Kyuhyun berusaha menahan emosinya ketika pria lain menyentuh Hagi.
"Perlakukan dulu temanku dengan baik jangan karena kau suaminya kau jadi seenaknya." Min Gyu juga menggeram kesal ketika cengkraman tangan Kyuhyun pada Hagi semakin erat. Tidak tahan lagi akhirnya Hagi menarik tangannya dari kedua pria di sampingnya sambil melotot kesal.
"Maaf... aku hanya tidak suka cara suamimu itu memperlakukanmu." Ucapan Min Gyu hanya di balas dengusan tidak percaya dari Kyuhyun yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Hagi membuat Kyuhyun membuang muka kesal.
"Baiklah, aku akan menyelesaikan masalahku seperti yang kau sarankan, sepertinya kau harus kembali bekerja aku akan menghubungimu lain kali." Isyarat Hagi belum mendapatkan jawaban dari Min Gyu ketika Kyuhyun berbalik sambil kembali menggeram marah.
"Tidak ada lain kali, aku tidak mengizinkanmu menemuinya lagi." Hagi memutar bola matanya kesal lalu menatap Kyuhyun marah.
"Sebaiknya kau diam, kau tidak ada hak apapun untuk melarangku karena aku juga tidak pernah mencampuri urusanmu dengan Jein." Kyuhyun membuka mulutnya tapi menutup mulutnya lagi ketika menyadari kesalah pahaman yang seharusnya ia luruskan pada Hagi tadi ia lupakan karena melihat pria berjas putih di belakang Hagi yang kini nampak mengkerutkan keningnya heran. Hagi akhirnya menatap Min Gyu lagi lalu tersenyum kecil pada pria baik hati di hadapannya.
__ADS_1
"Aku minta maaf, aku janji kita akan bertemu lagi lain kali dan juga terimakasih atas nasihatnya tadi." Walaupun masih ingin menanyakan sesuatu Min Gyu menahannya lalu mengangguk kecil.
"Kau bisa selalu menghubungiku jika memerlukan bantuan kapanpun itu." Min Gyu sekali lagi tersenyum kecil pada Hagi tidak memperdulikan Kyuhyun yang menggerakan mulutnya marah sambil membulatkan matanya penuh amarah pada Min Gyu. Setelah itu Min Gyu benar-benar meninggalkan pasangan suami istri itu dan Hagi sekarang berbalik sambil menatap Kyuhyun datar membuat Kyuhyun sedikit gugup.
"Apa??" Pertanyaan Kyuhyun hanya di balas dengusan tidak percaya oleh Hagi, setelah itu Hagi kembali duduk di kursinya di susul Kyuhyun yang menggantikan tempat duduk Min Gyu tadi.
"Sudah selesai? Aku tidak mau pulang kalau wanitamu masih di kondium." Ucapan Hagi membuat Kyuhyun mendesah frustasi.
"Aku dan dia sudah selesai, dia tidak ada hubungan apa-apa lagi denganku, hanya ada kau sekarang dan itu sudah cukup untukku." Untuk sesaat Hagi terdiam tapi seolah tersadar Hagi tersenyum sinis.
"Benarkah? Tapi sayangnya mungkin kau sudah lupa dengan perjanjian kita bahwa hubungan kita hanyalah hubungan memberi dan menerima tidak lebih, jadi sekalipun kau masih berhubungan dengan Jein aku sama sekali tidak peduli, hanya saja aku tidak mau tinggal di tempat kalian tinggal sebelumnya. Jadi mari kita perjelas, mulai besok aku akan tinggal di kondium milikku sampai kau menemukan kondium lain yang bisa kita tempati, kita juga bisa melihat hasil kerja keras kita selama sebulan terakhir ini bukan sampai jadwal tamu bulananku datang. Jika kita beruntung mungkin aku sudah hamil sekarang jadi kita tidak perlu tinggal serumah lagi." Mendengar ucapan Hagi yang terkesan santai dan tidak peduli serta kenyataan Hagi masih mengingatkannya akan perjanjian sebelum pernikahan keduanya membuat Kyuhyun marah besar, Kyuhyun mengepalkan tangannya erat-erat di dalam saku celananya sambil menggertakan rahangnya kuat berusaha menahan emosi juga rasa sakit ketika memikirkan jika ternyata sebulan terakhir kebersamaan yang mereka jalani selama ini tidak ada artinya sama sekali bagi Hagi. Bagi istrinya kebersamaan mereka selama ini tidak lebih dari sekedar proses dalam perjanjian yang mereka buat yaitu memberikan Hagi anak.
"Baiklah jika itu maumu, aku akan menyiapkan kondium baru jika kau tidak suka kondium yang sekarang, dalam beberapa hari lagi aku akan menjemputmu karena aku yakin usaha kita belum cukup keras untuk menghasilkan seorang anak. Kau bisa mengirimkan alamat kondiummu padaku lewat pesan. Setelah itu akan kutunjukan arti kerja keras sebenarnya padamu aku berjanji." Kyuhyun menatap tajam penuh amarah pada Hagi lalu meninggalkan Hagi sendirian yang tertegun mendengar kata-kata terakhir Kyuhyun bukan hanya kata-kata terakhirnya saja yang membuat Hagi kehilangan pikirannya tapi tatapan marah Kyuhyun juga membuat Hagi sedikit merasa bersalah. Apa dia terlalu kasar? Tapi apa yang ia katakan benarkan? Kecuali jika Kyuhyun sang CEO memang mulai menaruh hati padanya. Tidak, tidak mungkin pria itu jelas masih mencintai kekasihnya Jein, Hagi masih ingat tatapan Kyuhyun pada Jein terakhir kalinya, bahkan rasanya menyakitkan ketika melihat wajah Kyuhyun sang CEO yang mirip dengan Pangeran Rubah berciuman dengan Jein dengan tatapan penuh hasrat waktu itu.
Hagi menggelengkan kepalanya dia tidak salah, yang dia katakan adalah fakta jadi Kyuhyun tidak berhak untuk marah karena mereka memang terikat perjanjian. Perjanjian? Hagi tersenyum miris lagi-lagi Hagi mengikat perjanjian walaupun kali ini dengan manusia bukan dengan Sang Pencipta.
Menghelah nafas pelan Hagi mulai mengetik pesan untuk Kyuhyun mengirimkan alamat kondium pribadi milik Hagi yang selama ini jarang Hagi pakai, lagi pula sepertinya Hagi juga memang butuh waktu untuk sendiri dan memikirkan kembali setiap kemelut perasaannya.
__ADS_1
bersambung